
Happy Reading....
Ras yang tadinya masih terlelap mulai membuka matanya, dia melihat kearah jam ternyata sudah jam tujuh, dia dan Kania telat bangun karena tidur mereka yang tidak benar semalam.
Dia menatap Kania yang masih tertidur itu dengan tatapan lembut, diusapnya pipi Kania dengan usapan lembut agar tidak mengganggu Kania yang masih asik dengan mimpinya itu.
Dia terkekeh geli saat mendengar rengekan dari mulut Kania yang merasa tidurnya terganggu, saat sedang asik memainkan istrinya itu tiba-tiba saja pikirannya ketarik ke kejadian saat di Hotel saat bertemu dengan kliennya.
Ras menghentikan kegiatannya dan menatap kosong ke sembarang arah dengan pikiran yang sudah berkelana.
...FLASHBACK...
Ras saat itu sedang melakukan penyambutan dan menjamu kliennya yang baru saja tiba di kota itu. Karena kliennya, memintanya untuk membicarakan kerja sama antara mereka malam itu juga, Ras pun tidak punya pilihan lain mengiyakannya.
Mereka berbincang tentang masalah pekerjaan hingga waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam, dia mengabari Kania dia jika tidak akan lama lagi akan pulang. Tapi, ternyata setelah makan malam kliennya itu memintanya untuk menemaninya minum sebentar.
Karena tidak enak untuk menolak Ras pun mengiyakannya dia menemani kliennya itu berbincang lagi, Dia saat itu ditemani oleh sekertarisnya yang bernama Ayu.
Dia terpaksa meminta sekretarisnya untuk menemaninya karena dia dan kliennya akan membahas masalah pekerjaan jadi dia membutuhkan kehadiran sekretarisnya itu.
Entah sudah berapa lama dia berbincang dan tanpa sadar dia terlalu banyak minum, hingga menyebabkan dia mabuk dan tidak ingat apa yang terjadi setelahnya.
Ras memang orang yang jarang sekali minum, dia hanya minum jika ada tamu penting dari luar negeri seperti itu saja, biasanya dia kalau menemani kliennya minum tidak pernah minum dengan banyak paling hanya seteguk atau dua teguk saja sekedar untuk formalitas.
Dia ingat terakhir kali dia meminta sekretarisnya yang ternyata ikutan minum itu pun untuk membawanya ke ruangan tempatnya dan keluarganya biasa beristirahat di Hotel itu.
Semakin lama kesadarannya semakin menghilang dan dia benar-benar tidak ingat lagi apa yang telah terjadi padanya setelah itu.
Saat sadar dia memijat keningnya yang terasa sakit pasti itu efek minuman, dia baru menyadari jika saat ini dia sedang di kamarnya yang ada di ruangan itu dengan keadaan yang sangat tidak pantas.
Dia pun mendudukkan tubuhnya dan melihat ke sampingnya. Jantungnya serasa akan terlepas dari tempatnya karena dia melihat sekretarisnya sedang tertidur di sampingnya dengan posisi menghadap ke arahnya.
Ras menggeleng tak percaya dengan apa yang dilihatnya, dia berharap ini hanya mimpinya, dia berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi. tapi, nihil dia tidak bisa mengingat apapun.
Ras bangun dan memakai bajunya yang tergeletak di lantai dengan asal, pikirannya kalut saat itu, dia melangkahkan kakinya pergi dari ruangan itu tanpa memperdulikan sekretarisnya itu.
Saat memasuki mobilnya, dia meninju setir mobilnya untuk melampiaskan kekesalannya atas apa yang telah terjadi, dia mengumpat pada dirinya sendiri karena telah mengkhianati istrinya itu.
"Bodoh! apa yang telah kamu lakukan bodoh! kenapa kamu tidak mengingat apapun," kata Ras sambil beberapa kali memukul kepalanya.
Kepalanya yang masih terasa pusing tidak dihiraukannya. Dia merasa bersalah pada Kania istrinya, dia takut kehilangan Kania.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian dia mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang di atas rata-rata karena pikirannya yang kalut dia sampai tidak memikirkan bagaimana keselamatannya.
Karena yang dipikirkannya saat itu adalah bagaimana jika istrinya tahu tentang ini dan bagaimana jika sekretarisnya meminta pertanggung jawaban darinya dan melaporkannya pada Kania.
Dia tidak ingin kehilangan Kania, dia tidak ingin berpisah dengan wanita yang menjadi cinta pertamanya itu, dia ingin Kania menjadi wanita satu-satunya yang akan menemaninya seumur hidupnya.
