
Happy Reading....
Saat sudah waktunya untuk makan siang, Ras menjemput Kania untuk pergi makan siang bersama ke sebuah Restoran.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di pelataran Restoran tempat mereka akan makan siang, Ras memarkirkan mobilnya dan seperti biasa dia turun lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Kania.
"Silahkan turun My Queen," katanya sambil membungkukkan badannya dan mengulurkan tangannya.
"Makasih My King," jawab Kania tersenyum manis dan menerima uluran tangan Ras sambil turun dari mobilnya.
Mereka berjalan dengan saling merangkul dan berbincang dengan hangat sehingga membuat siapa saja yang melihat mereka akan merasa jika mereka adalah pasangan yang sangat bahagia dan harmonis.
Mereka duduk disalah satu meja yang kosong dan mulai memesan makanannya, setelah pelayan pergi Ras melihat Kania yang tiba-tiba diam dengan pandangan lurus ke arah lain.
Ras melihat ke arah pandangan Kania, dia melihat sepasang suami istri muda yang sedang tertawa karena melihat tingkah laku anak mereka yang diperkirakan belum berusia satu tahun.
Kania melihat anak perempuan yang memiliki badan lumayan gendut itu sedang tertawa, bermain dengan orang tuanya hingga suara tawanya dapat terdengar ke mejanya dan Ras yang posisinya tidak terlalu jauh.
Ras menggenggam tangan Kania dengan erat hingga Kania mengalihkan perhatiannya padanya dan tersenyum.
"Anak itu sangat menggemaskan," kata Kania menggenggam balik tangan Ras.
"Ya dia memang anak yang menggemaskan. tapi, kita lihat saja nanti saat kita punya anak, pasti anak kita akan lebih menggemaskan dari anak itu," kata Ras menghibur Kania.
Mendengar perkataan Ras, Kania tersenyum dan menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Ras itu.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pelayan menghidangkan makanan mereka dan mereka pun langsung memakan makanannya itu.
"Gimana tadi kerjaannya?" tanya Ras disela-sela makan mereka.
"Semuanya baik-baik saja, tidak terlalu banyak pekerjaan juga," jawab Kania.
"Syukurlah kalau gitu."
Saat mereka sedang menikmati makan siang mereka, kebetulan Iden datang ke Restoran yang sama untuk makan siang bersama dengan Bella, Iden yang menyadari keberadaan Ras dan Kania di sana langsung menghampiri meja mereka.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini," kata Iden membuat Ras dan Kania langsung mengalihkan perhatiannya padanya.
"Kak Iden mau makan siang juga," kata Kania tersenyum pada Iden.
"Iya aku mau makan siang di sini bolehkah kita gabung bareng kalian di sini?" tanya Iden.
"Boleh dong Kak, ayo duduklah," kata Kania mempersilakan Iden untuk bergabung di meja yang sama.
Iden dan Kania tidak menyadari yang terjadi antara reaksi Bella dan Ras saat itu.
Ras menatap Bella dengan tatapan tajam dan tatapan waspada sedangkan Bella menatap Ras dengan tatapan takut dan tidak tenang.
"Oh iya kenalkan, ini Bella dan Bel ini adalah adik dan adik iparku." Iden memperkenalkan Bella pada Ras dan Kania.
"Bella." Bella mengulurkan tangannya pada Kania dengan berusaha memasang wajah yang biasa saja agar tidak terlihat canggung.
__ADS_1
"Kania, adik iparnya Kak Iden," jawab Kania menerima uluran tangan Bella sambil tersenyum juga.
"Dan ini adikku," kata Iden pada Bella dengan menunjuk Ras.
"Bella," kata Bella dengan ragu mengulurkan tangannya pada Ras.
"Aku Ras," jawab Ras singkat tanpa menjabat tangan Bella.
Melihat sikap acuh Ras membuat Kania merasa tak enak hati pada Bella.
"Maafin sikap Ras ya Kak, dia memang orang yang nyebelin," kata Kania mencebikkan bibirnya dan tersenyum pada Bella.
"Gak pa-pa kok," jawab Bella menarik tangannya dan tersenyum canggung pada Kania.
"Ya udah, ayo kalian duduklah," kata Kania karena Iden dan Bella belum mendudukkan dirinya.
"Apa hubungan kalian?" tanya Ras tanpa basa-basi saat Iden dan Bella sudah duduk.
Ras menatap Iden dan Bella dengan tatapan menyelidik, Kania menendang ringan kaki Ras yang berada di bawah meja dan saat Ras melihat ke arahnya dia memelototi Ras karena menurutnya Ras terlalu ikut campur pada hubungan Iden.
