
Happy Reading....
Kania berdiri di depan Ras yang tidak mau melihatnya, dia memegang kedua pipi Ras agar melihat ke arahnya.
"Sekarang sudah waktunya makan malam, kasian yang lainnya kalau kita ngelakuin itu dulu pasti lama, emang kamu mau saat kamu belum sampai, udah di ganggu sama mereka?" tanya Kania menatap Ras.
"Gak mau lah itu namanya sama aja bohong," jawab Ras.
"Makanya kamu jangan ngambek dong, nanti kita bisa sepuasnya dan aku juga punya kejutan untukmu," kata Kania tersenyum penuh makna.
"Kejutan apa?" tanya Ras penasaran.
"Di mana-mana yang namanya kejutan itu gak dibilang-bilang My King," kata Kania mencubit kedua pipi Ras dengan gemas setelah itu dia membalikkan badannya akan pergi dari sana.
"Tapi aku penasaran," kata Ras menahan tangan Kania hingga Kania menghentikan langkahnya.
"Nanti kamu juga akan tau," kata Kania mengedipkan matanya menggoda Ras sambil keluar dari kamar itu meninggalkan Ras yang masih penasaran.
"Dasar, makin lama makin gemesin aja jadi makin cinta," gumam Ras sambil tersenyum melihat Kania pergi.
Dia kemudian mengikuti Kania keluar dari kamarnya dan bergabung ke meja makan yang baru ada Kania dan Zani di sana.
"Kemana Ray dan Tisha?" tanya Ras sambil mendudukkan dirinya di samping Kania.
"Gak tau, tidur kali. tadi aku ketok pintu kamarnya gak ada sahutan," jawab Zani mengangkat bahunya.
"Ya udah kita tunggu aja, mungkin mereka lagi mandi dulu," kata Kania.
Ras dan Zani menganggukkan kepala mereka.
Mereka menunggu Ray dan Tisha sambil mengobrol. Waktu terus berlalu, Ras melihat jam ternyata sudah setengah jam mereka menunggu Ray dan Tisha yang belum terlihat juga batang hidungnya.
"Mereka itu tidur atau mati sih lama banget. tidak tau orang sudah kelaparan apa?" Decak Ras karena sudah kelamaan menunggu Ray dan Tisha.
"Kamu coba panggil mereka, mau makan malam tidak? kalau mereka tidak mau makan kita makan duluan saja," kata Ras pada Zani.
Zani menganggukkan kepalanya dan berdiri akan pergi dari sana. tapi, Ray dan Tisha sudah terlihat menuju ke meja makan.
"Sorry lama, kenapa gak makan duluan saja," kata Ray saat mendudukkan dirinya dengan santai hingga membuat Ras mendengkus.
"Lama banget sih kalian ngapain dulu?" tanya Ras menatap Ray dengan menyipitkan matanya.
Ray bukannya menjawab. Dia malah tersenyum dengan menampilkan sederet giginya, Ras memutar matanya malas melihat hal itu, dia kemudian melihat ke arah Tisha yang mendudukkan kepalanya.
__ADS_1
"Main sih main. tapi, ingat waktu ... ini waktunya makan malam, kalian mau buat orang mati kelaparan apa karena nungguin kalian!" omel Ras yang mengerti kenapa Ray dan Tisha telat ke meja makan.
Melihat dari gelagat Ray dan Tisha, dia yakin kalau Ray dan Tisha baru selesai bermain di ranjang, hal itu membuatnya kesal karena dia sudah merindukan istrinya. tapi, Ray dan Tisha membuatnya menunggu lebih lama lagi.
"Kalian main apa? malam-malam gini?" tanya Zani yang tidak mengerti maksud perkataan Ras.
"Anak kecil gak usah banyak nanya cepat makan saja dan tidur," kata Ras dengan nada yang kesal.
"Kakak, Zani bukan anak kecil. Zani sudah mau 20 tahun, bukan anak kecil lagi," kata Zani cemberut tidak terima dikatai anak kecil.
"Kamu kenapa sih Ras sensitif banget kayak pantat bayi. Kan kamu gak ngasih dia jatah ya?" tanya Ray pada Kania menggoda Ras.
"Aku em....."
"Ayo makan, ini udah malam." Kania memotong perkataan Ras sambil mengambilkan makanan utuk Ras.
Akhirnya Ras pun diam dan memakan makanan yang sudah Kania siapkan. Untuk beberapa saat mereka makan dengan tenang tidak ada yang berbicara.
Setelah makan malamnya selesai para wanita membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan mereka karena waktu sudah malam Sumi sudah pulang ke rumahnya yang tidak terlalu jauh dari sana. jadi para wanita membereskan bekas makan mereka.
