
Happy Reading....
Ras sedang duduk di kursi kerjanya yang berada di Hotel, dia menyembunyikan wajahnya di meja kerjanya, saat ini ruangannya itu sangat berantakan barang-barang berserakan di sembarang tempat.
Penyebab dia seperti itu adalah beberapa menit yang lalu ketika dia baru saja pulang dari pertemuan dengan kliennya, dia memeriksa laptopnya dan ternyata ada email yang masuk karena penasaran dia langsung membuka email itu dan ternyata itu adalah sebuah video.
Jantungnya terasa berpacu lebih cepat dan terasa sesak serasa diremas melihat Kania tengah meringkuk dengan selimut yang membungkus tubuhnya karena posisi di video Kania membelakangi kamera Ras melihat punggung Kania yang terekspos itu tampak polos tidak kain yang menempel di sana.
Setelah video yang berdurasi hanya beberapa menit itu selesai Ras melihat tulisan yang tertera di bawah video itu.
Bagaimana? film yang bagus bukan, Kania menangis karena belum terbiasa melakukannya denganku nanti jika dia sudah terbiasa pasti akan sangat menikmatinya. Setelah membaca tulisan itu Ras langsung naik pitam.
"Br*ngs*k, aku tidak akan pernah memaafkan mu baj*ngan karena kamu sudah membuat Kania ku menangis," kata Ras dengan dada yang bergemuruh dia bahkan melampiaskan kekesalannya itu pada para anak buahnya dan pengawalnya.
Dia memarahi semua pengawalnya karena masih belum biasa menemukan keberadaan Kania, dia memarahi anak buahnya dan mengatai semuanya tidak becus.
Ras terisak sambil menyembunyikan wajahnya itu, dia mendengar dengan jelas Kania menangis menyebutkan namanya juga kedua orang tuanya.
Katakanlah dia cengeng sekarang tapi dia tidak bisa menahannya lagi, dia membayangkan betapa tersiksanya Kania saat ini dan dia tidak berguna karena masih belum bisa menemukan keberadaan Kania.
Dia dan mertuanya Kean juga sudah melaporkan masalah ini pada polisi dan polisi pun sedang berusaha membantunya untuk menemukan tempat Kania ditahan.
Ponsel Ras yang ada di saku celananya berbunyi, dia melihat nama mertuanya tertera di layar ponselnya, dia beberapa kali menghirup udara dan mengusap pipinya kemudian dia mengangkat telponnya dengan bicara seperti biasanya.
"Halo Pa, ada apa?"
'Kamu ke sinilah segera, ada yang mau papa bicarakan penting."
"Baiklah, Ras akan segera ke sana."
Setelah sambungan telponnya terputus, Ras merapikan penampilannya dan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, saat sampai di meja resepsionis dia meminta pekerjanya untuk membereskan ruangannya.
Ras meminta sopir untuk mengantarkannya ke rumah mertuanya, akhir-akhir ini pikiran sedang dalam keadaan tidak baik jadi dia meminta untuk diantarkan oleh sopir kemanapun dia pergi karena takut malah membahayakan dirinya jika dia mengendarai mobilnya sendiri.
Mobilnya telah sampai di depan rumah Kean, dia langsung turun dan berjalan memasuki rumah Kean, pelayan Kean memintanya untuk langsung ke ruang tamu dan dia pun langsung menuju ke ruang tamu.
Saat sampai di ruang tamu Ras mengerutkan keningnya karena melihat ada Griffin di sana sedang berbincang dengan Kean dan Kiran, dia tidak menduga jika Griffin mengenal mertuanya itu.
"Ras kamu sudah datang," kata Kean yang menyadari kedatangan Ras.
"Iya Pa," jawab Ras singkat sambil melangkahkan kakinya menuju ke sofa.
"Duduklah dulu, biar Mama siapin cemilan dulu," kata Kiran bangun dari sofa dan pergi dari ruangan itu.
"Ras."
__ADS_1
"Griffin." Ras dan Griffin berkata secara bersamaan.
"Papa juga kenal sama Griffin?" kata Ras heran.
"Kita tidak sengaja bertemu beberapa hari yang lalu, kalian sudah saling kenal juga," kata Kean menatap Griffin dan Ras bergantian.
"Iya Pa, dia adalah orang yang dulu Ras ceritain dia orang yang bekerja sama dengan Ras membuka usaha Restoran di sini," jelas Ras.
"Oh gitu ya," kata Kean menganggukkan kepalanya mengerti.
"Jadi sedang apa kamu sekarang di sini apa ada hal yang penting?" tanya Ras pada Griffin.
"Iya aku datang ke sini untuk menjelaskan jika aku adalah adik sepupu mertua kamu," kata Griffin.
