
Happy Reading....
Waktu keberangkatan mereka pun telah tiba kini jet pribadi yang mereka tumpangi sedang mengudara di atas ketinggian.
Mereka sudah menghabiskan waktu 4 jam lebih untuk penerbangan itu, itu artinya mereka kurang lebih akan sampai sekitar 3 jam-an karena penerbangan dari Indonesia ke Jepang memerlukan waktu kurang lebih selama tujuh jam.
"Tidurlah dulu, penerbangannya masih lama" kata Ras menarik Kania agar menyender padanya.
"Baiklah aku akan tidur dulu, mataku rasanya sulit untuk dibuka lagi," kata Kania semakin merapat dirinya dengan Ras dan melingkarkan tangannya di lengan kekar Ras.
Ras mengusap punggung Kania dengan lembut untuk memberikan Kania ketenangan dalam tidurnya tidak lupa juga beberapa kecupan dia daratkan di puncak kepala Kania.
Empat jam kemudian mereka sudah sampai di Hotel tempat mereka menginap selama berada di sana.
Mereka menginap di salah satu Hotel bintang lima yang berada di kota Kyoto, Hotel yang tidak terlalu jauh dari tempat-tempat yang ingin Kania kunjungi.
"Kamu mandilah terlebih dahulu, aku mau memesan layanan kamar setelah itu kita makan," kata Ras dijawab anggukkan oleh Kania.
Kania memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang terasa lengket karena hampir sembilan jam perjalanan membuatnya terasa kurang nyaman.
Kania mengisi bathub dengan air hangat setelah bathub itu penuh dia menuangkan sabun cair yang terdapat aroma terapinya.
Setelah dirasa cukup Kania memasukkan tubuhnya ke bathub itu menikmati sensasi saat permukaan kulitnya merasakan kehangatan dari air itu, ditambah wangi aroma terapi yang terasa menyegarkan indra penciumannya mampu membuat seluruh tubuhnya terasa rileks.
Kania memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di pinggiran bathub, saking asiknya merilekskan dirinya dia tidak menyadari jika Ras sudah masuk ke dalam kamar mandi dan langsung melepaskan seluruh pakaian yang melekat di tubuhnya.
Tanpa pemberitahuan Ras langsung memasukkan dirinya bergabung dengan Kania hingga membuat Kania kaget dan sontak membuka matanya.
"Ya ampun Ras, kamu bikin aku kaget tau gak!" kata Kania menatap Ras yang tidak merasa berdosa sedikitpun.
"Biar aku gosok punggungmu," kata Ras memberi Kania isyarat agar merubah posisinya.
Kania hanya menurut saja dia sedang tidak ingin berdebat dia ingin menikmati masa liburannya ini dengan tenang.
Ras duduk di belakang Kania dan mulai menggosok punggung Kania dengan lembut dan penuh perasaan, Kania pun merasa nyaman dengan hal itu dia memejamkan matanya. tapi, lama kelamaan tangan Ras yang semula menggosok punggungnya dengan lembut berubah jadi nakal dan berkeliaran kemana-mana.
"Ras jangan macem-macem ya, kalau udah selesai aku mau membersihkan tubuhku," kata Kania akan bangun. tapi, di tahan oleh Ras.
"Kita belum pernah mencobanya di dalam air seperti ini, gimana kalau kita mencobanya sekarang," kata Ras menatap Kania dengan tatapan sayu.
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh deh Ras," kata Kania yang paham maksud Ras.
Ras tidak mengindahkan perkataan Kania, dia langsung menyergap Kania tanpa ampun hingga kamar mandi yang semula sunyi menjadi ramai dengan suara-suara manja dari keduanya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua keluar dari kamar mandi dengan keadaan menggigil dan omelan Kania pada Ras.
"Dasar tidak tahu tempat, sabar dulu kenapa sih, aku sampai menggigil seperti ini," omel Kania yang hanya dibalas kekehan oleh Ras.
Kania mengambil baju dari kopernya dan langsung masuk kembali ke kamar mandi untuk memakai bajunya sedangkan Ras memakai bajunya di sana.
Saat baru saja selesai memakai bajunya, bel kamarnya berbunyi dia yakin jika itu adalah layanan Hotel yang mengirimkan pesanan makan malamnya.
"Selamat malam Tuan, ini makan malam pesanan Anda" kata pegawai Hotel yang membawa meja dorong yang sudah terhidang beberapa jenis makanan dia berbicara dengan bahasa Inggris.
"Ya, terima kasih"
Ras mengambil alih meja dorong dari pegawai hotel itu kemudian membawanya masuk ke kamar dan menyimpannya dekat sofa yang berada di sana.
"Kita sebaiknya makan dulu, setelah itu tidur, biar besok kita bisa mulai jalan-jalannya," kata Ras pada Kania yang sedang menyisir rambutnya yang basah.
