Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Berbicara Dengan Bella.


__ADS_3

Happy Reading....


Ras berdiri di lorong menuju ke toilet dia menunggu Bella keluar dari toilet untuk berbicara dengannya dia tidak bisa menunggu lagi untuk tahu alasannya itu.


Alasan kenapa Bella menjebak Ray dan apakah ada maksud terselubung lain, dia dekat dan menjalin hubungan dengan Iden.


Beberapa menit menunggu, akhirnya Bella keluar dari toilet, Bella sempat kaget saat melihat keberadaan Ras di sana. tapi, dia segera mengubah ekspresi wajahnya menjadi biasa saja.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Bella saat dia dan Ras sudah berhadapan.


"Aku yakin kamu sudah tau apa yang ingin aku katakan, melihat dari ekspresimu tadi sepertinya kamu masih mengingatku dengan baik," kata Ras menatap Bella dengan serius.


"Apa tujuanmu menjebak saudaraku dan apa kamu juga sengaja memanfaatkan kak Iden untuk sebuah tujuan? kalau benar kamu mendekati kak Iden hanya untuk mempermainkannya, sebaiknya kamu hentikan niatmu jangan pernah menyakiti Kakakku," kata Ras menatap Bella dengan tatapan tajamnya.


"Aku menjebak saudaramu karena aku tidak ingin melihat kalian hidup dengan bahagia, aku juga tidak tau kalau Iden sebenarnya memiliki hubungan dengan kalian, seandainya aku tau, aku tidak akan mungkin mau berhubungan dengannya dan juga dengan keluargamu," jawab Bella yang juga menatap Ras.


"Alasan apa yang membuatmu melakukan itu? apa ini ada hubungannya dengan Ray saudaraku, apa dia telah menyakitimu sebelumnya?" tanya Ras serius.


"Aku sama sekali tidak mengenal kamu atau pun saudaramu itu, aku melakukan itu untuk memberikan pelajaran pada orang tua kalian, salahkan mereka yang telah melakukan kesalahan di masa lalunya hingga kalian harus ikut menanggung kesalahannya," kata Bella dan akan pergi dari sana tapi Ras menahannya.


"Apa maksudmu? apa yang telah orang tuaku lakukan padamu?" tanya Ras tidak mengerti maksud perkataan Bella.


"Orang tuamu adalah penyebab dari penderitaan ibuku ... Karena mereka, ibuku harus menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa hingga napas terakhirnya. Mereka juga adalah penyebab aku harus hidup tanpa bisa merasakan rasanya dicintai seorang ibu. tapi, kenapa? kenapa mereka, kamu dan saudara-saudara kamu bisa hidup dengan bahagia." Bella berbicara dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


Dia menatap Ras dengan tajam, sedangkan Ras hanya menatapnya dengan bingung, dia benar-benar tidak mengerti apa maksud dari perkataan Bella itu.


"Aku tau kamu pasti bingung dan tidak percaya dengan kata-kataku, biar aku jelaskan lagi, aku adalah keponakan dari Dion Wijaya, sahabat ayah kamu, aku juga adalah anak dari Raina, wanita yang ayah kamu sakiti di masa lalu," jelas Bella.


"Daddy-ku tidak mungkin menyakiti orang tanpa alasan," kata Ras tak percaya.


Mendengar perkataan Ras, Bella tersenyum miring dengan masih menatap Ras yang tidak mempercayai perkataanya.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, kamu bisa tanyakan saja langsung pada orang tuamu, tentang ibuku ... Dan satu lagi, aku tidak pernah tau kalau Iden adalah saudara kamu, keponakan dari orang-orang yang menyebabkan ibuku seperti itu, kamu tenang saja aku akan segera pergi dari kehidupannya, aku tidak mungkin bersama dengan orang yang memiliki hubungan dekat dengan orang yang menjadi penyebab penderitaan ibuku dan aku," kata Bella langsung melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Ras masih berdiri di tempatnya, dia belum bisa mencerna apa yang Bella katakan itu, benarkah apa yang Bella katakan? jika itu benar, bagaimana dengan Iden, dia bisa melihat jika Iden sangat menyukai Bella. Begitulah pikirnya.


Setelah beberapa saat termenung, dia mulai melangkahkan kakinya menuju ke meja tempatnya makan tadi, dia langsung mengajak Kania untuk segera pergi dari sana tidak lupa juga dia pamit terlebih dahulu, pada Iden dan Bella, dia bersikap seolah tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Bella.

__ADS_1


"Yuk Kan, kita masih ada pekerjaan," kata Ras pada Kania.


"Iya ayo," jawab Kania berdiri dari kursinya.


"Kak, aku sama Kania pergi duluan ya," pamit Ras pada Iden.


"Iya kalian pergilah," kata Iden menganggukkan kepalanya sambil memakan makanannya.


