
Happy Reading....
Semua pegawai di Hotel Ras sudah berkumpul di ballroom, sesuai dengan apa yang Kania perintahkan mereka semua berkumpul di ballroom sebelum mulai bekerja.
Mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang akan Kania dan Ras sampaikan pada mereka hingga mereka di suruh berkumpul di sana.
Tidak jauh berbeda dengan para karyawan atau pegawai yang lainnya, Ayu juga merasa bingung dengan perintah Kania yang mendadak itu.
Disaat semua orang sedang dilanda kebingungan, tiba-tiba saja pintu ballroom terbuka dan masuklah Kania dan Ras dari pintu itu.
Ras dan Kania berjalan dengan santai diantara tatapan bingung dan penasaran semua orang yang ada di sana, Kania dan Ras berjalan menuju ke sebuah pangung kecil yang ada di ballroom.
Ras dan Kania berdiri di depan dan memegang sebuah mikrofon, Kania melihat semua orang terlebih dahulu, setelah beberapa saat kemudian dia pun mulai membuka suaranya.
Ras hanya diam dan melihat apa yang akan Kania lakukan, sesuai permintaan Kania sebelumnya bahwa dia akan membiarkan Kania melakukan apa yang ingin dilakukannya dan dia hanya berdiri samping Kania.
"Selamat pagi semuanya, kalian pasti bertanya-tanya kenapa pagi-pagi seperti ini kalian semua sudah disuruh berkumpul di sini, sebenarnya ada yang mau saya tunjukkan pada kalian tentang apa yang sudah terjadi belakangan ini."
"Sungguh disayangkan kejadian seperti ini terjadi di sini, saya sudah tau jika dibelakang kami, kalian berpikiran yang tidak baik tentang saya dan suami saya yang tidak lain adalah atasan kalian sendiri. Saya awalnya akan diam saja dan membiarkan kalian berasumsi tentang kami. tapi, sepertinya diam kami malah membuat kalian semakin menjadi, kalian menjadikan kami bahan gunjingan di sini, di tempat kami sendiri."
"Saya mengumpulkan kalian di sini agar kalian bisa lihat sebuah kebeneran, saya harap setelah melihat kebenaran ini kalian bisa lebih bijak lagi dalam mengolah informasi dan jangan mudah mempercayai informasi sebelum memastikan kebenarannya."
Setelah Kania selesai bicara, layar besar yang ada dibelakangnya tiba-tiba saja menyala dan langsung memutar sebuah video yang membuat semua orang fokus pada layar besar itu.
Di video itu ada Ayu yang terlihat sedang cekcok dengan seorang laki-laki, pembicaraan antara Ayu dan laki-laki itu terdengar sangat jelas di video itu.
Ayu dan laki-laki itu sedang membahas tentang kehamilan Ayu, dimana laki-laki itu mengatakan jika dia menyesal karena sebelumnya sudah mengatakan jika dia tidak ingin tanggung jawab pada Ayu.
Laki-laki itu meminta Ayu untuk memaafkannya dan berjanji akan tanggung jawab pada Ayu dan anak yang sedang Ayu kandung tapi Ayu menolak dengan tegas dan mengatakan jika dia sudah menemukan laki-laki yang akan bertanggung jawab dengan kehamilannya itu.
__ADS_1
Melihat video itu semua orang yang ada di sana mulai menduga-duga jika Ayu selama ini sudah berbohong dan mengatakan cerita palsu.
Ayu mulai tak nyaman berada di sana, dia menatap layar besar itu dengan tatapan tak percaya bagaimana bisa Kania mendapatkan video itu? apa selama ini dia sudah dimata-matai.
"Nona, Tuan, kalian tidak perlu melakukan itu untuk menyingkirkan saya dari sini, jika kalian memang ingin saya pergi dari sini saya akan pergi dari sini sekarang juga. tapi, tolong kalian jangan menjelekkan saya seperti ini, saya sebelumnya juga tidak pernah memaksa Tuan untuk bertanggung jawab, jadi kalian tidak perlu khawatir dan menghancurkan nama baik saya seperti ini," kata Ayu yang sudah mulai menangis, membuat Ras dan Kania menatapnya dengan jengah.
Melihat tatapan iba para karyawan dan pegawai Ras pada Ayu membuat Kania menghela napas panjang. Ternyata Ayu adalah orang yang tidak mempunyai urat malu, sudah jelas-jelas ada buktinya masih saja mengelak.
