Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Ngambek lagi!


__ADS_3

Happy Reading....


Disaat Kean dan Nikko sedang berusaha menemukan orang yang menembak mobilnya, di sebuah rumah mewah seorang pria asing sedang duduk di sofa dengan segelas wine di tangannya dan anak buahnya yang dengan senantiasa berdiri di sampingnya.


"Apa kamu sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" tanyanya pada anak buahnya.


"Sudah Tuan dan saya yakin saat ini mereka sedang berusaha mencari pelakunya," jawab anak buahnya dengan membungkukkan badannya.


"Bagus, setelah ini lakukan sesuai dengan yang sudah kita rencanakan, buat dia dan menantunya itu sibuk hingga mereka melemahkan penjagaannya pada anak perempuannya itu," katanya dengan menyeringai.


"Baik Tuan Cornelius, saya akan melakukan sesuai dengan perintah anda," jawab bawahannya itu.


"Kamu tau aku paling tidak suka ada kesalahan lagi, jangan sampai kamu melakukan kesalahan seperti yang wanita simpanan itu lakukan," katanya menatap anak buahnya dengan tatapan tajam.


"Baik Tuan, saya akan berusaha untuk tidak melakukan kesalahan," jawab bawahannya.


Pria itu pun memberikan isyarat agar bawahannya pergi dari sana dan bawahannya pun pergi untuk melaksanakan tugasnya.


Pria itu kembali menyesap winenya hingga tandas dan menyimpan gelas yang kosong itu ke meja, kemudian dia berdiri dan berjalan menuju ke jendela besar dan melihat keluar jendela itu.


"Ini baru permulaan, belum saatnya kita bertemu" gumamnya sambil menerawang jauh ke luar jendelanya.


"Dulu mungkin Papaku tidak berhasil menyingkirkanmu dan dia hanya berhasil menyingkirkan orang tuamu. tapi, aku akan memastikan jika aku akan berhasil menyingkirkanmu dan keluargamu, kecuali anak perempuanmu, ckk aku gak nyangka kamu memiliki anak secantik itu," gumamnya lagi sambil berdecak, dia melihat foto Kania yang diambil anak buahnya secara diam-diam.


Pria itu adalah anak dari orang yang menyebabkan orang tua Kean kecelakaan, dia juga yang meneruskan rencana Papanya yang sekarang sudah meninggal untuk mencelakai keluarga Kean karena suatu hal.


Dia jugalah yang bekerja sama dengan Nindy untuk memberi peringatan lagi pada Kean, dia sebenarnya tidak berniat mencelakai Kania karena dia merasa tertarik saat melihat Kania. tapi, Nindy yang sudah terlanjur menaruh kebencian terhadap keluarga Kean dan bertindak diluar kesepakatan mereka.


Nindy adalah wanita simpanan Papanya. tapi, karena Nindy memohon padanya untuk tidak membuangnya saat papanya meninggal setahun lalu, dia pun membiarkan Nindy membantunya dan sekarang dia sudah tidak membutuhkannya lagi jadi dia tidak mengeluarkan Nindy dari tahanan.


...****************...


Sementara disisi lain Kania yang merasa bosan di rumah dan tidak ada pekerjaan, memutuskan untuk ke ruang kerja Ras karena dia ingin mencari buku yang bisa di bacanya.


"Nona mau kemana?" tanya Rina yang berpapasan dengannya.


"Aku mau ke ruang kerja Ras, bosen diam di kamar terus," jawab Kania.


"Oh baiklah, jika ada perlu apa-apa Anda bisa memanggilku Nona," kata Rina.


"Iya nanti kalau butuh apa-apa aku pasti akan memanggilmu sekarang kamu kerjakan pekerjaan yang lain saja," kata Kania.


"Iya Nona," kata Rani.

__ADS_1


Kania melanjutkan langkahnya dan memasuki ruangan itu, dia melihat satu persatu buku-buku yang terpajang di rak buku yang ada di ruangan itu.


Setelah menemukan buku yang menurutnya pas untuk dibacanya dia pun duduk di kursi kerja yang biasanya Ras duduki untuk bekerja.


Kania membaca buku itu hingga lumayan lama dan dia sudah merasa bosan lagi dia menutup buku itu dan menyimpannya begitu saja di meja kerja Ras.


"Kalau gak ada dia sepi, kalau ada selalu ngerecokin aja kerjaannya, Papa juga kenapa gak ngasih aku pekerjaan ya, masa iya tidak ada pekerjaan untukku." Kania bicara sendiri dengan menopang dagunya.


Dia kemudian iseng membuka laci meja kerja itu tapi satu laci tidak bisa di buka hingga membuatnya heran.


"Kenapa ini dikunci? ada apa ya di dalamnya?" tanyanya pada dirinya sendiri, tiba-tiba saja dia ingin tahu apa yang ada di laci itu.


"Paling hal yang tidak penting, ngapain aku ingin membukanya segala," gumamnya pada dirinya sendiri.


