Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Makan siang bersama


__ADS_3

Setelah Kean selesai bicara dan menatapnya dengan tatapan tak suka, Ras pun membalas tatapan mertuanya itu dan tersenyum tipis.


"Apa Papa, pikir aku benar-benar membiarkan Kania begitu saja?" tanya Ras menatap mertuanya dengan dengan serius.


"Apa maksudmu?" tanya Kean dengan alis mengerut.


Sebelum menjawab pertanyaan mertuanya Ras menyandarkan tubuhnya di kursi yang didudukinya.


"Ras juga tau jika Papa menjaga Kania dengan ketat selama ini pasti ada suatu hal yang tidak orang lain ketahui."


"Ras tidak membiarkan Kania begitu saja, Papa tenang saja Ras selalu menjaga Kania dari jauh, Ras menempatkan beberapa pengawal bayangan di sekitar Kania tanpa Kania sadari agar dia tidak merasa terkekang, Ras tau Kania sudah cukup merasa terkekang selama hampir dua puluh tahun, ruang geraknya dibatasi, dia mungkin tidak mengatakannya secara langsung. tapi, Ras tau dalam hatinya dia ingin bebas menikmati kehidupannya seperti orang lain," jelas Ras menatap Kean dengan serius.


"Sudah cukup dia merasa terkekang dengan perlakuan Papa selama ini, kini biarkan dia merasa bebas tanpa tau jika dia masih diawasi," kata Ras membuat Kean tidak mampu menjawabnya untuk beberapa saat.


"Ras hanya ingin dia bisa menikmati hidupnya tanpa harus merasa terus tidak nyaman seperti apa yang Papa lakuin selama ini," kata Ras santai.


Kean menatap Ras dengan tatapan menyelidik, "Apa benar yang kamu katakan itu jika saat ini selalu ada yang mengawasinya?" tanya Kean.


"Iya mereka mengawasi Kania dari jarak yang lumayan jauh sehingga Kania tidak akan mengetahuinya," jawab Ras menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu yakin mereka bisa diandalkan?" tanya Kean.


"Mereka bukan orang sembarangan, Papa tenang saja," kata Ras santai.


"Baiklah, kali ini Papa akan ikuti cara mainmu dan tidak akan turun tangan. tapi, jika kamu melakukan kesalahan Papa tidak diam saja," kata Kean.


"Iya Ras akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga Kania agar dia selalu baik-baik saja," kata Ras yakin.


"Mungkin untuk saat ini hanya itulah yang bisa Ras lakukan," kata Ras lagi menatap ke arah lain.


"Apa kamu sudah mulai mencintai Kania?" tanya Kean menatap Ras dengan serius lagi.


Ras tidak menjawab pertanyaan Kean dia hanya balik menatap Kean kemudian tersenyum tipis pada Kean.


Kean tidak bicara lagi dia tahu dia tidak seharusnya ikut campur terlalu jauh tentang rumah tangga dan masalah perasaan menantu dan anaknya itu.


"Papa dengar kamu sedang merambah bisnismu ke bidang kuliner?" tanya Kean mengalihkan pembicaraan mereka ke masalah pekerjaan.


"Iya, Ras mau mencoba bekerjasama dengan teman Ras yang baru mau memulai berbisnis di Indonesia," jawab Ras.


"Temanmu bukan orang Indonesia?" tanya Kean.


"Bukan dia dari California kita bertemu saat Ras sedang di New York untuk memantau Hotel yang di sana, kita juga terlibat kerja sama saat di sana dan sekarang dia sedang ingin mencoba membangun bisnis di sini karena dia akan lumayan lama menetap di sini," jelas Ras.


Kean hanya menganggukkan kepalanya, dalam hatinya dia berharap Ras benar-benar bisa mencintai anaknya dan menjaga anaknya sebaik mungkin.


"Sebaiknya kamu ajak Kania makan siang, dia pasti belum makan siang," kata Kean pada Ras karena sudah waktunya untuk makan siang.


"Apa Papa tidak akan makan siang juga?" tanya Ras.

__ADS_1


"Aku akan makan di ruanganku," kata Kean.


"Baiklah Ras akan mengajak Kania makan siang," kata Ras setelah itu dia bangun dari kursi dan pamit pada Kean setelah itu keluar dari ruangan Kean.


Ras menutup pintu ruangan Kean dan berjalan menuju ke ruangan Kania. Dia berpapasan dengan Nikko yang membawa makanan untuk Kean.


"Mana ruangan Kania?" tanya Ras pada Nikko.


"Yang ini Tuan Muda," jawab Nikko menunjukkan ruangan Kania.


"Baiklah," kata Ras dia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Kania.


Dia mengetuk pintu terlebih dahulu, setelah dipersilahkan masuk barulah dia masuk ke ruangan Kania.


"Papa memintaku untuk mengajakmu makan siang bersama," kata Ras tanpa basa-basi.


