
Happy Reading...
Kini waktu sudah beranjak malam, sudah waktunya untuk makan malam, Kania ingin menginap di rumah Kean dan Ras tidak melarangnya dia mengiyakan keinginan Kania itu meskipun sikap Kania masih sama seperti tadi siang mengacuhkannya.
Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar, Kania sedang duduk di ranjang sambil membolak-balikan buku dari semenjak mereka memasuki kamar itu, sedangkan Ras hanya diam di sampingnya tanpa melakukan apapun.
"Sayang," panggil Ras dengan suara yang lembut dan hanya dijawab deheman kecil saja oleh Kania sama seperti sebelumnya.
"Sayang," panggilnya lagi dan langsung mendapat respon dari Kania.
"Apa sih Ras, dari tadi manggil terus tapi gak ngomong-ngomong, mau apa? mau pulang? pulang aja sana sendiri aku mau nginep di sini titik!" kata Kania tegas tidak mau dibantah.
"Tidak, aku tidak mau pulang, aku hanya kesepian aja karena dari tadi kamu cuekin aku terus," kata Ras seperti sedang merajuk.
"Kalau kesepian cari kegiatan apa kek, maen game sama Kai sana atau apa gitu, daripada di sini ngerecokin aku terus berisik tau gak!" omel Kania sambil melanjutkan membaca buku yang sempat tertundanya.
"Iya deh aku diam, aku gak mau maen game sama Kai, aku mau di sini aja sama kamu," kata Ras pasrah.
'Kania makin galak aja, kemarin aja sebelum hamil galak, apalagi sekarang sedang hamil galaknya ngalahin macan yang sedang lapar,' gumam Ras dalam hatinya sambil bergidik karena menurutnya Kania semakin galak.
"Jangan ngatain aku," kata Kania tanpa melihat Ras, dia seolah tau jika saat ini Ras sedang mengatainya dalam hati.
"Siapa yang ngatain, aku gak ngatain kamu kok sayang," kata Ras tersenyum lebar.
Beberapa detik kemudian terdengar suara ketukan di pintu kamar Kania, Ras pun turun dari ranjang dan berjalan menuju ke pintu.
"Ada apa?" tanya Ras saat membuka pintu.
"Maaf Tuan muda, Tuan muda dan Nona sudah ditunggu di meja makan oleh Tuan Dan Nyonya juga Den Kai," jawab pelayan dengan sopan.
"Baiklah kita akan segera turun," jawab Ras tanpa menunggu jawaban pelayan itu, dia pun langsung menutup pintu kamar itu.
"Sayang sebaiknya kita makan malam dulu yuk, biar setelah itu kamu bisa langsung istirahat," kata Ras berdiri di samping ranjang dekat dengan Kania.
"Baiklah, ayo kita turun ke meja makan," kata Kania langsung turun dari ranjangnya dan langsung berjalan lebih dulu.
Ras pun mengikuti di belakang Kania, di meja makan Kean, Kiran dan Kai sudah menunggu mereka.
"Maaf membuat kalian menunggu lama," kata Kania menggeser kursi dan langsung duduk.
"Gak pa-pa kalian segeralah duduk kita mulai makan malamnya," kata Kiran.
Ras hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya kemudian dia ikut duduk di samping Kania.
Mereka pun makan malam dengan tenang dan tidak ada pembicaraan ditengah berlangsungnya makan malam itu.
__ADS_1
Setelah makan malamnya selesai Kania pamit pada orang tuanya untuk ke kamar terlebih dahulu untuk istirahat dan Ras berniat akan mengikuti Kania. tapi, Kean menahannya.
"Ada yang mau aku bicarakan denganmu, kita bicara di ruang kerjaku," kata Kean bangun dari kursinya.
"Baik Pa," jawab Ras.
"Aku pergi ke kamar duluan," pamit Kania pada Ras.
"Iya, segeralah istirahat," kata Ras.
Kania hanya menganggukkan kepalanya dan pergi dari sana, sementara Ras mengikuti mertuanya menuju ke ruang kerjanya.
"Apa yang ingin Papa bicarakan dengan Ras?" tanya Ras saat mereka sudah berada di ruang kerja Kean.
"Aku ingin mendengar penjelasan darimu secara langsung tentang masalah semalam," kata Kean duduk di kursi kerjanya.
Ras pun duduk terlebih dahulu di sofa yang jaraknya tidak terlalu jauh dari meja kerja Kean dan mulai menceritakan semuanya dari awal, dari semenjak dia pertama kali bertemu dengan Kania lagi sampai kejadian itu terjadi.
