Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Diculik.


__ADS_3

Happy Reading....


Kiran semakin khawatir saat tahu jika sopir dan pengawal yang selalu mengikuti mereka ternyata tidak melihat orang yang membawa Kania pergi.


"Bagaimana bisa kalian tidak tau atau pun tidak melihat Kania dibawa keluar dari sini," kata Kania memarahi pengawal dan sopirnya.


"Maaf Nyonya kami tidak diijinkan untuk memasuki area tempat ini lebih jauh lagi jadi kami hanya bisa menunggu Nyonya dan Nona dari kejauhan, sepertinya para pelaku itu dibantu oleh orang dalam Nyonya sehingga mereka bisa membawa Nona Kania dengan mudah," jelas salah satu pengawalnya.


"Aku tidak mau tau kalian harus segera menemukan anakku," perintah Kiran.


"Tenang dulu Ran, semoga saja Radit bisa menemukan bukti tentang siapa yang menculik Kania," kata Siska menangkan Kiran.


"Bagaimana kalau sampai kita tidak bisa segera menemukan Kania, Sis, apa yang harus aku katakan pada Ras dan Kean mereka pasti akan sangat marah," kata Kiran frustasi.


Siska membawa Kiran masuk terlebih dahulu ke dalam mobilnya karena kurang nyaman dengan keadaan Kiran yang menangis di parkiran seperti itu, dia juga terus berusaha menangkan Kiran hingga Radit keluar dari gedung tempat acara itu mendekati mobil mereka.


"Bagaimana Dit, apa ada petunjuk?" tanya Kiran pada Radit.


"Tidak ada, sepertinya cctv itu sudah diretas ada sebagian videonya yang hilang dan penjaga ruangan itu tidak menyadarinya," kata Radit.


"Gimana ini apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Kiran.


Saat semua orang sedang kebingungan ponsel Kiran berbunyi, Kai yang menelponnya, Kiran segera mengangkat telpon dari Kai


"Halo Kai."


'Ma kenapa belum pulang katanya gak akan lama.'


"Kai kakak kamu gak ada."


'Gak ada gimana Ma?'


"Mama juga gak ngerti, kayaknya kakak kamu diculik tadi papi Radit juga sudah memeriksa cctv. tapi, cctvnya kayaknya sudah diretas."


'Kai akan ke sana sekarang Ma untuk memeriksa cctvnya."


"Gak usah Kai kamu tunggu aja di rumah."


'Gak Ma, Kai akan ke sana sekarang Kai sudah meminta sopir dan beberapa pengawal lagi untuk mengantar ke sana sekalian mencari kakak, semakin banyak yang mencari akan semakin cepat kakak ditemukan.'


Panggilan antara Kai dan Kiran terputus karena Kai sudah mematikan sambungan teleponnya, waktu sudah hampir tengah malam dan para tamu undangan sudah mulai meninggalkan tempat itu satu persatu begitu pun dengan klien Kean yang memiliki acara itu sudah meninggalkan tempat itu.


Beberapa saat kemudian Kai datang ke sana dia langsung meminta diantarkan untuk ke ruangan tempat memantau cctv yang ada di gedung itu dan sekitarnya.


Kai mencoba mengembalikan cctv itu seperti semula agar dia bisa mendapatkan kembali video tentang seluruh tempat itu yang terpasang cctv.

__ADS_1


Dia akhirnya berhasil, video dari sebelum Kania masuk ke toilet dan keluar dari toilet ada lagi dan ternyata benar ada pria yang berpakaian pelayan mengikuti Kania pas Kania menuju toilet.


Pelayan itu langsung membekap mulut Kania dan menarik Kania kearah lain dimana Kiran menemukan tas Kania tadi.


Kai juga memeriksa cctv yang berada di depan gedung itu untuk melihat ke arah mana mobil itu pergi, setelah tau Kai meminta para pengawalnya untuk segera berpencar mencari mobil itu.


"Aku yakin mobil itu belum terlalu jadi kalian bisa berpencar untuk mencarinya sekarang," perintah Kai kepada para pengawalnya.


"Baik Tuan muda." Para pengawal itu pun langsung pergi meninggalkan tempat itu hanya menyisakan satu pengawal dan sopir yang akan mengantar mereka pulang.


"Sebaiknya kita pulang dulu," kata Kai pada semua orang yang ada di sana.


Kai meminta ijin kepada penjaga ruangan pengawas itu untuk menyalin rekaman itu ke ponselnya terlebih dulu.


Mereka semua pergi dari sana menuju ke parkiran untuk pulang karena sudah tengah malam.


"Maaf sudah merepotkan kalian," kata Kiran pada Radit dan Siska.


