
Happy Reading....
"Baiklah karena kamu sedang hamil jadi aku ijinin kalian memetik strawberry itu," kata Mia setelah berpikir beberapa saat.
Terlihat si wanita sangat menyanyangi buah-buah strawberry-nya itu, dia mau mengijinkan Kania dan Ras memetiknya secara langsung karena melihat Kania yang sedang hamil.
Kania yang mendengar hal itu tentu saja senang bukan main, dia beberapa kali mengucapkan terima kasih pada pasangan itu dan mulai mendekati buah-buah strawberry itu dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
"Terima kasih karena sudah mengijinkan istri saya untuk memetiknya," kata Ras dengan ramah pada pasangan itu.
"Iya sama-sama, aku juga tau rasanya ketika aku sangat menginginkan sesuatu saat sedang hamil," kata wanita itu menganggukkan kepalanya.
"Kalian bisa meminta berapa pun untuk bayaran dari strawberry yang istri ku ambil nanti," kata Ras tulus.
Melihat istrinya bisa sesenang itu sungguh membuatnya harus berterima kasih pada pasangan itu, meskipun dengan hal yang tak seberapa.
"Tidak perlu, biarkan istrimu memetiknya sesukanya dia. Kayaknya kita gak akan sampai bangkrut hanya karena istrimu memetik buah milik kami iya 'kan, Ma" jawab Zaky dengan disertai candaan.
"Maaf bukan maksud merendahkan kalian, aku hanya ingin berterima kasih saja atas kebaikan kalian ini," kata Ras takut pasangan itu salah paham.
"Tidak usah sungkan begitu? oh iya kalian juga tinggal di komplek ini?" tanya Zaky.
"Iya rumah kami tidak jauh juga dari sini," jawab Ras.
"Oh berarti kita masih tetanggaan," kata Zaky dijawab anggukkan oleh Ras.
Saat mereka masih mengobrol Kania sudah selesai memetik strawberry-nya, dia mendekati mereka dengan sebuah wadah yang dia dapatkan dari pelayan di rumah itu, wadah yang sudah penuh oleh strawberry.
"King, aku udah selesai," kata Kania mengangkat wadah yang dibawanya memperlihatkan isinya pada Ras sambil tersenyum lebar.
"Cepet banget Queen," kata Ras heran.
"Karena ditiap pohonnya berbuah jadi gak lama, oh iya gak pa-pa 'kan? Mas, Mbak, aku metik buahnya banyak gini," kata Kania pada Zaky dan Mia.
"Gak pa-pa kebetulan itu belum aku panen karena belum sempat jadi banyak yang sudah matang," kata Mia tersenyum ramah.
"Makasih banget Mbak, udah ngijinin aku metik buahnya secara langsung," kata Kania yang ikut tersenyum.
"Iya sama-sama," jawab Mia menganggukkan kepalanya.
"Ya udah kita pulang dulu yuk, sepertinya Mas sama Mbak, mau pergi ya?" tanya Ras karena melihat pelayan di rumah itu mengangkut barang-barang ke mobil.
"Iya kita mau ke luar negeri dulu untuk pengobatan istriku," jawab Zaky.
"Oh gitu, semoga semuanya berjalan dengan lancar ya Mas, Mbak. Semoga penyakit Mbak Mia segera sembuh," doa Ras dengan setulus hati.
__ADS_1
"Iya aamiin, makasih untuk doanya," jawab Zaky dan Mia barengan.
"Sama-sama Mas, Mbak. Makasih juga ya untuk strawberry-nya," kata Ras diikuti anggukkan kepala oleh Kania.
"Iya sama-sama, semoga kamu dan kandungannya baik-baik saja, semoga anaknya sehat sampai waktunya lahiran nanti." Mia tersenyum pada Kania.
"Anak-anak Mbak, alhamdulillah aku hamil anak kembar," kata Kania terkekeh.
"Oh ya, aku kira kamu hamil biasa dan sudah menjelang waktu lahiran, ternyata perutmu besar karena hamil kembar," kata Mia tersenyum.
"Iya Mbak, aku hamil kembar tiga, sekarang usia kandunganku baru lima bulan," jawab Kania antusias.
"Pasti senang ya, sekali hamil dapat tiga, gak perlu capek-capek hamil terus," sahut Mia terkekeh.
"Iya senang Mbak, meskipun menjalaninya tidak mudah," jawab Kania terkekeh juga.
