Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Kemarahan Ray.


__ADS_3

Happy Reading....


Ray mengendarai mobilnya dengan lumayan kencang dia ingin segera sampai di rumah saudara kembarnya itu.


Rahangnya mengeras, sorot matanya terlihat tajam menatap jalanan di depannya, tangannya memegang setir dengan kuat sehingga urat-urat di tangannya tampak menonjol.


Dadanya bergemuruh dan terasa panas karena api amarah saat ini sedang memenuhi hatinya.


Bagaimana dia tidak merasa marah saat ini, baru saja dia melihat video yang menjadi bukti jika dia sama sekali tidak bersalah, video tentang kejadian beberapa bulan yang lalu.


Video yang menunjukkan ada seorang wanita yang memasukkan sesuatu ke minumannya dan minuman Tisha, dia juga melihat wanita itu mengetuk pintu kamarnya dan saat dia pingsan wanita itu memanggil beberapa orang pria untuk membawanya yang saat itu sedang tidak sadarkan diri di pintu kamarnya.


Setelah beberapa saat kemudian pria-pria itu keluar dari kamarnya dan pergi meninggalkan wanita itu dan tidak lama kemudian pria-pria itu membawa Tisha yang juga tidak sadarkan diri memasuki kamarnya diikuti wanita itu.


Tak berselang lama pria-pria itu keluar dan di susul wanita itu beberapa menit kemudian.


Di video lain lebih tepatnya di hari yang sama saat dia kepergok tidur dengan Tisha, dia melihat wanita yang sama memasuki ruangan kerja Ras sehingga dia berpikiran jika Ras yang melakukan semua itu.


Dia juga yakin tidak akan ada orang lain yang bisa melakukan semua itu dengan mudah jika bukan orang dalam sebagai pendukungnya.


"Aku tidak menyangka kamu tega melakukan ini padaku, Ras," geramnya dengan tatapan yang masih tajam, lebih tajam dari silet.


Waktu sudah mulai gelap itu artinya sebentar lagi makan malam akan segera dilaksanakan, tiba-tiba saja jalanan menjadi macet karena waktunya pulang kerja dan Ray mengumpat akan hal itu dia sudah tidak sabar untuk memberikan pelajaran pada Ras.


Sementara di sisi lain, Kania yang tadi tertidur membuka matanya, dia melihat ke jendela sudah terlihat gelap dia pun memutuskan untuk bangun dan langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi.


Dia yakin keluarganya sudah menunggunya untuk makan malam dan dia merasa badannya tidak nyaman, jadi dia memutuskan untuk mandi terlebih dahulu.


"Ras kamu sebaiknya bangunin Kania dulu sana, sekarang sudah waktunya untuk makan malam, Ray juga sebentar lagi sampai kayaknya," kata Adelia pada Ras yang sedang mengobrol dengan yang lainnya.


"Baiklah Mom, Ras ke atas dulu," kata Ras bangun dari sofa.


Ras mulai berjalan keluar dari ruang keluarga, saat sudah dekat dengan tangga, tiba-tiba saja sebuah bogeman mentah dari arah samping menghantam wajahnya hingga membuat dia ambruk di lantai tepat di dekat tangga.


Dia yang belum siap dengan apa yang terjadi, ditambah hantaman itu begitu kuat hingga dengan sekali hantaman tubuhnya langsung ambruk ke lantai.


"Ray, apa yang kamu lakukan kenapa kamu memukulku seperti ini?" tanyanya bingung sambil mengusap ujung bibirnya yang terasa nyeri disertai rasa asin.


Ras bangun dan menghadap ke arah saudara kembarnya itu, rahangnya terlihat mengeras dan juga merah, matanya juga menatapnya dengan tatapan tajam.


"Kenapa, kamu bilang! apa kamu benar-benar tidak merasa punya dosa sedikitpun Ras! DASAR KURANG AJAR!" Ray menekankan kalimat terakhirnya dan langsung melayangkan lagi pukulan di wajah Ras.


"Kenapa kamu menjebakku dengan Tisha? Kenapa Hah!" kata Ray dengan suara yang cukup keras hingga membuat semua orang yang berada di ruang keluarga langsung berhamburan ke sana karena mendengar keributan.

__ADS_1


Dia terus memukuli Ras dengan membabi buta tidak membiarkan Ras memiliki kesempatan untuk melawan.


"RAY! apa yang kamu lakukan!" kata Vano saat melihat Ray sedang memukul Ras yang berada dibawahnya.


Ray seolah tuli, meskipun semua orang sedang memintanya untuk menghentikan aksinya itu.


Ras mendorong tubuh Ray yang menahannya, hingga Ray terpental ke lantai, tatapannya masih tajam menatap Ras.


"Ray, aku akan jelaskan semuanya!"


"APA! apa yang mau kamu jelaskan hah!" Ray berdiri dan melihat satu persatu orang yang ada di sana.


