Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Mimpi Buruk.


__ADS_3

Happy Reading....


Kania masih mondar-mandir dengan gelisah di ruang keluarga, dia saat ini sedang menunggu kepulangan Ras dari pertemuannya.


Ras sedang ada pertemuan penting dengan salah satu kliennya yang dari luar negeri dan waktu sudah larut. tapi, Ras belum pulang juga hingga Kania khawatir terjadi apa-apa pada Ras.


"Non Kania ini sudah malam sebaiknya Non segera istirahat, mungkin tuan muda masih sibuk dengan kliennya," kata Rina yang masih menemani Kania.


"Masa iya udah tengah malam gini masih sibuk, ini 'kan udah waktunya istirahat," kata Kania.


Karena waktu sudah terlalu malam dan dia pun sudah mulai mengantuk, akhirnya dia memutuskan untuk pergi istirahat ke kamarnya.


"Mbak aku mau tidur ya, mungkin bentar lagi Ras pulang, Mbak Rina juga sebaiknya pergilah istirahat," kata Kania


"Iya Non, Saya juga akan istirahat," kata Rina.


"Makasih udah nemenin aku ya Mbak," kata Kania sambil berjalan menuju tangga.


"Iya sama-sama Non," jawab Rina.


Kania melanjutkan langkahnya dan saat sampai di kamarnya dia merebahkan tubuhnya dia mencoba menghubungi Ras. tapi, masih tidak diangkat.


Saat ditelpon jam sembilan tadi, Ras mengatakan jika sebentar lagi dia akan pulang dan sekarang sudah jam dua belas malam Ras belum juga pulang.


Kania merasa tidak enak perasaan karena klien yang Ras temui itu adalah klien dari luar negeri dia takut Ras ikut minum dan akhirnya mabuk, entah mengapa pikiran jelek tiba-tiba muncul dipikirannya.


"Kamu harus percaya sama suami kamu Kan, dia tidak mungkin sampai hilang kendali seperti itu, bukan cuma sekali dua kali Ras menemui klien dari luar negeri jadi dia tidak mungkin melakukan hal yang akan menghancurkan hidupnya dan hubungannya kita," kata Kania meyakinkan dirinya dan berusaha mengenyahkan pikiran yang mengganggu dirinya.


Kania berusaha tidur, dia memejamkan matanya meski hati dan pikirannya tidak tenang dia berharap saat bangun Ras sudah tidur di sampingnya.


Beberapa saat kemudian Kania akhirnya tertidur hingga tidak suara yang terdengar di kamar yang sepi itu.


...****************...


Saat waktu sudah menunjukkan pukul tiga subuh, Ras baru pulang. Dia memarkirkan mobilnya dengan asal, penampilannya acak-acakan dan wajahnya yang terlihat kusut.


Dia mengambil kunci duplikat yang selalu dibawanya dan membuka pintu rumahnya, saat pintu rumah terbuka dia menghela napas terlebih dahulu sebelum akhirnya melangkahkan kakinya memasuki rumah itu.


Dia berjalan dengan langkah tak semangat, menuju ke kamarnya, kejadian yang terjadi padanya beberapa saat lalu membuat dia merasa bersalah pada istrinya.


Saat sampai di depan pintu kamarnya dia tidak langsung membuka pintu kamar itu, dia hanya mematung menatap pintu kamar itu dengan tatapan nanar.


Sementara itu di dalam kamarnya Kania tidur dengan gelisah, butiran keringat mengalir di tubuhnya, dalam mimpinya Kania mengalami hal yang teramat sangat menyakitkan.


Dia bermimpi saat itu dia sedang berjalan-jalan di tempat yang sangat indah, dia berjalan-jalan tidak sendirian, di sana dia bersama dengan Ras mereka saling bergandengan tangan dan tersenyum bahagia.


Hingga akhirnya Ras tiba-tiba saja menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangannya dengan Kania itu, dia tersenyum dengan pandangan ke arah lain.

__ADS_1


Kania merasa heran dengan apa yang Ras lakukan itu, dia pun melihat ke arah yang dilihat Ras, terlihat seorang wanita yang berada agak jauh di depan mereka sedang tersenyum pada Ras dan melambaikan tangannya pada Ras.


Ras mulai melangkahkan kakinya menuju ke arah wanita itu tanpa berbalik pada Kania lagi, Kania mulai memanggil Ras agar kembali padanya.


"Ras."


"Ras." Panggil Kania beberapa kali tidak membuat Ras berbalik padanya.


Ras terus melangkah dan langsung menggenggam tangan wanita itu, melihat hal itu Kania memanggil Ras lagi dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.


"Ras kembali, kamu mau ke mana?" tanya Kania sambil melangkahkan kakinya mengejar Ras yang tidak memperdulikannya.


Kania melihat Ras semakin jauh meskipun dia berusaha mengejarnya dan memanggil namanya Ras sama sekali tidak menengok padanya, Kania menangis melihat Ras pergi tanpa melihatnya lagi.


Dia mendudukkan dirinya di rerumputan itu sambil berteriak memanggil nama Ras yang kini sudah tak terlihat lagi, dia menangis dan meraung meminta Ras kembali.