"Langsung tidur, jangan macem-macem lagi," kata Kania menatap Ras dengan menyipitkan matanya.
"Ras!" Kania melotot pada Ras.
"Iya, iya, sebaiknya sekarang kamu makan, kamu pasti capek habis ngomel-ngomel dan mend...."
"RASHEED ADHITAMA!" Kania memotong perkataan Ras dan menyebutkan nama Ras dengan lengkap dan penuh penekanan sebagai peringatan agar Ras tidak membahas masalah kegiatan mereka saat di kamar mandi.
Akhirnya Ras pun diam, dia menganggukkan kepalanya dan mendudukkan dirinya di sofa.
Kania dan Ras pun makan dengan dengan tenang hingga mereka selesai makan malamnya.
"Sekarang sebaiknya kita langsung istirahat saja," ajak Ras.
Kania pun mengiyakannya, dia melangkahkan kakinya menuju ke ranjang dan merebahkan tubuhnya, Ras seperti biasa dia melepaskan bajunya dan menyimpan bajunya itu di nakas yang ada di samping tempat tidurnya.
...****************...
Keesokan harinya mereka sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi tempat pertama yang akan mereka kunjungi selama di kota itu.
__ADS_1
Mereka menyewa sebuah mobil agar lebih mudah berpergian selama di sana.
Kuil Nanzenji adalah tempat pertama yang akan mereka kunjungi.
Kuil itu terletak di kaki gunung Higashiyama yang berhutan di Kyoto, kuil itu merupakan kuil kepala dari salah satu sekolah dalam sekte Rinzai dari Buddhisme Zen Jepang dan mencakup beberapa subtemple, yang membuat kompleks bangunan candi yang sudah besar menjadi lebih besar.
Sejarah Kuil berasal dari pertengahan abad ke-13, ketika Kaisar Kameyama membangun vila pensiunannya di lokasi kuil sekarang dan kemudian mengubahnya menjadi kuil Zen. Setelah didirikan, Nanzenji tumbuh dengan mantap, tetapi semua bangunannya hancur selama perang sipil di akhir periode Muromachi (1333-1573). Bangunan tertua saat ini dibangun setelah periode tersebut.
Area pekarangan kuil terbuka untuk umum secara gratis, namun akan dikenakan biaya masuk jika pengunjung ingin memasuki bagian dalam bangunan candi dan subtemple. Pengunjung pertama-tama akan melihat gerbang pintu masuk Sanmon yang besar dari Nanzenji, yang membentang di atas puncak pohon. Gerbang itu dibangun pada 1628 oleh klan Tokugawa yang berkuasa bagi tentara yang tewas dalam pengepungan Istana Osaka pada 1615. Ada kemungkinan untuk naik ke balkon pintu gerbang, dari mana pandangan itu meluas ke seluruh kota. Di belakang gerbang adalah Hatto (Dharma Hall), sebuah ruang kuliah besar yang tidak dapat dimasuki oleh publik.
Dua Bagian Penting Kuil
Melewati Hatto adalah Hojo, bekas kediaman kepala pendeta dan aula utama Nanzenji. Hojo adalah yang paling terkenal karena taman bebatuannya yang bebatuannya dikatakan menyerupai harimau dan anak-anaknya melintasi air. Yang juga sangat diperhatikan adalah lukisan di pintu geser (fusuma), yang mencakup penggambaran harimau yang lebih realistis pada daun emas. Pengunjung memasuki kompleks bangunan Hojo melalui bekas dapur kuil (kuri), di mana mereka juga dapat menemukan ruang teh kecil di sebelah kanan mereka dengan pemandangan air terjun miniture.
Di luar Hojo, pengunjung akan menemukan pemandangan yang agak aneh: saluran batu bata besar yang melewati pelataran kuil. Dibangun selama Periode Meiji (1868-1912), saluran air ini adalah bagian dari sistem kanal yang dibangun untuk membawa air dan barang antara Kyoto dan Danau Biwa di Prefektur Shiga. Jalur berjalan di sepanjang kanal yang mengarah ke hutan di sekitarnya.
Kuil ini adalah salah satu karya Nanzenji yang terbuka untuk pengunjung. Kota ini terletak tepat di belakang saluran air di bekas lokasi villa peninggalan Kaisar Kameyama yang asli, dan termasuk makam kaisar, aula kuil dan taman yang berpusat di sekitar kolam yang menjadi sangat menarik di musim gugur.
Kania dan Ras dan beberapa pengunjung lainnya berjalan-jalan di sekitar Kuil Nanzenji itu dengan sesekali mengabadikan momen di tiap sudut Kuil itu.
Kania merasa takjub dengan dedaunan yang berwarna merah, kuning dan oranye itu yang terlihat indah mulai berguguran tertiup angin.
Ras mengarahkan kameranya pada Kania yang sedang berdiri di bawah pohon-pohon itu dengan daun yang berguguran tepat di atasnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1