Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Pulang dari bulan madu.


__ADS_3

Happy Reading....


Ras dan Kania saat ini sedang menuju ke rumah mereka dengan mobil jemputan dari rumah mereka.


"Masih pusing?" tanya Ras memijat pelan sisi kiri dan kanan kepala Kania yang menyender di dadanya.


"Iya lemes juga, kenapa sekarang kayak gini ya padahal pas berangkat kemarin baik-baik saja," kata Kania memejamkan matanya menikmati pijatan lembut dari Ras.


"Mungkin kamu kecapean karena selama di sana kita jalan-jalan terus," kata Ras.


Kania tidak bicara lagi, mereka sama-sama diam hingga mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah mereka.


Terlihat mobil orang tua mereka sudah berada di halaman rumah mereka.


"Sepertinya mereka menyambut kita," kata Ras pada Kania.


"Iya," kata Kania menegakkan tubuhnya.


"Kamu udah mendingan?" tanya Ras terlihat khawatir.


"Aku baik-baik saja, pusingnya tinggal sedikit," kata Kania mulai membuka pintu mobilnya.


Ras pun mengikutinya untuk turun dari mobilnya, orang tua mereka keluar dari rumah dan menyambut mereka.


Kania dan Ras bergantian menyalami semua keluarga besarnya yang hadir di sana.


Kedua orang tua Vano juga hadir di sana, termasuk adiknya, Kai dan adik iparnya, Zani dan Tisha sedangkan Ray tidak terlihat.


"Gimana liburannya Kak? pasti menyenangkan," kata Zani dengan antusias, saat mereka sudah duduk di ruang keluarga.


Ruang keluarga itu kini penuh dengan keluarga mereka hingga Kania, Kai, Tisha dan Zani duduk lesehan di karpet bulu yang ada di depan tv sedangkan yang lainnya duduk di sofa.


"Benar-benar menyenangkan Kakak, tiap hari selama di sana mengunjungi tempat-tempat wisata di sana," cerita Kania tak kalah antusiasnya.


"Yaaa, sayang sekali aku gak ikut padahal 'kan aku pengen ikut," kata Zani cemberut.


"Kalau kamu ikut, namanya bukan bulan madu," kata Ras yang ikut bergabung dan langsung duduk di samping Kania.


"Iya sih aku juga gak mau jadi obat nyamuk di sananya. tapi, nanti saat liburan semester aku mau liburan ke sana pokoknya," kata Zani.


"Bukannya kamu mau ke Korea ya," kata Tisha menimpali perkataan Zani.


"Iya yah, aku 'kan mau ke Korea dulu," kata Zani menganggukkan kepalanya.


"Siapa yang bakal ijinin kamu pergi?" kata Adelia yang mendengar perkataan Zani.


"Ya ... Mom ijinin 'lah aku juga 'kan pengen liburan," kata Zani menatap Adelia cemberut.


"Gak ada ya, kamu pergi-pergi sendiri, sekarang Kakak-kakak kamu gak akan bisa anter kamu," kata Adelia semakin membuat Zani cemberut.


"Kakak-kakak kamu sekarang sudah menikah, mereka sudah punya kewajiban masing-masing," kata Adelia lagi.


"Ada Kak Iden, Kak Iden mau 'kan anterin aku liburan nanti?" tanya Zani pada Iden yang dari tadi sibuk dengan ponselnya sampai tidak terlalu fokus pada apa yang sedang keluarganya bicarakan.

__ADS_1


"Eh ... iya apa Zan?" tanya Iden melihat ke arah Zani.


"Iiihhh Kak Iden, perasaan dari saat kita sampai ke sini Kak Iden sibuk terus sama ponselnya, lagi ngapain hayoo," kata Zani menggoda Iden.


"Bukan apa-apa, hanya masalah kerjaan," jawab Iden dengan santai.


"Bohong, biasanya kalau masalah pekerjaan gak sampai segitunyaa deh, eummm pasti Kak Iden lagi chatan sama pacarnya ya," kata Zani semakin gencar menggoda Iden dia menaik turunkan alisnya.


Sedangkan Tisha hanya diam saja, pura-pura tidak tertarik dengan pembicaraan Zani dan Iden.


Bohong jika saat ini sudah sama sekali tidak ada perasaan yang tersisa untuk pria yang sempat menempati hatinya itu, karena untuk Move On tidak segampang itu.


Melupakan orang yang menyakiti kita pun akan sulit apalagi mereka berpisah bukan karena keinginan mereka sendiri.


"Siapa yang chatan sama pacar, ini aku lagi memeriksa beberapa pekerjaan," jawab Iden.


"Iya deh percaya ... gimana mau 'kan nanti anterin Zani liburan saat liburan semester?" tanya Zani.


"Liat nanti ya Dek, Kakak gak bisa janji takutnya ada pekerjaan yang gak bisa Kak Iden tinggal," kata Iden bicara dengan halus untuk memberikan pengertian pada Zani.


"Ya udah deh, sekarang kalian jahat, gak ada yang sayang lagi sama Zani," kata Zani yang mulai merajuk.