"Sekarang sebaiknya kita istirahat karena besok kita akan jalan-jalan," kata Kania pada Zani dan Tisha, dia sengaja menyuruh mereka istirahat lebih awal agar dia bisa lebih awal ke kamar.
"Iya Kak, aku juga mau tidur udah ngantuk," jawab Zani.
"Kamu kenapa sih Ras, dari tadi aku perhatiin kayak gak tenang," kata Ray menyeruput kopinya.
"Aku ngantuk mau tidur, kamu gak ada yang mau disampaikan lagi 'kan aku mau tidur," kata Ras tanpa menunggu jawaban Ray, dia bangun dari kursinya.
"Kamu pergilah aku tau kamu pasti mau minta jatah 'kan," ledek Ray saat Ras berjalan masuk.
Ras tidak menggubrisnya dia berjalan dengan tidak sabaran menuju ke kamarnya, dia penasaran kejutan apa yang Kania siapkan untuknya.
Ras membuka pintu kamarnya. tapi, keningnya mengerut saat memasuki kamar itu dalam keadaan gelap. Dia meraba dinding untuk mencari saklar lampu sambil memanggil Kania yang tidak mendapat sautan.
Saat tangannya sudah menyentuh saklar, dia menekan saklar hingga lampunya menyala, bertepatan dengan belitan tangan milik Kania di perutnya.
"Aku kira kamu kema....?" Ucapan Ras terhenti karena saat dia membalikkan badannya Kania sudah berdiri dengan tersenyum manis.
Ditambah baju yang saat ini dipakainya adalah baju tidur seksi yang transparan hingga menampilkan dengan jelas setiap lekuk tubuhnya yang Ras rindukan itu.
Tidak hanya itu Kania merias wajahnya sehingga dia terlihat berbeda dengan Kania yang dilihatnya saat makan malam barusan, Ras menelan ludahnya dengan kasar saat bagian dalam dirinya langsung on melihat pemandangan di depannya itu.
Kania masih memasang senyumnya dan kembali mengikis jarak antara mereka, dia langsung memulai permainannya terlebih dahulu membuat Ras yang belum terlalu siap hampir kewalahan.
__ADS_1
Setelah sudah bisa menguasai dirinya, Ras pun mengikuti permainan istrinya dengan rakus seolah melampiaskan kerinduan yang dipendamnya selama hampir tiga bulan itu.
Mereka sama-sama menikmati permainan mereka itu, melepaskan rindu yang mereka pendam selama beberapa waktu.
Kamar itu menjadi saksi penjelajahan dan perang antara kedua sejoli yang seolah tidak mau menghentikan permainan itu, hingga akhirnya permainan terakhir mereka berakhir di ranjang dengan waktu yang lumayan lama.
Setelah puas dan kelelahan dengan permainannya, mereka sama-sama terengah-engah seperti habis lari maraton dengan keringat membasahi seluruh tubuh mereka berdua.
"Makasih karena kamu sudah memberikan kejutan seperti ini, kamu dapat ide seperti itu dari mana?" tanya Ras menatap Kania dengan lembut sambil menggelap kening Kania yang basah oleh keringat.
"Tidak dari mana-mana, itu tiba-tiba muncul aja di pikiranku saat kemarin Dokter mengatakan kalau aku sudah baik-baik saja," kata Kania dengan suara yang belum normal sepenuhnya.
"Aku sangat menyukainya, terima kasih My Queen," kata Ras mencium seluruh wajah Kania.
"Apa kamu masih mau lanjut?" tanya Kania menatap Ras.
"Aku tidak akan pernah puas untuk itu. tapi, aku juga gak mau membuatmu terlalu lelah, sekarang sudah hampir tengah malam sebaiknya kita tidur dulu aja," kata Ras memeluk Kania.
Meskipun dia ingin. tapi, dia tidak mau membuat Kania terlalu kelelahan karena besok mereka berencana untuk pergi jalan-jalan di daerah sana.
"Aku masih kuat kok," kata Kania mendongakkan kepalanya.
"Aku gak mau kamu sakit lagi karena besok kita akan jalan-jalan dan itu memerlukan kondisi yang sangat fit," kata Ras mencium kilas keningnya.
"Baiklah kalau gitu, selamat istirahat My King," kata Kania memberikan kecupan singkat di bibir Ras.
"Selamat istirahat juga My Queen," jawab Ras yang melakukan hal yang serupa.
Malam pelepasan rindu mereka pun ditutup dengan tertidur saling berpelukan dengan kondis naked dan hanya selimut yang membungkus tubuh mereka berdua.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....