Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Kejadian nahas.


__ADS_3

Happy Reading....


Seminggu sudah Kania menjadi tahanan di rumah Thomas, dia masih berusaha bersikap baik, tidak memprovokasi Thomas dan berusaha mencari celah untuk menghubungi Ras atau keluarganya.


Malam ini Kania didandani oleh pelayan Thomas, meskipun Kania tidak mengerti kenapa dia harus dandan seperti itu tapi Kania tetap menurut, mengikuti keinginan Thomas itu.


"Biar aku sendiri saja yang mengganti bajunya," kata Kania pada pelayan yang berniat membantunya mengganti baju.


"Baiklah, tolong cepatlah Tuan sudah menunggumu," kata pelayan itu.


"Baiklah," jawab Kania singkat, dia memasuki ruang ganti dan langsung mengganti bajunya dengan dress yang telah Thomas siapkan.


Kania keluar dari ruang ganti dan tak menunggu lama pelayan memintanya untuk mengikuti kemana pelayan itu pergi.


Dia hanya bisa menurut dengan berjalan di belakang pelayan itu yang membawanya menuruni tangga dan terus melangkahkan kakinya.


Selama seminggu di sana Kania hanya pergi ke kamar, ke meja makan dan ke dapur dia bahkan tidak tahu sebesar dan seluas apa rumah yang menjadi penjara untuknya itu.


Kania dibawa keluar dari rumah itu melewati pintu belakang, dari kejauhan dia melihat sebuah gazebo yang terang karena terpasang lilin di sekitar gazebo itu.


Dia juga melihat Thomas sedang berdiri di gazebo itu menghadap ke arahnya dengan memasang senyumnya.


'Apalagi yang mau pria itu lakukan,' gumam Kania dalam hatinya memutar matanya malas.


"Kamu pergilah, tinggalkan kami berdua," kata Thomas pada pelayan, saat mereka sudah sampai di depannya.


"Baik Tuan," kata pelayan itu dan langsung pergi dari sana.


"Duduklah, kita akan malam di sini," kata Thomas menggeserkan kursi untuk Kania duduk.


"Makasih," kata Kania singkat dan duduk di kursi itu.


"Kamu cantik dan seperti perkiraanku, baju itu benar-benar cocok dan pas untukmu," kata Thomas dengan memasang senyumnya.


"Sekarang kita makanlah dulu," kata Thomas lagi.


Kania tidak memberikan tanggapan apapun dia langsung memakan makanannya yang sudah tersedia di depannya.


Beberapa saat mereka makan dengan tenang, hingga Kania dikagetkan oleh Thomas yang tiba-tiba saja mengusap ujung bibirnya, hingga Kania langsung menghentikan makannya.


Dia menatap Thomas dengan tatapan tajamnya seperti biasa, dia tidak suka saat Thomas melakukan kontak pisik dengannya.


"Sorry, aku hanya membersihkan sisa makanan yang ada di ujung bibirmu saja," kata Thomas sambil terkekeh karena mendapatkan tatapan tajam dari Kania.


"Tapi kamu makin cantik saat sedang menatapku galak seperti itu, aku jadi makin menyukaimu," kata Thomas lagi masih dengan kekehan yang keluar dari bibirnya.


"Aku sudah selesai makannya, aku mau kembali ke kamar," kata Kania sambil berdiri.

__ADS_1


"Tunggu, kamu tidak boleh meninggalkan aku sendirian, temani aku minum dulu," kata Thomas dengan ekspresi yang sudah berubah.


"Baiklah. tapi, aku tidak mau minum itu, aku mau minum air biasa aja atau jus," kata Kania kembali mendudukkan dirinya di kursi.


"Minumlah segelas," kata Thomas mengacungkan gelas yang berisi minuman.


"Tidak. aku mau jus saja," kata Kania tegas.


"Baiklah aku akan meminta pelayan mengantarkan jus untukmu," kata Thomas langsung mengetikan sesuatu di ponselnya.


Tak lama kemudian pelayan pun datang dengan sebuah nampan dengan gelas berisi jus diatasnya.


"Ini jus buahnya Nona." Pelayan itu menyimpan gelas berisi jus itu di depan Kania dan langsung pergi dari sana.


"Bersulang," kata Thomas mengacungkan gelasnya lagi.


Kania melakukan hal yang sama dan membenturkan gelasnya dan gelas milik Thomas, Kania meminum jusnya dan Thomas pun meminum minumannya.


"Kamu tau gak, aku sudah mengirimkan foto-foto kebersamaan kita pada suamimu dan suamimu itu selalu mencarimu begitupun papamu itu, mereka ternyata masih belum lelah juga mencarimu ya," kata Thomas tanpa melihat Kania.


Dia berbicara dengan menatap gelas di tangannya dan memutar-mutar gelas yang masih berisi minumannya itu.


"Aku yakin, mereka tidak akan pernah menyerah mencariku dan mereka pasti akan segera menemukanku," kata Kania dengan yakin.


