Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Pulang.


__ADS_3

Happy Reading....


Seminggu pun berlalu Ras masih belum pulang juga dan belum menghubungi Kania sama sekali dan hal itu tentu saja membuat Kania kesal bukan main.


"Ras kurang ajar, berani-beraninya dia tidak ngabarin aku sama sekali, sesibuk apa sih dia sebenarnya sampai gak sempat ngabarin aku, atau jangan-jangan dia di sana bukan kerja lagi. tapi, sibuk tebar pesona pada wanita di sana ... Awas saja kalau dia sampai berani tebar pesona, akan aku aduin ke Papa biar dihukum!" omel Kania yang entah pada siapa.


Rina yang saat ini sedang membersihkan meja yang kotor karena bekas cemilan Kania hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar omelan Kania pada ponselnya.


"kenapa tidak Nona hubungi saja tuan muda, Nona," usul Rina seperti sebelumnya.


"Gak mau nanti dia kepedean lagi," jawab Kania masih sama seperti sebelumnya juga, dia terlalu gengsi untuk menghubungi Ras duluan.


"Eummm ya udah kalau gitu saya permisi ke dapur dulu ya Nona," pamit Rina.


Kania hanya menganggukkan kepalanya, dia melihat status di aplikasi chat, nomor Ras sedang tidak online.


"Ternyata benar ya, apa yang dikatakannya itu hanya omong kosong semata, bilangnya saja aku pasti bakal kangen sama kamu, aku gak mau pergi jauh-jauh darimu beberapa hari pasti akan terasa lama jauh darimu. dasar bohong," kata Kania dia kemudian mematikan ponselnya, karena merasa kesal.


Kemarin dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena berada di rumah orang tuanya juga tidak merasa tenang akhirnya dia memutuskan untuk pulang.


Kania memutuskan untuk ke kamarnya karena dia sudah merasa ngantuk karena sudah malam.


"Mbak aku ke kamar duluan ya," pamit Kania saat berpapasan dengan Rina.


"Iya Nona, selamat istirahat," jawab Rina dengan tersenyum seperti biasanya.


"Iya, Mbak Rina juga sebaiknya segera istirahat," kata Kania sambil terus berjalan.


"Iya Nona, sebentar lagi saya istirahat," kata Rina.


Rina memang tidur di sana tidak di paviliun karena permintaan Kania.


Kania melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya dia melakukan rutinitas sebelum tidur seperti biasanya, setelah itu dia menaiki ranjang dan langsung memejamkan matanya. tidak memperdulikan ponselnya yang sudah ia matikan.


Kania pun hanyut dalam mimpinya, beberapa hari ini yang dia lakukan adalah uring-uringan tak jelas, mungkin itu karena dia memang merindukan Ras. tapi, dia tidak berani untuk menghubungi Ras lebih dulu.


Sementara di sisi lain saat ini Ras baru saja menuruni pesawatnya dan langsung menghubungi sopir untuk menjemputnya di bandara.


Dia sengaja tidak mengabari Kania karena ingin segera menyelesaikan pekerjaannya dan ingin melihat apakah Kania akan menghubunginya jika dia tidak menghubunginya dan ternyata Kania tidak menghubunginya sama sekali.


"Kenapa Anda tidak menghubungi saya dari sebelumnya Tuan, jadi Tuan tidak harus menunggu terlalu lama," kata sopir saat turun dari mobil dan membukakan pintu mobilnya.


"Aku sengaja karena tidak ingin Kania tau jika aku pulang sekarang," jawab Ras masuk ke dalam mobil.


Sopirnya memasukkan barang-barangnya terlebih dahulu ke bagasi mobil dan langsung memasuki mobil saat semua barang Ras sudah dimasukkan.


"Apa kita langsung pulang Tuan?" tanya Sopir.


"Langsung saja, aku capek mau istirahat," jawab Ras menyandarkan tubuhnya dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Dia memang lelah karena memeriksa laporan tentang kinerja Hotelnya yang ternyata lumayan banyak setelah beberapa bulan tidak diperiksa secara langsung.


"Baik Tuan." Sopirnya mulai menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya.


Setelah beberapa saat kemudian mobilnya telah sampai di rumahnya Ras langsung turun dari mobil tanpa menunggu sopir membukakan pintu mobilnya.


Rina yang mendengar suara mobil pun membukakan pintu rumah karena dia sudah tahu jika itu mobil Tuan Mudanya.


"Tuan muda," sapa Rina membungkukkan badannya saat Ras memasuki rumah.


"Apa istriku sudah tidur?" tanya Ras.


"Sepertinya sudah Tuan muda karena Nona sudah masuk ke kamarnya sejak dua jam yang lalu," jawab Rina.