"Heemmm bentar lagi, aku masih ada pekerjaan," kata Kania melihat Ras sekilas setelah itu melihat lagi laptopnya.


Tiba-tiba saja laptopnya tertutup begitu saja hingga membuat Kania langsung mendelik melihat si pelaku.


"Pekerjaanmu bisa kamu kerjakan nanti, aku tidak mau disalahkan oleh Papamu jika kamu sampai sakit karena telat makan siang," kata Ras santai tidak merasa bersalah sama sekali.


"Bisakah kamu bersabar hah! aku harus menyimpan dulu pekerjaanku!" ketus Kania sambil membuka lagi laptopnya dan menyimpan file pekerjaannya terlebih dahulu.


"Ayo," ajak Kania berdiri dengan kesal.


Mereka pergi menggunakan mobil Ras, Kania masih diam tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun selama diperjalanan.


"Kita mau makan dimana?" tanya Ras sambil fokus pada jalanan di depannya.


"Di Restoran lah, masa makan di salon," ketus Kania yang masih kesal karena perlakuan Ras yang menurutnya keterlaluan dan seenaknya.


"Maksudku di Restoran mana, Restoran apa?" tanya Ras masih dengan santai.


"Terserah!" jawab Kania.


Ras hanya diam dan terus menjalankan mobilnya hingga mobilnya sampai di sebuah Restoran.


Ras turun begitu saja dari mobil meninggalkan Kania yang semakin kesal karena kelakuannya itu.


"Dasar pria aneh, udah gak minta maaf, sekarang main tinggalin aku gitu aja," gerutu Kania yang kesal belum hilang kekesalannya yang tadi, sekarang dia sudah dibuat kesal lagi oleh Ras.


Untuk melampiaskan kekesalan di hatinya dia menutup pintu mobil dengan sekuat tenaga hingga terdengar suara dentuman yang keras. hingga membuat orang yang berada di sekitar sana kaget dan menatapnya aneh. tapi, Kania tidak menghiraukan tatapan orang-orang padanya, dia melangkahkan kakinya menuju ke Ras yang sudah duduk dengan santai di salah satu meja Restoran itu.


Kania mendudukkan dirinya di depan Ras dengan memasang wajah datarnya dan menyebutkan makanan yang akan dimakannya.


Ras tidak menghiraukan Kania yang saat ini sedang menatapnya tajam dia malah memainkan ponselnya.


Melihat Ras yang tetap memasang wajah tak berdosanya membuat Kania ingin mencakar wajahnya itu.

__ADS_1


"Kenapa kamu terus menatapku?" tanya Ras santai menatap Kania.


"Gak kenapa-napa," kata Kania mendengkus dan mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Kania tidak tahu jika ujung bibir Ras terangkat menampilkan sebuah senyuman tipis, sangat tipis.


Makanan mereka pun datang dan mereka memulai makan siangnya dengan santai dan hening tidak ada pembicaraan antara mereka hanya suara obrolan pengunjung lain lah yang terdengar di sana.


Ras diam-diam melihat Kania yang sedang serius makan dan sama sekali tidak melihatnya.


Entah sampai kapan dia bisa bersikap seolah dia tidak perduli pada Kania, entah berapa lama dia bisa berpura-pura jika dia tidak memiliki perasaan apapun padanya.


Apakah Kania akan menerimanya, seperti dia menerima Ray dulu, jika dia tahu Ras memiliki perasaan padanya, pertanyaan itu muncul di benaknya.


"Apa yang Papa bicarakan tadi?" tanya Kania saat makanannya sudah habis.


"Hanya masalah pekerjaan," jawab Ras santai sambil menghabiskan sisa makanannya.


Kania menyipitkan matanya, menatap Ras dengan menyelidik dia tidak percaya dengan apa yang Ras katakan.


"Papa tau kalau aku akan memulai bisnis di bidang kuliner, dia menawarkan bantuan untuk bisnisku itu. tapi, aku menolaknya karena aku sudah bekerjasama dengan temanku," jelas Ras bicara dengan tenang seolah tidak ada kebohongan dengan perkataannya itu.


"Benar hanya itu?" tanya Kania masih belum yakin.


"Apa untungnya aku berbohong," jawab Ras santai setelah itu dia berdiri karena makanannya sudah habis.


"Apa kamu tidak akan kembali ke kantor?" tanya Ras sambil melangkahkan kakinya menuju ke kasir.


Kania pun berdiri dan berjalan mengikutinya, setelah selesai membayar makanannya mereka pun kembali ke kantor Kean dan Ras langsung kembali ke hotelnya.


Sebelum turun Kania meminta Ras untuk berkunjung ke rumah orang tuanya dan makan malam di sana dan Ras pun menyetujuinya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Ada yang masih stay di sini, terima kasih sebanyak-banyaknya buat yang masih stay di sini, selamat beristirahat semuanya🥰

__ADS_1


__ADS_2