"Tapi kalau di dalamnya ternyata barang-barang atau foto tantang mantan pacarnya gimana? apa maksudnya dia menyimpan kenangan dari mantannya, belum move on apa." Kania menggerutu sendiri membayangkan jika benar yang di dalam laci itu adalah barang-barang mantannya Ras.


Kania membuka laci yang tidak terkunci untuk mencari kunci laci itu, beberapa saat mencari dia pun menemukan sebuah kunci yang diduganya kunci laci itu.


"Tuh 'kan benar-benar mencurigakan kenapa nyimpen kuncinya di tempat yang tersembunyi," gumamnya sambil berusaha membuka laci itu.


Laci itu terbuka Kania tidak menemukan hal yang aneh di dalam laci itu hanya ada sebuah kotak kayu berukuran kecil di sana karena penasaran dia pun mengambilnya dan membuka kotak itu.


Dia mengerutkan keningnya saat melihat sebuah gelang emas anak perempuan di dalam kotak itu, dia ingat betul jika gelang itu adalah gelang miliknya yang dipesan khusus oleh papanya untuknya saat kecil dulu.


"Serius banget sih yaang, liatin gelangnya," kata Ras di samping Kania membuat Kania tersentak kaget.


"Ras, kamu ngagetin aja," kata Kania mengusap dadanya karena kaget.


"Kamu kenapa serius banget sampai gak sadar kalau aku udah ada di sini," kata Ras.


"Gelang ini kenapa ada di sini?" tanya Kania bertanya dengan menatap Ras serius.


"Gelang itu gak sengaja terlepas dari tanganmu saat aku dan Ray narik kamu ke dalam mobil dulu dipertemuan pertama kita," jelas Ras.


"Terus kenapa kamu masih menyimpannya?" tanya Kania.


"Entahlah, yang jelas dari dulu aku ingin menyimpan gelang itu dan menjaganya agar tidak hilang, sepertinya aku melakukan itu karena aku sudah menyukaimu dari dulu," jawab Ras apa adanya.


"Kamu aneh Ras, dulu kita bertemu saat masih kecil masa kamu sudah memiliki perasaan suka padaku saat umurmu baru aja 8 tahun," kata Kania tak percaya.


"Itu kenyataannya, aku menyukaimu dari dulu, hal itu juga yang membuat aku tidak pernah mendekati wanita atau pun mau didekati oleh wanita lain," kata Ras sambil melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kania dan menatap Kania dengan tatapan memuja.


"Kenapa kamu bisa dengan mudahnya menyukaiku?" tanya Kania yang juga melingkarkan tangannya di leher Ras.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga bingung kenapa aku bisa menyukaimu, padahal 'kan kamu jutek, galak, cuek, gak peka gak ada manis-manisnya," kata Ras membuat Kania kesal dan langsung melepaskan dirinya dari Ras.


"Makan tuh gula, biar manis," kata Kania ketus tidak lupa juga jurus andalannya saat sedang kesal yaitu mencubit Ras.


"Aww,, maaf, maaf aku hanya bercanda tadi," kata Ras terkekeh. tapi, Kania tidak menghiraukannya dan langsung pergi dari sana dengan memasang wajah masamnya.


"Waduh, marah beneran padahal aku hanya bercanda tadi," gumam Ras menepuk keningnya.


Karena tidak mau membuat istri galaknya semakin ngamuk dia pun langsung mengejar Kania untuk membujuknya.


"Sayang, maaf tadi aku hanya bercanda," kata Ras sambil berjalan mengiringi langkah Kania yang berjalan dengan cepat dan memasang wajah masamnya.


"Sayang jangan cepat-cepat jalannya nanti kamu sama anak kita capek loh," kata Ras berusaha mengembalikan mood Kania agar kembali baik.


Kania masih tidak bicara, dia memasuki kamarnya dan langsung menutupnya tanpa membiarkan Ras masuk, Ras semakin kalang kabut dengan hal itu.


"Sayang, jangan marah dong, aku benar-benar hanya bercanda tadi, aku menyukaimu dari dulu karena kamu adalah wanita yang terbaik dan tidak ada duanya, aku mencintaimu istriku sayang, buka pintunya ya," bujuk Ras dengan suara yang lumayan keras hingga para pelayan yang sedang berada di rumah itu dapat mendengar perkataan Ras itu.


"Kenapa lagi Tuan muda dan Non Kania," kata salah satu pelayan.


"Mungkin Tuan muda bikin Non Kania ngambek lagi," kata pelayan yang lainya sambil terkekeh geli.


Ras masih berusaha membujuk Kania tapi Kania masih tidak mau membukakan pintu kamarnya.


"Jangan sampai Kania gak bukain pintunya sampai nanti malam, masa aku harus tidur di kamar tamu," kata Ras bergidik membayangkan dia harus tidur terpisah dengan Kania.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Maaf ya kalau ceritanya gaje akunya lagi bleng ini teh jadi tulisannya acak-acakan gini maaf banget😔

__ADS_1


__ADS_2