Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Liburan Bersama.


__ADS_3

Happy Reading....


Hari ini sesuai dengan rencana Ras dan Kania. mereka akan pergi liburan selama dua hari, mereka memutuskan untuk liburan ke tempat yang tidak terlalu jauh dan tidak memakan waktu perjalanan yang lama.


Ras sedang berdiri sambil menyilangkan tangannya di dadanya sambil melihat Kania yang sedang bersiap, dia sudah siap dengan mengenakan baju santai.


Dia mengenakan celana pendek dan kaos yang dibalut oleh jaket, sedangkan Kania memakai celana yang se-bawah lutut dan dan atasan berlengan pendek.


"Kamu serius. mereka akan ikut kita liburan?" tanya Ras menatap Kania tak percaya.


"Iya bukankah lebih banyak orang lebih seru," jawab Kania santai sambil mengikat rambutnya.


"Kenapa harus ajak mereka sih Queen, padahal 'kan aku maunya kita hanya berdua saja," kata Ras mendengkus karena istrinya itu mengajak Zani, Tisha dan Ray untuk liburan juga.


Padahal dia sebenarnya ingin berlibur hanya berdua saja agar dia bisa menghabiskan waktu bersama dengan Kania.


"Kamu kenapa sih, kayak yang gak suka banget aku ajak mereka," kata Kania mendekati Ras dan melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ras.


"Aku 'kan maunya kita pergi liburannya berdua saja," kata Ras menatap Kania.


"Nanti kita atur lagi waktu untuk liburan berdua itung-itung bulan madu kedua kita gimana." Hibur Kania pada Ras yang sedang merajuk.


"Baiklah, nanti saat renovasi Hotel selesai kita bulan madu lagi," kata Ras akhirnya luluh.


"Nah gitu dong, jangan ngambek lagi," kata Kania lalu mendaratkan sebuah kecupan di pipi Ras.


"Yang ini juga dong." Tunjuk Ras pada bibirnya.


Kania terkekeh dan langsung menuruti keinginan Ras itu, Ras tidak menyia-nyiakan kesempatan itu begitu saja. Dia langsung memperdalam permainannya, hingga dia baru menghentikan permainannya itu saat seseorang mengetuk pintu kamar mereka.


"Kamu bukalah pintunya, aku mau pakai lipstik lagi," kata Kania karena lipstik.


"Sudah seperti ini saja, kamu sudah cantik walau tanpa dandan," kata Ras yang langsung menarik Kania untuk mengikutinya.


"Tapi, ini lipstik aku belepotan gak?" tanya Kania menghentikan langkah Ras.


Ras membalikkan badannya dan melihat wajah Kania, dia merapikan bibir Kania yang sedikit belepotan karena ulahnya.


"Sudah," kata Ras setelah itu dia membuka pintu kamarnya.


"Ada apa?" tanya Ras pada pelayan yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


"Maaf mengganggu Tuan, Nona. Di bawah Tuan muda Ray dan Nona Tisha juga Nona Zani sudah datang," kata pelayan itu dengan menundukkan kepalanya.


"Baiklah, tolong bawakan tas itu ke bawah," kata Ras menunjuk tas yang berisi barang mereka yang sudah tersimpan di sofa.


"Baik Tuan muda," jawab pelayan patuh.


Ras keluar dari kamarnya dan turun ke lantai bawah, dimana Ray dan yang lainnya sudah menunggu mereka.

__ADS_1


"Kalian cepat banget datangnya," kata Kania pada saat sudah sampai di ruang keluarga dimana mereka sudah menunggu di ruang keluarga.


"Karena aku udah gak sabar untuk liburan Kak, setiap hari harus ke kampus dan ngerjain tugas membuat kepalaku lelah," jawab Zani pada Kania sambil tersenyum menampilkan sederet giginya.


"Ya udah yuk kita berangkat sekarang, nanti sampai lokasinya kita malah kemalaman lagi," ajak Ray.


"Baiklah ayo," kata Tisha yang dari tadi tidak melepaskan tangannya dari lengan Ray.


"Kamu yang nyetir, nanti kalau kamu lelah gantian," kata Ras pada Ray.


"Padahal aku lagi males nyetir," kata Ray sambil berdecak.


Mereka memakai mobil yang lumayan besar hingga cukup untuk mereka berlima dan barang bawaan mereka.


Ray yang menyetir dengan ditemani Tisha yang duduk di sampingnya, sedangkan Ras, Kania dan Zani mereka duduk di kursi tengah, bertiga dengan posisi Kania di tengah.


Mobil mereka mulai meninggalkan pelataran rumah itu, selama diperjalanan hanya terdengar suara ketiga wanita yang sedang mengobrol dan sesekali tertawa.


Kedua pria itu hanya diam mendengarkan pembicaraan antar para wanita dengan pandangan lurus ke jalanan.


Perjalanannya tidak memakan banyak waktu karena mereka liburan ke kota yang dikenal sebagai kota hujan.


