Istri Tercinta Tuan Muda

Istri Tercinta Tuan Muda
Mencari informasi.


__ADS_3

Happy Reading....


Kean dan Kiran sedang duduk di ruang tunggu kantor polisi, maksud kedatangan mereka ke sana adalah untuk menemui Nindy. wanita yang telah berusaha mencelakai Kania tempo hari.


"Apa dia akan buka suara Pa?" tanya Kiran pada Kean.


"Entahlah, anak buahku sudah beberapa kali berusaha untuk mengorek informasi darinya. tapi, dia tetap tidak mau membuka suaranya," jawab Kean menghela napas berat.


"Semoga sekarang dia mau membuka suaranya," kata Kiran tersirat sebuah kekhawatiran dari suaranya.


Dia baru mengetahui jika kejadian buruk yang terjadi pada mereka bukanlah kecelakaan biasa tapi ada orang yang mengincar keluarganya, awalnya Kean tidak mau bicara padanya. tapi, setelah di desak akhirnya Kean pun menceritakan semuanya.


Awal mula dia mengetahui tentang itu adalah ketika dia tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Kean dan Nikko saat di kantor Kean.


Beberapa menit menunggu akhirnya orang mereka tunggu pun datang dengan di kawal oleh polisi wanita di belakangnya.


Nindy berjalan dengan angkuh seperti biasanya dan dia menatap Kiran dan Kean dengan tatapan tajam dan tatapan mengintimidasi.


Nindy dituntun untuk duduk di depan Kean dan Kiran oleh polwan itu dan dia pun menurut dia duduk tepat berhadapan dengan Kiran.


"Untuk apa kalian ke sini? kalian mau mencari informasi lagi dariku, heh aku tidak akan pernah membuka suara sedikitpun, jadi jangan buang-buang waktu untuk hal itu," kata Nindy dengan nada angkuh.


"Apa kamu ingin berada di sini selamanya," kata Kean menatap Nindy dengan tak kalah tajamnya.


"Aku sama sekali tidak keberatan jika aku harus berdiam diri di sini, asalkan keluarga kalian hancur, seperti kamu menghancurkan keluargaku," kata Nindy menatap Kean dengan wajah yang memerah pertanda dia sedang menahan amarahnya.


"Apa maksud kamu, bukankah kami sudah tidak pernah mengusik kehidupan kalian lagi. tapi, kenapa kamu terus mengganggu keluarga kami," kata Kiran heran.


"Tidak mengusik katamu, apa kamu tau apa yang suami kamu itu lakukan dia memasukkan Ayahku ke penjara dan membuat aku tidak bisa memiliki pekerjaan hingga aku dan ibumu kesusahan finansial dan akhirnya ibuku meninggal karena dia memiliki penyakit dan tidak bisa diobati dan ayahku meninggal di sel tahanan, apa itu yang kamu bilang tidak mengusik keluargaku." Nindy menatap Kiran dengan tajam, tersirat kemarahan, dendam dan kebencian yang mendalam.


Kiran menatap tak percaya pada Nindy dan Kean karena dia sungguh tidak mengetahui apa yang terjadi pada mantan keluarga angkatnya itu.


"Aku melakukan itu bukan tanpa alasan, aku sudah memberikan ayah kamu kesempatan untuk bekerja di kantor yang aku beli darinya. tapi, dia bukan orang yang jujur dengan menggelapkan dana perusahan hingga merugikan perusahaan, dia masuk penjara karena perbuatannya sendiri dan untukmu, aku sama sekali tidak pernah melakukan seperti apa yang kamu katakan itu, aku sudah melepaskanmu dan ibumu, apa yang terjadi pada kalian adalah karena kalian sendiri jangan menuduhku sembarangan." Kean menghentikan perkataannya terlebih dahulu.


"Sekarang aku tidak banyak waktu untuk hal yang tidak penting ini, aku akan memberimu satu kesempatan untuk bebas asal kamu memberitahuku siapa orang yang ada di belakangmu, aku yakin kamu tidak akan bisa bertindak sendirian seperti itu," sambung Kean lagi.


"Aku tidak akan pernah mengatakannya, meskipun aku harus menghabiskan seumur hidupku di sini aku tidak keberatan asal aku bisa melihat kehancuran keluarga kalian," kata Nindy menyeringai.


"Sekarang sebaiknya kalian pergi dari sini karena kalian tidak akan mendapatkan apa yang kalian inginkan di sini," kata Nindy mengusir Kean dan Kiran.


"Kamu pasti akan menyesal," ancam Kean.

__ADS_1


"Aku tidak akan menyesal, sebaiknya kalian manfaatkan saja waktu kalian yang tinggal sedikit lagi ini karena kehancuran kalian sedang menunggu di depan sana," kata Nindy dengan tawa yang keras diakhir kalimatnya.