"Apa?" tanya Ras yang tidak mengerti kode Kania.
"Tidak ada apa-apa," jawab Kania mendengkus.
Ras kembali menatap Iden lagi, menunggu jawaban dari pertanyaannya tadi, sedangkan Iden hanya tersenyum dan menatap Bella.
"Kita pacaran dan mungkin tidak akan lama lagi, kita akan melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi, iya 'kan?" jawab Iden santai sambil menatap Bella yang masih canggung dengan keadaannya.
"Sudah berapa lama kalian kenal?" tanya Ras lagi.
"Lumayan lama, kita kenal dari saat aku kecelakaan dulu, dia adalah orang yang hampir aku tabrak," jawab Iden.
"Sudah lama ternyata, aku merasa familiar dengannya," kata Ras menatap Bella dengan terkekeh. tapi, perkataannya itu membuat Bella menegang.
"Oh ya, apa kalian pernah bertemu sebelumnya?" tanya Iden pada Ras dan Bella.
Bella tidak menjawab pertanyaan Iden sedangkan Ras terus menatap Bella yang berusaha menghindari tatapan Ras padanya.
"Mungkin itu hanya perasaanku saja Kak, kita mana mungkin pernah bertemu sebelumnya," jawab Ras santai.
Kania memotong pembicaraan Ras dan Iden dengan meminta Ras untuk melanjutkan makannya.
"Kita makan duluan ya Kak, makanannya keburu dingin," kata Kania pada Iden.
"Ya kalian makanlah duluan kita menunggu pesanan kita dulu," jawab Iden.
Bella merasa semakin tidak nyaman berada di sana, dia memikirkan tentang hubungan Ras dan Iden, kenapa dunia terasa sempit, kenapa dia bisa berhubungan dengan orang yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga Ras.
Ras memperhatikan raut wajah Bella dia tau Bella merasa tidak nyaman dengan pertemuan itu, hal itu membuatnya semakin ingin tahu apa alasan Bella menjebak Ray dulu.
'Apa dia melakukan itu karena dia sudah menyukai Kak Iden?' gumam Ras dalam hatinya tanpa menghentikan makannya.
__ADS_1
'Kak Iden sepertinya sangat bahagia sekarang? apa aku harus memberitahukan pada Kak Iden tentang Bella yang menjebak Ray,' gumamnya lagi dalam hatinya sambil melirik Iden.
"Kak Bella kerja apa?" tanya Kania mencairkan suasana saat makanannya sudah habis.
"Aku Dokter disalah satu rumah sakit di kota ini," jawab Bella tersenyum ramah pada Kania.
"Oh Kak Bella Dokter ya," kata Kania, di jawab anggukan oleh Bella.
"Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian itu?" tanya Ras membuat ketiga orang itu melihat ke arahnya.
"Aku nunggu Bella siap, kapan pun dia siap aku akan langsung mengenalkannya pada keluarga kita," jawab Iden.
"Aku harap Kakak akan bahagia," kata Ras serius.
Tatapan Ras ke Bella masih belum berubah dia menatap Bella dengan dingin, Kania yang dari tadi melihat rekasi Ras itu menggenggam tangan Ras yang ada di bawah meja dia menatap Ras dengan penuh tanda tanya.
Ras mengusap punggung tangan Kania untuk menenangkan Kania.
"Aku mau ke toilet dulu ya," pamit Bella berdiri dari kursinya.
"Baiklah jangan lama-lama makanannya sebentar lagi datang," kata Iden.
"Iya," jawab Bella menganggukkan kepalanya dan mulai melangkahkan kakinya pergi dari sana.
Tidak lama setelah kepergian Bella, Ras bangun dari kursinya. Dia tidak bisa tenang dia sudah menunggu saat ini lumayan.
Dia ingin berbicara secara langsung dengan Bella tentang maksud Bella menjebak Ray, seandainya Bella melakukan hal itu karena dia sudah menyukai Iden mungkin dia tidak akan mempermasalahkan tentang ini lagi. tapi, jika dia tau Bella juga memanfaatkan Iden untuk kepentingan lainnya, dia akan memastikan akan memberi perhitungan pada Bella.
"Mau kemana?" tanya Kania.
"Mau ke toilet, kamu tunggu sebentar ya setelah aku dari toilet kita pulang," kata Ras.
"Baiklah jangan lama-lama ya," kata Kania.
Ras menganggukkan kepalanya, dia berjalan menuju toilet dan mengirimkan pesan pada Kania jika dia ingin berbicara dengan Bella dan akan menceritakan semuanya padanya nanti saat di perjalanan.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1