Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Ada Apa Dengan Ras.


__ADS_3

Happy Reading....


Pagi ini di rumah Ras tidak seperti pagi-pagi sebelumnya karena dari subuh Ras terus bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.


"Kamu kenapa sih King? kamu salah makan atau apa, bisa sampai muntah terus-terusan seperti ini," kata Kania sambil mengurut pundak Ras yang sedang membungkuk di depan wastafel.


"Kayaknya kemarin aku gak makan yang aneh-aneh deh Queen," jawab Ras dengan lemas.


"Terus kenapa kamu bisa muntah-muntah kayak gini," kata Kania dengan heran.


"Gak tau Queen, aku mau tiduran lagi yuk," ajak Ras saat sudah membersihkan mulutnya.


"Ya udah ayo aku bantu ke ranjang." Kania memapah Ras untuk kembali ke ranjang.


Setelah sampai di ranjang Kania membantu Ras merebahkan tubuhnya di kasur. Kania berniat akan pergi ke dapur untuk membuatkan teh untuk Ras agar perut Ras jadi mendidngan.


"Jangan pergi Queen, temani aku di sini," kata Ras dengan suara manja menahan Kania yang akan menjauh dati ranjang.


"Tapi, King. Aku mau ke dapur untuk membuatkan teh untukmu agar perut kamu mendingan," kata Kania mencoba melepaskan genggaman Ras pada tangannya dengan lembut.


"Kamu minta pelayan aja yang buatkan tehnya, kamu diam aja di sini sampai aku mendingan."


Melihat tatapan memohon dari Ras membuat Kania tidak tega, akhirnya dia mengangguk pasrah dan menuruti Ras untuk tidak pergi dari kamar itu.


Mungkin sekarang Ras memang sedang tidak enak badan jadi dia menjadi lebih manja seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggalkan oleh ibunya.


"Baiklah aku akan minta Mbak Rina untuk buatkan teh," kata Kania pasrah.


"Sinilah," kata Ras menggegerkan badannya dan menepuk tempat di sisinya agar Kania naik ke ranjang.


Kania menganggukkan kepalanya dan menaikkan dirinya lalu membaringkan tubuhnya di samping Ras yang langsung memeluknya dan menyembunyikan wajahnya di dada Kania.


"Aku mau ngambil dulu ponsel King, mau ngirim pesan ke Mbak Rina untuk membuatkan teh," kata Kania berusaha mengambil ponselnya yang ada di nakas.


"Gak perlu, aku gak mau minum teh, aku cuma mau dipeluk gini aja biar cepat mendingan," kata Ras melingkarkan tangannya di pinggang Kania dan memeluk Kania dengan erat.


Kania akhirnya hanya bisa pasrah, dia mengusap kepala Ras yang berada di dadanya, sekarang baru saja jam enam dan Kania merasa kembali mengantuk sampai menguap beberapa kali.


Dia melihat Ras sudah tidur nyaman dengan posisinya, napas Ras terdengar teratur. Kania menghentikan usapan di kepala Ras dan kemudian dia ikut tertidur karena dia juga bangun dari subuh saat mendengar suara Ras yang muntah-muntah di kamar mandi.


...****************...

__ADS_1


Tepat jam delapan Ras kembali membuka matanya karena merasa terusik dengan sinar matahari yang terasa sudah sangat terang.


Dia mendongak meliat Kania yang masih terlelap, secara perlahan Ras mulai melepaskan dirinya dari Kania dia bergerak dengan sangat pelan karena tidak ingin mengganggu Kania yang masih tertidur.


Ras mulai turun dari ranjang dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk bersiap pergi ke Hotel, saat ini badannya kembali baik-baik saja seolah tidak ada yang pernah terjadi padanya sebelumnya.


Padahal tadi dia merasakan bandanya terasa lemas karena habis memuntahkan isi di dalam perutnya, dia menganggap dia masuk angin karena semalam dia baik-baik saja dan dia tiba-tiba saja merasakan mual saat subuh tadi.


Ras yang sudah selesai dengan acara membersihkan dirinya dia segera memakai jubah mandi dan keluar dari kamar mandi.


"King kamu baik-baik saja?" tanya Kania sambil mengusap matanya.


