
Happy Reading....
Setelah menemui Ray, Ras tidak kembali ke Hotel, tadi pagi dia hanya ke Hotelnya sebentar saja sebelum menemui Ray dan sekarang dia ingin pulang menemui istri galaknya.
Meskipun galak. tapi, istrinya itu selalu ngangenin membuat dia tidak mau terlalu lama jauh darinya, sepertinya saat ini dia sudah benar-benar terkena yang namanya racun bucin.
Ras terkekeh sendiri sambil nyetir saat sadar jika dia sudah bucin sama istri galaknya itu.
Tak memakan waktu lama mobilnya sudah sampai di halaman rumahnya, dia langsung turun dari mobilnya dan memasuki rumahnya.
"Mana istriku?" tanya Ras pada pelayan yang ada di ruang utama.
"Nona sedang berada di kamarnya Tuan," jawab pelayan itu.
"Apa dia sudah makan siang?" tanya Ras sambil berjalan menuju tangga.
"Belum Tuan, tadi Nona bilang belum lapar," jawab pelayan itu.
Tanpa menjawab perkataan pelayan itu lagi, Ras terus berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya, dia langsung memasuki kamarnya dan saat memasuki kamar dia melihat Kania sedang bergelung dengan laptopnya.
Kania sekarang memang bekerja dari rumah karena itu perintah Kean, selain karena dia sedang hamil Kean juga takut jika hal yang tidak diinginkan terjadi lagi padanya jika dia sering keluar rumah, jadi Kean menjadikan kehamilannya itu sebagai alasan untuk menyuruhnya diam di rumah dan Kania pun tidak membantahnya. tapi, dia meminta tetap bekerja meskipun dari rumah karena dia merasa bosen jika tidak ada kegiatan.
"Siang sayang," kata Ras duduk di ranjang.
Hmmmm, jawab Kania tanpa melihat ke arahnya dan hanya melihat laptopnya.
"Yaang aku kangen nih," kata Ras merapatkan tubuhnya dengan tubuh Kania dan menyenderkan kepalanya di pundak Kania.
"Jangan ganggu deh Ras, aku lagi kerja nih," kata Kania masih fokus pada laptopnya dan mengerakkan bahunya agar Ras tidak menyender padanya.
"Tapi aku kangen," rajuk Ras seperti anak kecil.
"Jangan kekanakan Ras, pergi sana jangan ganggu aku, lagian kamu ngapain jam segini udah pulang," Kania masih berbicara tanpa melihat Ras.
Ras langsung menutup laptop Kania agar Kania melihatnya dan cara itu memang berhasil, Kania langsung melihatnya dengan tatapan yang mematikan.
Ras menatap Kania tanpa dosa dan memasang senyumnya, Kania masih melayangkan tatapan mematikan padanya, Ras mencari aman dengan langsung menempelkan bibirnya dengan milik Kania.
Dia tidak memperdulikan rontaan Kania dia sudah benar-benar merindukan Kania dia tidak menyentuh Kania lagi sepulang dari bulan madu.
"Aku merindukanmu sayang," Ras menatap Kania yang siap untuk marah dengan memasang wajah puppy eyes.
"Boleh ya," bujuk Ras yang masih memasang wajah puppy eyesnya.
"Sekali aja, aku masih ada pekerjaan," kata Kania tegas.
"Siap Nyonya sekali aja," kata Ras dengan semangat 45, dia menyingkirkan laptop Kania dan menyingkirkan satu persatu kain yang melekat di tubuhnya.
...****************...
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka selesai dengan kegiatan siang bolongnya, mereka masih sama-sama mengatur napasnya.
Beberapa detik kemudian Kania merasakan tangan Ras kembali nakal dan dia langsung mencubit tangannya itu dengan sekuat tenaga hingga Ras meringis.
"Mandi sana, siapkan aku makan siang aku lapar," kata Kania mendudukkan dirinya ditutupi selimut.
"Sekali lagi dong," kata Raa melayangkan tampang puppy eyesnya.
"Mau sekali lagi," kata Kania menatap Ras dengan serius dan Ras menganggukkan kepalanya antusias hingga beberapa detik kemudia kini giliran perutnya yang terasa linu karena cubitan Kania.
"Ini mau sekali lagi hmmmm," kata Kania sambil mencubit gemas perut Ras.
"Gak mau sayang, ampun sakit," kata Ras meringis karena cubitan Kania lebih menyakitkan dari sengatan lebah.
"Makanya jangan banyak tingkah, cepat mandi dan bikinin aku makan," perintah Kania yang terlihat lebih galak dari galaknya ibu tiri.
"Iya, iya aku mandi sekarang. yaang kamu udah melakukan KDRT tau gak liat tangan sama perutku sampai seperti ini," kata Ras memperlihatkan bekas cubitan Kania yang memang meninggalkan bekas.
