Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Cerita Kania.


__ADS_3

Happy Reading....


Beberapa hari Kania dirawat di rumah sakit untuk memulihkan dirinya, selama beberapa hari itu juga, Ras tidak pernah jauh darinya dia terus berada di samping Kania dan merawatnya.


Adelia dan Kiran juga setiap hari selalu datang untuk nemenin Kania agar tidak terlalu merasa bosan selama berada di rumah sakit, semakin hari Kania semakin membaik tidak terlalu banyak melamun seperti sebelumnya, dia sudah bisa tersenyum dan bisa diajak ngobrol.


Saat ini sudah malam dan para orang tua mereka sudah pada pulang menyisakan Ras dan Kania berdua di ruangan itu setelah makan malam bersama di sana.


Ras meminta Kania untuk meminum obat terlebih dahulu, setelah itu membenarkan posisi tidur Kania untuk membuat Kania segera tidur.


"Ras ke sinilah, tidur di sampingku," kata Kania saat melihat Ras sudah siap-siap untuk tidur di sofa seperti malam-malam sebelumnya.


"Aku di sini aja Yang, kamu segeralah tidur," kata Ras mendudukkan dirinya di sofa.


"Apa kamu gak mau tidur sama aku karena kamu berpikir kalau aku udah disentuh oleh pria itu, kamu jijik padaku," kata Kania dengan suara yang pelan sambil membalikkan badannya membelakangi Ras.


Mendengar perkataan Kania, Ras langsung berjalan ke arah ranjang, dia langsung merebahkan tubuhnya dan memeluk Kania dengan erat.


"Kamu bicara apa sih Yang, aku gak tidur sama kamu karena kamu masih dalam masa pemulihan, aku takut nanti malah nyakitin kamu kalau aku terlalu dekat denganmu, jangan mengatakan hal yang konyol seperti itu, aku tidak akan pernah jijik padamu," kata Ras memeluk tubuh Kania yang terbungkus selimut dengan erat.


"Lupakan semua itu ya, jangan kamu bahas lagi dan jangan kamu ingat lagi, kembalilah ke Kania-ku yang galak, jutek. tapi, manisnya gak ketulungan," kata Ras menggoda Kania.


Kania membalikkan badannya dia menatap Ras dengan dalam begitu pun dengan Ras, mereka saling menatap hingga beberapa saat.


"Kamu jangan pernah berpikir seperti itu lagi, mau seperti apapun keadaanmu, bagiku kamu tetap sama, kamu tetaplah Kania-ku tidak akan pernah berubah sampai kapan pun," kata Ras dengan tulus.


"Aku mencintaimu dengan segala yang ada dalam dirimu, entah itu kekurangan atau kelebihan bagiku kamu lebih dari segalanya." Ras mendaratkan sebuah kecupan di kening Kania dengan begitu lembut dan penuh perasaan.


Kania memejamkan matanya menikmati hangatnya bibir Ras yang berada di keningnya, kehangatan yang selalu Ras berikan padanya mampu mengisi setiap celah dalam dirinya dan hatinya hingga menghangat.


Ras membenamkan Kania di dekapan hangatnya, dia ikut memasukan tubuhnya ke selimut yang Kania kenakan.


"Terima kasih untuk semuanya Ras, terima kasih untuk cintamu itu, maaf karena aku baru menyadari jika ternyata aku juga mencintaimu, aku membutuhkanmu untuk selalu berada di sampingku dan menjadi tempat ternyaman untukku, setelah kejadian kemarin aku baru sadar jika ternyata hatiku membutuhkanmu untuk menyempurnakannya, hatiku benar-benar kosong tanpa adanya dirimu di sisiku seperti ini." Kania mengungkapkan perasaan yang sebenarnya.


Perasaan yang telah hadir dalam hatinya tanpa ia sadari sebelumnya.


Pernyataan itu membuat Ras senang bukan main, pernyataan itulah yang selama ini dia tunggu keluar dari wanita yang paling dicintainya, pernyataan yang lebih indah dari bermacam alunan musik romantisnya, hati Ras serasa ditaburi oleh bunga-bunga yang cantik dan harum.

__ADS_1


Ras merasa jika saat ini dia sedang bermimpi, dia berharap jika ini benar-benar mimpi biarkan dia tetap bermimpi meski untuk selamanya.


"Bisa tolong katakan lagi gak Yang," kata Ras yang tanpa diduga membuat Kania mengerutkan keningnya, dia melihat Ras dengan wajah bingungnya.


"Kamu gak denger?" tanya Kania.


"Aku dengar dengan jelas ... sangat jelas bahkan," jawab Ras terlihat berbinar.


"Terus untuk apa diulang lagi?" tanya Kania.