"Apa bagaimana bisa kamu adik sepupu Papa?" tanya Ras tidak percaya.
"Iya aku adalah anak dari adiknya Papa mertuamu ini dan kedatangan aku ke negara ini adalah untuk mencarinya," jelas Griffin.
"Kamu gak bercanda 'kan Grif?" tanya Ras lagi dijawab anggukkan oleh Griffin.
"Sudah nanti saja kita bahas masalah itunya sekarang ada hal yang ingin Papa bicarakan padamu Ras," kata Kean menatap Ras dengan serius.
"Masalah apa Pa?" tanya Ras menatap Kean tidak kalah seriusnya.
"Apa kamu menerima sebuah video tentang Kania?" tanya Kean dengan suara yang terdengar sedih.
"Ya, aku juga menerimanya, Griffin tau tentang siapa pelaku yang menculik Kania," kata Kean menatap Griffin.
Ras ikut menatap Griffin dengan tidak sabar karena ingin tahu tentang penculik istrinya itu.
"Iya aku tau siapa orang yang menculik Kania dan aku yakin itu adalah orangnya," kata Griffin.
"Siapa dan apa tujuan dia melakukan semua itu?" tanya Ras dengan tidak sabaran.
"Dia adalah Thomas Cornelius, dia juga pasti orang yang selalu berusaha mencelekai kalian," kata Griffin.
"Kenapa nama marganya sama dengan kamu," kata Ras.
"Dia adalah anak angkat bibiku makanya dia menggunakan marga bibiku," jawab Griffin.
"Terus apa tujuan dia melakukan semua itu," kata Ras dengan heran.
"Dia dan papanya melakukan semua karena ingin mendapatkan harta warisan yang Kakek berikan pada pamanku, dia melakukan semua itu karena dia dan papanya tidak terima jika mereka hanya diberikan sepuluh persen harta yang dimiliki oleh mending kakek, selama ini papaku selalu berusaha untuk melindungi harta yang seharusnya menjadi milik Kak Kean dan keluarganya itu," jelas Griffin membuat Ras mengerti.
"Terus apakah kamu juga tau dimana dia menahan Kania saat ini?" tanya Ras.
__ADS_1
"Sayangnya aku tidak mengetahui tentang itu," jawab Griffin menyesal.
"Sayang sekali padahal aku berharap kita bisa segera menemukannya dan membawa Kania pulang," kata Ras dengan nada sedih.
"Apa kamu akan tetap menerima Kania setelah melihat video itu?" tanya Kean menatap Ras dengan serius.
"Apa maksud Papa? tentu saja Ras akan menerima Kania, Ras tidak perduli dengan apa yang pria itu katakan asal Kania bisa kembali dengan keadaan baik-baik saja itu adalah hal yang paling Ras harapkan," kata Ras dengan yakin.
"Bisa bersama dengan Kania adalah sebuah kebahagiaan bagi Ras itu saja sudah cukup," kata Ras lagi dia menatap Kean yang juga tengah menatapnya.
"Baguslah, tadinya kalau kamu mau berpisah dengan Kania karena masalah ini aku tidak akan menahanmu," kata Kean.
"Ras sama sekali tidak pernah berpikiran seperti itu, justru saat ini Ras ingin menemui orang br*ngs*k itu yang telah membuat Kania nangis seperti itu," kata Ras marah.
"Kamu bisa menghajarnya nanti setelah kita bertemu dengannya," kata Kean.
"Apa maksud Papa?" tanya Ras.
"Kai sudah menemukan tempat di mana orang itu menahan Kania, dia berhasil melacak tempat itu dari alamat IP saat pelaku mengirimkan video itu," kata Kean membuat Ras seperti mendapatkan hidupnya kembali.
"Kalau gitu Ras akan segera ke sana, Ras akan segera menyelamatkan Kania," kata Ras dengan semangat.
"Tunggu, kita tidak boleh gegabah. kita harus membuat persiapan yang matang dulu agar dia tidak bisa kabur nantinya," Kean menahan Ras yang ingin segera pergi.
"Tapi Kania pasti sudah tersiksa di sana Pa."
"Aku tau itu. tapi, aku tidak mau karena kita gegabah akhirnya dia malah membawa Kania ke tempat yang lebih jauh lagi," kata Kean.
"Iya juga ya," sahut Ras.
"Kamu tenanglah dulu, kita buat persiapan yang matang dulu, baru nanti kita bertindak saat waktunya tiba," kata Griffin.
Ras akhirnya menganggukkan kepalanya mengerti, dia harus sabar menunggu sampai mereka siap dan membawa Kania kembali ke sisinya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....