Saat dia ingin kembali menyerang Ras yang mulai bangun Vano segera menahannya.


"Lepaskan Dad! biarkan aku memberikannya pelajaran, dia yang sudah menjebakku dan Tisha, dia yang sudah menghancurkan hatiku, dia sudah menyakiti banyak orang dia adalah dalang dari segala kekacauan yang terjadi, DIA!" Teriak Ray meronta berusaha melepaskan dirinya dari Vano yang menahannya.


Semua orang yang ada di sana mematung dan menatap Ras tak percaya. begitu pun dengan orang yang saat ini sedang berdiri di anak tangga terakhir.


Dia melihat suaminya dengan tatapan tak percaya, dia meyakinkan dirinya jika saat ini dia hanya salah mendengar.


"Apa maksud kamu?" tanya Vano menatap Ray dengan serius.


"Iya Dad, dia orang yang membuat pernikahanku dan Kania batal, dia orang yang membuatku harus menikah dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai, dia orang yang membuat aku harus menerima pernikahan ini meskipun aku tidak melakukan kesalahan sedikit pun," katanya dengan menunjuk Ras.


Vano melayangkan tatapannya penuh tanya pada Ras yang saat ini tidak mengatakan apapun.


"Apa benar yang Ray katakan barusan Ras?" tanya Vano melayangkan tatapan tajam pada Ras.


"Maafkan Ras." Hanya itu kata yang keluar dari mulut Ras.


Dia menundukkan kepalanya tidak berani melihat semua orang yang ada di sana, saat ini dia belum menyadari jika Kania sudah berada di belakangnya dengan tatapan nanar.


"Kalian dengar itu, dia sudah mengakuinya," kata Ray yang masih tersisa api amarah dalam dirinya hingga dia mendekati Ras lagi dengan langkah cepat.


Dia bersiap akan menghantam Ras dengan kepalan tangannya lagi. tapi, kali ini dia tahan oleh Kania.


"Berhenti!" kata Kania


"Jangan halangi aku lagi, aku ingin memberikannya pelajaran!" teriak Ray sambil mendorong Kania yang saat itu menahan tangannya yang akan dilayangkan ke Ras.


Kondisi Kania yang saat ini sedang tidak benar-benar fit membuatnya limbung dan pingsan, mendapatkan dorongan dari Ray yang sedang diliputi oleh amarah itu.


"Kamu bisa melampiaskan kemarahanmu padaku. tapi, jangan ke Kania," kata Ras yang langsung melayangkan tinjuannya pada Ray karena marah melihat Ray mendorong Kania.

__ADS_1


"Sudah hentikan! sampai kapan kalian akan ribut seperti itu, kalian tidak lihat Kania pingsan," kata Alex yang membuka suaranya untuk melerai perdebatan antara Ray dan Ras.


Ras tidak bicara lagi, dia langsung menggendong tubuh Kania dan membawanya keluar dari rumah itu.


Tak lama setelah Ras pergi, Ray pun pergi mengikuti Ras,


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Ray dengan suara yang sudah lebih tenang pada Ras yang sudah masuk ke mobil.


"Dia pasti baik-baik saja, kamu jangan mengkhawatirkannya karena dia adalah istriku aku pasti akan menjaganya," kata Ras menutup pintu mobilnya dan meminta sopir untuk menjalankan mobilnya.


Ray mengepalkan tangannya dengan erat mendengar perkataan Ras barusan.


"Jika kamu tidak melakukan hal licik itu, posisi sebagai suami Kania saat ini harusnya aku," gumamnya menatap tajam mobil Ras yang semakin hilang di kegelapan malam.


Ray memasuki mobilnya, dia ingin pergi dari sana untuk menenangkan hatinya.


"Kamu mau kemana Ray?" tanya Adelia saat keluar dari rumah.


"Aku mau pulang," jawab Ray singkat sambil menghidupkan mobilnya.


"Ajak Tisha sekalian," kata Adelia pada Ray.


"Biar sopir saja yang mengantarkannya," jawab Ray langsung menjalankan mobilnya dia sama sekali tidak memperdulikan bagaimana perasaan Tisha yang dari tadi menahan kesedihannya.


"Mungkin Kak Ray, mau nenangin pikirannya dulu Mom, biar Tisha sama sopir aja pulangnya," kata Tisha berusaha tersenyum.


"Ya udah kamu pulang sama Zani ya, Mom sama Daddy mau melihat keadaan Kania dulu," kata Adelia dijawab anggukkan kepala oleh Tisha dan Zani.


"Sebaiknya kalian istirahatlah, ini sudah malam biar aku sama Adelia yang ke rumah sakit," kata Vano kepada keluarga yang lainnya, keluarganya menganggukkan kepalanya karena hari sudah malam jadi mereka memutuskan untuk tidak ikut ke rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2