
Happy Reading....
Kania sedang menunggu Ras di ruangannya, saat ini Ras sedang menemui investor Hotelnya yang akan membahas masalah kerja sama antara mereka.
Setelah berdiam diri di ruangan Ras, Kania memutuskan untuk pergi ke ruangan yang biasa dipakai oleh keluarga Ras untuk beristirahat jika sedang di Hotel.
"Nona Kania mau kemana?" tanya Ayu yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
"Aku mau ke ruang istirahat," jawab Kania santai.
"Biar saya antar Nona," kata Ayu dengan memasang wajah ramah membuat Kania memutar matanya malas.
"Tidak perlu!" ketus Kania sambil melanjutkan langkahnya.
"Tapi Anda pasti bosan Nona kalau sendirian," kata Ayu kukuh ingin mengantar Kania pergi. Entah apa yang direncakannya hingga dia ngebet pengen anterin Kania.
"Apa kamu sudah tidak ada pekerjaan?" tanya Kania menatap Ayu dengan menyipitkan matanya.
"Tidak Nona, saat ini Saya sedang kosong," kata Ayu meyakinkan Kania.
"Baiklah terserah," kata Kania santai dan melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan yang berada di ujung lorong lantai itu.
Ayu mengikuti langkah Kania menuju ke ruangan itu, Kania membuka pintu ruangan itu dengan kartu akses yang diberikan Ras padanya.
"Anda mau istirahat di kamar Nona?" tanya Ayu saat memasuki ruangan itu.
"Tidak, aku mau duduk di sini aja sambil nonton tv," kata Kania mendudukkan dirinya di sofa yang berada di depan tv.
"Mau saya buatkan minum Nona?" tanya Ayu.
"Buatkan aku susu, aku lagi pengen minum susu," perintah Kania.
"Tapi di sini tidak susu Nona, adanya juga coklat mau saya buatkan coklat?" tawar Ayu.
"Aku maunya susu bukan coklat, kalau gak ada kamu tinggal beli susunya apa susahnya," kata Kania santai dengan mata yang serius menatap layar televisi.
"Baiklah, kalau gitu saya akan beli saja," kata Ayu dengan nada yang terdengar jengkel dipendengaran Kania.
"Aku tidak mau susu yang sudah dingin, aku mau kamu menyeduhnya dadakan di sini," kata Kania santai.
"Baiklah saya akan membeli susu dan menyeduhnya di sini," kata Ayu berusaha memasang sebuah senyuman.
__ADS_1
"Pergilah, ini uangnya," kata Kania memberikan uang pada Ayu dan langsung diterima olehnya.
Ayu menganggukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya pergi dari sana meninggalkan Kania yang saat ini sedang menyeringai karena melihat wajah kesal Ayu akibat ulahnya.
"Emangnya kamu pikir aku akan membiarkanmu berkeliaran di sini dengan tenang setelah membuat aku dan suamiku ribut, setelah kamu berani-beraninya berpikir untuk masuk ke kehidupan aku dan suamiku," gumam Kania menatap pintu keluar yang baru saja Ayu lewati dengan tatapan tajamnya.
Tak lama setelah Ayu pergi. Ras memasuki ruangan itu, dan langsung mencium pipi Kania yang sedang serius melihat acara di televisi.
"King, kamu udah selesai pertemuannya?" tanya Kania mendongakkan kepalanya melihat Ras yang sedang berdiri di sampingnya.
"Sudah, tadi aku ke ruanganku dan ternyata kamu gak ada." Ras mendudukkan dirinya di samping Kania dan menyenderkan kepalanya di pundak Kania.
"Aku bosen di sana, jadi aku ke sini," kata Kania mengusap rambut Ras.
"Pulang yuk Queen," ajak Ras menegakkan duduknya dan menghadap pada Kania.
"Ini baru jam setengah tiga King, ngapain pulang sore-sore gini?" tanya Kania menatap Ras dengan heran.
"Gak pa-pa masih sore juga aku pengen pulang," kata Ras menatap Kania dengan tampang memelas.
