Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Apanya yang aneh.


__ADS_3

Happy Reading....


Ras masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya dari ponsel Kania itu dia menatap Kania dengan serius hingga beberapa saat kemudian dia tertawa hingga membuat Kania mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu tertawa, emang apa yang lucu dari ponselku? cepat kembalikan ponselku," kata Kania kembali berdiri dan merebut ponselnya dari genggaman Ras.


"Jadi kamu mati-matian mempertahankan ponsel kamu ini hanya untuk menyembunyikan hal ini," kata Ras tidak percaya.


"Siapa yang menyembunyikannya darimu, aku hanya tidak suka saja orang asing melihat ponselku itukan merupakan bagian privasiku," kata Kania memutar matanya.


"Jadi kamu masih menganggap aku orang asing begitu," kata Ras yang ekspresinya sudah berubah menjadi serius. dia menatap Kania dengan dalam.


Kania yang tahu jika dia salah bicara dan melihat ekspresi Ras yang seperti itu menelan ludahnya kasar.


"Eum ... itu bukan gitu maksud aku Ras," kata Kania bingung mau bicara apa.


"Terus apa maksud kamu, apa kita harus melakukan hubungan suami istri dulu baru kamu benar-benar menganggap aku bukan orang asing," perkataan Ras membuat Kania menegang.


Dia menatap Ras dengan tatapan takut dan waspada.


Meskipun dia sudah mulai menerima pernikahan ini dan membuka hatinya untuk Ras. tapi, dia masih belum siap jika harus melakukan hubungan itu sekarang, bahkan ci*m*n yang baru saja terjadi adalah yang pertama kali untuk mereka.


"Aku gak menganggap kamu orang asing, tadi aku hanya salah bicara aja, Ras kamu sudah janji 'kan tidak akan memaksa aku jika aku belum siap untuk melakukan hal itu," kata Kania menjadi gugup bahkan sekarang dia merasakan hawa panas mulai menjalar di tubuhnya saking gugupnya.


Dia takut Ras akan nekat meminta haknya dengan cara memaksa, apalagi tatapan Ras sama sekali tidak terlihat main-main membuat Kania jadi takut.


"Ras aku minta maaf kalau kamu tersinggung, aku benar-benar tidak bermaksud seperti itu." Kania memejamkan matanya erat karena Ras kembali mendekatinya.


Beberapa saat kemudian tidak ada yang terjadi hanya ada suara tawa Ras memenuhi kamar itu.


Kania membuka matanya dan menatap Ras tajam karena tahu jika dia hanya dikerjai oleh Ras. sedangkan Ras menatap Kania dengan lucu baru kali ini dia bisa melihat ekspresi ketakutan Kania yang menurutnya sangat lucu.


Karena kesal dengan Ras yang masih tertawa, Kania pun menginjak kaki Ras dengan sekuat tenaga hingga membuat Ras mengaduh kesakitan dan mengusap kakinya.


"Kenapa kamu menginjak kakiku hah," kata Ras menatap Kania sambil mengusap kakinya.


"Emangnya enak, siapa suruh kamu mengerjai aku seperti itu hah!" kata Kania dengan kesal.


"Habisnya aneh banget, orang dewasa sepertimu senyum-senyum sendiri cuma karena lihat gambar komik seperti itu kayak anak kecil saja dan tadi siapa suruh kamu bilang aku orang asing," kata Ras tak mau kalah.


"Apanya yang aneh hah, terserah aku dong mau senyum-senyum karena apa lagian kamu jadi pria kepo banget," kata Kania, setelah mengatakan hal itu dia langsung pergi keluar dari kamar.

__ADS_1


"Hey aku belum beri perhitungan karena kamu sudah membuat kakiku sakit!" kata Ras setengah teriak saat Kania akan menutup pintu kamarnya.


"Bodo amat," sahut Kania menjulurkan lidahnya meledek Ras, setelah itu menutup pintu kamar mereka hingga tertutup sepenuhnya.


Ras hanya menggelengkan kepalanya dan terkekeh melihat kelakuan Kania itu.


"Ternyata dia bisa bersikap normal juga, bisa tersenyum hanya karena hal sepele seperti itu, aku kira hidupnya harus selalu serius," gumam Ras yang kemudian memasuki ruang ganti untuk memakai baju.


