
Happy Reading....
Setelah memikirkannya dengan matang, Kania akhirnya sudah mengambil keputusan untuk kambali hari ini juga. Saat ini dia sudah sampai di rumahnya.
Dia turun dari mobil mertuanya yang mengantarkannya kembali ke rumahnya itu, setelah mengucapkan terima kasih pada sopir mertuanya dia turun dari mobil.
Dia yakin saat ini Ras masih berada di Hotel, dia memang belum menghubungi Ras dari kemarin, jadi dia yakin jika Ras belum mengetahui tentang kepulangannya.
"Non Kania, sudah pulang," sapa pelayan yang berpapasan dengannya di depan pintu.
"Iya Mbak," jawab Kania dengan tersenyum tipis.
"Mau makan siang Nona?" tanya pelayan itu.
"Nggak Mbak, aku sudah makan di rumah Mom, aku mau langsung ke kamar aja ya," pamit Kania.
"Baiklah Non," jawab pelayan itu dengan membungkukan sedikit badannya.
Kania melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya, dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur, dia ingin tidur sebentar sebelum pergi mandi.
Beberapa jam telah berlalu kini sudah waktunya untuk pulang bekerja, Ras sudah mulai membereskan meja kerjanya, dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu sebelum ke rumah orang tuanya lagi.
Dia rencananya akan berusaha untuk menjelaskan pada Kania lagi dan meminta Kania untuk kembali ke rumahnya, dia harap kali ini Kania mau mendengar penjelasannya dan mau kembali bersamanya untuk pulang ke rumah.
Saat sudah sampai sudah di lantai dasar dia melihat Ayu yang sedang berbicara dengan beberapa pegawai lainnya yang tidak menyadari keberadaannya di sana.
"Gimana kemarin Yu? apa jawaban Tuan Ras saat tau kamu hamil, apa dia akan tanggung jawab?" tanya salah satu pegawainya.
Terlihat Ayu tidak menjawabnya dan hanya menggelengkan kepalanya sambil memasang wajah yang menyedihkan membuat Ras jijik melihatnya.
"Serius, Tuan Ras sama sekali tidak mau tanggung jawab," kata pegawai yang lainnya tak percaya.
"Aku tidak akan memaksanya, aku tau Tuan Ras sangat mencintai Nona Kania. Jadi aku tidak akan mempermasalahkan masalah ini, aku akan merawat anak ini sendiri, aku yakin aku bisa merawatnya sendiri," kata Ayu lagi-lagi berusaha menarik simpati dari para pegawainya.
Ras berdecih mendengar perkataan Ayu yang bersikap seperti orang yang sedang teraniaya, padahal dialah yang sedang teraniaya di sini tidak ingin mendengar hal yang membuatnya semakin muak Ras pun berjalan mendekati para pegawainya itu.
"Aku sama sekali tidak akan rugi kehilangan para pegawai yang tidak berguna seperti kalian," kata Ras berdiri di depan mereka dengan memberikan tatapan intimidasi pada mereka.
__ADS_1
"Kalau kalian memang masih mau kerja di sini sebaiknya bekerjalah dengan benar jangan hanya sibuk mendengar omongan orang yang tidak waras," Setelah mengatakan hal itu, Ras melanjutkan langkahnya pergi dari sana.
Para pegawainya tidak ada yang berani melihat ke arah Ras lagi, mereka hanya menundukkan kepalanya karena mereka masih mau bekerja di sana.
Ayu mengepalkan tangannya kesal karena dibilang tidak waras oleh Ras, dia kemudian langsung pergi dari sana tanpa bicara lagi pada para pegawai yang tadi sedang berbicara dengannya.
Ras langsung memasuki mobil dan menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya, dia mencoba menelpon Kania lagi tapi Kania masih tidak mengangkat telpon dari darinya.
Dia hanya bisa menghela napas dalam-dalam mengira Kania masih tidak mau mengangkat telpon darinya, padahal saat ini Kania sebenarnya sedang berada di kamar mandi untuk mandi setelah bangu tidur.
Mobil yang ditumpanginya akhirnya sampai di depan gerbangnya, saat penjaga rumah sudah membuka gerbang, dia memasukkan mobilnya dan memarkirkan mobilnya itu di depan pintu rumahnya.
Dia berniat akan pergi lagi ke rumah orang tuanya, jadi dia tidak langsung memasukkan mobilnya ke garasi.
Dengan langkah malas dia menyeret kakinya memasuki rumahnya, dia sama sekali tidak bersemangat memasuki rumahnya itu karena dia pikir tidak ada Kania di rumah itu.
Saat memasuki kamarnya, dia melihat Kania berdiri di depan cermin sedang menyisir rambutnya yang terlihat masih basah, dia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk meyakinkan penglihatannya itu benar.
