Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Memamerkan Kemesraan.


__ADS_3

Happy Reading....


Mobil Ras terparkir di basement parkiran khusus di Hotelnya, dia turun dari mobil diikuti oleh Kania yang juga turun dari mobilnya.


"Ayo," ajak Ras sambil melingkarkan tangannya di pinggang ramping Kania.


Kania menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Ras. Dia memang menemani Ras ke Hotelnya untuk menjaga Ras dari gangguan hama pengganggu.


Kania memang sudah memutuskan untuk berhenti kerja di perusahaan papanya sejak beberapa waktu yang lalu, dia memutuskan untuk berhenti kerja karena ingin selalu berada di dekat suaminya agar suaminya tidak didekati oleh hama yang akan menghancurkan bahtera rumah tangganya.


Semua pegawai Ras yang sudah termakan oleh omongan Ayu menatap tak suka pada Rats dan Kania apalagi pada Ras yang mereka anggap tidak punya hati karena bisa-bisanya Ras bermesraan di depan umum sementara Ras mengacuhkan wanita yang saat ini sedang hamil anaknya.


Kania yang peka, tau jika para pegawai Ras sedang menatap tak suka pada dia dan Ras meskipun bibir mereka melengkung membentuk sebuah senyuman. tapi, Kania yakin saat ini hati mereka sedang mencibir dirinya dan Ras.


Kania tidak mau ambil pusing dengan penilaian mereka saat ini, dia justru dengan sengaja semakin memamerkan kemesraannya pada Ras, dia sengaja berjalan dengan semakin menempelkan dirinya pada Ras dan mengenderkan kepalanya di lengan Ras.


Melihat Kania bergelayut manja seperti itu, Ras hanya tersenyum dan mengusap ujung kepala Kania dengan salah satu tangannya tanpa menghentikan langkah mereka untuk menuju ke lift.


"Apa kamu gak liat tatapan mencibir dari para pegawaimu itu, kenapa kamu diam saja," kata Kania berdecak kesal saat mereka sudah masuk ke dalam lift.


"Terus aku harus ngapain Queen?" tanya Ras mengacak rambut Kania dengan gemas.


"Ish, jangan diberantakin King, kamu seharusnya tegur mereka untuk jaga sikap," kata Kania masih kesal.


"Mereka masih bersikap wajar dan berusaha terlihat sopan saat berhadapan denganku, jadi aku tidak memiliki alasan untuk menegur mereka yang penting mereka bekerja dengan benar," jelas Ras membuat Kania memutar matanya jengah.


Akhirnya mereka tidak berbicara lagi sampai lift berhenti di lantai paling atas lantai khusus untuk Ras dan keluarga atau orang penting saja yang bisa ke lantai itu, Mereka keluar dari lift dan melanjutkan langkahnya menuju ke ruangan Ras.


Saat sampai di dekat ruangan tempat ayu kerja, ruangan yang berada tidak jauh dari ruangan Ras, Kania berjalan dengan santai tanpa menengok pada Ayu yang terlihat sedang melihat ke arahnya dan Ras.


Ruangan Ayu di desain dengan dinding kaca seluruhnya jadi, aktivitas Ayu dapat terlihat jelas dari balik dinding itu.


Ayu yang melihat Kania datang ke sana bersama Ras, merasa dongkol karena dia mengira saat ini Kania dan Ras masih ribut, sehingga dia sudah menyusun berbagai rencana untuk mendekati Ras dikala Kania belum kembali. tapi, sekarang dia melihat Kania dan Ras sudah kembali baikan dan terlihat semakin mesra membuatnya kesal karena rencana yang sudah dia susun untuk mendapatkan Ras harus dia telan kembali.


"Dasar pengganggu!" desis Ayu karena kesal.


Mata Ayu terus bergerak seiring dengan langkah Kania dan Ras yang sudah menghilang di balik pintu ruangan Ras.


Ayu kembali duduk di kursi kerjanya, berusaha bekerja dengan sebaik mungkin agar Ras tidak punya alasan untuk mengeluarkannya dari pekerjaannya sampai dia berhasil mendapatkan Ras menjadi miliknya.

__ADS_1


Membayangkan Ras menjadi miliknya membuat jantungnya berdetak kencang dan seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik di hatinya. Apalagi ketika dia mengingat tubuh Ras yang polos secara langsung saat Ras tidak sadarkan diri karena mabuk membuat pikirannya semakin menggila.


Tubuh Ras yang sangat gagah dari atas sampai bawah membuat dia ingin selalu memeluk tubuh itu seperti beberapa waktu yang lalu yang dilakukannya saat Ras dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Ayu memang sudah memiliki perasaan terhadap Ras dari pertama kali dia bekerja di sini dari setahun yang lalu, dia sering memperhatikan Ras dari jauh, awalnya dia mengira jika Ras belum menikah hingga dia berencana untuk mendekati Ras. tapi, sayang harapannya pupus saat tahu Ras sudah memiliki istri dan terlihat sangat mencintai istrinya.


