Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Keberangkatan Ras.


__ADS_3

Happy Reading....


Hari keberangkatan Ras pun tiba. saat ini Kania sedang dalam mobil bersama dengan Ras, untuk mengantar Ras ke Bandara sesuai dengan permintaan Ras.


"Kamu benar-benar gak mau ikut aku gitu Kan?" tanya Ras untuk kesekian kalinya.


Sebenarnya dia malas untuk pergi dan jauh-jauh dari Kania jika tidak ada pekerjaan yang harus dikerjakannya sendiri, dia ingin selalu berada didekat Kania.


"Gak mau Ras, aku 'kan udah bilang kalau aku juga ada pekerjaan di sini," jawab Kania dengan nada malas.


"Padahal kalau kamu ikut, kita bisa sekalian jalan-jalan atau honeymoon," kata Ras menatap Kania dengan wajah yang berbinar.


"Itu mah maunya kamu," kata Kania memutar matanya.


"Emang maunya aku, mau banget malah," kata Ras terkekeh.


"Jangan aneh-aneh deh Ras,"


"Siapa yang aneh-aneh sih Kan? itu 'kan hal yang wajar jika suami istri pergi honeymoon," kata Ras dengan nada santai.


Kania tidak menyahuti perkataan Ras itu, dia hanya memfokuskan dirinya melihat ke arah jendela di sampingnya.


Ras melihat Kania yang juga belum mau membahas masalah hal seperti itu, dia kemudian menghela nafasnya dan melihat ke arah lain juga.


'Sabar Ras, Kania masih butuh waktu untuk nerima kamu sepenuhnya,' kata Ras dalam hati nya.


Setelah itu, terjadi keheningan di dalam mobil itu, baik Ras maupun Kania sama-sama sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Akhirnya mobil yang mereka tumpangi pun telah sampai di parkiran Bandara, membuat Ras dan Kania tersadar dari lamunan mereka.


"Sudah sampai ya!" kata Kania.


"Iya Nona, kita sudah sampai," jawab Sopir menganggukkan kepalanya.


"Ya udah kita turun Ras," ajak Kania yang sudah bersiap untuk turun dari mobil dengan membuka pintu mobilnya.


"Tunggu!" kata Ras menahan tangan Kania.


"Apa? apa ada yang ketinggalan?" tanya Kania menghentikan gerakannya dan melihat Ras.


"Ada yang mau aku omongin dulu," kata Ras melirik Sopirnya dari kaca spionnya.


Sopir yang paham jika majikannya ingin berdua dulu pun turun dari mobil dan menunggu urusan majikannya itu selesai.


"Apa yang mau kamu omongin? kenapa gak diomongin sambil jalan aja," kata Kania menatap Ras dengan tatapan bingungnya.


"Apa kamu tidak ingin memberikan aku salam perpisahan dulu," kata Ras membuat Kania tidak mengerti.


"Maksudnya?" tanya Kania singkat mengerutkan keningnya.


Ras tidak bicara lagi dia hanya mendekatkan wajahnya ke wajah Kania, mengikis jarak antara mereka berdua.

__ADS_1


"Ras kamu mau ngapain?" tanya Kania dengan hati yang berdebar.


Ras tidak bicara dia hanya menatap Kania dalam sambil tersenyum, dia mengusap lembut pipi Kania dengan jarinya dan semakin menipiskan jarak antara mereka.


Kania yang seolah terhipnotis oleh tatapan mata Ras tanpa sadar menutup matanya secara perlahan saat merasakan hembusan napas hangat Ras menerpa permukaan kulit wajahnya.


Sedetik kemudian dia merasakan bibirnya disentuh oleh sesuatu yang hangat nan basah dan perlahan sesuatu mencoba masuk ke dalam mulutnya yang masih tertutup, entah kenapa mulutnya secara otomatis terbuka memberikan celah.


Ras dan Kania sama-sama menikmati aktifitasnya itu, aktifitas yang merupakan hal yang pertama untuk mereka, aktifitas yang membuat mereka tanpa sadar tidak ingin segera menghentikannya.


Getaran-getaran aneh hadir di antara mereka, terutama Kania dia merasakan getaran aneh pada seluruh tubuhnya hingga suhu tubuhnya terasa lebih meningkat dari biasanya.


Entah berapa lama Ras dan Kania hanyut dalam aktifitasnya itu, hingga suara ketukan di pintu mobil mereka, membuat Ras mengakhirinya terlebih dahulu.