"Baiklah kalau menurutmu seperti itu, kita buktikan setelah melihat bukti-bukti berikutnya siapa yang salah sebenarnya di sini," kata Kania melanjutkan kembali videonya.
"Apa kamu kenal ini riwayat chat siapa?" tanya Kania dengan tatapan lurus pada Ayu.
Melihat apa yang ada layar Ayu mejadi kaku dan tegang, itu adalah riwayat chat-nya dengan temannya, di riwayat chat itu dia menceritakan semua rencananya terhadap Ras pada temannya.
"Aku masih ada bukti lainnya, kalian lihat ini apa? ini adalah hasil catatan medis Ayu dari rumah sakit. Lihatlah di sana tertera dengan jelas tanggal pertama kali Ayu pergi ke rumah sakit untuk periksa dan dari hasil di sana usia kandungan ayu sudah berusia tiga minggu. tapi, coba kalian ini. Ini adalah hasil dari rekaman CCTV di lantai atas. Lantai pribadi suamiku."
"Di sana terlihat dengan jelas tanggal kejadian itu adalah beberapa hari setelah jadwal pemeriksaan Ayu di rumah sakit, kalian pasti tau di sini sebenarnya siapa yang salah, saya di sini hanya ingin mempertahankan apa yang seharusnya saya pertahankan sungguh saya tidak bermaksud menyakiti siapapun saya akan diam jika memang tidak ada yang mengusik saya, terima kasih," kata Ayu mengakhiri perktaannya dan membalikkan badannya.
Ras menganggukkan kepalanya, dia kemudian meminta pihak keamanan untuk datang ke ballroom dan meminta mereka untuk membawa Ayu pergi dari sana.
Ayu yang masih syok dengan apa yang terjadi hanya mematung ditempatnya tanpa bergerak sedikitpun dia baru tersadar saat pihak keamanan sudah memegang tangannya.
"Maafkan saya Tuan, Nona, tolong jangan penjarakan saya, saya salah maafkan saya," kata Ayu sambil meronta berusaha melepaskan dirinya dari cekalan tangan kedua pria itu.
"Saya dari awal tidak berniat untuk meneruskan masalah ini hingga ke meja hukum. tapi, jika kamu masih berani berulah maka saya tidak akan segan-segan untuk melakukan hal itu, pergilah dan jangan sampai kamu berani lagi mendekati saya atau keluarga saya," kata Kania dengan tegas dan penuh penekanan.
"Baiklah saya tidak akan muncul lagi di kehidupan kalian," kata Ayu patuh.
"Bawa dia keluar dari sini dan jangan biarkan dia berkeliaran lagi di sekitar Hotel ini," perintah Ras pada petugas keamanan Hotel.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab petugas keamanan.
Semua orang melihat Ayu yang digiring oleh pihak keamanan, tidak sedikit dari mereka menyumpahi dan mengumpati Ayu karena telah membohongi mereka semua.
Ayu hanya bisa menundukkan kepalanya karena malu dan tidak menyangka Kania dan Ras akan secepat itu mengetahui rencananya dan membongkarnya.
Jangan tanyakan bagaimana Kania bisa mendapatkan bukti itu dengan cepat, itu adalah bantuan dari adik dan papanya, jadi dia tidak perlu menunggu lama untuk melengkapi bukti yang Ras milik.
"Ini adalah sebuah peringatan untuk kalian semua yang berada di sini, saya tidak akan tinggal diam jika ada yang ingin mengusik kehidupanku baik itu dalam masalah pekerjaan atau masalah pribadi, jadi sebelum melakukan kesalahan sebaiknya pikirkanlah dengan baik terlebih dahulu jangan sampai kalian akhirnya menyesal."
"Sekarang kalian bubarlah dan mulai lakukan pekerjaan kalian, kerjalah dengan baik dan benar jangan habiskan waktu kalian di sini dengan hal yang tidak berguna," perintah Ras pada seluruh karyawannya.
Perlahan para karyawannya mulai meninggalkan tempat itu menyisakan Kania dan Ras yang masih berada di sana.
"Gimana udah merasa tenang?" tanya Ras pada Kania.
"Iya," jawab Kania menghela napas lega dan menganggukkan kepalanya sambil menatap Ras.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....
Udah ya, si hama udah disingkirkan gimana garing gak ceritanya, bikin bosen gak? kalau iya ceritanya bikin bosen maafkan lah aku yang kurang mampu ini🤗