Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Apakah ini rindu.


__ADS_3

Happy Reading....


...POV Kania....


Hari ini adalah hari ke lima kepergian Ras ke New York dan sudah dua hari ini dia tidak menghubungiku. entah karena benar-benar sibuk atau apa sampai dia tidak menghubungiku dua hari ini.


Dua hari ini aku merasa ada yang kurang. tapi, apa? apa saat ini aku sedang merindukannya?


"Tinggal telpon aja kali Kan, kalau kamu kangen sama Ras," kata Mama menatapku.


"Siapa yang kangen Ma, Kania lagi liat aja siapa tau ada pesan penting yang masuk dan Kania tidak mendengarnya," elakku pada Mama.


Dari tadi entah sudah keberapa kalinya aku melihat dan menyimpan kembali ponselku.


"Kamu tidak perlu ngelak, Mama tau saat ini kamu pasti lagi kangen sama suami kamu, sebaiknya kamu telpon aja dia," kata Mama lagi membuat aku jadi salah tingkah.


"Terserah Mama deh mau bilang apa juga, untuk apa Kania menelponnya," kataku yang sebenarnya bingung, apa yang harus aku bicarakan jika aku menelponnya duluan.


Gak mungkin 'kan aku bilang kalau aku menelponnya karena kepikiran padanya, dia juga pasti jadi besar kepala kalau aku menelponnya duluan.


Dari tadi sebenarnya pikiranku entah kemana, hingga untuk pertama kalinya aku mendapat teguran dari Papa karena tidak fokus saat meeting sedang berlangsung.


Papa akhirnya menyuruhku untuk pulang lebih awal dan istirahat sepertinya aku menjadi kurang fokus karena selama beberapa hari Papa di Bali aku benar-benar menghandel semua pekerjaan kantor.


Ya ... aku tidak fokus pasti karena kelelahan saja bukan karena merindukannya.


"Ma, menurut Mama, kapan dia pulang?" entah kenapa tiba-tiba saja aku mengatakan hal itu pada Mama.


"Siapa?" tanya Mama dengan alis terangkat, aku yakin Mama hanya pura-pura saja.


"Gak jadi."


"Mama 'kan sudah bilang kamu telpon saja dia daripada kamu gak tenang seperti itu," kata Mama, aku tidak terlalu menanggapinya malah memfokuskan diri pada layar televisi di depanku.


"Kamu jangan membohongi diri kamu sendiri Kan, Mama yakin saat ini pasti kamu sedang merindukannya," kata Mama lagi.


Iya 'kah aku merindukannya, apa yang aku rasakan saat ini adalah rindu?


Tanyaku pada diri sendiri, aku tidak tahu ini disebut apa. tapi, saat ini jujur saja aku merasa ada yang kosong.


Dua hari yang lalu dia beberapa kali nelpon atau video call dalam sehari. tapi, dua hari ini dia tidak ada kabar apapun mengirim pesan pun tidak.


"Kania mau istirahat dulu ya Ma, Kania agak lelah nih," Aku pamit ke Mama yang sedang duduk di sofa.


"Iya pergilah," sahut Mama.


Aku bangun dari sofa mengambil tas yang aku bawa saat bekerja tadi.


Saat memasuki kamar, aku langsung melemparkan tubuhku ke kasur yang empuk yang membuatku nyaman.


Daripada memikirkan hal yang entah apa, lebih baik aku tidur sambil nunggu sore.


Aku berusaha memejamkan mataku untuk tertidur hingga rasa kantuk pun datang.

__ADS_1


...****************...


Aku merasa baru saja memejamkan mataku saat mendengar Kai memanggil dan mengetuk pintu kamar.


Saat melihat jam yang ada di nakas, ternyata sudah jam empat sore itu artinya aku tidur selama dua jam.


Baru kali ini aku tidur siang sampai selama itu, biasanya juga paling lama satu jam.


"Iya Kai, Kakak udah bangun nih." Aku menjawab Kai dari kamar dengan setengah teriak.


Aku turun dari ranjang dan memasuki kamar mandi, aku membersihkan diri, setelah selesai, keluar dari kamar mandi dan mengenakan baju rumahan.


Setelah selesai berpakaian aku keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.


Karena merasa haus aku memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil air putih, terlihat Mama yang sedang memasak dibantu oleh koki.


"Kania bantuin ya Ma," kataku pada Mama.


