Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Masih Dalam Suasana Bahagia.


__ADS_3

Happy Reading...


Kania masih asik menatap foto USG calon anak-anaknya sambil tersenyum, binar kebahagiaan terpancar jelas di wajahnya, diusapnya perut yang masih rata itu dengan perlahan dan lembut.


"Terima kasih karena sudah hadir di sini, terima kasih Ya Allah. Engkau sudah memberikan hamba anugrah yang sangat berharga ini, jagalah hamba dan calon anak-anak hamba ya Rabb," gumam Kania penuh harap dan rasa syukur.


Beberapa saat kemudian. Ras memasuki kamar dan tersenyum melihat Kania yang masih asik melihat foto USG calon anak-anak mereka, dia ikut senang melihat Kania terlihat bahagia seperti itu.


Tidak banyak lagi yang dia inginkan saat ini, hanya berharap bisa menjaga Kania dan calon anak-anaknya dengan baik, menjadi suami dan ayah yang selalu siap siaga untuk istri dan anak-anaknya.


"Udah kali Queen, liatin foto usg-nya," kata Ras yang sudah mendudukkan dirinya di samping Kania.


"Aku rasanya masih gak percaya dengan kehadiran mereka King," kata Kania menatap Ras dan tersenyum.


"Begitu pun dengan aku."


"Semoga mereka selalu baik-baik saja hingga waktunya tiba untuk mereka bertemu dengan kita," kata Kania.


"Iya mereka pasti akan baik-baik saja, begitu pun denganmu, aku akan menjagamu dengan baik sekarang. Kamu dan mereka adalah prioritas untukku sekarang," kata Ras mengulurkan tangannya perut Kania dan mengusapnya.


"Tapi, mungkin kamu harus tersiksa bebrapa saat karena mengalami morning sickness, kayak dokter katakan tadi," kata Kania menatap Ras.


"Aku justru bersyukur karena aku yang mengalami morning sickness itu dari pada kamu yang ngalamin itu, kamu pasti akan tersiksa dan itu pasti akan berakibat pada kandunganmu," jelas Ras membuat Kania menatap matanya dengan dalam dan kembali tersenyum.


Ras memang mengalami Sindrom Couvade atau kehamilan simpatik, dimana dia mengalami hal yang biasa ibu hamil alami, seperti morning sickness, mood yang berubah-ubah dan hal yang biasa terjadi pada ibu hamil lainnya.


Ras tentu saja tidak merasa tersiksa dengan hal itu, dia malah bersyukur jika dia yang mengalaminya bukan Kania.


Selama beberapa hari mengalami mual di pagi hari, tidak bisa makan dengan benar setiap harinya, itu pasti akan berakibat buruk pada kesehatan Kania dan kandungannya jika sampai Kania yang mengalami hal itu.


"Oh iya tadi aku beli sesuatu," kata Ras turun dari ranjang menuju ke meja dekat sofa dan mengambil sesuatu di sana.


"Apa itu King?" tanya Kania menatap heran benda yang Ras bawa.


"Ini adalah album foto, aku sengaja membelinya untuk menyimpan semua foto tentang anak-anak kita," jawab Ras kembali mendudukkan dirinya di ranjang.


Dia menunjukkan sebuah album foto yang lumayan besar pada Kania, membuat Kania menatapnya tak percaya

__ADS_1


"Apa itu gak berlebihan Ras, ini masih terlalu dini, anak kita bahkan masih lama lahirnya," kata Kania.


"Tidaklah Queen, kita bisa mulai mengisinya dengan ini," jawab Ras mengambil hasil foto usg yang dipegang Kania.


"Mulai sekarang kita akan menyimpan semua tentang perkembangan mereka di sini untuk kenang-kenangan mereka kelak," jawab Ras sambil menyimpan foto usg itu ke album.


"Aku ingin mengenang setiap perkembangan mereka, aku ingin dihari tua nanti bisa terus melihat bagaimana mereka yang mulai tumbuh dari saat masih dalam kandungan sampai mereka terlahir dan tumbuh menjadi besar," kata Ras tersenyum pada Kania.


