
Happy Reading....
Kania menatap Ras dengan tatapan heran pasalnya, siang ini Ras tidak mau makan apapun dia selalu mengeluhkan makanan yang dicobanya tidak enak dan sebagainya. Karena menu makanan yang biasa dimakannya saat di Hotel tidak ada yang masuk, Kania pun memutuskan untuk membawa Ras makan di sebuah Restoran.
Kania pikir Ras akan menyukai makanan yang ada di Restoran itu karena menu makanan di Restoran itu adalah makanan yang biasa Ras pesan saat mereka makan bersama di Restoran itu. tapi, ternyata Ras masih tidak mau memakannya, dia hanya mencicipinya sedikit setelah itu dia menjauhkan makanan itu dari depannya.
"Ini juga gak enak Queen," katanya membuat Kania menghela napas kasar.
"Masa gak enak juga sih King," kata Kania mengambil sendok dan mulai menyodok makanan yang ada di piring.
Rasa makanannya tidak ada masalah sama sekali, rasa makanan itu enak-enak saja. tapi, kenapa Ras bilang kalau makanannya gak enak.
"Ini enak King, gak enak gimana maksudnya?" tanya Kania mecoba bersabar.
"Itu gak enak Queen, rasanya hambar gak ada rasanya sama sekali," kata Ras santai.
"Tadi saat di Hotel kamu bilang makanannya terlalu asinlah, terlalu pedaslah, terlalu banyak bawanglah, terlalu banyak ketumbar dan lainnya. Lalu sekarang kamu bilang makanan ini gak ada rasanya, sebenarnya apa yang terjadi sama kamu sih King," kata Kania menatap Ras dengan gemas.
"Aku juga gak tau Queen karena emang itu yang aku rasakan saat mencoba makanannya," kata Ras apa adanya.
"Ya udah ayo kita pulang, siapa tau makanan di rumah enak," ajak Kania akhirnya berdiri dari kursi, meninggalkan makanan di meja yang baru saja tersentuh sedikit.
Ras dengan patuh bangun dari kursinya dan mengikuti Kania untuk keluar dari Restoran itu setelah membayar ke kasir.
Ras menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya, mereka memutuskan untuk pulang karena hari ini Ras tidak mood untuk melanjutkan pekerjaannya, selama diperjalanan baik Ras maupun Kania tidak ada yang memulai percakapan, mereka sama-sama diam.
Kania memikirkan apa yang terjadi pada Ras itu, dia berpikiran bagaimana jika Ras memiliki penyakit serius hingga terjadi keanehan padanya hari ini.
"King, kita ke rumah sakit yuk," ajak Kania memabalikkan badannya pada Ras.
"Mau ngapain, kamu ada yang sakit?" tanya Ras menatap Kania sekilas dengan alis mengerut.
"Tidak ada, aku hanya khawatir sama kamu. Hari ini kamu aneh tadi pagi kamu sampai muntah-muntah dan sekarang kamu tidak mau makan, aku takut kamu sakit jadi, kamu harus diperiksa ke rumah sakit," kata Kania menatap Ras dengan serius.
"Aku baik-baik saja Queen, mungkin ini emang lidahku sedang bermasalah nanti juga pasti sembuh sendiri," sahut Ras santai.
"Tapi, aku takut kamu kenapa-napa King," kata Kania serius terlihat jika dia benar-benar khawatir..
"Aku baik-baik aja, sudah jangan terlalu dipikirkan kamu lihat sendiri 'kan? aku sehat bugar gini," kata Ras lalu mengusap ujung kepala Kania.
"Baiklah. tapi, kenapa kamu aneh hari ini?" tanya Kania.
"Entahlah," jawab Ras santai sambil mengangkat bahunya acuh dan fokus pada setirnya.
Tak lama kemudian mobil mereka telah sampai di rumah. Mereka langsung turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah, tujuan mereka langsung ke meja makan karena Kania udah merasa lapar, hari sudah mulai sore. tapi, Kania belum sempat makan dari siang karena sibuk mengurus Ras yang bertingkah aneh.
__ADS_1
"Ayo kita makan, aku udah laper dari tadi," kata Kania mulai mengambil makanan untuknya dan Ras.
Ras melihat makanan di depannya itu dengan tanpa minat, dia melihat makanan itu tidak membuatnya tergiur sama sekali.
"Kenapa cuma dilihatin aja?" tanya Kania menatap Ras heran.