"Benarkah mereka akan menemukanmu?" Thomas mencemooh perkataan Kania.


"Tentu saja dan mereka tidak akan pernah mengampunimu, saat mereka menemukanku di sini," kata Kania menatap Thomas.


"Berarti aku akan rugi dong kalau saat nanti papamu atau suamimu sampai ke sini, sedangkan kita belum melakukan kenangan yang indah," kata Thomas menyimpan gelas di meja dan berdiri.


"Apa maksudmu?" Kania dengan menatap Thomas yang mendekat padanya.


"Apalagi. tentu saja melakukan hal yang seharusnya aku lakukan dari kemarin-kemarin."


Kania bangun dari kursinya dia menatap Thomas dengan waspada, sedangkan Thomas semakin dekat dengannya, Kania memundurkan dirinya saat Thomas akan menyentuh wajahnya.


"Jangan macam-macam," kata Kania menggertakkan giginya.


"Aku sudah cukup sabar selama seminggu ini dan kesabaranku sudah habis, kini saatnya aku melakukan hal yang seharusnya aku lakukan." Thomas memegang pergelangan tangan Kania.


"Lepaskan tanganku!" Kania memberontak dan mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Thomas.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu sekarang. jadi diam dan nikmati saja jangan memberontak karena itu akan sia-sia." Thomas menarik tubuh Kania dengan sekali tarikan hingga menempel dengan tubuhnya.


"Lepaskan aku, baj*ngan!" kata Kania memberontak berusaha melepaskan dirinya dari Thomas.


"Bahkan disaat seperti ini pun, kamu masih tetap mempertahankan keangkuhan mu itu, aku harus memberikanmu tata cara bertatakrama dengan benar," kata Thomas lalu menarik tangan Kania untuk pergi dari tempat itu.

__ADS_1


"Lepaskan aku," kata Kania lagi berusaha terus melepaskan tangannya dari cengkraman Thomas dengan terseok-seok mengikuti langkah Thomas.


Dia takut Thomas akan macam-macam padanya, ketakutannya semakin menjadi saat Thomas membawanya menaiki tangga.


"Lepaskan aku!" teriak Kania sambil terus berusaha melepaskan diri dari Thomas.


"Teriaklah, merontalah, kamu tau dengan kamu melakukan itu, membuat aku semakin bersemangat, aku jadi tidak sabar mendengar jeritanmu saat berada di bawahku nanti," kata menjijikan itu membuat Kania mual mendengarnya.


'Ya tuhan tolong aku, Ras tolong aku,' jerit Kania dalam hatinya dengan air mata yang mulai turun di pipinya.


"Lepaskan aku, aku mohon," kata Kania menggelengkan kepalanya saat mereka sudah sampai di kamar Kania.


Thomas menutup pintu itu kamar itu dan menguncinya lalu dia melemparkan tubuh Kania ke ranjang.


"Lepaskan aku," kata Kania memeluk tubuhnya dan memundurkan tubuhnya hingga mentok ke kepala ranjang.


Sedangkan Thomas dia menatap Kania yang sedang ketakutan itu dengan menyeringai sambil melepaskan kancing di bajunya satu-persatu.


"Lepaskan aku, aku mohon," kata lagi Kania sambil menangis.


"Tentu saja aku akan melepaskanmu. tapi, nanti setelah aku puas bermain," kata Thomas yang sudah melepaskan baju bagian atasnya dan merangkak mendekati Kania.


Dia menarik kaki Kania hingga Kania terlentang, Kania berusaha melawan Thomas dengan menendang perut Thomas dan itu berhasil Thomas meringis karena perutnya yang ditendang Kania.


Kania juga mendorong Thomas hingga memberikan celah untuknya turun dari ranjang, Kania tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dia turun dari ranjang dan bergegas menuju ke pintu.


Saat dia sudah berhasil membuka kunci pintu dan akan membuka pintu kamar itu rambutnya ditarik dengan kuat oleh Thomas hingga Kania merasa rambutnya seperti akan terlepas dari kulit kepalanya.


"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak memiliki kesabaran hah! kamu pikir kamu akan bisa pergi dari sini dengan mudah. tidak akan, aku tidak akan membiarkan kamu pergi begitu saja!" desis Thomas di telinga Kania.


"Aku mohon lepaskan aku," kata Kania dengan air mata yang terus berjatuhan di pipinya tapi tidak dihiraukan oleh Thomas.


Dia kembali melempar tubuh Kania ke ranjang dan langsung menindihnya kali ini dia memegang kedua tangan Kania yang dia simpan di atas kepala Kania dengan erat.


Dia merobek dress Kania hingga tubuh bagian atasnya terekspos meski masih tertutup oleh br*nya Kania tidak bisa berontak lagi dia hanya bisa menangis sambil berkata maaf pada suaminya karena tidak bisa menjaga dirinya dengan baik


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2