"Mau aku gigit sekalian atau aku pukul pake benda tumpul biar lebih kerasa lagi hah," kata Kania turun dari ranjang.
"Nggak mau, ini aja udah sakit, kamu mau kemana yaang?" tanya Ras heran.
"Mau mandi, nyuruh kamu mandi duluan lama," kata Kania dengan ketus sambil memasuki kamar mandi.
"Ayo mandi bareng," kata Ras dengan antusias turun dari ranjang dan menyusul Kania. tapi, Kania langsung menutup dan mengunci pintunya hingga Ras tidak bisa masuk ke kamar mandi.
Beberapa detik kemudian dia ingat kalau dia belum memakai apapun hingga asetnya terekspos, dia mengambil celana pendek dan langsung memakainya, dia kemudian membereskan ranjangnya yang berantakan sambil menunggu Kania selesai mandi dia tidak mau kena omel lagi karena Kania pasti akan marah kalau liat ranjang masih berantakan.
Kania pun keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi dan Ras berjalan untuk ke kamar mandi. tapi, saat berpapasan dengan Kania dia menyempatkan untuk mencium pipi Kania dan langsung masuk ke kamar mandi karena takut Kania marah.
Kania hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang kadang kekanakan itu.
"Dasar kekananak-kanakkan," gumamnya sambil melanjutkan langkahnya ke ruang ganti dan memakai bajunya.
Setelah selesai berpakaian dia kembali duduk di ranjang dan membuka kembali laptopnya, sedangkan Ras setelah selesai mandi dan berpakaian dia langsung ke dapur untuk membuatkan makan siang untuk Kania.
Beberapa saat kemudian Ras sudah kembali ke kamarnya dan mengajak Kania untuk makan siang di meja makan.
"Ayo makan dulu, aku sudah selesai memasaknya," ajaknya pada Kania.
"Ya udah, ayo aku udah lapar banget nih," kata Kania mengusap perutnya.
Mereka pun langsung menuju ke meja makan yang sudah tersedia beberapa menu makanan buatan Ras dan buatan pelayan.
"Masakan kamu yang mana?" tanya Kania saat duduk di meja makan.
"Ini dan ini," jawab Ras menunjuk dua wadah yang berisi makanan buatannya.
Kania mengambilkan makanan untuk Ras terlebih dahulu ke dalam piringnya setelah itu barulah dia mengambil makanan untuknya, saat ini dia hanya ingin memakan makanan yang dibuat oleh Ras.
__ADS_1
"Gimana rasanya? ada yang kurang?" tanya Ras pada Kania.
"Tidak, makanan ini benar-benar enak," kata Kania apa adanya.
Mendengar hal itu Ras pun tersenyum dan mengusap ujung kepala istrinya itu.
"Kenapa kamu jam segini udah pulang?" tanya Kania disela-sela makannya.
"Aku lagi gak banyak kerjaan, tadi juga aku habis menemui Ray di kantor untuk minta maaf," jawab Ras.
"Terus apa dia sudah maafin kamu?" tanya Kania.
"Belum, dia masih belum percaya dengan perkataanku, dia masih beranggapan aku yang menjebaknya," jelas Ras dengan wajah yang sedikit sedih.
"Kamu sabar aja, saat ini dia hanya butuh waktu untuk menerima semua ini, aku yakin cepat atau lambat dia juga akan memaafkanmu," kata Kania menenangkan Ras.
"Iya aku akan mencari wanita itu dan menanyakan apa maksudnya dan tujuannya melakukan semua itu," kata Ras.
"Iya semoga saja masalah ini cepat selesai karena aku yakin Mom pasti sedih dengan situasi yang seperti ini," kata Kania.
"Iya yang saat ini menjadi pikiranku adalah Mom, aku sedih dengan kondisi ini. tapi, aku tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi ini, aku tidak pernah menyesali perbuatan aku itu karena dengan melakukan itu saat ini aku bisa bersama dengan orang yang aku cintai," kata Ras tersenyum manis pada Kania, hingga membuat Kania tersipu.
Entah kenapa sekarang sikap Kania jadi tambah sensitif, gampang tersipu saat Ras berkata manis dan gampang marah juga. mungkin itu efek dari kehamilannya hormonnya yang tidak menentu karena hamil.
Kania tidak menjawab perkataan Ras itu dia meneruskan makannya hingga makanan yang berada di piringnya pun habis, dia meminum segelas air putih.
"Aku masih ada kerjaan," kata Kania bangun dari kursinya.
"Aku juga udah selesai makannya, ayo aku temani kamu bekerja," kata Ras meminum air dan ikut berdiri.
"Jangan ganggu," kata Kania memperingati.
"Iya istri galakku yang manis aku gak akan ganggu kamu kerja kok," kata Ras sambil mengikuti langkah Kania menuju ke kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1