...FLASHBACK OFF...
Ras yang sedang memikirkan kejadian beberapa jam lalu dan memikirkan ketakutannya akan kehilangan Kania, tanpa sadar dia telah memeluk Kania terlalu erat hingga Kania terganggu dari tidurnya dan meronta karena tidak bisa bernapas.
"Maaf aku tidak sadar telah memelukmu kekencangan," kata Ras dengan menyesal.
Dia segera mengubah ekspresinya seolah tidak ada apa-apa, dia tidak ingin Kania curiga padanya.
"Kamu gak berencana mau bunuh aku 'kan King," sindir Kania menatap Ras dengan sengit.
"Ya tidak lah Queen aku mana pernah punya niat seperti itu, aku gak mau jadi duda," kata Ras mencubit hidung Kania dengan gemas.
"Sakit," rajuk Kania mengusap hidungnya yang memerah dengan suara manja dan bibir yang manyun membuat Ras semakin gemas melihatnya.
"Cup, cup, cup, ini harus aku cium biar cepat sembuh," kata Ras yang akan nyosor tapi segera ditahan oleh Kania.
"Modus," kata Kania sambil menahan wajah Ras yang mulai mendekat padanya.
Kania memutar matanya malas dia kemudian melirik jam dan matanya terbelalak kaget saat melihat jam sudah hampir jam delapan.
"Ya ampun King, kita kesiangan," kata Kania dengan panik, dia langsung melepaskan pelukannya dari Ras dan turun dari ranjang dengan tergesa-gesa.
Ras tidak membiarkan Kania pergi, dia menarik Kania lagi hingga Kania jatuh lagi ke ranjang dan Ras langsung memeluknya lagi.
"King kita harus mandi, kita harus kerja," kata Kania menatap Ras.
"Kita di rumah aja ya, Queen aku pengen seharian ini kita di rumah," kata Ras menatap Kania dengan tatapan memohon.
"Tapi, aku belum meminta ijin ke papa." Kania berusaha melepaskan dirinya dari belitan tangan Ras.
"Aku sudah mintain ijin tadi," kata Ras dengan berbohong agar bisa menahan Kania.
"Beneran?" tanya Kania tidak yakin.
Ras menganggukkan kepalanya dengan yakin dan tersenyum pada Kania, dia berencana akan menelpon dan meminta ijinnya nanti saja, Kania menghela napas pasrah akhirnya dia menurut.
__ADS_1
"Tapi, aku harus mandi," kata Kania mencoba bangun lagi. tapi, ditahan lagi oleh Ras.
"Kita olahraga pagi dulu yuk Queen, nanti baru kita mandi," kata Ras sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Tapi...." Kania tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Ras sudah membungkam mulutnya dan bermain di sana sebentar.
"Boleh ya," ijin Ras menatap Kania dengan tatapan memohon lagi hingga Kania tidak mampu untuk menolaknya dan hanya bisa pasrah.
Setelah mendapatkan lampu hijau dari istrinya Ras langsung melanjutkan aksinya itu dengan semangat, pagi yang hangat dengan kehangatan sang surya bertambah lebih hangat lagi dengan kegiatan dua sejoli itu.
Kegiatan mereka berlangsung dengan lancar tanpa hambatan, kegiatan yang mampu membuat mereka serasa terbang ke awan kegiatan yang mampu membuat hubungan mereka semakin erat satu sama lainnya.
Kegiatan yang membuat Ras melupakan sejenak masalah yang terjadi padanya, entah apa yang sedang menunggunya di depan sana, saat ini dia tidak memperdulikannya.
Setelah sama-sama puas, mereka pun menghentikan kegiatannya, Ras menjatuhkan dirinya ditubuh Kania dia mengatur napasnya terlebih dulu.
"King berat," kata Kania mendorong Ras agar turun dari tubuhnya.
Ras pun menggulingkan tubuhnya ke samping Kania, dia masih mengatur napasnya sebelum akhirnya mendudukkan dirinya menyusul Kania yang sudah lebih dulu duduk.
"Aku mandi duluan," kata Kania turun dari ranjangnya.
"Kita mandi bareng," kata Ras yang langsung turun dari ranjang mengikuti langkah Kania.
"Hanya mandi," kata Kania dengan penekanan.
"Iya My Queen hanya mandi," kata Ras menganggukkan kepalanya.
Mereka akhirnya memasuki kamar mandi dan mandi bersama. hanya mandi tidak melakukan kegiatan yang lainnya lagi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....