Keluarganya tidak menghiraukannya karena dia merajuk tidak akan lama, sedangkan Kai yang dari tadi sedang memainkan ponselnya hanya memutar matanya malas mendengar keributan yang terjadi di sana.


"Oh iya mana Ray? kenapa dia gak ada di sini?" tanya Ras yang tidak menyadari keberadaan saudara kembarnya.


"Bukankah kemarin kamu meminta Ray untuk bertemu dengan orang yang mau bekerja sama denganmu," jawab Adelia.


"Apa kamu mau istirahat dulu? kamu terlihat agak pucat," kata Ras pada Kania.


"Kamu sakit Kan?" tanya Kiran yang mendengar perkataan Ras dan dia baru sadar jika Kania agak pucat.


"Mungkin Kania kecapean Ma," jawab Kania tersenyum.


"Kamu istirahatlah dulu, nanti turun lagi saat waktunya makan malam," kata Adelia pada Kania.


"Tapi, gimana dengan kalian masa Kania tinggal buat istirahat," kata Kania tidak enak.


"Tidak apa-apa, kamu istirahat saja dulu kamu pasti kecapean, jangan pikirkan kami, kami 'kan bukan tamu," kata Adelia disetujui oleh semua orang yang ada di sana.


"Iya kamu istirahatlah dulu Nak, daripada nanti kamu sakit," kata Oma Dewi, Oma Ras dari Daddynya.


"Sudah ayo aku anterin kamu ke kamar nanti aku akan ke sini lagi," kata Ras sambil bangun dan mengulurkan tangannya pada Kania untuk membantu Kania bangun.


"Baiklah kalau gitu Kania istirahat dulu ya, maaf Kania tinggal dulu," pamit Kania pada semua keluarganya.


"Iya kamu istirahatlah dulu," kata Kiran.


Kania dan Ras pun pergi dari sana menuju ke tangga untuk ke kamar mereka, sebenarnya Kania merasa pusing. tapi, dia tidak enak jika harus meninggalkan keluarganya tadi.


"Kamu istirahatlah dulu," kata Ras menuntun Kania untuk tidur.


"Bisakah kamu temani aku sampai aku tidur," kata Kania dengan suara manja hingga membuat Ras tidak percaya. tapi, tetap dia turuti.

__ADS_1


"Baiklah ayo, apa kamu masih pusing?" tanya Ras.


"Iya," jawab Kania menganggukkan kepalanya.


Ras pun ikut berbaring dengan kepala disandarkan di kepala ranjang.


Dia memijat sisi kepala Kania dengan lembut untuk mengurangi pusingnya.


"Mau minum obat saja?" tanya Ras.


"Tidak mau aku hanya mau tidur," jawab Kania menggelengkan kepalanya dengan mata terpejam.


Ras pun tidak bicara lagi, dia memijat kepalanya dengan lembut hingga beberapa saat kemudian napas Kania menjadi teratur pertanda jika dia sudah tertidur.


Setelah dirasa Kania sudah nyenyak, Ras bangun perlahan dari ranjang dengan hati-hati dan masuk ke kamar mandi, dia akan mandi terlebih dahulu sebelum turun ke bawah lagi untuk bergabung dengan keluarganya.


Sementara di sisi lain, lebih tepatnya di Hotel, Ray saat ini baru saja selesai melakukan pertemuan dengan orang yang ingin bekerja sama dengan Ras.


Dia memasuki ruang kerja Ras untuk menyimpan file-file penting.


Ray duduk di kursi kerja yang biasa Ras gunakan disaat sedang bekerja.


Ray menghidupkan laptop milik Ras dan mulai menyalin beberapa file penting agar nanti Ras tinggal memeriksanya lagi.


Saat sudah selesai menyalin dan menyimpan file-file itu, Ray bersiap akan mengembalikan layar laptop ke menu utama. tapi, tiba-tiba saja matanya teralihkan pada sebuah berkas tanpa nama.


Entah kenapa dia merasa penasaran dengan hal itu karena dia tahu jika Ras selalu memberi nama pada setiap berkas-berkas yang menurutnya penting.


Ray mengklik untuk membuka berkas itu dan berkas itu tidak memakai pengaman, saat di putar ternyata sebuah video dari kamera pengawas yang dia perkiraan dari Hotel itu.


Hal yang pertama dia lihat adalah sebuah video dari kamera pengawas yang berada di lantai paling atas di Hotel itu lantai yang biasa mereka gunakan.


"Kenapa Ras menyimpan video kamera pengawas di lantai ini," gumam Ray.


Awalnya dia tidak mau ambil pusing dia berniat akan mematikan laptopnya. tapi, matanya melihat tanggal di video itu adalah tanggal saat hari ulang tahun Zani.


"Bukankah dia bilang kalau waktu itu CCTV sedang tidak berfungsi," gumamnya lagi, tiba-tiba saja pikiran buruk mulai menggerayangi kepalanya hingga dia melanjutkan melihat video itu.


.


.


.


.


.


.


.


Happy Reading....

__ADS_1


__ADS_2