"Tidak perlu, nanti kamu malah ngiris tangan kamu lagi dan Papa kamu nyalahin Mama lagi, eh sekarang bukan hanya Papa kamu suami kamu juga pasti bakal nyalahin Mama," kata Mama bernada sindiran.


"Kania pasti bakal hati-hati kok Ma."


"Nggak, kamu pergi sana, jangan ganggu Mama," usir Mama.


Aku akhirnya pergi sambil mengerucutkan bibirku menuju ke ruang keluarga.


"Kenapa Kak?" tanya Kai yang saat ini sedang berada di ruang tamu juga.


Seperti biasanya dia sedang main game online di ponselnya.


"Kenapa Mama?" tanya Kai menatapku.


"Ya ngeselin aja," jawabku mengangkat bahuku.


"Gimana sekolah kamu Kai?"


"Ya gitu aja," jawabnya santai.


"Kenapa gak belajar, malah main game terus."


"Nanti aja sebelum tidur belajarnya," jawabnya santai dan masih fokus pada ponselnya.


"Bentar lagi kamu akan ujian nasional jangan sampai nilai kamu jelek karena kalau sampai itu terjadi bisa-bisa game kamu disita lagi sama Papa." Aku memperingatinya.


"Tenang saja Kak, nilaiku tidak akan pernah anjlok," jawabnya dengan percaya diri.


Akhirnya aku pun diam dan mengalihkan perhatianku pada layar tv.


Ponselku berbunyi aku langsung mengambilnya dan menghela napas saat melihat si penelpon.


'Emang siapa sih yang aku harapkan menelponku sampai aku merasa kecewa saat Papa yang menelponku,' kataku dalam hati.


"Ya Pa,"

__ADS_1


'Kania kenapa Mama kamu tidak mengangkat telpon Papa?'


"Mama lagi di dapur, lagi masak ponselnya di kamar kayaknya,"


'Oh pantesan, katakan pada Mama kamu siap-siaplah, nanti malam harus ikut Papa menghadiri undangan makan malam dengan klien, saat Papa sudah pulang harus sudah siap.'


"Iya Kania bilang ke Mama sekarang." Setelah itu aku menutup sambungan telpon dengan Papa dan berjalan menuju ke dapur menemui Mama.


"Ma, kata Papa Mama harus siap-siap untuk menghadiri undangan makan malam dari klien Papa."


"Kenapa mendadak?"


"Gak tau, barusan Papa bilangnya gitu, satu lagi saat Papa sudah sampai di rumah Mama harus sudah siap."


"Ya udah Mama mulai siap-siap dari sekarang," kata Mama setelah itu melepaskan celemeknya dan meminta koki untuk melanjutkan masaknya, setelah itu Mama pergi ke kamarnya.


Aku kembali ke ruang keluarga lagi melanjutkan acara nontonku.


Malam pun tiba, aku mengajak Kai untuk ke meja makan untuk makan malam.


Malam ini kami makan malam berdua karena Mama dan Papa sudah pergi beberapa saat lalu untuk menghadiri undangan makan malam dari kliennya.


Setelah makan malam aku membantu para pelayan untuk membereskan meja makan setelah itu pergi ke kamarku karena sudah bosen menonton.


Aku duduk di ranjang dengan memangku bantal, aku memainkan ponselku dengan memutarnya.


Aku melihat jam sudah hampir jam sembilan itu artinya di New York baru jam sepuluh kurang karena perbedaan jam di sini dan di sana adalah sebelas jam.


Dua hari kebelakang jam segini dia selalu nyempatin video call disela kesibukannya. tapi, kenapa dua hari ini dia tidak menelponku.


Apa aku harus menelponnya? tapi kalau ternyata dia sedang sibuk gimana dan aku malah mengganggunya.


Karena capek dengan pikiran-pikiran yang semakin membuat aku pusing aku pun memutuskan untuk menyibukkan diri dengan pekerjaan agar tidak memikirkannya terus.


Tenggelam dalam pekerjaan hingga aku merasakan mataku terasa lelah karena terus melihat layar laptop.


Akhirnya aku menyimpan file-file yang sedang aku kerjakan dan mengembalikan laptopku ke menu utama dan mematikannya.


Aku menyimpan laptop di nakas dan mulai merebahkan tubuhku dan menaikan selimut, tidak lupa mengecas ponselku, setelah itu memejamkan mataku.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Maaf ya hari ini up nya telat, up nya juga cuma bisa satu bab saja, selamat malam dan selamat istirahat semuanya🥰


__ADS_2