Karena waktu sudah semakin siang, Ras segera mengajak Kania pulang, Kania pun mengakhiri obrolannya dengan Mia dan berpamitan untuk pulang pada Zaky dan Mia.
Selama di perjalanan, Kania tidak berhenti mengunyah, dia terus memasukkan satu persatu strawberry yang dibawanya ke dalam mulutnya.
"Queen kamu udah mencuci strawberry itu, itu gak kotor 'kan?" tanya Ras menatap Kania.
"Udah, tadi pelayan di sana mencucikan ini untukku," jawab Kania santai.
"Beneran udah dicuci?" tanya Ras kurang yakin.
"Ya syukurlah kalau udah dicuci aku takutnya itu kotor," kata Ras.
"Ini udah dicuci kok," jawab Kania singkat.
Setelah itu tidak ada lagi obrolan antara mereka, hingga mereka sampai ke rumah. Kania langsung meminta pelayan untuk membuatkan jus strawberry untuknya.
"Queen nanti aja bikin jus-nya, kamu harus mandi terus makan dulu."
Mendengar perkataan Ras, Kania menepuk keningnya karena lupa kalau dia belum mandi.
"Baiklah aku mandi dulu, Mbak nanti saat aku selesai mandi jus-nya harus udah jadi ya," kata Kania dijawab anggukkan kepala oleh pelayannya.
"Tidak! kamu harus makan dulu Queen," kata Ras tidak setuju.
"Aku gak lapar Ras, aku 'kan udah sarapan tadi sebelum pergi jalan-jalan," sahut Kania memanyunkan bibirnya.
"Baiklah, ayo kita ke kamar," kata Ras tidak ingin berdebat lagi, dia kemudian membantu Kania untuk pergi ke kamar mereka.
Kania dan Ras akhirnya pergi ke kamar mereka untuk mandi terlebih dahulu. Ras sebenarnya sudah meminta Kania untuk pindah ke kamar yang ada di lantai bawah. Namun, Kania menolaknya, dia sudah nyaman di kamar itu dan pasti tidak akan nyaman kalau harus pindah kamar.
__ADS_1
Bukan Ras namanya kalau tidak mengikuti keinginan Kania, dia pasrah dengan keinginan Kania itu dan selalu siap siaga saat Kania ingin bolak-balik ke lantai atas dan lantai bawah.
Beberapa saat kemudian, Ras dan Kania kembali turun ke lantai bawah untuk bersantai di ruang keluarga seperti biasa, pelayannya datang dengan segelas jus yang berwarna merah, khas strawberry.
"Apa Tuan muda mau makan sekarang?" tanya pelayan itu dengan badan sedikit membungkuk.
"enggak, aku makan nanti aja bareng istriku, tolong buatkan aku kopi saja, aku akan memeriksa pekerjaan di sini," perintah Ras mulai membuka laptop yang dibawanya dari kamar.
"Baik Tuan muda." Pelayan langsung pergi untuk membuatkan kopi seperti yang Ras perintahkan.
Ras sekarang memang sudah bisa makan seperti biasanya, kehamilan simpatik-nya pun sudah hilang jadi dia bisa beraktivitas dan makan seperti biasanya lagi, tidak ada mual atau muntah-muntah lagi.
"King gimana masalah Hotel?" tanya Kania sambil sesekali meneguk jus-nya.
"Semuanya baik-baik saja, tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh anak buahku," sahut Ras.
"Syukurlah kalau gitu," sahut Kania.
"Oh iya King, gimana tentang kak Iden sekarang?" tanya Kania yang baru keingat tentang Iden dan Bella.
"Entahlah, udah lumayan lama aku jarang ketemu atau ngobrol sama kak Iden," jawab Ras mengangkat bahunya.
"Apa mbak Bella benar-benar meningalkan kak Iden gitu aja?" tanya Kania.
"Kayaknya iya deh, karena yang aku tau dari Oppa akhir-akhir ini kak Iden selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan jarang ikut berkumpul bareng, sepertinya dia mencoba mengalihkan dirinya agar tidak terlalu kepikiran tentang wanita itu," jawab Ras.
"Kasian juga kak Iden," gumam Kania yang dijawab anggukkan kepala oleh Ras.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1
Cerita ini tidak akan lama tamat nih, Mudah-mudahan kalian tetap baca sampai tamat ya🥰