"Biar bisa aku rekam, terus aku puter lagi sebagai mood booster," kata Ras dengan wajah tanpa dosanya.


Kania menganga dan menatap Ras tak percaya, Ras benar-benar telah merusak momen indah yang sempat terjadi beberapa menit yang lalu dengan perkataan konyolnya itu.


"Gak mau udah kadaluarsa," ketus Kania sedikit menggeser tubuhnya menyisakan jarak antara mereka.


"Masa kadaluarsa sih Yang," kata Ras dengan nada manjanya.


"Ya kadaluarsa lah, kamu ... ah sudahlah aku mau tidur," kata Kania yang tiba-tiba jadi kesal.


Ras yang tau Kania kesal pun menarik Kania dan memeluknya.


"Perkataan itu adalah hal yang paling aku tunggu," kata Ras lagi.


Ras beberapa kali memberikan kecupan mesra di pucuk kepala Kania dan Kania hanya menikmati perlakuan manis dari Ras itu.


"Oh ya Ras aku mau bicara," kata Kania mendongakkan kepalanya.


"Bicara apa?" tanya Ras.


"Tentang kejadian malam itu," kata Kania menatap Ras dengan serius.


"Aku 'kan sudah bilang tidak perlu membahas masalah itu lagi, tidurlah," kata Ras sambil berusaha membenamkan wajah Kania di dadanya lagi tapi Kania kembali melihat Ras karena dia ingin mengatakan yang sebenarnya.


"Aku mau bicara dulu, aku gak mau ada kesalahpahaman di kemudian hari," kata Kania menatap Ras lagi.


"Baiklah bicaralah," kata Ras pasrah.

__ADS_1


"Apa pria itu benar-benar mengirimkan video itu padamu?" tanya Kania.


"Iya, bukan hanya padaku. tapi, pada papa juga itulah kenapa hari itu kita bisa tau lokasimu," kata Ras.


"Sebenarnya kejadiannya tidak seperti yang pria itu katakan, maksudku dia memang telah menyentuhku. tapi, hanya benar-benar menyentuh saja, bukan menyentuh dalam artian lain," jelas Kania membuat Ras bingung.


"Terus bagaimana kejadian itu sebenarnya?" tanya Ras penasaran.


Kania pun menceritakan kronologi kejadian di malam itu, dimana Thomas yang belum terlalu jauh padanya.


Saat itu Thomas memang melepaskan bajunya tapi baru bagian atasnya saja dan saat Thomas akan melakukan hal yang lebih pada Kania, saat itu ada yang menelpon ke ponselnya dan Thomas pun menghentikan aksinya itu dan langsung pergi dari kamar yang Kania tempati sambil mengangkat telponnya.


"Saat itu aku benar-benar syok dengan apa yang telah terjadi, aku benar-benar ketakutan setengah mati, aku bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupku jika pria itu benar-benar melakukan hal yang lebih lagi," cerita Kania dengan menangis kembali.


"Sudahlah semua itu sudah berlalu. tapi, aku minta kamu jangan pernah berpikiran untuk meninggalkan aku dengan mengakhiri hidupmu apapun yang terjadi nanti, aku akan selalu ada di sampingmu, jangan pernah berpikiran pendek seperti itu, itu benar-benar menyakitiku," kata Ras menghapus air mata Kania.


"Saat itu yang aku pikirkan adalah bagaimana cara aku menjelaskan semuanya padamu, apalagi saat dia bilang jika dia telah mengirimkan video itu padamu, aku takut kamu akan mempercayai apa yang ada di video itu," kata Kania lagi.


"Aku memang marah dan sedih saat melihat video itu. tapi, aku marah bukan karena apa yang telah terjadi antara kamu dan dia. tapi, aku marah dan sedih karena dia sudah membuatmu menangis dan tersiksa seperti itu, aku juga merasa marah pada diriku sendiri karena aku telah gagal menjagamu, padahal aku sudah berjanji pada diriku sendiri dan papa akan menjagamu dengan baik. tapi, nyatanya aku telah gagal," kata Ras menatap Kania dengan serius.


"Kamu tidak pernah gagal, buktinya kamu bisa membuat aku berada di sini lagi sekarang" kata Kania memeluk Ras dengan erat begitu pun dengan Ras.


"Apa aku menyakitimu?" tanya Ras mengendurkan pelukannya.


"Tidak, biarkan seperti ini," kata Kania yang semakin erat memeluk Ras.


Ras tersenyum dan mengusap bagian belakang kepala Kania, dia senang Kania menganggapnya penting, mungkin kejadian kemarin adalah jalan untuknya dan Kania lebih erat lagi meskipun dia harus kehilangan calon anaknya. tapi, dia merasa semua itu terbayar dengan kebahagiaannya sekarang karena sikap Kania yang sekarang.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2