Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Curiga.


__ADS_3

Happy Reading....


Kania menatap Ras dan Ayu secara bergantian, dia bisa melihat ada gelagat aneh yang ditunjukkan oleh Ras dan Ayu yang membuat Kania jadi berpikiran yang tidak-tidak.


Dia tidak ingin mencurigai suaminya. tapi, dia juga tidak ingin abai ketika melihat atau merasakan ada kejanggalan dari suaminya, dia tidak ingin sampai terlambat mengetahui jika suaminya sampai macam-macam di belakangnya.


Meskipun sebuah kepercayaan adalah salah satu pondasi keharmonisan sebuah hubungan. tapi, tidak jarang juga seseorang memanfaatkan kepercayaan pasangannya itu untuk melakukan kecurangan di belakangnya dan Kania tidak ingin itu sampai terjadi padanya.


Dia tidak ingin terlambat mengetahui hal-hal penting yang akan menjerumuskan hubungannya pada jurang kehancuran, dia harus antisipasi untuk tetap menjaga keutuhan rumah tangganya.


Dia saat ini merasa curiga bukan tanpa alasan. tapi, apa yang dilihatnya sekarang memaksanya untuk merasa curiga.


Bagaimana tidak? dia tahu tanda di leher sekertaris Ras itu bukan tanda yang baru dibuat dengan waktu semalam. tapi, tanda itu sudah mulai sedikit pudar jika Kania tidak jeli mungkin hampir tidak terlihat itu artinya tanda itu dibuat dengan kisaran waktu dua hari kebelakang.


Dia juga mencium parfum wanita yang menyengat saat Ras pulang dari pertemuan dengan kliennya dan yang membuatnya semakin curiga adalah aroma parfum di pakaian Ras waktu itu sama dengan aroma parfum yang saat ini tercium dari pakaian Ayu.


Kania bukan orang yang bodoh yang akan langsung percaya dengan perkataan Ras waktu itu, tidak mungkin aroma parfum itu akan sangat tercium menyengat jika Ras dan si pemilik parfum itu tidak bersentuhan secara intens.


Ditambah Ras yang pulang sangat larut waktu itu semakin menambah kecurigaan Kania terhadap Ras dan Ayu, Kania saat ini merasakan hatinya bergejolak antara penasaran dan takut menjadi satu.


Dia penasaran menunggu jawaban Ras dan dia juga takut, jika kecurigaannya itu benar, dia takut jika Ras ternyata benar-benar telah mengkhianatinya.


"Waktu itu sebenarnya, setelah selesai membahas masalah pekerjaan dan makan malam, klien ku itu, memintaku untuk menemaninya sebentar lagi, karena gak enak mau menolaknya aku pun memutuskan untuk menemaninya dan tidak terasa waktu sudah sangat larut," jelas Ras dengan lugas seolah tidak ada yang sedang ditutupinya.


"Terus, apa kamu menemani Ras sampai larut malam juga?" tanya Kania penuh selidik ke Ayu membuat Ayu merasa terintimidasi.


"Tidak Nona, saat itu setelah makan malam Saya langsung pamit pulang," jawab Ayu menatap Kania dan tersenyum tipis. tapi, Kania dapat melihat hal yang janggal dari tatapan Ayu padanya.


"Queen udah ya, interogasinya aku udah lapar banget nih." Ras sengaja mengalihkan pembicaraan antara mereka.


"Dengar ya Ras aku tidak pernah main-main dengan apa yang aku katakan kemarin, kalau kamu udah gak mencintai aku lagi, kamu tinggal terus terang padaku jangan pernah sekalipun kamu berani bermain di belakangku," kata Kania menatap Ras dengan tatapan penuh ancaman.


Ras menelan ludahnya kasar mendengar ancaman Kania. tapi, dia berusaha menutupinya sebisa mungkin.


"Queen aku tidak akan mungkin tidak mencintaimu lagi, kamu tau itu 'kan? kamu tau sendiri untuk mendapatkan kamu bukanlah hal yang mudah untukku dan aku tidak mungkin dengan gampangnya tidak mencintaimu lagi, sampai kapan pun aku akan selalu mencintaimu. Udah ya jangan terlalu banyak berpikiran hal yang tidak-tidak, nanti kamu malah sakit lagi," kata Ras memegang kedua pipi Kania hingga wajah Kania menghadap padanya dan mengusap pipinya dengan lembut.

__ADS_1


"Udah ya, sekarang kita makan siang dulu, kamu juga harus ke kantor lagi 'kan?" tanya Ras menatap mata Kania.


Mau tidak mau akhirnya Kania menganggukkan kepalanya bukan karena kecurigaannya telah hilang. tapi, dia tidak ingin meributkan hal yang belum pasti.