"Aku gak lapar Queen, kamu makan duluan aja," kata Ras pada Kania.
"Baiklah aku makan duluan."
Karena sudah sangat lapar, Kania tidak memperdulikan Ras yang tidak mau makan, dia melanjutkan makanya dengan lahap, sedangkan Ras hanya melihat Kania makanya saja perutnya sudah terasa kenyang.
Kania bernapas lega saat perutnya sudah terasa kenyang, dia mengusap perutnya yang sudah terisi dan tersenyum.
"Kamu benar-benar gak mau makan King?" tanya Kania menatap Ras.
"Gak mau Queen, aku benar-benar gak merasa lapar sama sekali, aku makannya nanti malam aja," kata Ras.
"Baiklah, apa kamu gak akan balik lagi ke Hotel?" tanya Kania.
"Gak mau," jawab Ras menggelengkan kepalanya.
"Baiklah aku mau ke kamar, mau mandi dulu kalau gitu," kata Kania mulai bangun dari kursinya.
"Gak mau, kita mandinya gantian aja," jawab Kania langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
Ras mengikuti Kania di belakangnya, dia tidak menghiraukan perkataan Kania sebelumnya.
"Ngapain ngikutin terus sih King," kata Kania pada Ras yang mengikutinya memasuki kamar mandi.
"Mau mandi," jawab Ras santai.
"Kamu mandinya nanti aja, udah sana aku lagi males debat." Kania mendorong Ras untuk keluar.
"Gak mau Queen, aku mau mandi bareng," kata Ras tetap kukuh dan diam di tempatnya tidak bergerak sama sekali meskipun Kania mendorongnya.
"Aku gak mau mandi bareng, sudah sana keluar," kata Kania gemas.
"Gak mau, aku mau tetap di sini," jawab Ras melingkarkan tangannya di dada.
"Ras jangan kekanakan, cepat aku mau mandi udah sore."
"Kita mandi bareng sayang. My Queen," kata Ras langsung melangkahkan kakinya menuju sower dan memutar keran hingga air di sower mulai membasahi tubuhnya yang masih berpakaian lengkap.
"Aku cuma mau mandi bareng apa salahnya sih Queen," kata Ras menatap Kania yang masih berdiri di ambang pintu kamar mandi.
__ADS_1
Kania akhirnya mengalah dan mengikuti apa yang Ras mau, dia mandi bersama. Hanya mandi biasa.
Ternyata keanehan Ras tidak berhenti sampai tadi saja. Bahkan saat di kamar mandi pun Ras bersikap aneh dengan memakai sampo yang biasa Kania pakai, tidak seperti biasanya.
"King, kenapa kamu pakai sampo aku?" tanya Kania.
"Sampo kamu wangi, aku suka," jawab Ras sambil mengusap sampo di rambut basahnya.
"Sampo kamu juga wangi King," jawab Kania.
"Tidak, sampo aku sekarang jadi bau, kenapa ya? apa karena udah kadaluwarsa," kata Ras menatap Kania dengan bingung.
"Gak mungkin, sampo itu baru aku ganti seminggu yang lalu, lagian tadi pagi kamu pakai sampo kamu juga 'kan?" kata Kania dijawab gelengan oleh Ras.
"Nggak, tadi aku pakai sampo kamu juga saat mandi pagi," jawab Ras yang sudah selesai mandinya dan sudah memakai jubah mandi.
"Serius tadi kamu pakai sampo aku?" tanya Kania tidak percaya.
"Iya soalnya sampo kamu wangi," jawab Ras, setelah itu dia melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi sedangkan Kania melanjutkan mandinya yang belum selesai.
Kania masih kepikiran tentang sikap aneh Ras dari tadi itu, dai bingung apa yang terjadi pada Ras.
"Mudah-mudahan dia baik-baik saja dan bersikap seperti biasanya lagi, aneh juga kalau dia terus bersikap seperti itu," gumam Kania.
Kania mengakhiri sesi mandinya dan memakai jubah mandi dia langsung keluar dari sana dan saat dia keluar dia melihat Ras sudah tidur di ranjang.
"Cepet banget dibajunya, rambut masih basah juga langsung tidur, gak bisa nunggu sampai rambutnya kering dulu apa?" gumam Kania menggelengkan kepalanya melihat Ras dengan wajah tenangnya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
Ditunggu banget dukungan dari semuanya 🙏😍
__ADS_1