Kania mendudukkan dirinya di sofa dan melanjutkan apa yang sempat tertunda tadi, dia memang suka membaca komik dengan online dan berbagai macam komik dia suka, sebenarnya novel juga suka hanya saja dia selalu membaca hal itu jika saat dia benar-benar tidak ada kegiatan seperti saat ini.


Karena yang sedang dibacanya bergenre romantis jadi ada adegan cium*nnya dan saat melihat gambar itu tiba-tiba saja dia jadi ingat apa yang terjadi saat di kamar tadi.


Secara reflek dia mengusap bibirnya dan kembali mengingat benda kenyal yang basah tapi hangat itu menyentuh bibirnya.


'Ya ampun apa yang aku pikirkan,' gumamnya dalam hatinya.


dia kemudian menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan bayangan itu dari pikirannya.


"Kenapa?" tanya Ras yang ternyata sudah berada di ruang keluarga.


"Gak kenapa-napa," jawab Kania berusaha bersikap biasa saja dia menutup aplikasi di ponselnya dan menyimpan ponselnya di meja kemudian mengambil remot tv dan menyalakan tv di depannya.


Ras Tidak bertanya lagi dia kemudian duduk dan membuka laptop yang dibawanya tadi.


"Lusa aku harus ke New York untuk memantau Hotel yang ada di sana," kata Ras membuka suara.


"Pergilah," kata Kania santai.


"Yakin, tidak mau ikut," kata Ras menatap Kania dan menyimpan laptopnya di meja.


"Kenapa harus tidak yakin, lagian untuk apa ikut aku juga ada pekerjaan di sini," jawab Kania santai.


"Aku mungkin beberapa hari di sana bahkan bisa jadi beberapa minggu," kata Ras menatap Kania serius.


"Terserah mau beberapa lama pun, aku tidak perduli kalau mau pergi, ya pergilah," kata Kania.


"Beneran tidak perduli, awas nanti kangen loh" kata Ras menggoda Kania dengan menaik turunkan alisnya.


"Siapa yang bakalan kangen kayaknya aku gak bakalan deh," jawab Kania dengan yakin.


"Beneran nih kamu gak mau ikut," kata Ras.

__ADS_1


"Beneran lah, pokoknya aku gak mau ikut, lusa juga Papa sama Om Nikko pergi ke luar kota jadi aku pasti bakalan sibuk," sahut Kania.


"Awas aja nanti sedih karena kangen sama aku," kata Ras.


Mendengar perkataan Ras Kania hanya memutar matanya malas karena itu adalah hal yang tidak akan pernah terjadi menurutnya.


"Kamu jangan kegeeran, aku tidak mungkin merindukanmu," kata Kania.


"Mana ada istri kayak gitu, biasanya yang namanya istri itu kalau suaminya akan pergi jauh pasti berkata yang manis-manis untuk menyemangati suaminya," kata Ras mencebik.


"Kalau mau yang manis-manis makan aja tuh gula," kata Kania cuek.


"Aku serius loh Kan, aku akan pergi selama beberapa hari kamu gak mau bilang kalau kamu akan merindukan aku gitu," kata Ras menatap Kania dengan tatapan penuh harap.


"Emang harus ya, bilang seperti itu?" tanya Kania dengan heran.


"Tau ah capek ngomong sama kamu," kata Ras tiba-tiba menjadi kesal, dia mengambil kembali laptopnya.


"Dasar aneh, kamu sendiri yang tadi ngajak ngobrol," kata Kania acuh dan kembali menonton tv.


Sedangkan Ras mencebikkan bibirnya karena kesal dengan Kania yang tidak peka.


Padahal dia benar-benar akan pergi selama beberapa hari. tapi, Kania masih saja cuek padahal dia pasti akan merindukannya, sebenarnya dia berharap Kania mau mengikutinya tapi dia sadar di sini yang sepenuhnya menganggap pernikahan ini hanya dirinya sedangkan Kania masih belum menerima dirinya sepenuhnya.


Ras menghela napas panjang mungkin dia harus lebih bersabar menghadapi Kania yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.


Kania dan Ras kembali saling diam hingga waktunya untuk makan malam pun tiba, kali ini mereka makan di rumah mereka, tidak di rumah Alex karena Alex meminta mereka untuk makan di rumah masing-masing saja.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2