Hatinya terasa kebas melihat Ras pergi dengan wanita lain, dia terus terisak hingga panggilan lembut membuatnya membuka matanya.


Dia langsung memeluk Ras sambil menangis terisak, dia merasa bersyukur jika itu hanyalah mimpi, dia benar-benar hancur tadi saat melihat Ras pergi darinya.


"Kamu mimpi buruk?" tanya Ras mengusap kepala Kania.


"Aku takut Ras, mimpi itu seperti nyata aku benar-benar merasakan sakit hatinya," kata Kania dengan disertai tangisan.


"Sssttt itu hanya mimpi, itu hanya bunga tidur," kata Ras menenangkan Kania.


"Tapi itu benar-benar terasa nyata Ras aku takut," kata Kania yang semakin menangis.


Dia mengusap pipi Kania, menghapus air mata dari pipinya, dia juga menatap Kania dengan dalam.


"Aku mimpi kamu ninggalin aku Ras, kamu pergi dengan wanita lain tanpa berbalik padaku, kamu tidak menghiraukan aku meskipun aku sudah memanggilmu," jelas Kania sambil menangis.


Mendengar perkataan Kania, Ras langsung menghentikan gerakan tangannya yang sedang membersihkan pipi Kania yang basah oleh air mata.


Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih kencang perasaan tak nyaman hinggap di hatinya apakah itu sebuah firasat untuk Kania? dia menatap Kania yang masih menangis karena mimpinya.


"Kamu gak akan pernah meninggalkan aku 'kan Ras? kamu gak akan pernah seperti yang di mimpiku itu 'kan Ras?" Kania menatap Ras dengan penuh harap


"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu berada di mana pun kamu berada," jawab Ras menganggukkan kepalanya dengan yakin.


Kania tersenyum dan memeluk Ras dengan erat dia bersyukur itu hanya mimpi, meskipun sakit di hatinya terasa nyata. tapi, suaminya akan selalu bersamanya.


Saat sedang menikmati hangatnya tubuh Ras, Kania merasakan ada yang beda dari Ras, dia melepaskan pelukannya dan menatap Ras dengan serius.


"Kenapa aroma di baju kamu berbeda?" tanya Kania menatap Ras dengan tatapan menyelidik.


"Ma-maksud kamu berbeda gimana?" tanya Ras gelagapan.

__ADS_1


"Ada aroma lain dan juga ada aroma parfum wanita," kata Kania mengendus baju Ras.


"I-itu mungkin karena aku habis bertemu banyak orang, jadi aroma di bajuku jadi campur aduk dengan parfum orang lain dan sebenarnya aku tadi minum sedikit," jawab Ras dengan sedikit gelagapan.


"Ya udah aku mau membersihkan diri dulu, ya setelah itu kita tidur lagi," kata Ras mengalihkan pembicaraan.


Kania menganggukkan kepalanya, dia merasa ada yang aneh dengan sikap Ras seperti ada yang sedang disembunyikan okeh Ras.


"Sepertinya karena mimpi tadi aku jadi berpikiran yang aneh-aneh," gumamnya mengusap wajahnya menghilangkan pikiran buruknya.


Kania merebahkan tubuhnya lagi dan membenarkan selimutnya, dia menunggu Ras selesai dengan mandinya.


Di kamar mandi Ras mengguyur tubuhnya dan mendongakkan kepalanya dengan mata yang terpejam dia memikirkan apa yang tadi terjadi setelah pertemuannya dengan kliennya.


'Maafin aku Queen, aku telah melakukan kesalahan apa kamu akan memaafkan aku kalau kamu tau apa yang telah aku lakukan?' kata Ras dalam hatinya.


Perasaan bersalah mengganggu pikiran dan hatinya. tapi, apa yang telah dilakukannya tadi di luar kendalinya.


Ras segera menyelesaikan mandinya dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk, dia keluar dari kamar mandi langsung menuju ke ruang ganti, setelah selesai berpakaian dia naik ke tempat tidur.


"Kamu kenapa keramas malam-malam gini, nanti kamu masuk angin," kata Kania yang langsung memeluk Ras saat Ras merebahkan tubuhnya.


"Aku merasa kurang nyaman dan gerah jadi keramas, kamu sebaiknya tidur lagi, aku juga capek mau tidur," kata Ras lagi-lagi dia mengalihkan pembicaraan antara mereka.


"Ya aku juga masih ngantuk, tadi baru tidur bentar," kata Kania.


"Selamat tidur lagi My Queen," kata Ras sambil mendaratkan bibirnya di benda kenyal nan basah milik Kania.


"Selamat tidur juga My King," jawab Kania tersenyum saat permainan mereka selesai.


Mereka kembali tertidur dengan saling berpelukan, entah apa yang telah terjadi dengan Ras saat di luar, hingga dia merasa bersalah pada dan bersikap sedikit aneh malam itu.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Masih menunggu dukungannya para pembaca semuanya, yuk jangan ragu-ragu berikan dukungannya agar aku nya semangat terus lanjutin ceritanya.


Kalau ada kritik atau saran bisa juga kasih komentarnya, biar aku bisa memperbaiki lagi ceritanya🥰🥰


__ADS_2