Dia mengusap lembut bibir Kania yang berwarna pink itu dengan lembut menggunakan ibu jarinya, dengan senyuman terus tersungging di bibirnya.


Kania yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Ras pun merasa malu dan menundukkan kepalanya.


"Makasih sudah membalasnya," kata Ras masih dengan senyumannya.


Mendengar perkataan Ras itu, Kania semakin malu dan semakin menundukkan kepalanya.


"Jaga diri baik-baik selama aku di sana, jangan terlalu capek bekerja, jangan sampai telat makan dan istirahat," kata Ras panjang lebar.


"Iya, iya, ayo kita turun, penerbangannya sebentar lagi," jawab Kania setelah berhasil mengontrol ekspresinya seperti biasanya.


"Baiklah ayo kita turun," ajak Ras sambil membuka pintu mobil. Kania pun mengikutinya dan turun dari mobil.


"Gak pa-pa ayo kita masuk," kata Ras sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kania.


Mereka pun berjalan menuju ketempat dimana pesawatnya berada, saat sampai di dekat pesawat Ras kembali mengingatkan Kania.


"Ingat apa yang aku katakan tadi, jangan sampai mengabaikannya," kata Ras tegas.


"Iya, kamu kenapa jadi lebih bawel sih," kata Kania ketus.


"Itu karena aku ingin kamu selalu baik-baik saja," jawab Ras mencubit hidung Kania dengan gemas.


"Awww, sakit tau," ringis Kania.


"Iya maaf, ya udah aku berangkat ya." Ras mencium kening Kania, setelah itu membisikan sesuatu yang membuat pipi Kania bersemu merah.


"Nanti setelah aku pulang kita lanjutkan yang tadi oke! dan aku mau yang lebih dari itu, jadi bersiap-siaplah," bisik Ras di telinga Kania setelah itu mengedipkan matanya.


Kania tidak menjawabnya dan Ras pun berjalan menuju ke pesawat sambil sesekali melambaikan tangan pada Kania.


Kania menunggu di sana hingga pesawat pribadi yang ditumpangi Ras itu pun lepas landas, setelah pesawat itu lepas landas Kania mengajak Sopir untuk pergi dari sana.


"Anterin aku ke rumah papa, Pak," kata Kania pada Sopirnya saat mobil sudah mulai berjalan.


"Baik Nona," kata Sopir.

__ADS_1


Kania rencananya akan menginap di rumah orang tuanya selama Ras pergi, dia sudah merindukan kamarnya, dia juga sudah meminta ijin kepada oma dan opanya Ras sebelumnya.


Selama di perjalan Kania tidak berbicara dia hanya fokus melihat jalanan, saat sedang melamun tiba-tiba saja bayangan kejadian beberapa menit yang lalu muncul di ingatannya.


'Berhenti memikirkan itu Kania' gumamnya dalam hati.


Beberapa saat kemudian mobilnya telah sampai di rumah Kean dia pun turun dari mobilnya dan meminta Sopirnya untuk pulang.


Kania memasuki rumahnya yang terlihat sepi hingga telinganya mendengar suara mamanya yang sedang mengobrol dari arah halaman.


"Ada tamu kali ya?" gumamnya sambil berjalan menuju asal suara.


Saat sampai di ambang pintu Kania melihat mamanya sedang berbicara dengan seorang pria yang sangat di kenalnya.


"Ma," panggil Kania berjalan mendekati mamanya.


"Kan? kamu sama siapa ke sini?" tanya Kiran.


"Sama sopir, habis nganterin Ras ke Bandara," jawab Kania.


"Pi, apa kabar? kapan kembali dari luar negeri?" tanya Kania pada tamu mamanya yang tidak lain adalah Radit.


"Baru dua hari yang lalu," jawab Radit tersenyum pada Kania.


"Kamu, duduklah," kata Kiran.


Kania pun menganggukkan kepalanya dan duduk di samping Kiran.


"Maaf ya saat kamu menikah Papi gak datang," kata Radit.


"Iya gak Papa kok Pi, oh iya gimana kabar tante Siska sama Gabby?" tanya Kania.


"Mereka baik-baik saja," jawab Radit.


Radit sudah menikah dengan Siska teman dekat Kiran dulu saat bekerja di Restoran Radit dan sekarang Radit sudah memiliki anak bernama Gabriela atau biasa di panggil Gabby yang usianya berada dibawah Kai.


Mereka bertiga pun mengobrol hingga sore, sampai Kean dan Kai sudah pada pulang ke rumah.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2