Kean mendengar setiap kata yang Ras ucapkan itu dengan seksama, dalam hatinya dia merasa senang karena ternyata Ras begitu mencintai anaknya, hingga melakukan hal senekat itu demi untuk bersama dengan Kania.
Sekarang dia bisa sedikit tenang karena anak perempuannya itu mendapatkan suami yang begitu mencintainya.
"Sekarang aku ingin membahas masalah lain denganmu," kata Kean dengan wajah serius.
"Masalah tentang apa Pa?" tanya Ras penasaran.
"Apa Papa sudah menemukan pelakunya?" tanya Ras berubah serius.
"Sudah dan saat ini dia sudah dipenjara."
"Siapa orangnya Pa? apa alasan dia melakukan semua itu?" tanya Ras penasaran.
"Dia adalah anak dari orang yang dulu menjadi orang tua angkat mertua kamu, dia melakukan semua itu karena merasa iri dengan kehidupan kita," jelas Kean.
"Apa hanya itu Pa?" tanya Ras.
"Tidak, sepertinya ada orang lain lagi dibelakangnya dan kita harus segera bisa menemukan orang itu agar keselamatan kita tidak terancam," kata Kean.
"Aku harap kita bisa segera menemukan orang itu Pa, karena aku takut orang itu akan mencelakai kita," kata Ras.
Kean menganggukkan kepalanya setelah itu tidak ada lagi percakapan antara mereka berdua di ruangan itu hingga beberapa saat.
"Bagaimana kondisi anak buahmu yang terluka karena menghadang mobil Kania saat itu?" tanya Kean.
"Mereka sedang dalam masa pemulihan Ras sudah memberikan pengobatan terbaik untuk mereka karena mereka sudah melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik," jelas Ras.
__ADS_1
Ya ... mobil yang dulu menyalip mobil Kania saat kecelakaan itu terjadi adalah salah satu mobil pengawal bayangan yang Ras tugaskan untuk menjaga Kania.
"Baguslah kalau mereka sudah baik-baik saja, kita harus tetap memperketat keamanan kita, sekarang sebaiknya kita segera beristirahat," kata Kean berdiri dari kursi kerjanya.
"Iya Pa," jawab Ras yang juga ikut berdiri, setelah itu mereka pun berjalan bersama keluar dari ruangan itu menuju ke kamar mereka masing-masing.
Ras memasuki kamar ternyata Kania belum tidur dia masih sibuk dengan bukunya, Ras pun mengambil paksa buku itu dan langsung menyimpannya.
"Ras, aku belum selesai membacanya," kata Kania dengan nada yang kesal.
"Ini sudah malam sayang, kamu harus banyak istirahat," kata Ras dengan suara yang selembut mungkin.
"Sekarang kamu tidurlah," kata Ras yang sudah merebahkan tubuhnya dan tanpa aba-aba menarik Kania ke dalam pelukannya.
Kania tidak membantah ataupun melawan saat mencium aroma parfum Ras yang khas itu karena dia menikmatinya, dia menikmati kehangatan yang tubuh Ras berikan pada tubuhnya.
Kehangatan dan aroma yang mungkin sudah menjadi candu untuknya, meskipun dia belum menyadari akan hal itu, dia belum sepenuhnya mengerti jika dia sudah masuk ke dalam lembah cinta Ras hingga begitu dalam.
Ras tersenyum saat melihat Kania menikmati pelukannya, dia semakin mengeratkan pelukannya tanpa menyakiti Kania, dia tidak bisa membayangkan apa jadinya jika sampai Kania meninggalkan dirinya.
Dia ingin selalu berada di dekat Kania seperti ini hingga hanya mautlah yang memisahkan mereka.
'Tuhan ku mohon jangan biarkan kebahagiaan yang aku rasakan saat ini lenyap, aku tidak menginginkan apapun lagi sekarang, aku hanya ingin bisa selalu bahagia bersama anak-anak dan istriku,' doa Ras dalam batinnya.
"I Love You istriku sayang," kata Ras sambil mencium kening Kania dengan lembut dan penuh penghayatan.
Kania yang belum sepenuhnya tidur tersenyum samar mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya.
'I Love You Too suamiku,' jawab Kania tapi dalam hatinya.
Setelah itu mereka terlelap bersama saling mengarungi mimpi indah mereka karena telah saling mengucapkan kata cinta meski Kania hanya mengucapkannya dalam hatinya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....