
Happy Reading....
Kania dan Ras saat ini sedang berjalan-jalan disekitaran komplek rumahnya. Mereka berjalan dengan santai karena kondisi perut Kania yang sudah membesar.
Usia kehamilan Kania saat ini sudah mencapai lima bulan dan tentu saja berat badannya pun sudah bertambah beberapa kilo dari sebelumnya juga perutnya yang terlihat sangat berat karena Kania membawa tiga nyawa sekaligus dalam perutnya itu.
"Istirahat dulu ya, nanti lanjut lagi," kata Ras yang sedang menggandeng tangan Kania.
"Iya kakiku udah pegel," sahut Kania menganggukkan kepalanya.
"Duduk dulu di sana, biar aku pijat dulu kakinya," kata Ras menunjuk sebuah bangku yang tidak jauh dari tempatnya.
Di tengah-tengah komplek perumahan tempat tinggal mereka memang tersedia taman kecil di tengah-tengah komplek itu dan saat ini Ras dan Kania sedang berada di sana.
Menikmati udara sejuk di pagi hari, sambil berjalan santai menemani Kania yang harus berjalan-jalan santai sesekali di kehamilannya yang sudah semakin membesar.
Tidak hanya mereka saja yang ada di sana, ada orang lain lagi yang sedang berolahraga ringan di sekitaran taman itu karena hari ini hari minggu jadi lumayan ramai.
"Ayo duduk dulu di sini." Ras menuntun Kania untuk duduk di bangku dan mengangkat kaki Kania secara perlahan.
Disimpannya kaki Kania di pangkuannya setelah itu dia mulai memberikan pijatan dengan lembut untuk memberikan kenyamanan pada Kania.
Hal seperti itu sudah biasa dia lakukan saat perut Kania sudah mulai membesar, perut Kania memang lebih besar dua kali lipat dari ibu hamil pada umumnya dan karena hal itu Kania mudah sekali lelah akhir-akhir ini.
"Udah enakan?" tanya Ras.
"Udah lumayan," jawab Kania menganggukkan kepalanya.
"Syukurlah, masih mau di sini apa kita pulang aja, udah mulai siang nih," kata Ras.
"Pulang aja yuk, aku udah merasa gerah pengen mandi."
"Baiklah ayo, hati-hati bangunnya," kata Ras membantu Kania berdiri.
Mereka pun mulai meninggalkan taman itu, berjalan dengan perlahan untuk sampai ke rumahnya, saat di perjalanan Kania melihat ke sebuah rumah yang gerbangnya sedang terbuka.
Terlihat ada dua orang yang sepertinya pekerja di sana sedang mencuci mobil. Namun, bukan itu yang menjadi titik fokus Kania tapi Kania melihat ada banyak pot yang terisi oleh strawberry.
"Ayo Queen," ajak Ras heran karena Kania terus melihat ke arah orang yang sedang mencuci mobil dan menghentikan langkahnya.
"Kalau kamu mau liat orang cuci mobil, aku juga bisa cuci mobil Queen, ngapain liat laki-laki lain sampai segitunya," kata Ras terdengar cemburu.
"Aku bukan liat orang yang sedang cuci mobil itu," kata Kania berdecak dan berbalik menatap Ras.
__ADS_1
"Terus liatin apa dong, udah ayo kita pulang hari semakin panas nih," kata Ras menarik tangan Kania dengan lembut.
"Ihh bentar dulu King, kamu liat itu gak?" tanya Kania menujuk ke dalam gerbang.
"Apa?" tanya Ras dengan mata yang mengikuti arah tunjuk Kania.
"Itu buah strawberry? kamu mau strawberry, ya udah ayo kita pulang di rumah mungkin masih ada buah strawberry," ajak Ras lagi tapi Kania menahannya.
"Aku gak mau pulang, aku mau memetik strawberry itu, pasti lebih segar kalau memakannya saat baru di petik," kata Kania membayangkan rasa strawberry yang baru dipetiknya.
Rasanya pasti akan sangat segar, asam manisnya pasti akan sangat segar di mulutnya, semakin dibayangkan Kania semakin ingin memetik strawberry itu dan langsung memakannya.
