Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Masalah.


__ADS_3

Happy Reading....


Kean mendapatkan masalah di salah satu Villanya, semalam dia mendapatkan kabar dari anak buahnya jika salah satu villanya yang berada di Bali terbakar semalam dan ada korban terluka karena di villa itu sedang ada yang menyewa.


"Kamu yakin mau berangkat sekarang ini masih pagi banget," kata Kiran pada Kean yang sudah siap untuk berangkat.


"Aku harus segera ke sana untuk melihat korban dan mengurus masalah lainnya di sana kalau ditunda-tunda takutnya masalahnya semakin runyam," jawab Kean.


"Baiklah, kamu hati-hati ya kalau masalah di sana sudah selesai kamu harus langsung pulang, entah kenapa perasaanku tidak enak dari kemarin," kata Kiran.


"Kamu tenang saja, semuanya pasti baik-baik saja," kata Kean memeluk Kiran untuk menenangkannya.


"Kamu ingat ya jangan pergi sendiri, kamu harus pergi bersama pengawal kalau tidak ada hal yang penting sebaiknya jangan berpergian," kata Kean dijawab anggukkan oleh Kiran.


"Aku gak tau akan berapa hari di sana karena aku tidak akan pulang sebelum masalah di sana selesai, kamu jaga diri baik-baik ya di sini," kata Kean.


"Iya kamu juga jaga diri selama di sana," kata Kiran.


Setelah itu mereka keluar dari kamar mereka, Kean berangkat bersama Nikko karena dia pasti akan membutuhkan Nikko di sana. Saat diperjalanan menuju ke Bandara Kean menelpon Ras.


Kean menceritakan masalahnya pada Ras dan meminta Ras untuk mengijinkan Kania mengurus urusan kantor saat dia sedang di Bali.


'Baiklah Pa, nanti Ras akan bicara dengan Kania.'


"Ya udah kalau gitu Papa tutup telponnya."


'Iya Pa, semoga masalahnya cepat selesai.'


"Iya." Kean menutup panggilannya.


Sementara di sisi lain Kania yang baru keluar dari kamar mandi pun, langsung bertanya pada Ras karena dia mendengar pembicaraan Ras dengan Papanya.


"Ada masalah apa Ras, tumben Papa sampai nelpon di jam segini?" tanya Kania.


"Salah satu Villa Papa yang di Bali kebakaran semalam dan sekarang Papa sedang menuju ke sana untuk mengurusnya, Papa menelpon karena ingin kamu menghandle kantor selama Papa dan Pak Nikko di sana," jelas Ras.


"Kenapa Villa Papa bisa sampai kebakaran seperti itu," kata Kania heran.


"Entahlah, Papa juga belum tau penyebab pastinya," kata Ras.


"Baiklah aku akan ke kantor, kamu juga segeralah mandi sudah siang," kata Kania yang langsung dituruti oleh Ras.


Kania pun masuk ke ruang ganti untuk bersiap ke kantor, tak lupa dia juga menyiapkan baju kerja Ras.


Kania dan Ras berangkat bersama, Ras mengantarkan Kania terlebih dulu sebelum dia ke Hotelnya, selama di perjalan Ras dan Kania sama-sama tidak bersuara hingga mobil itu telah sampai.

__ADS_1


"Kamu jangan lupa makan siang ya, aku kayaknya gak bisa temani kamu makan siang pekerjaanku sedang banyak," kata Ras saat menghentikan mobilnya di depan kantor Kean.


"Iya, kamu juga jangan sampai telat makan siang. sesibuk apapun harus menyempatkan untuk makan siang," kata Kania.


"Iya, nanti pulangnya aku jemput jangan pulang sendiri," kata Ras lalu mendaratkan sebuah kecupan di kening Kania.


Kania turun dari mobil dan langsung memasuki kantornya, Ras langsung menjalankan kembali mobilnya pergi dari sana setelah memastikan Kania masuk.


Sementara itu di sisi lain, tidak jauh dari kantor Kean ada sebuah mobil yang sedang mengintai pergerakan Kania dan Ras itu.


"Sesuai dugaan Tuan, sekarang anak perempuannya lah yang mengurus masalah kantor," orang itu berbicara melalui telpon dengan pandangan lurus ke arah kantor Kean.


'Bagaimana penjagaannya?' tanya atasannya dari sebrang telpon.


"Masih ketat Tuan, sepertinya mereka belum lengah."


'Kamu pergilah dari sana, jalankan rencana selanjutnya.'