Dia heran karena Ras sudah terlihat baik-baik saja tidak seperti tadi sehabis muntah-muntah, wajahnya pucat dan terlihat tidak berdaya. tapi, sekarang Ras terlihat sehat bugar seperti tidak sakit sama sekali.


"Seperti yang kamu lihat Queen, aku baik-baik saja," kata Ras santai.


"Syukurlah, aku kira kamu bakal sakit," kata Kania lega.


"Aku baik-baik saja, kalau kamu masih ngantuk tidur lagi saja gak usah ikut ke Hotel," kata Ras berjalan dengan santai menuju ke ruang ganti.


"Tidak mau, aku mau ikut kamu, aku udah gak ngantuk, aku akan langsung mandi sekarang," kata Kania dengan cepat turun dari ranjang dan langsung pergi ke kamar mandi.


Ras masuk ke ruang ganti untuk berpakaian sambil menunggu Kania membersihkan dirinya, Setelah Ras siap dengan pakaian formalnya, Kania memasuki ruangan itu dengan menggunakan jubah mandi dan handuk kecil yang melingkar di rambutnya.


"Gak pa-pa 'kan? kalau kita berangkanya agak siangan," kata Kania sambil memilih bajunya.


"Gak pa-pa hari ini aku tidak ada pertemuan penting, jadi bisa santai," kata Ras.


"Baiklah, aku mau siap-siap dulu kalau gitu," kata Kania.


"Ya udah, aku tunggu di meja makan ya," kqta Ras.


"Iya, kalau kamu udah lapar, kamu sarapan saja duluan," kata Kania.


"Aku akan nungguin kamu," sahut Ras sambil melangkahkan kakinya keluar dari ruang ganti.


Kania melanjutkan kegiatannya, dia sedikit berdandan setelah itu mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer agar rambutnya cepat kering karena waktu sudah sangat siang, waktu sarapan telah lewat.


Setelah dirasa cukup dengan penampilannya, Kania mengemasi barang yang akan dibawanya ke dalam tasnya setelah itu dia langsung menuju meja makan dimana Ras sudah menunggunya.


"Kamu belum mulai sarapannya?" tanya Kania saat mendudukkan dirinya di kursi yang ada di depan Ras.

__ADS_1


"Aku nungguin kamu," sahut Ras.


"Ya udah sekarang mulailah sarapannya, udah siang nih," kata Kania dijawab anggukkan kepala oleh Ras.


Mereka pun mulai sarapannya dengan tenang dan tidak ada percakapan antara mereka hingga mereka selesai sarapannya.


Karena waktu sudah siang Ras dan Kania langsung menuju ke mobilnya dan pergi dari rumahnya menuju ke Hotelnya.


"Kamu benar-benar udah gak mual lagi King?" tanya Kania membuka percakapan memecah keheningan yang terjadi di mobil itu.


"Nggak sama sekali Queen, aku sudah baik-baik aja," jawab Ras apa adanya.


"Aneh, perasaan tadi kamu sampai buat aku khawatir. tapi, sekarang tiba-tiba saja kamu udah baik-baik saja," kata Kania dengan heran.


"Mungkin tadi aku masuk angin, makanya pas udah tidur lagi aku kembali mendingan," jawab Ras.


"Iya, mungkin kamu cuma masuk angin saja," kata Kania menganggukan kepalanya setuju.


Mereka sama-sama tidak mau ambil pusing tentang apa yang terjadi pada Ras tadi, karena yang penting sekarang Ras sudah baik-baik saja, mungkin kalau Ras belum mendingan Kania niatnya akan membawa Ras untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit.


Sekarang setelah melihat Ras sudah baik-baik saja, Kania menjadi tenang dia harap Ras memang baik-baik saja tidak ada masalah dengan kesehatan Ras.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....


Man-teman, Kakak-kaakku semuanya sebenarnya aku rencana up lagi dari semalam. tapi eh tapi, aku malah ketiduran jadi baru bisa up sekarang.


Mudahan-mudahan hari ini bisa up lagi ya, tengkyu and luv yu buat kalian yang sudah memberikan dukungannya jangan lupa jaga kesehatan semuanya 😘🥰

__ADS_1


__ADS_2