"Mau strawberry itu secara langsung, sekarang?" tanya Ras tak percaya.
"Iya," jawab Kania menganggukkan kepalanya antusias.
Melihat Kania yang menganggukkan kepalanya dengan antusias membuat Ras menghela napas berat.
"Gimana kalau kita pergi ke taman strawberry secara langsung agar kamu bisa memakan strawberry sampai puas," usul Ras langsung dijawab gelengan kepala oleh Kania.
"Bakal lama, aku gak mau. Aku mau itu sekarang juga," rengek Kania.
Dia tidak mungkin mengecewakan istrinya dengan mengabaikan keinginannya itu, dia mengumpulkan segenap keberaniannya untuk mendatangi rumah itu dan dia akan membeli strawberry di sana.
"Aku mau ikut, aku mau memetiknya juga," kata Kania antusias memegang lengan Ras.
"Baiklah ayo." Ras hanya bisa pasrah membawa Kania memasuki gerbang rumah itu.
"Permisi Pak, Mas," kata Ras membuat dua pria yang beda usia itu mengalihkan perhatiannya pada Ras.
"Iya Mas, ada perlu apa ya?" tanya salah satu pria itu.
"Apa yang punya rumah ini sedang ada di rumah?" tanya Ras.
"Tuan sama Nyonya ada, kalau boleh tau ada kepentingan apa ya?"
"Boleh saya bicara dengan mereka?" tanya Ras dengan sopan.
"Maaf Mas, saat ini majikan saya sedang sibuk mereka pasti tidak akan bisa diganggu," jawab pekerja di rumah itu dengan sopan.
"Saya hanya ingin bicara sebentar saja Pak, gak akan lama," kata Ras berusaha membujuknya agar mau memanggilkan yang punya rumah itu.
"Maaf Mas, saat ini majikan saya sedang sibuk, beliau tidak suka ada yang mengganggu aktivitasnya."
__ADS_1
"Ayolah Pak, saya tidak butuh waktu lama," kata Ras masih berusaha.
Kania terlihat sudah beekaca-kaca karena sudah tidak sabar ingin memetik dan memakan strawberry itu.
"Pak, tolonglah panggilkan majikan Bapak, saya ingin membeli buah strawberry itu," kata Kania akhirnya membuka suara.
Melihat Kania yang sedang hamil membuat kedua pria itu saling tatap karena tidak tega melihat Kania yang pasti sedang ngidam saat ini.
"Baiklah saya akan coba bicara pada majikan saya dulu. tapi, saya tidak yakin beliau akan mengijinkannya karena strawberry itu ditanam oleh Nyonya dan biasanya tidak boleh ada yang memetiknya," jelas pekerja yang lebih tua.
"Makasih sebelumnya Pak," kata Kania tersenyum dengan antusias.
"Ya udah Mas sama Mbaknya bisa tunggu dulu di sini." Setelah mengatakan hal itu pekerja itu pun pergi dari sana memasuki rumahnya.
Kania dan Ras dengan sabar menunggu di depan rumah itu, hingga tak lama kemudian datanglah pria tadi diikuti oleh dua orang di belakangnya.
Seorang pria mendorong kursi roda yang diduduki oleh seorang wanita yang mereka perkiraan adalah istrinya.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya," sapa Ras dan Kania pada dua orang itu.
"Selamat pagi, maaf ada perlu apa ya?" tanya pria yang terlihat lebih tua dar Ras itu tersenyum ramah pada mereka.
"Maaf mengganggu waktunya Tuan, sebelumnya kenalkan nama Saya Rasheed dan ini istri saya Kania, kami ke sini karena ingin menuruti keinginan istri," kata Ras beramah tamah terlebih dahulu.
"Saya Zaky dan ini istri saya Mia, apa yang istri anda inginkan?" tanya Zaky.
"Maaf sebelumnya, saya ingin membeli strawberry milik anda karena istri saya menginginkan strawberry itu," kata Ras.
Pemilik rumah itu tidak langsung menjawab mereka hanya saling tatap, membuat Kania menunggu dengan cemas karena takut tidak diijinkan.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....