Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Belum ada petunjuk.


__ADS_3

Happy Reading....


Kean memberikan kabar pada Ras jika Kania diculik dan tanpa pikir panjang, Ras segera bergegas untuk pulang saat itu juga, dia sudah tidak perduli lagi dengan masalah di Hotelnya yang belum selesai itu.


Dia menyerahkan masalah Hotel itu pada pengacara dan beberapa orang kepercayaan lainnya, mendengar kabar istrinya hilang tentu saja pikirannya benar-benar kalut.


"Kamu harus baik-baik saja Yang, tunggu aku, aku akan segera mencarimu," gumam Ras yang saat ini dia sedang berada di pesawat.


Ras berdoa dalam hatinya semoga istrinya dan calon anaknya baik-baik saja, dia menyalahkan dirinya jika saja dia tidak meninggalkan Kania, jika saja dia membiarkan orang kepercayaannya saja untuk menyelesaikan masalah di sana mungkin dia bisa lebih menjaga istrinya.


Dia yakin kalau ini memang sudah direncanakan sebelumnya oleh orang yang berniat buruk pada keluarganya tapi kenapa harus istrinya yang menjadi sasarannya, pertanyaan itulah yang kini hadir dibenaknya.


"Apakah orang misterius yang selalu mengirimkan sesuatu untuk Kania adalah orang yang sama. itu artinya semuanya memang sudah direncanakan dari sejak lama dan bodohnya aku malah masuk ke dalam perangkapnya," kata Ras memejamkan matanya.


Akhirnya setelah memakan waktu selama 20 jam lebih pesawatnya telah mendarat dengan selamat, Ras turun dari pesawatnya, di sana sudah ada pengawal dan Sopir yang sudah menunggunya.


Barang bawaannya dibawa oleh Sopirnya dan saat sudah sampai di parkiran Ras pun langsung masuk ke mobilnya dia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil itu dan memejamkan matanya.


"Siapa yang saat itu sedang bertugas menjaga istriku?" tanya Ras memejamkan matanya.


"Saya salah satu dari pengawal yang menjaga Nona, Saya mohon maaf atas ketidak becusan Saya dalam mengawal Nona," jawab pengawal yang duduk di samping sopir.


Ras hanya menghela napasnya berat percuma dia menghabiskan energinya untuk marah-marah sekarang, pikirannya terlalu lelah memikirkan bagaimana keadaan istrinya saat ini.


"Sekarang kita ke rumah papa dulu," kata Ras.


"Baik Tuan muda," jawab Sopir.


Mobil Ras akhirnya sampai di depan rumah Kean, Ras langsung turun dari mobil dan berjalan memasuki rumah Kean.


"Selamat malam Pa, Ma, Kai," sapa Ras saat memasuki ruang keluarga dimana keluarga Kean sedang berkumpul.


"Ras kamu sudah sampai, duduklah dulu," kata Kean, Ras menganggukkan kepalanya dan langsung duduk di samping Kai.


"Apa sudah ada petunjuk tentang Kania Pa?" tanya Ras.


"Masih belum, mobil yang pelaku gunakan bukankah mobil pribadi tapi mobil sewaan dan orang yang menyewakannya bilang tidak tau apapun dia mengatakan jika ada orang yang menyewa mobilnya itu, sekarang kita juga sedang mencari petunjuk dari orang yang disebutkan oleh yang punya mobil," jelas Kean membuat Ras menganggukkan kepalanya.


"Maafkan Mama, ya Ras seandainya waktu itu Mama mengantar Kania pergi ke toilet mungkin kejadian ini tak akan terjadi," kata Kiran meminta maaf dengan penuh rasa bersalah pada Ras.


"Tidak apa-apa Ma, ini bukan salah Mama," kata Ras.


"Sebaiknya kita makan malam dulu, kamu pasti belum makan apapun," kata Kean pada Ras.


"Tidak perlu Pa, Ras akan makan malam di rumah aja, Ras akan segera pulang," kata Ras.

__ADS_1


"Kenapa gak istirahat di sini aja Ras," kata Kiran.


"Ras mau pulang aja Ma. karena masih ada pekerjaan yang harus Ras periksa lagi," kata Ras menolak dengan cara halus.


"Baiklah kalau itu mau kamu, kamu jangan terlalu capek, kita di sini akan melakukan apapun untuk menemukan Kania," kata Kiran.


"Iya Ma, Pa, terima kasih sebelumnya," kata Ras mulai bangun dari sofa.


"Iya Kania juga anakku, aku akan mengerahkan semua anak buahku untuk menemukannya," kata Kean.


