Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Pernyataan Ras.


__ADS_3

Happy Reading....


Kania mendapatkan pesan dari Ras yang menyuruhnya untuk pergi ke tempat yang disebutkannya melalui pesan itu. entah apa maksudnya itu.


Ras memang sudah pergi dari tadi sore dan mengatakan pada Kania jika dia akan memberitahukannya alamat tempat mereka akan makan malam.


Kania hanya menurut, dia saat ini sedang bersiap untuk pergi ke tempat yang sudah disebutkan oleh Ras tadi.


"Nona apa Anda sudah siap, Sopirnya sudah siap dan sedang menunggu Anda," kata Rina dari balik pintu kamarnya.


Kania pun menyelesaikan dandanannya, dia mengambil tas nya dan seperti biasa memasukkan ponselnya ke dalam tasnya itu.


"Apa aku harus memakai sopir?" tanya Kania saat keluar dari kamarnya dan Rani masih berdiri di depan kamarnya.


"Iya Nona, ini perintah tuan muda karena nanti pulangnya Nona akan bersama dengan tuan muda jadi Nona harus diantarkan sopir," jawab Rina.


Kania pun hanya menghela napas pasrah dan berjalan diikuti Rina di belakangnya ke luar dari rumah.


Kania memasuki mobil yang sudah dibukakan oleh sopir dan duduk dengan tenang di kursi penumpang bagian belakang sedangkan si sopir menjalankan mobilnya ke tempat yang atasannya beritahukan padanya.


Kania melihat ke samping jendela mobil dia melihat jalanan yang selalu padat dengan kendaraan yang berlalu lalang.


Perjalanan menempuh waktu 30 menit mereka pun sampai di sebuah Restoran yang Ras sebutkan tadi.


"Kita sudah sampai Nona," kata Sopir itu saat menghentikan mobilnya di depan pintu masuk Restoran itu.


Sopir itu turun terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Kania.


"Terima kasih Pak," kata Kania turun dari mobilnya.


Dia melihat ke depannya, sebuah Restoran yang luas dan mewah tapi dia mengerutkan keningnya karena dia tahu Restoran itu.


"Kenapa tadi aku gak nyadar ya, saat Ras menyebutkan alamat Restoran ini, mungkin karena udah lama jadi gak ingat alamat Restoran ini," gumam Kania memperhatikan sekitar Restoran itu.


Restoran itu adalah Restoran yang sempat dikunjunginya dulu saat dia pulang liburan bersama Om dan Aunty-nya, di hari dimana dia pertama kali bertemu dengan Ras dan Ray.


"Silakan Nona, tuan muda sudah menunggu di dalam," kata Sopir itu membungkukkan badannya sopan.


Kania menganggukkan kepalanya dan mulai melangkahkan kakinya memasuki Restoran itu.


Dia berjalan dengan anggun menuju ke salah satu pelayan yang sedang berdiri di dekat pintu Restoran itu untuk menanyakan Ras.


"Meja atas nama Rasheed Adhitama dimana?" tanya Kania kepada pelayan itu.


"Mari saya antarkan Nona," kata pelayan itu.


Kania pun menganggukkan kepalanya dan mulai melangkah mengikuti pelayan itu untuk membawanya ke meja Ras.


Kania di bawa masuk semakin dalam di Restoran itu hingga dia bisa melihat Ras sedang berdiri di atas panggung kecil dan memasang senyum padanya.


'Ada apa dengannya? tumben banget memasang senyuman selebar itu dan kenapa dia berdiri di sana,' gumam Kania dalam hatinya dengan memasang senyuman kakunya karena merasa aneh dengan Ras.


Kania sudah sampai di meja kosong yang berjarak beberapa langkah dari panggung kecil dimana Ras sedang berdiri dengan memasang senyuman lebar dan pandangan mata yang menatapnya dengan tatapan yang dalam.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya maaf sudah mengganggu waktu kalian yang hadir di sini, saya berdiri di sini karena saya ingin mengungkapkan sesuatu pada orang yang sangat spesial bagi saya, wanita yang baru saja datang adalah orang yang spesial bagi saya," kata Ras dengan senyuman yang belum luntur juga dari wajahnya senyuman yang baru Kania lihat selama bersama dengannya.


Ras terdiam sejenak menatap Kania dengan dalam, tatapan Ras padanya mampu membuat Kania membeku di tempatnya, dia tidak bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain saat ini pandangannya seolah terkunci pada Ras yang berdiri beberapa langkah di depannya, bahkan dia tidak perduli jika saat ini dia sudah jadi pusat perhatian seluruh pengunjung dan pegawai di Restoran itu.


Entah kenapa saat ini juga jantungnya berdetak dengan sangat kencang menunggu apa yang akan Ras lakukan lagi selanjutnya.