Kania yang menyadari kehadiran Ras membalikkan badannya, dia menatap Ras dengan heran karena Ras hanya mematung di depan pintu dengan tatapan lurus padanya.
"King, ngapain kamu berdiri di sana?" tanya Kania dengan kening yang mengerut.
Dia berjalan dengan langkah yang cepat menuju ke Kania yang masih menatapnya heran dengan kelakuannya itu.
Tanpa babibu dia langsung menubruk tubuh Kania dan memeluknya dengan erat seolah takut Kania pergi lagi darinya.
"Aku seneng akhirnya kamu pulang juga Queen, aku tadinya mau ke rumah Mom lagi untuk menjemputmu. tapi, ternyata kamu sudah ada di sini sekarang."
"Jangan pergi lagi aku mohon, tetaplah di sini. Maafkan aku karena tidak jujur dari awal padamu, anak itu bukanlah anakku, meskipun awalnya aku ragu tentang hal itu. tapi, akhirnya aku yakin kalau itu bukan anakku, aku yakin aku dijebak olehnya aku...." Perkataan Ras terpotong karena Kania menyimpan jari telunjuknya di bibir Ras agar Ras berhenti bicara.
"Aku tau itu, aku tau kamu tidak akan mungkin menghianatiku, kamu tidak akan mungkin menghianati pernikahan kita ini, maafkan aku karena sempat meragukanmu, maafkan aku karena bersikap egois dan tidak mau mendengar penjelasanmu lebih dulu dan pergi begitu saja, maaf karena aku telah menyakitimu dan membuatmu sedih," kata Kania panjang lebar dengan menatap dalam mata Ras.
"Tidak, kamu tidak salah, akulah yang salah seharusnya aku terus terang dari awal, agar kamu tidak berpikir yang tidak-tidak maafkan aku karena tidak terbuka dari awal padamu," kata Ras yang juga menatap Kania dalam.
"Baiklah kita lupakan masalah itu dan berjanjilah mulai sekarang kita harus saling terbuka untuk masalah apapun agar kedepannya kita tidak mengalami kesalahpahaman seperti ini lagi," kata Kania dijawab anggukkan kepala oleh Ras.
"Iya aku janji ini terakhir kalinya kita berpisah karena sebuah kesalahpahaman, kedepannya aku tidak akan menyembunyikan apapun, aku gak mau kita berpisah lagi kayak kemarin," kata Ras kini giliran Kania yang menganggukkan kepalanya setuju.
__ADS_1
Ras kembali memeluk Kania dan Kania pun membalas pelukan Ras, dia menyandarkan kepalanya di dada bidang Ras. Pelukan yang sehari kemarin tidak dirasakan kini kembali mereka rasakan.
Mereka sama-sama bersyukur karena akhirnya kesalahpahaman antara mereka sudah selesai kini yang perlu mereka lakukan adalah menyingkirkan orang yang sudah menjadi penyebab kesalahpahaman diantara mereka.
"Jadi, apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu?" tanya Kania melepaskan pelukan antara mereka dan menatap Ras.
"Aku belum tau karena aku belum menemukan bukti untuk menyingkirkannya dan membersihkan nama baikku di mata para pegawaiku," kata Ras.
"Baiklah, nanti aku bantu untuk menyingkirkan hama itu," kata Kania dengan nada yang sedikit kesal.
Dia sudah memikirkan cara untuk membuat Ayu pergi dengan sendirinya, setelah berpikir beberapa waktu dia sudah bertekad akan menunjukkan pada Ayu, dia tidak akan bisa merebut suaminya darinya.
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, Queen." Ras kembali memeluk Kania dan menyimpan dagunya di ujung kepala Kania sambil sesekali mencium aroma sampo Kania.
Dia merindukan aroma itu, selama semalaman dia sama sekali tidak bisa tidur karena tidak bisa mencium aroma tubuh Kania yang sudah merupakan candu untuknya itu.
Tidak jauh beda dengan Ras, Kania pun sama-sama merindukan aroma tubuhnya itu, selama hampir 24 jam dia tidak dapat mencium aroma itu membuatnya merasa tidak tenang.
Setelah puas saling melepaskan rindu, mereka akhirnya memberikan jarak antara mereka dan saling menatap satu sama lainnya. Ras mendaratkan sebuah kecupan di seluruh wajah Kania dengan lembut.
Kania memejamkan matanya menikmati sapuan lembut yang Ras berikan itu hingga sapuan lembut itu berakhir di bibirnya dengan waktu yang lumayan lama.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....
Giman, gimana masih ada yang stay dicerita ini gak? yuk kasih salam hangat untuk si othor kalem dan tidak banyak maunya ini😆