Senyuman Ras itu menular pada Kania, mereka sama-sama tersenyum penuh kebahagiaan membayangkan rumah mereka itu akan ramai dengan suara anak-anak mereka kelak.


Mereka berdoa agar anak-anak dalam kandungan mereka selalu baik-baik saja, tidak ada masalah hingga mereka bisa melihat dan merasakan kehidupan di alam dunia.


Mereka harap kejadian beberapa waktu lalu tidak akan pernah terjadi lagi, kejadian yang membuat mereka kehilangan calon anak mereka.


"Sekarang sebaiknya kita tidur," ajak Ras menyimpan album foto itu ke atas nakas dan membenarkan posisi mereka untuk tidur.


Mereka tertidur dengan saling berhadapan, Kania seperti biasanya dia menenggelamkan wajahnya di dada Ras dan Ras mengusap rambutnya dengan lembut.


"Oh iya, kapan kita akan memberitahukan tentang kehamilan aku ini pada keluarga kita?" tanya Kania yang baru ingat jika mereka belum memberikan kabar bahagia ini pada keluarganya yang lain karena terlalu bahagia hingga lupa pada keluarganya.


"Oh iya aku lupa belum ngasih kabar bahagia ini pada mereka," kata Ras yang baru ingat juga.


"Ya udah kalau gitu."


"Kamu udah minum susu belum?"


"Udah tadi saat kamu masih di ruang kerja."


"Gimana urusan kerjaannya?" tanya Kania.


"Baik-baik aja, oh iya mulai sekarang aku akan kerja di rumah aja," kata Ras membuat Kania mendongak melihatnya.


"Kenapa?"


"Aku ingin selama kamu hamil aku terus berada di dekatmu, aku ingin menjagamu dan anak-anak kita selama dua puluh empat jam setiap harinya," jawab Ras.


"Emang harus kayak gitu ya King, aku pasti baik-baik aja kok, kamu gak perlu sampai seperti itu," kata Kania.

__ADS_1


"Aku gak akan tenang kerja kalau tidak sambil liat kamu secara langsung."


"Aku bisa ikut kamu ke Hotel seperti sebelumnya."


"Kamu nanti kecapean kalau kita pulang pergi dari rumah ke Hotel."


"Aku gak akan mungkin kecapean King, aku di sana hanya akan diam. Atau kamu bisa berangkat kerja sendiri dan aku akan nungguin kamu di rumah."


"Aku 'kan, tadi udah bilang, aku gak akan kerja dengan tenang kalau ninggalin kamu di rumah sendirian, pokoknya aku akan kerja dari rumah aja selama kamu hamil titik," kata Ras tidak ingin dibantah lagi.


"Tapi, kamu tadi denger sendiri 'kan, apa yang dokter katakan. Dokter bilang aku dan kandungan aku baik-baik saja," kata Kania menatap Ras dengan intens.


"Meskipun dokter bilang gitu, aku akan tetap di rumah selama kamu hamil, udahlah jangan membahas masalah itu lagi. Sebaiknya kita tidur sekarang ini sudah malam," kata Ras yang menatap Kania juga.


"Baiklah terserah kamu aja," sahut Kania pasrah.


"Sekarang tidurlah." Kania menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari perkataan Ras.


"Selamat tidur My Queen dan anak-anak papa semoga kalian tidur nyenyak dan mimpi indah sayangku," kata Ras mencium kening Kania dan memgusap perut Kania.


"Selamat tidur juga My King," sahut Kania tersenyum kemudian menyusupkan wajahnya di dada Ras.


Akhirnya mereka pun mengakhiri hari itu dengan kebahagiaan karena kabar bahagia yang mereka dapatkan di hari itu. Semoga kebahagiaan itu untuk selamanya, tidak ada masalah lagi yang akan datang menguji kesabaran mereka kedepannya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2