Setelah itu sambungan telponnya terputus, pria yang baru saja berbicara melalui telpon dengan anak buahnya sedang duduk di sofa dengan menyilangkan kakinya.


"Sepertinya tidak akan lama lagi kita akan bertemu," gumamnya dengan bibir menyeringai membayangkan Kania.


Entah apa lagi rencananya setelah berhasil membuat salah satu Villa Kean terbakar, rencananya belumlah selesai. tapi, ini barulah permulaannya.


"Tuan Cornelius," panggil seorang wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sangat seksi.


"Terima kasih, jika Anda membutuhkan aku lagi tinggal panggil saja Tuan," kata wanita tersenyum menggoda lalu mengambil uang itu.


Pria itu hanya berdehem dan mengayunkan tangannya mengusir wanita itu untuk segera pergi, wanita itu pun langsung pergi karena dia sudah mendapatkan uangnya.


Saat ini pria itu sedang berada di sebuah Hotel, semalam dia menghabiskan malam dengan wanita bayarannya, terlahir dan besar di luar negeri membuatnya sudah biasa dengan hidup bebas seperti itu. bahkan hal itu sudah menjadi kebutuhannya.


Dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan kembali mengatur bawahannya untuk mengecoh keluarga Kean dan Ras lagi.


Sementara itu Kania sedang mengerjakan pekerjaannya, tiba-tiba saja sekertaris Kean memasuki ruangannya dengan wajah yang terlihat panik.


"Nona maaf mengganggu, ada berita buruk," kata Sekertaris Kean.


"Ada apa?" tanya Kania pada sekertaris papanya yang bernama Dian itu.


"Beberapa klien kita tiba-tiba saja berniat memutuskan kerja sama dengan kita," kata Dian memperlihatkan tabnya pada Kania dimana ada laporan jika beberapa klien perusahaan mereka berencana menghentikan kerja sama dengan perusahaannya.


"Bagaimana bisa seperti ini, kenapa mendadak," kata Kania heran.


"Saya juga tidak mengerti Nona, Saya sudah mengirimkan tentang masalah ini pada Pak Nikko untuk meminta pendapatnya, mengatasi masalah ini," jelas Dian.

__ADS_1


"Baiklah nanti kita bahas lagi setelah Papa memberikan perintahnya, sekarang kita kerjakan apa yang bisa kita kerjakan saja," kata Kania.


"Baiklah Nona kalau begitu saya permisi dulu Nona." Dian pergi dari sana kembali ke tempatnya.


Setelah Dian pergi Kania melepaskan kacamatanya dan menyandarkan tubuhnya di kursi, dia mengurut keningnya secara perlahan.


"Kenapa tiba-tiba seperti ini, kemaren semuanya masih baik-baik saja," gumam Kania heran, entah ini sebuah kebetulan atau apa? dua masalah terjadi dalam satu waktu itu terasa aneh menurutnya. tapi, dia berharap ini hanyalah sebuah kebetulan semata dan segara terselesaikan dengan baik.


Kania memakai kembali kacamatanya dan kembali mengerjakan apa yang bisa dikerjakannya untuk membantu Papanya mengatasi masalah perusahaannya.


Saat sedang serius, ponselnya berbunyi ada pesan yang masuk ke ponselnya itu, dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengiriminya pesan.


Selamat pagi, Nona. Isi pesan dari nomor yang tidak dikenal. Kania mengabaikannya karena menurutnya tidak penting.


Kania bekerja dengan serius hingga dia hampir melupakan makan siangnya jika saja Dian tidak membawakan makan siang untuknya.


"Siapa yang pesan makanan ini?" tanya Kania heran.


"Tidak tau Nona barusan dikirim oleh kurir," kata Dian.


"Mungkin Ras yang pesan, makasih ya Mbak," kata Kania mengambil makanan itu.


"Iya sama-sama Nona, saya permisi dulu Nona."


"Iya Mbak."


Kania membuka bungkusan makanan itu, ada secarik kertas yang di atas kotak makanan itu, Kania mengambil dan membacanya.


Selamat makan siang Cantik, Semoga suka dengan makanannya. Isi tulisan di kertas itu.


"Tau aja papa kamu kalau Mama hampir lupa makan siang karena sibuk," gumam Kania tersenyum sambil mengusap perutnya yang masih rata karena usia kandungannya baru saja jalan tiga bulan.


Karena tidak mau membuang waktu lama dia pun langsung memakan makanannya dengan lahap, melupakan sejenak masalah pekerjaannya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2