Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Ingin Makan Masakan Kania.


__ADS_3

Happy Reading....


Hari ini Ras tidak mau makan apapun dari pagi, meskipun sudah Kania bujuk untuk makan sesuatu agar perutnya tidak kosong. Namun, Ras tetap tidak mau dan malah meminta hal yang membuat Kania menghela napas frustasi.


"Kamu 'kan, tau aku gak bisa masak King, masak telor ceplok aja gak bisa," kata Kania menatap Ras tak percaya.


Ras tiba-tiba saja memintanya untuk membuakan makanan, padahal dia tidak bisa masak dan Ras tahu akan hal itu.


"Tapi, aku mau kamu masakin makanan untuk aku Queen. Apa aja deh pasti aku makan," kata Ras dengan wajah memelas.


"Aku nyuruh pelayan aja ya dan aku akan bantuin aja," bujuk Kania berharap Ras setuju.


"Gak mau, aku maunya kamu yang masak." Ras masih kukuh dengan keinginannya.


"Ini sebenarnya yang hamil siapa sih, harusnya aku yang ngidam bukan kamu," gerutu Kania.


"Ayolah Queen aku mau makan nih," kata Ras seperti anak kecil meminta permen pada ibunya.


"Iya, Iya, aku masak sekarang," kata Kania akhirnya hanya bisa pasrah.


Dia mulai menyimpan buku yang tadi sedang dibacanya ke meja, lalu melangkahkan kakinya menuju ke dapur. Saat membuka pintu kulkas dia bingung melihat banyak bahan makanan. Apa yang harus dimasaknya.


"Non Kania, mau apa? Ada yang bisa saya bantu Non?" tanya pelayan yang kebetulan ada di sana.


"Aku mau masak Bu," jawab Kania melihat ke arah pelayan itu.


"Biar saya saja yang masak Non, Non mau dimasakin apa?"


"Gak perlu Bu, aku aja yang masak, Ras mau makan makanan buatanku."


"Oh, tuan muda ngidam ya," kata pelayan dijawab anggukkan lemah oleh Kania.


"Non Kania mau masak apa, biar Ibu bantu siapin bahannya kalau gitu?" tanya Pelayan.


"Yang gampang aja Bu, aku 'kan gak bisa masak," kata Kania.


"Masakan paling gampang dan tidak terlalu repot cuma masak omelet," jawab pelayan.


"Iya masak omelet aja Bu, bisa kasih tau gak bahannya apa aja?" tanya Kania.


"Bahannya cuma telor sama kasih sayuran wortel, daun bawang dan sosis atau daging," jawab pelayan.


Kania mulai mengambil bahan-bahan dari dalam kulkas. Namun, dia bingung harus memulai dari mana.


"Bisa kasih tau gak Bu cara masaknya, aku takut kayak dulu malah bikin dapur berantakan," kata Kata menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Pelayanannya pun tersenyum dan menganggukkan kepala, dia mulai memberitahu Kania cara memasak omelet.

__ADS_1


Kania mengikuti setiap intruksi yang diberikan oleh pelayan dengan telaten meskipun masih kaku karena ini baru pertama kalinya setelah sekian lama dia akan memasak sendiri.


Beberapa saat kemudian masakannya pun jadi, Kania menyimpan omeletnya ke piring saji, dia melihat tampilan hasil masakannya tidak terlihat buruk.


"Kira-kira ini enak gak ya Bu?" tanya Kania pada pelayan.


"Dilihat dari tampilannya sih enak kayaknya Non," jawab pelayan.


"Mudah-mudahan aja rasanya sesuai dengan tampilannya," kata Kania dijawab anggukkan oleh pelayan.


"Ya udah Bu, aku bawa ini meja makan dulu ya, Ibu gak pa-pa 'kan? beresin dapurnya sendiri," kata Kania membawa piring yang berisi omelet.


"Gak pa-pa Non, Ibu juga mau lanjut masak buat makan siang," jawab Pelayan.


"Makasih udah bantuin aku buat ini Bu," kata Kania mulai melangkahkan kakinya pergi dari dapur.


"Iya sama-sama Nona," jawab pelayan.


Kania langsung menuju ke meja makan tempat Ras sedang menunggunya sambil memainkan ponsel.


"Ini makanlah," kata Kania menyimpan piring berisi omelet itu di depan Ras.


Ras langsung menyimpan ponselnya dan menatap piring itu dengan berbinar bahagia seolah baru saja mendapatkan harta karun.