"Ya udah kalau gitu Ras pulang dulu ya, Ma, Pa, Kai," pamit Ras pada keluarga Kean.


"Iya nanti kita saling kabari jika ada kabar terbaru tentang Kania," kata Kean.


Ras menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan rumah itu, dia memasuki mobilnya dan tidak menunggu lama sopirnya langsung menjalankan kembali mobilnya.


Mobilnya telah sampai di halaman rumahnya, Ras memasuki rumah itu dia berharap saat memasuki kamarnya ada Kania yang sedang di ranjangnya sambil memainkan ponselnya. tapi saat memasuki kamarnya hanya ada kesunyian tidak ada lagi omelan istri galaknya itu.


Dia berjalan dengan langkah lunglainya dan langsung memasuki kamar mandi untuk menyegarkan dirinya, dia mengguyur badannya dengan air dingin melalui shower.


Setelah mandinya selesai Ras langsung memakai bathrobe dan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sambil berjalan menuju ke ruang ganti.


Setelah selesai berpakaian dia turun menuju ke meja makan untuk makan malam, meskipun malas untuk makan malam Ras tetap harus memaksakan makanan masuk ke perutnya agar dia selalu sehat untuk bisa mencari Kania.


'Apa dia makan dengan baik di sana, bagaimana kalau yang menculiknya itu memperlakukannya dengan tidak baik,' gumam Ras dalam hatinya.


Memikirkan Kania disiksa atau gak dikasih makan membuatnya benar-benar tidak bisa berpikir hal yang lain lagi, dia segera menyelesaikan makannya dan segera pergi ke kamarnya untuk menghubungi para anak buahnya agar cepat-cepat menemukan Kania bagaimana pun caranya.


Karena merasa lelah Ras memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu mengistirahatkan segala yang ada di dirinya agar besok bisa mencari Kania.


"Selamat istirahat sayang," kata Ras sambil memejamkan matanya.


...****************...


Pagi harinya Ras bangun dari tidurnya dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan langsung turun untuk sarapan setelah dia selesai mandi dan berpakaian.


Ditengah-tengah sarapannya seorang pelayan membawa sebuah amplop berwarna coklat dan memberikannya pada Ras.


"Siapa yang ngirim ini?" tanya Ras pada pelayan itu.


"Saya tidak tahu Tuan. tidak nama pengirimnya, kata penjaga, itu ditemukan di bawah gerbang," kata pelayan.


"Kamu boleh pergi," kata Ras lalu menyelesaikan sarapannya.


"Permisi Tuan," pamit pelayan itu.

__ADS_1


Ras mengambil amplop itu dan membukanya, saat melihat isinya matanya terbelalak itu adalah foto Kania yang sedang tertidur disebuah ranjang.


Merindukan istrimu. tapi, sepertinya istrimu nyaman berada ditempat ku ini. Tulisan yang tertera di balik foto itu.


Ras bangkit dari kursinya dia berjalan dengan langkah cepat menuju ke ruang kerjanya, saat sampai di ruang kerjanya dia duduk di kursi kerjanya dan membuka laptopnya untuk melihat cctv.


Ras melihat rekaman di depan gerbangnya, saat hari masih sedikit gelap. seseorang turun dari motor dan melemparkan sesuatu yang dia yakini adalah amplop yang berisi foto Kania itu.


Sayangnya Ras tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas karena orang itu memakai helm.


Ras melihat lagi foto Kania itu dengan begitu lama.


"Aku akan segera menemukanmu, syukurlah kamu baik-baik saja, aku harap orang itu tidak mencelakaimu," gumam Ras kemudian menyimpan foto Kania ke meja dan keluar dari ruangan itu.


Dia pergi ke ruang keluarga memanggil anak buahnya untuk membicarakan tentang orang yang berada di rekaman cctv.


"Apa kalian tidak melihat ada seseorang yang melemparkan ini tadi?" tanya Ras pada para pengawalnya.


"Tidak Tuan," jawab para pengawalnya itu.


"Saya menemukan itu ada di depan gerbang," kata orang yang semalam berjaga di gerbang.


"Besok pagi kalian harus berjaga lebih ketat lagi kalau ada orang yang mengirimkan sesuatu kalian harus menginterogasinya," perintah Ras.


"Baik Tuan muda," jawab para pengawalnya.


"Kita lanjutkan lagi cari istriku," perintah Ras pada pengawalnya dan bangun dari duduknya.


"Baik Tuan muda," kata para pengawalnya sambil mengikuti langkah Ras keluar dari rumah itu.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2