"Baiklah, ayo kita makan," kata Kania mulai mengambil makanannya.


"Kamu pergilah," kata Ras mengusir Ayu.


"Permisi Tuan, Nona," pamit Ayu sambil membungkukkan sedikit badannya.


Kania tidak menggubrisnya, dia sudah sibuk menyuapkan makanan ke dalam mulutnya, begitu pun dengan Ras.


Ayu langsung keluar dari sana meninggalkan Kania dan Ras yang sedang makan siang dengan suasana yang hening, hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bersentuhan di ruangan itu.


Tidak ada percakapan yang terjadi antara mereka, Ras menyuapkan makanannya dengan pikiran takut. Dia takut Kania mengetahui kesalahannya, sedangkan Kania makan dengan pikiran yang tak menentu.


Beberapa saat kemudian mereka selesai makan siang, setelah itu mereka meminum air putih terlebih dahulu lalu mengelap bibir mereka dengan tisu yang sudah tersedia di sana.


"Biar aku anterin kamu kembali ke kantor ya," kata Ras kembali membuka suara.


"Ya udah ayo," kata Kania menganggukkan kepalanya, dia berusaha untuk bersikap biasa saja.


Kania pun menerima uluran tangannya itu dan berdiri dari sofa itu. Mereka berjalan menuju ke pintu ruangan itu. tapi, Ras menghentikan langkahnya hingga membuat Kania bertanya.


"Ada apa?" tanya Kania heran karena Ras membalikkan badannya dan menatapnya.


"Aku hanya ingin ini dulu," jawab Ras sambil menyerang benda kenyal nan basah milik Kania dengan lembut.


Kania tidak melawannya dan dia menerimanya juga menikmati apa yang Ras lakukan padanya, bahkan dia pun membalas perlakuan Ras itu hingga mereka sama-sama hampir kehabisan napas.


"Jangan terlalu banyak pikiran ya Queen, aku gak mau kamu sampai sakit," kata Ras memeluk Kania dengan erat.


"Bisakah aku memegang kata-katamu yang selalu kamu ucapkan itu Ras, aku takut kamu menghancurkanku Ras," kata Kania yang ikut memeluk Ras dengan erat.


"Apakah kamu mau percaya padaku Queen?" pertanyaan Ras membuat Kania memberikan jarak antara mereka dan menatap Ras dengan bingung.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Kania masih menatap Ras dengan intens begitu pun dengan Ras yang balik menyantapnya juga.


"Bisakah kamu percaya kalau aku akan selalu mencintaimu, aku tidak ingin kehilanganmu Queen, bisakah kamu memaafkan aku jika suatu saat nanti aku ketahuan membohongimu karena suatu hal," kata Ras dengan serius.


"Sebenarnya apa yang kamu sembunyikan Ras, kamu tau 'kan aku tidak mau dibohongi," kata Kania melepaskan pelukannya dari Ras dan menjauhkan tubuhnya.


"Tidak ada yang aku sembunyikan Queen, aku hanya mengetes kamu saja," kata Ras langsung merubah raut wajahnya dan terkekeh setelah melihat ekspresi Kania yang kembali berubah.


"Jangan main-main Ras," peringat Kania.


"Baiklah, aku tidak akan main-main ayo kita kembali ke kantor, kamu sudah terlalu lama istirahat, waktu istirahatnya sudah habis," kata Ras melingkarkan tangannya di pinggang Kania dan membawa Kania keluar dari ruangannya itu.


Saat mereka berjalan menuju ke lift, mereka berpapasan dengan Ayu, entah kenapa tiba-tiba saja Kania langsung melingkarkan tangannya di pinggang Ras dengan posesif.


"Bersihkan ruangan ku, aku mau mengantar istriku ke kantornya," kata Ras tanpa melirik Ayu begitu pun dengan Kania.


"Baik Tuan," jawab Ayu menganggukkan kepalanya.


Kania dan Ras memasuki lift meninggalkan Ayu yang masih berdiri di tempatnya, setelah pintu lift tertutup. Ayu mengangkat wajahnya yang awalnya selalu menunduk itu dan menatap lift dengan tatapan tajam, setelah itu dia melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan Ras.


Sementara itu Ras dan Kania sudah sampai di lobby, mereka masih saling melingkarkan tangan mereka di pinggang dengan posesif, hingga mereka baru saling melepaskan saat sampai di depan mobil Ras.


Mereka memasuki mobilnya dan Ras mulai menjalankan mobilnya meninggalkan pelataran parkiran Hotel itu, selama di perjalanan mereka sama-sama diam kembali.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2