Saat mereka sampai di tempat mereka akan menginap, hari sudah hampir maghrib suasana di sana berubah menjadi dingin karena lokasi tempat mereka menginap di daerah perkebunan teh.


"Kak Ras nyewa Villa ini?" tanya Zani saat mereka turun dari mobil.


"Tidak, ini Villa milik om Radit, kebetulan Villa ini sedang tidak ada yang menyewa jadi dia ngijinin kita buat nginep di sini," jawab Ras.


"Emang itu yang Kakak rencanakan," sahut Kania menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Zani dan Tisha.


Saat para perempuan masih menikmati suasana di tempat itu, kedua pria mulai menurunkan barang-barang mereka satu persatu.


Tiba-tiba saja ada seseorang yang keluar dari dalam Villa itu dan mendekati mereka berlima.


"Mbak Kania ya?" tanya seorang ibu-ibu yang belum terlalu tua pada Kania.


"Iya Bu, Saya Kania," jawab Kania menganggukkan kepalanya.


"Saya Bu Sumi Mbak, penjaga pengurus Villa ini, tadi Pak Radit telpon katanya Mbak Kania dan suaminya akan ke sini jadi minta Saya untuk merapikan beberapa kamar di sini," kata Sumi.


"Oh iya Bu."


"Ya udah sekarang kalian masuklah dulu, udara di sini semakin malam semakin dingin, barang-barangnya biar nanti dibawain ke dalam sama Ahmad saja suami Bu Sumi," ajak Sumi pada Kania dan yang lainnya.


"Baiklah makasih Bu," kata Kania.


Mereka pun mengikuti Sumi memasuki Villa itu dan memasuki kamar yang Sumi tunjukkan. Mereka memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum makan malam.


"Kamu mandi duluan saja, biar aku nungguin dulu suami Bu Sumi anterin tas kita," kata Ras.

__ADS_1


"Ya udah aku mandi duluan," kata Kania mengambil handuk yang sudah tersedia di ranjang itu dan langsung memasuki kamar mandi.


Ras menunggu Kania selesai mandi sambil memainkan ponselnya, beberapa saat kemudian pintu kamarnya diketuk dan Ras pun langsung membukakan pintunya, itu adalah Ahmad yang mengantarkan tas nya.


"Terima kasih Pak," kata Ras saat mengambil alih tasnya dari tangan Ahmad.


"Iya sama-sama Den," jawab Ahmad tersenyum sambil menganggukkan sedikit kepalanya.


Setelah Ahmad pergi dari sana, Ras menutup pintu kembali kamarnya, bertepatan dengan Kania yang baru keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yang hanya menutupi sebagian badannya saja.


"Kenapa My King?" tanya Kania heran karena melihat Ras tidak bergerak dan hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


Kania yang mengerti adanya tanda bahaya dari tatapan suaminya itu segera mengambil selimut dan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut itu.


"Sebaiknya kamu mandi dulu sana, kita harus segera keluar untuk makan," kata Kania pada Ras.


"Kalau nyicipi sedikit boleh gak Queen? Aku udah lapar nih," kata Ras memasang wajah menyedihkan.


"Gak boleh, sekarang kamu mandi dulu sana," usir Kania mengambil tas yang disimpan di sofa dan mengambil pakaiannya.


"Kenapa gak boleh, bukankah kemarin kata Dokter kamu sudah tidak ada masalah dan sudah aman untuk melakukan itu," kata Ras memeluk Kania dari belakang.


"Iya aku memang sudah baik-baik saja. tapi, kamu liat ini udah jam berapa nanti yang lainnya pada kelaparan nungguin kita, sudah sana mandi dulu, kita bisa lakuin itunya nanti saja," kata Kania mendorong Ras memasuki kamar mandi.


Ras akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti perkataan Kania, dia mandi dengan tidak memakan waktu terlalu lama dan keluar dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.


"Bajunya sudah aku siapin," kata Kania menunjuk baju yang sudah dia siapkan di atas kasur.


Ras hanya menjawabnya dengan deheman singkat saja, dia sedikit kesal karena tidak bisa melepaskan rindu meskipun hanya menyicipinya saja.


Setelah melihat Ras selesai berpakaian Kania mengajak Ras untuk keluar dan turun bersama dan Ras tidak menjawabnya, dia nyelonong jalan duluan untuk keluar kamar.


Kania yang tau suaminya marah pun tidak diam saja, dia berjalan dengan cepat dan berdiri di depan Ras, dia menatap Ras yang memalingkan wajahnya tidak mau melihatnya.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


Si Ras mau icip-icip katanya, emangnya apa coba diicip-icip😁


Makasih untuk dukungannya para reader semuanya, tidak ada kata yang bisa terucap selain kata makasih untuk kalian reader yang udah mau ngikutin ceritaku ini, sayang kalian banyak-banyak😘😘


__ADS_2