Bella tidak mengeluarkan suaranya dia hanya diam dan fokus pada makanan di depannya tidak menghiraukan Ras maupun Kania.


Ras dan Kania pergi dari sana mereka memasuki mobil mereka dan Ras pun langsung menjalankan mobilnya pergi dari pelataran Restoran itu.


"Apa yang kamu bicarakan dengan Kak Bella tadi?" tanya Kania membuka percakapan karena sudah penasaran dari tadi.


"Aku hanya menanyakan apa tujuannya menjebak Ray dulu dan apa tujuannya sekarang mendekati kak Iden, aku hanya takut dia mendekati kak Iden hanya untuk maksud lain dan mempermainkannya," jelaa Ras sambil fokus pada setirnya.


"Terus apa jawabannya? apa dia memberitahumu maksudnya itu?" tanya Kania sedikit memiringkan tubuhnya melihat Ras.


"Dia menjawabnya. tapi, aku tidak tau apa perkataannya itu benar atau tidak," jawab Ras melirik Kania sekilas menganggukkan kepalanya dan kembali fokus ke depannya.


"Emang apa yang dia katakan?" tanya Kania.


"Terus, apa dia mendekati kak Iden juga untuk melanjutkan rencananya, itu artinya dia akan menyakiti kak Iden," kata Kania tidak percaya, dia tidak bisa membayangkan jika Bella benar-benar mempermainkan Iden.


Dia dan Ras tidak jauh beda, dia juga bisa melihat jika Iden tulus mencintai Bella terlihat dari sikap Iden yang kembali ceria saat bersama Bella tadi.


"Dia mengatakan kalau dia tidak tau jika kak Iden adalah keponakan mom dan dad, dia juga mengatakan jika dia akan meninggalkan kak Iden karena dia tidak mau berhubungan dengan kak Iden," jelas Ras.


"Bukankah itu sama saja, menyakiti kak Iden aku lihat kak Iden mencintai kak Bella dan kak Bella sepertinya mencintai kak Iden juga," kata Kania.


"Ya kak Iden pasti akan terluka lagi," jawab Ras dengan berat.


"Apakah benar apa yang kak Bella katakan itu? apa dad pernah menyakiti ibunya kak Bella, mungkin saja kak Bella salah orang," kata Kania yang masih menatap Ras.


"Entahlah, melihat dari ekspresinya tadi, sepertinya apa yang dia katakan itu benar, cuma aku juga gak tau apa dad benar-benar pernah menyakiti ibunya seperti yang dia katakan atau itu hanyalah sebuah ke salah pahaman saja." Ras mengangkat bahunya.


Dia menghentikan mobilnya karena sudah sampai di depan kantor Kean, dia memiringkan setengah badannya menghadap ke Kania.

__ADS_1


"Mungkin untuk lebih jelasnya aku akan bertanya pada mom dan dad, apakah mereka kenal dengan ibunya Bella dan mereka melakukan hal yang Bella katakan itu atau tidak," kata Ras.


"Ya, kamu harua memperjelas semuanya dan kalau bisa kita sebaiknya melupakan masalah yang sudah berlalu itu, kejadian itu sudah lama jangan sampai karena kejadian yang tidak ada hubungannya dengan kak Iden sama sekali berdampak pada kak Iden, kak Iden sudah cukup sedih dengan kejadian saat itu, jika saat ini Bella pergi begitu saja darinya, itu pasti akan membuatnya sedih lagi dan kalau bisa sebaiknya kak Iden, jangan sampai tau jika kak Bella penyebab terjadinya masalah itu," kata Kania yang menghawatirkan Iden.


"Aku akan usahakan supaya kak Iden tidak mengetahui semua itu dan setelah kita tau yang sebenarnya dari mom dan dad kita harus menemui Bella lagi dan memintanya untuk tidak meninggalkan kak Iden."


Kania menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Ras itu, bukankah mereka sudah tahu alasan Bella melakukan hal itu, jadi tidak ada gunanya menuntut apapun lagi dari Bella.


"Sekarang kamu masuklah, kamu sudah telat nanti gaji kamu dipotong sama atasan kamu," kata Ras menggoda Kania.


"Aku akan ngadu aja sama ibu negara kalau atasan aku sampai berani motong gajiku," jawab Kania terkekeh dan Ras ikut tersenyum.


"Aku masuk dulu," pamit Kania.


"Ya, nanti aku bakal agak telat jemputnya, aku ada pertemuan dengan salah satu investor Hotel kita," kata Ras.


"Baiklah asal jangan sampai malem aja," kata Kania membuka pintu mobil.


"Gak akan sampai malam Kok," jawab Ras.


Kania menganggukkan kepalanya dan turun dari mobil, dia langsung memasuki kantornya dan Ras mulai menjalankan mobilnya menuju ke Hotelnya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2