"Gak pa-pa Ran, kalau ada apa-apa kamu hubungi kami lagi ya," kata Radit.


"Iya," kata Kiran.


"Kai kamu jaga Mama kamu ya," kata Radit.


"Kamu yang tenang ya, Kania pasti akan baik-baik saja," kata Siska.


Mereka pun masuk ke mobil mereka masing-masing dan mulai meninggalkan tempat itu.


Selama diperjalanan Kiran hanya diam melamun, dia memikirkan bagaimana nasib putrinya itu dan bagaimana reaksi Kean dan Ras saat tau kejadian ini dia tidak bisa membayangkan semua itu.


"Tenanglah Ma, kakak pasti akan baik-baik saja," kata Kai menenangkan mamanya dengan mengusap punggung mamanya itu.


"Seandainya saja tadi Mama ikut kakak kamu ke toilet dia pasti tidak akan sampai diculik seperti ini," kata Kiran yang sudah kembali lagi menangis.


"Jangan menyalahkan diri Mama seperti ini, Mama sebaiknya berdoa saja agar kakak baik-baik saja, semoga saja orang itu tidak mencelakai kakak," kata Kai.


Kiran tidak bicara lagi dia mengikuti perkataan Kai, dalam hati dia berdoa agar anak perempuannya itu baik-baik saja, dia berdoa agar pengawalnya segera menemukan Kania dalam keadaan baik-baik saja tidak kekurangan apapun.


...****************...


Disisi lain mobil yang membawa Kania yang tidak sadarkan diri itu berhenti di tengah jalan dia memindahkan Kania ke sebuah mobil mewah yang sudah menunggunya di sana.


Mereka melakukan itu untuk mengecoh para pengawal Kean dan Ras karena mereka sudah menduga jika pengawal Kania pasti akan mengejar mereka.


"Akhirnya hari ini sampai juga, hari dimana aku bisa melihatmu dari dekat seperti ini," gumam pria asing yang biasa dipanggil Tuan Cornelius oleh anak buahnya itu sambil menatap Kania tanpa berkedip.

__ADS_1


Dia menyingkirkan rambut Kania yang menghalangi wajah Kania, dia juga mengusap dengan lembut pipi Kania yang terasa begitu lembut seperti kulit bayi.


"Kalau aku tau anak Kean akan secantik dirimu aku pasti akan melakukan hal ini dari dulu, dari sebelum kamu menikah. tapi, gak pa-pa sekarang pun gak ada bedanya bagiku meskipun kamu sudah menikah," Pria itu terkekeh tanpa mengalihkan tatapannya dari wajah Kania.


Mobilnya telah sampai dihalaman rumahnya sopirnya sudah membukakan pintu untuknya dia turun dari mobil dan menggendong tubuh Kania dengan sangat hati-hati.


"Apa kamarnya sudah disiapkan?" tanyanya pada pelayannya.


"Sudah Tuan," jawab pelayannya itu.


"Baguslah, kamu ikuti aku untuk menggantikan bajunya dia pasti tidak akan nyaman tidur memakai baju seperti ini." Perintahnya pada pelayannya itu.


Pelayannya hanya menganggukkan kepalanya menuruti perintahnya, setelah dia menidurkan Kania di ranjang dia keluar dari kamar itu untuk membiarkan pelayannya melakukan tugasnya.


Saat pelayan itu sedang memakaikan baju pada Kania, Kania membuka matanya dia menggerakkan matanya melihat sekelilingnya, tempat yang asing menurutnya.


Dia ingin bicara tapi mulutnya tidak bisa digerakkan badannya pun terasa lemah tak bertenaga dia hanya bisa pasrah saat seorang wanita sedang memakaikan baju untuknya.


Kania menatap pelayan itu dengan tatapan sayu dan penuh dengan tanda tanya, pelayan yang merasa ditatap oleh Kania hanya melihat Kania sekilas dan melanjutkan lagi pekerjaannya.


Efek dari obat biusnya masih ada hingga perlahan matanya tertutup kembali dia kembali tidak sadarkan diri. bertepatan dengan pria itu masuk kembali ke kamar itu


"Sudah selesai?"


"Sudah Tuan, barusan nona ini sempat membuka matanya dan kembali tidak sadarkan diri," cerita pelayan.


"Hmmmm, kamu pergilah," katanya sambil duduk di ranjang di samping Kania.


Setelah pelayan itu pergi pria itu menutup pintu kamar dan menguncinya dia kemudian merebahkan tubuhnya di samping Kania dengan posisi menyamping melihat Kania.


"Selamat tidur Sayang," katanya memakai selimut yang sama dengan Kania.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2