Setelah beberapa saat terdiam Ras mulai membuka suaranya lagi, diiringi suara dentingan piano yang menambah kesan romantis, dia masih menatap Kania dengan dalam seolah menunjukkan jika apa yang akan disampaikannya tulus dari hatinya.


Aku masih tak percaya,


Semuanya tampak seperti mimpi. Hatiku selalu bertanya, pertanyaan yang sama.


Bisakah kau tetap di sisiku?


maukah kau berjanji padaku?


untuk selalu menggenggam tanganku,


aku takut Jika aku melepas tanganmu, kau akan pergi jauh dan melupakanku.


Aku ingin menghentikan waktu, agar aku bisa selalu menatapmu, menyentuhmu dan mengurungmu dalam dekapan hangat tubuhku.


Ketika waktu ini telah berlalu


mungkin tak akan ada yang terjadi hanya satu yang pasti, aku tak bisa kehilanganmu.


Kau seperti rembulan


dalam gelapnya malamku,


Kau Seperti belaian angin yang lembut yang mampu masuk sampai ke bagian terkecil dalam diriku, mengisi setiap pori-pori diriku hingga diriku di penuhi oleh cinta untukmu.


Kau seperti mimpi indah bagiku, mimpi yang selalu ingin kugenggam dan tak ingin kulepas.


Maukah kau tetap di sisiku?


maukah kau berjanji padaku?


untuk tidak melepaskan tanganku dan pergi meninggalkan aku dengan kehancuranku.


Meskipun banyak kepalsuan yang ada di depanmu tapi, percayalah perasaanku padamu adalah kebenaran yang nyata.


KANIA PUTRI GAHARU maukah kamu berjalan di sampingku meskipun banyak kesalahan yang telah kulakukan dalam hidupmu.


Kania terpaku di tempatnya dengan tatapan lurus kearah Ras yang mulai berjalan mendekatinya.


Ras bersimpuh di depan Kania dan menyodorkan buket bunga mawar merah yang lumayan besar pada Kania.


Kania masih menatap tak percaya dengan apa yang ada di depannya itu, dia terus menatap dalam ke mata Ras.


Semua pengunjung yang hadir di sana bertepuk tangan dan bersorak menyuarakan agar Kania menerima Ras mereka beranggapan jika Ras sedang melamar Kania.


Terima....

__ADS_1


Terima....


Terima....


Suara pengunjung yang hadir di sana membuat Kania tersadar dari keterkejutannya dan menunduk malu karena sadar jika saat ini dia sedang menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung Restoran itu.


Kania mengambil bunga yang Ras sodorkan dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pernyataan Ras itu.


Dia tidak menyangka jika Ras akan melakukan hal ini untuk mereka memulai semuanya dari awal.


Dia mengira Ras mengajaknya makan malam hanya makan malam biasa agar mereka lebih dekat, dia tidak menyangka jika Ras sampai melakukan hal seperti ini.


Kania sebenarnya tidak tahu maksud dari semua perkataan Ras, dia menganggap perkataan Ras hanya perkataan biasa bukan ungkapan hati Ras yang sebenarnya.


"Jadi jawabannya?" tanya Ras yang masih belum bangun dari bersimpuhnya.


"Aku 'kan sudah menjawabnya tadi," kata Kania pelan dan malu.


"Berikan jawaban yang jelas," kata Ras masih belum berdiri.


"Iya aku mau," jawab Kania malu-malu, baru kali ini dia merasa seperti ini.


Dia merasa seperti remaja yang baru di tembak oleh pria yang menyukainya.


Terdengar lagi suara riuh pengunjung bertepuk tangan dan mengucapkan selamat pada Ras dan Kania.


Ras berdiri dan menatap Kania dengan tatapan penuh cinta dia senang Kania mau mulai membuka hati untuknya.


"Terima kasih untuk waktunya, semuanya maaf sudah mengganggu waktu makan kalian," kata Ras membungkukkan badannya dan tersenyum kepada pengunjung Restoran itu.


Pengunjung Restoran itu menganggukkan kepalanya dan kembali melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda karena pernyataan Ras.


"Sekarang kita duduk dan mulai makan malamnya," kata Ras dengan suara yang lembut.


Dia menggegerkan pintu agar Kania bisa duduk di kursinya, Kania mendudukkan dirinya dan beberapa saat kemudian pelayan datang dengan berbagai hidangan untuk makan malam mereka.


"Kenapa kamu sampai melakukan hal ini?" tanya Kania di sela makannya.


"Bukankah kamu mengatakan jika kamu ingin kita memulai hubungan kita," kata Ras menatap Kania.


"Iya tapi kenapa harus di depan umum," kata Kania.


"Biar banyak yang menjadi saksi kalau hari ini kita resmi menjadi pasangan," kata Ras tersenyum.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2