Melihat Ras memperlakukan Kania dengan begitu baik dan penuh perhatian membuatnya iri, dia semakin ingin memiliki Ras dia selalu berusaha terlihat perfect di depan Ras tapi ternyata semua itu tidak membuat Ras meliriknya.


Dunia Ras seolah hanya terpusat pada Kania hingga dia sama sekali tidak memalingkan wajah padanya, itulah alasan kenapa dia nekat melakukan hal itu saat Ras mabuk.


Awalnya dia berharap bisa menghabiskan malam panjang nan indah saat itu. tapi, ternyata harapannya kembali musnah karena Ras langsung tidak sadarkan diri saat itu.


Lamunan Ayu buyar karena suara telpon di mejanya berbunyi, dia segera mengangkat telponnya dan memintanya untuk menyiapkan minuman untuknya dan Kania.


Ayu menutup telpon dengan kesal, Kania lagi, Kania lagi, kapan dia bisa menyingkirkan wanita itu dari kehidupan Ras, agar dia bisa memiliki Ras.


Karena tidak ingin membuat Ras marah, dia pun bangun dari kursinya dan berjalan menuju ke pantry yang tidak jauh dari ruangannya, dia membuatkan teh untuk Kania dan kopi untuk Ras.


Saat semuanya sudah selesai, dia menyimpan minuman itu di nampan dan membawanya ke ruangan Ras, dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk.


Saat memasuki ruangan itu, dia mencebikkan bibirnya dengan pelan melihat posisi duduk Kania yang membuat matanya sakit, bagaimana tidak saat ini Kania dengan santainya duduk di pangkuan Ras.


Ayu memutar matanya malas, padahal di ruangan ada satu set sofa kosong dan kursi di depan meja kerja Ras juga kosong, apa tidak bisa Kania duduk di tempat lain.


"Ini minumannya Tuan, Nona," kata Ayu dengan sopan.


Ras tidak menjawabnya dan Kania hanya menjawab dengan deheman kecil saja. tanpa melihat ke arahnya dan hanya fokus memainkan ponselnya.


Saat Ayu akan pamit pergi dari ruangan itu, Kania membuka suaranya dan membuat Ayu mengurungkan niatnya untuk pergi.


"Oh iya, berapa bulan usia kandunganmu?" tanya Kania basa-basi.


"Baru empat minggu Nona," kata Ayu menatap Kania.


"Oh masih rentan ya, sebaiknya kamu jaga diri dengan baik karena usia segitu rawan akan terjadinya keguguran," kata Kania santai sambil dan mengambil cangkir tehnya.


Sementara Ras tidak bereaksi sama sekali, dia hanya fokus pada pekerjaannya dan membiarkan Kania berbicara dengan Ayu.


"Awww," ringis Kania secara tiba-tiba dan membuat Ras langsung menghentikan pekerjaannya dan melihat Kania.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Ras khawatir.


"Aku tidak tau kalau tehnya ternyata masih sangat panas, bibirku terasa terbakar," kata Kania dengan terdengar sedikit ringisan di bibirnya dia menyimpan kembali tehnya di meja.


"Mana aku lihat," kata Ras mengangkat dagu Kania dan memperhatikan bibir Kania.


Dia meniup bibir Kania dengan perlahan dan tiba-tiba saja mendaratkan sebuah kecupan di bibirnya itu.


"Sudah mendingan, hati-hatilah kalau sampai bibir kamu melepuh gimana?" omel Ras malah membuat Kania gemas dan langsung mengencup bibir Ras juga.


"Aku baik-baik saja, hanya sedikit panas tidak membuat bibirku melepuh, kamu masih bisa memainkannya sesuka hatimu," kata Kania dengan mengedipkan sebelah matanya menggoda Ras.


"Jangan menggodaku di pagi hari gini Queen atau kamu akan menyesal," kata Ras menjawail hidung mancung Kania.


"Aku tidak akan menyesal King," kata Kania sambil terkekeh.


"Dasar nakal," kata Ras mencium singkat pipi Kania.


Mereka terus bermesraan tidak memperdulikan ada orang yang saat ini sedang menatap interaksi mereka dengan perasaan kesal dan tidak terima.


"Maaf mengganggu Tuan, Nona, kalau tidak ada hal lain lagi saya pamit ke ruangan saya lagi," pamit Ayu yang merasa muak melihat interaksi Ras dan Kania.


"Kamu pergilah dan ingat saat nanti membuatkan teh lagi untuk istriku harus ditambahkan air dingin, agar istriku tidak seperti barusan," kata Ras menatap Ayu dengan tajam.


"Baik Tuan, maaf atas keteledoran saya," kata Ayu menundukkan kepalanya menyembunyikan wajah kesalnya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Maaf ya kemarin gak up semoga kalian gak ngambek dan masih mau baca kisah Kania dan Ras terus sampai endingšŸ¤—


__ADS_2