Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Kekhawatiran Kania.


__ADS_3

Happy Reading....


Kania mengerjapkan matanya saat meraba tempat di sampingnya terasa kosong, biasanya ada suaminya yang memeluknya pantesan saja dia merasa karena tidak ada suaminya di sana.


"Ke mana Ras?" gumamnya sambil mencoba membuka matanya yang masih terasa berat.


Kania mendudukkan dirinya dan saat keasdarannya sudah terkumpul dia mendengar suara suaminya yang sedang muntah di dalam kamar mandi.


Kania menyingkirkan selimut yang berada di tubuhnya, dia kemudian menuju Ras yang terdengar sedang memuntahkan sesuatu seperti pagi-pagi sebelumnya.


"King kamu muntah lagi?" tanya Kania sambil mengusap pundak Ras.


"Iya Queen, aku merasa mual lagi," jawab Ras melihat wajah Kania dari cermin di depannya.


Tak lama kemudian Ras kembali menunduk dan memuntahkan isi perutnya lagi, melihat hal itu Kania semakin khawatir dengan keadaan Ras yang selalu seperti itu saat bangun tidur.


Ras selalu muntah dan merasa lemas. tapi, setelah beberapa saat kemudian Ras akan kembali baik-baik saja dan seolah tidak terjadi apa-apa padanya.


"Nanti siang kita periksa ya, gak ada penolakan pokoknya," kata Kania dengan tegas pertanda tidak mau dibantah lagi.


"Baiklah Queen, kita ke rumah sakit nanti. tapi, janji anterin ya," kata Ras.


"Iya pasti nanti aku anterin," kata Kania Ras menganggukkan kepalanya dan kembali muntah.


Beberapa saat kemudian dia selesai memuntahkan isi perutnya dan tubuhnya terasa lemas tak bertenaga dia hampir saja terjatuh jika Kania tidak segera menangkap tubuhnya.


"King kamu baik-baik saja?" tanya Kania khawatir.


"Aku baik-baik saja, hanya kakiku rasanya lemas sekali tidak bertenaga," jawab Ras lirih.


"Ya udah ayo kita ke kasur lagi," kata Kania memapah Ras.


Mereka berjalan dengan perlahan menuju ke kasur dan Kania mulai merebahkan tubuh Ras saat sudah sampai di kasur, Kania ikut merebahkan tubuhnya di kasur karena dia sudah tahu kebiasaan Ras disaat sudah muntah pasti dia mau tidur lagi bersamanya.


Sebenarnya akhir-akhir ini Kania juga merasa sedikit pusing dan sudah beberapa hari itu selalu terasa tapi dia tidak mengatakannya pada Ras karena takut Ras khawatir.


Toh pusing yang dirasakannya juga hanya sedikit dan tidak parah, tidak membuatnya harus istirahat dia masih bisa beraktivitas seperti biasanya.


Ras memeluk Kania dengan erat dan menyimpan mukanya di dada Kania, posisi yang paling membuatnya nyaman saat seperti itu.


Kania mengusap rambut Ras dengan lembut membuat Ras semakin nyaman dan makin mengeratkan pelukannya pada Kania

__ADS_1


"King nanti kita jangan ke Hotel dulu ya, kita istirahat saja di rumah, kayaknya kamu kecapean deh jadi bisa seperti ini," kata Kania tanpa menghentikan ucapannya di rambut Ras.


"Aku gak pa-pa Queen, seperti biasa beberapa menit pun pasti aku akan kembali seperti tidak ada apa-apa," kata Ras dengan suara tertahan karena membenamkan wajahnya di dada Kamia.


"Tapi aku khawatir kamu kenapa-kenapa, udah nurut aja ya, hari ini jangan ke Hotel dulu . Biar kita bisa ke rumah sakit lebih awal," kata Kania dengan tegas.


"Baiklah My Queen, aku akan nurut aja apa katamu," kata Ras pasrah.


Kania menganggukkan kepalanya dan kembali mengudap kepala Ras yang sempat terhenti beberapa saat.


Lama kelamaan napas Ras mulai terdengar teratur, itu tandanya Ras sudah kembali tidur. Sekarang Kania tidak ikut tertidur karena di tidak merasa ngantuk.


Dia melepaskan diri dari Ras secara perlahan agar tidak mengganggu tidur Ras, dia turun dari ranjang dan mulai berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena hari sudah mulai siang.