"Makasih My Queen," kata Ras tersenyum lebar pada Kania.


"Iya, kamu gak ikut makan ini banyak kok, bakal cukup untuk berdua," kata Ras mengambil sendok dan mulai memotong omelet itu.


"Aku belum lapar," jawab Kania menggelengkan kepalanya.


Ras pun menganggukkan kepalanya dan mulai menyuapkan omelet itu ke dalam mulutnya, Kania menatap ekspresi Ras dengan seksama dia penasaran dengan rasa masakan perdananya itu apa enak atau tidak.


Melihat Ras seolah menikmati makanan itu dan memakannya dengan lahap, membuatnya tidak sabar untuk bertanya.


"Gimana enak gak?" tanya Kania menatap Ras penasaran.


"Enak banget Queen," sahut Ras menganggukkan kepalanya tanpa menghentikan makannya.


"Beneran enak?" tanya Kania lagi meyakinkan.


"Iya." Ras terus menyuapkan omelet itu ke dalam mulutnya dengan lahap.


"Pelan-pelan aja Ras," kata Kania menuangkan air ke gelas untuk Ras dan menyimpannya di depan Ras karena takut Ras tersedak melihat cara makan Ras yang cepat.


"Apa benar seenak itu?" tanya Kania yang penasaran karena melihat Ras makan, benar-benar terlihat sangat menikmati makanannya itu.


Kania mengambil sendok dan mengambil sedikit omelet-nya dari piring, dia menyuapkan omelet itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Baru saja lidahnya menyentuh omelet itu perutnya langsung bergejolak, dia langsung lari ke wastafel dan memuntahkan kembali omelet itu.


"Ya ampun, King rasanya gak enak, gak ada rasanya hambar, malah buat aku mual dan kamu bilang ini enak, enak dari mananya," kata Kania kembali ke meja makan dan meminum air putih sebanyak-banyaknya.


"Ini enak Queen," kata Ras santai sambil memakan makanannya.


"King kamu jangan memaksakan diri seperti itu untuk menghargai aku, kamu berhenti aja makannya nanti kamu mual lagi," kata Kania berusaha mengambil alih piring dari Ras tapi Ras dengan cepat mengambil kembali piring itu.


"Ga boleh Queen, aku mau makan ini," kata Ras menahan piring itu dengan kedua tangannya.


"Tapi...."


"Gak boleh, kamu gak boleh ngambil ini," katanya dengan kukuh sambil terus memakannya.


Kania akhirnya mengalah, dia membiarkan Ras memakannya meskipun dia sedikit mual karena terbayang rasa makanan yang dimakannya itu, sama sekali tidak ada rasanya, hanya bau telor yang menyengat hingga membuatnya mual.


Tak lama kemudian Ras menghabiskan omelet sebanyak tiga porsi itu, dia menegak air yang sudah Kania sediakan sebelumnya hingga tandas dan kemudian mengusap perutnya yang terasa kenyang.


"Akhirnya setelah beberapa minggu aku gak bisa makan dengan benar, sekarang aku bisa makan sampai perutku benar-benar terasa terisi. Makasih ya Queen udah mau masakin aku," kata Ras tersenyum pada Kania.


Kania hanya membalasnya dengan anggukkan kepalanya saja sebagai jawaban dari perkataan Ras itu.


Setelah itu mereka memutuskan untuk kembali ke ruang keluarga, untuk bersantai. Ras sesekali memeriksa laporan dari para anak buahnya, sedangkan Kania membaca buku seputar kehamilan dan sebagainya.


Ya ... Begitulah rutinitas mereka setiap harinya setelah mengetahui Kania hamil, Ras benar-benar melakukan apa yang dikatakannya waktu itu, dia mengerjakan urusan pekerjaan di rumah.


Dia hanya menerima laporan dari anak buahnya dan meminta para anak buahnya untuk mengurus masalah pekerjaan secara langsung.


Dia hanya akan keluar sesekali jika ada kliennya yang ingin dia sendiri yang menemuinya, itupun dengan waktu yang tidak terlalu lama setelah itu kembali ke rumah berdiam diri di rumah seperti seorang pengangguran.


Kania tidak mempermasalahkan hal itu, dia hanya mengikuti apa yang Ras katakan karena dia tahu Ras hanya ingin yang terbaik untuknya dan calon anak-anakny.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2