"Kamu lagi pengen ya?" tebak Kania, membuat mata Ras berubah berbinar senang karena Kania peka dengan maksudnya.
Ras menganggukkan kepalanya dengan antusias membuat Kania terkekeh dengan tingkahnya itu.
"Tapi 'kan jam setengah empat kamu ada janji lagi sama Kak Griffin lupa apa? dia udah bilang mau kesini loh, buat ngomongin rencananya dia mau pakai ballroom Hotel ini untuk acara pertunangannya," kata Kania mengingatkan.
"Yaa, jadi aku harus nunggu sampai nanti malam gitu," kata Ras lesu.
"Kita bisa melakukannya di sini untuk menghemat waktu," kata Kania membuat bRas kembali bersemangat.
"Beneran?" tanya Ras dengan antusias.
"Iya, asal gak di kamar yang pernah dipakai saat kamu dan dia tidur aja," kata Kania cemberut.
"Seusai permintaanmu My Queen," kata Ras yang langsung memberikan serangan pada bibir Kania sebagai permulaan.
"King, sebaiknya kita segera ke kamar," ajak Kania dengan tersenyum misterius.
"Baiklah ayo." Ras menggedong Kania ala bridal style menuju ke kamar yang biasa dipakai istirahat oleh Vano dan Adelia saat sedang di sana.
Kania melingkarkan tangannya di leher Ras dan menatap Ras dengan senyuman yang tidak luntur hingga membuat Ras semkin berjalan dengan cepat menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Saat sampai di kamar itu Ras merebahkan Kania di ranjang, dia membalikkan badannya menuju ke pintu dan mengunci pintu itu.
Sedangkan di luar ruangan itu Ayu sedang menempelkan dirinya di dinding tepat di samping pintu depan ruangan itu, dia mengepalkan tangannya dengan erat karena baru saja melihat hal yang membuatnya sangat kesal.
Dia barusan akan masuk karena pintu ruangan itu tidak tertutup dengan sempurna karena Ras lupa memastikan jika pintu itu sudah tertutup sempurna.
Saat baru saja membuka sedikit pintu itu dia langsung disuguhkan pemandangan yang membuat hatinya terasa panas, melihat Ras dan Kania sedang saling memangut satu sama lain dengan posisi Ras yang membelakangi pintu dan Kania menghadap ke pintu.
Setelah memenangkan dirinya beberapa saat Ayu memutuskan untuk pergi ke pantry untuk menyeduh susu sesuai dengan keinginan Kania, saat sedang menuangkan susu ke gelas sebuah ide jahat muncul di benaknya.
Dia menyeringai dan kemudian menuangkan air ke panci kecil untuk memanaskan air di atas kompor kecil yang tersedia di sana.
"Biar kita sama-sama panas, aku akan buat kamu kepanasan sebagai balasan karena kamu sudah membuat hatiku panas," gumanya dengan kesal sambil menatap air yang sedang dimasaknya.
Dia benar-benar kesal karena melihat apa yang telah Kaina dan Ras lakukan tadi, ingin rasanya dia menerobos masuk dan menggagalkan apa yang sedang Ras dan Kania lakukan tadi.
"Aku berharap Tuan Ras akan segera bosan padamu dan meninggalkanmu setelah itu dia datang padaku," gumamnya lagi sambil senyum-senyum berkhayal jika Ras bisa menyukainya.
Dia pasti akan menjadi orang yang paling bahagia, dia akan dengan senang hati melakukan apapun untuk membuat Ras menyukainya.
Mimpi Ayu terlalu tinggi untuk mendapatkan Ras, dia tidak tahu kalau mimpinya itu akan membuatnya menghancurkan hidupnya sendiri karena dia tidak sadar saat ini dia sedang berurusan dengan siapa.
Karena jika sampai benar dia berhasil macam-macam pada Kania, maka bukan hanya Ras yang akan bertindak padanya. tapi, Kean juga pasti tidak akan tinggal diam.
Dia terlalu memandang remeh Kania, dia tidak tahu kalau dia tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Kania.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....