Beberapa saat kemudian Kania keluar lagi dari kamar mandi dengan wajah yang sudah lebih segar, dia langsung memasuki ruangan ganti dan mulai memakai baju dengan cepat.


Setelah selesai berpakaian, Kania menggulung rambutnya dan keluar dari kamar, dia berjalan menuruni tangga tujuannya adalah dapur, dia berencana akan membantu pelayan membuatkan makanan untuk dia Ras sarapan.


Kania hanya membantu yang ringan-ringan saja, seperti menyiapkan bumbu, memotong dan mencuci sayuran dia masih belum bisa memasak tapi dia sering liatin saat pelayan memasak.


Kania membantu pelayan di sana sambil sesekali bercerita, Kania tentu saja sudah akrab dengan para pekerja di rumahnya mau pun para pekerja di rumah Alex dan Delvin karena mereka sering bertemu.


Setelah memakan waktu hampir satu jam makanan untuk mereka sarapan pun sudah siap, dia membantu menata makanan itu di meja makan, dia berharap kali ini Ras mau memakan sarapannya.


Saat sampai di kamar sesuai dengan perkiraannya jika Ras masih tidur dengan lelap, Kania duduk di samping Ras dan mulai membangunkan Ras.


"King bangun, ini udah siang kamu harus sarapan," kata Kania menggoyangkan tubuh Ras dengan pelan.


"King bangun," kata Kania lagi karena Ras belum membuka matanya juga.


Kania akhirnya memencet hidung Ras agar Ras terbangun dan ternyata rencananya itu berhasil Ras langsung bangun karena kesulitan bernapas.


"Queen, kamu mau bunuh aku," kata Ras sambil melingkarkan tangannya di pinggang Kania.


"Habisnya susah banget dibangunin, ayo bangunlah kamu harus mandi dan kita sarapan," kata Kania menarik tangan Ras agar bangun.


"Aku mau sarapan kamu aja," kata Ras dengan tersenyum lebar.


"Gak mau, aku lapar aku mau sarapan sekarang," kata Kania langsung berdiri karena takut Ras malah macem-macem.


"Padahal aki kangen loh Queen," kata Ras membuat Kania memutar matanya malas.

__ADS_1


"Kita selalu bersama, bagaimana kamu bisa kangen terus."


"Emang itu kenyataannya Queen," jawab Ras cemberut.


"Sudah cepat bangunlah, aku akan siapkan bajumu dan aku akan tunggu di meka makan," kata Kania sambil berjalan menuju ke ruang ganti.


Ras berjalan dengan malas menuju ke kamar mandi, sedangkan Kania menyiapkan pakaian untuk Ras dan membereskan tempat tidur setelah itu dia keluar dari kamar menuju ke meja makan untuk menunggu Ras di meja makan.


Setelah menunggu beberapa menit Ras akhirnya datang ke meja makan dan duduk di kursi yang ada di ujung meja.


Kania segera mengambilkan makanan untuk Ras dan menyimpan makanan itu di depan Ras setelah itu barulah dia mengambil makanan untuknya dan langsung memakannya dengan lahap.


Ras masih belum menyentuh makanan yang sudah ada di depannya itu, dia malah fokus pada Kania yang sedang memakan makanannya dengan lahap seolah Kania sudah beberapa hari tidak merasakan makanan, padahal semalam Kania makan dengan sangat banyak, tiga kali lipat dari porsinya sebelumnya.


"King makanlah, jangan hanya liatin aku aja kamu gak lapar apa, semalam kamu hanya makan buah sama minum susu gak makan nasi sama sekali," kata Kania menatap Ras hanya menatapnya saat sedang makan.


"Lihat kamu makan perut aku benar-benar sudah terasa kenyang Queen," jawab Ras sama seperti sebelumnya.


"Gimana bisa gitu sih Ras, pokoknya sekarang kamu harus makan, ayo buka mulutnya," kata Kania memberikan makanan menggunakan sendok pada Ras.


"Aku benar-benar gak mau makan Queen, aku mau makan buah aja ya," kata Ras menolak makanan yang sudah ada di depan bibirnya itu.


"Kamu udah beberapa hari ini makan buah terus, gak makan nasi sama sekali mungkin itu alesan kamu muntah-muntah terus," kata Kania masih berusaha membujuk Ras untuk makan.


"Tapi makanan itu gak enak," kata Ras menjauhkan kepalanya dari sendok di depannya.


"Gimana kamu tau, makanan ini gak enak sedangkan kamu sendiri belum mencobanya sama sekali," kata Kania menatap Ras dengan gemas.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2