Ras pun tidak bicara lagi dia melanjutkan langkahnya menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Dia membuka pintu kamarnya dengan perlahan karena takut Kania bangun.


Dia berjalan menuju ke ranjang melihat yang sedang asik dengan tidurnya seolah tidak ada beban.


"Bagus ya, kamu malah enak-enak tidur tanpa beban seperti ini, sedangkan aku bahkan hampir tidak bisa tidur karena merindukanmu," kata Ras dengan suara pelan.


"Sepertinya aku harus menghukummu sekarang," katanya lagi sambil menyeringai.


Ras memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum memberikan Kania hukuman karena terlihat biasa saja meskipun dia tidak menghubunginya.


Beberapa saat kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya terbalut handuk di pinggangnya.


Dia langsung menaiki ranjangnya, dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi dia ingin memiliki Kania seutuhnya.


Selain karena dia merindukan Kania dia juga takut jika kebenarannya akan terungkap mengingat dia baru saja mendapatkan kabar dari bawahannya di Hotel yang ada di sini jika Ray beberapa hari lalu mendatangi Hotel dan memeriksa CCTV setiap sudut Hotel itu.


Dia tahu serapi apapun dia menyimpan kebohongan itu pasti lambat laun akan ketahuan, dia terlalu takut Kania akan kembali pada Ray jika dia juga sudah tahu semuanya.


Ras menyentuh pipi Kania dengan lembut dan mendaratkan ciuman di wajah Kania.


Kania yang sedang lelap pun menjadi terganggu karena merasakan sentuhan halus nan dingin di wajahnya.


Kania membuka matanya dan matanya langsung bertabrakan dengan mata Ras yang sedang menatapnya juga.


"Dasar nyebelin," gumam Kania kembali memejamkan matanya karena mengira jika saat ini dia sedang bermimpi.


"Bagus ya, suami pulang bukannya disambut malah dibilang nyebelin," perkataan Ras membuat Kania kembali membuka matanya lebih lebar.


Kania langsung mendudukkan dirinya dan menatap Ras dengan alis mengerut.


"Kamu sudah pulang?" tanya Kania menatap Ras dengan serius.


"Kalau aku belum pulang, aku tidak akan ada di sini," jawab Ras.

__ADS_1


"Aku kira tadi aku cuma mimpi," gumam Kania dengan pelan dan masih terdengar oleh Ras.


Ras langsung menyambar bibir Kania dan membuat Kania terkesiap dengan perlakuan tiba-tiba dari Ras itu.


"Gimana, itu bukan mimpi 'kan?" tanya Ras.


"Cari-cari kesempatan," kata Kania memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kan, aku sudah bilang kalau aku mau mengambil apa yang seharusnya aku dapatkan saat aku pulang," kata Ras menangkup kedua pipi Kania.


"Maksudnya apa? aku gak ngerti?" kata Kania apa adanya.


Bukannya menjawab Ras malah kembali menautkan bibirnya dengan milik Kania, Kania tidak melawan dia hanya mengikuti permainan Ras.


Kania melingkarkan tangannya di leher Ras, pertautan yang semula lembut kini berubah jadi lebih menuntut.


Kania sekarang sudah tahu maksud perkataan Ras tadi dan dia sudah memutuskan untuk memberikan apa yang seharusnya Ras dapatkan.


"Bolehkah?" tanya Ras saat melepaskan pertautan antara mereka dia menatap Kania dengan tatapan memohon.


Kania menganggukkan kepalanya sebagai jawab, mendapatkan lampu hijau dari Kania Ras tersenyum senang.


"Terima kasih," dia mencium kening Kania turun ke kedua mata Kania dan pipinya setelah itu semakin turun.


Kania mengikuti permainan Ras dengan jantung yang berdebar dengan kencang, entah kenapa dia merasa sangat gugup.


"Rileks saja, jangan tegang," kata Ras yang dapat mendengar degupan jantung Kania dia menatap Kania dengan lembut dan tersenyum untuk menenangkan Kania yang sedang gugup.


Sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama karena ini memang yang pertama untuknya. tapi, dia mampu mengontrol dirinya agar lebih rileks.


Kania mengangguk kembali dan berusaha rileks dan mengimbangi permainan Ras.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Hai semuanya maaf terjadi kesalahan yang aku pun gak ngerti kenapa itu bisa terjadi, jadi ceritanya, aku up bab ini yaitu bab 46 tapi gak tau kenapa malah jadi bab 43 dan yang bab 43 sebelumnya ilang jadi cerita ini ada di dua bab, 46 dan 43 aku udah chat admin tapi belum dapet balesan doain ya mudah-mudahan bisa diperbaiki lagi agar kalian gak bingung nantinya😢

__ADS_1


__ADS_2