Polwan tadi membawanya untuk Kembali ke sel tahanan, sebelum dia menghilang dia mengatakan sesuatu lagi padan Kiran dan Kean.


"Kalian ingat ini, aku akan menyaksikan kehancuran kalian dari sini, aku adalah orang yang akan bersorak paling keras saat melihat kalian menangisi nasib buruk kalian nanti," kata Nindy terkekeh sambil berjalan mengikuti polwan itu.


Kiran menghela napas berat mendengar perkataan Nindy tadi dia semakin dilanda kecemasan, dia takut perkataan Nindy tadi menjadi kenyataan.


"Tenanglah, aku akan melindungi kalian, jangan terlalu dipikirkan," kata Kean menenangkan Kiran.


"Iya Pa," kata Kiran berusaha tersenyum meskipun hatinya dilanda ketakutan.


"Sebaiknya kita pulang," ajak Kean berdiri dari duduknya, Kiran pun mengikutinya.


Mereka pun memutuskan untuk pulang selama diperjalanan tidak ada yang membuka suaranya mereka sibuk dengan pikiran mereka, hingga tiba-tiba saja mobil yang mereka tumpangi kehilangan kendali dan hampir menabrak jika saja sopirnya tidak segera menghentikan mobilnya.


"Ada apa?" tanya Kean pada sopirnya.


"Sepertinya ada masalah dengan bannya Tuan," jawab Sopir itu.


Sopir itu pun turun, Kean merasa tidak enak perasaan dia pun memutuskan untuk turun diikuti Kiran.


"Ada apa?" tanya Kean saat turun dari mobilnya.


"Bagaimana bisa, bukankah tadi baik-baik saja," kata Kean dengan heran.


Kean melihat ban belakang sebelah kiri mobilnya yang tiba-tiba kempes, dia melihat ada sesuatu yang berkilau menancap di ban itu, karena penasaran dia pun mencoba mengambilnya matanya menatap tak percaya pada apa yang dilihatnya itu.


"Apa ini adalah sebuah peringatan dari orang itu untuk kita," kata Kiran khawatir saat melihat yang diambil Kean dari ban mobilnya adalah sebuah peluru.


"Tenanglah aku akan segera mencari taunya," kata Kean menenangkan Kiran.


Dia melihat sekelilingnya tidak ada yang mencurigakan terjadi di sana, keadaan jalan juga sedang dalam keadaan tidak begitu ramai hanya ada beberapa pengendara mobil dan motor yang melintas di sana.


"Kamu cepat telpon sopir di rumah untuk menjemput kita di sini dan panggil orang untuk mengurus mobil ini," perintah Kean pada Sopirnya.


"Iya Tuan," jawab sopir itu langsung melaksanakan apa yang Kean perintahkan.


Beberapa saat kemudian mobil jemputan mereka pun sampai, dia dan Kiran bergegas masuk ke dalam mobil dan mobil pun langsung melaju ke rumah mereka.


Karena tempat kejadian itu tidak terlalu jauh dari rumahnya hingga 20 menit kemudian mobil mereka telah sampai di rumahnya.

__ADS_1


"Kamu istirahatlah, jangan terlalu banyak berpikiran yang tidak-tidak aku mau ke ruang kerjaku dulu," kata Kean pada Kiran.


Kiran menurut dia menganggukkan kepalanya dan pergi ke kamarnya sedangkan Kean pergi ke ruang kerjanya, dia menelpon Nikko untuk menemuinya juga meminta Kai untuk menemuinya di ruang kerjanya.


"Ada perlu apa Papa manggil Kai ke sini?" tanya Kai saat memasuki ruangan itu.


"Periksa CCTV di jalan xxx," perintah Kean sambil menatap Kai dengan serius.


"Ada masalah apa dengan jalan itu?" tanya Kai dengan alis mengerut.


Kean tidak langsung bicara dia menyimpan peluru yang ditemukannya di ban mobilnya di meja, Kai menatap peluru itu dengan heran.


"Peluru itu Papa temukan saat ban mobil yang kita pakai barusan mengalami masalah, Papa yakin peluru itu bukanlah peluru nyasar yang tiba-tiba terkena ban mobil itu," terang Kean.


Tanpa bicara lagi Kai langsung duduk dan mengambil laptop Kean yang berada di meja itu dia dengan serius menatap layar laptopnya begitupun dengan Kean, setelah beberapa detik kemudian dia mendapatkan data tentang CCTV dari tempat yang Kean sebutkan.


Mereka menatap layar dengan serius saat melihat video dari kamera pengawas yang ada di jalan, saat video mulai memperlihatkan mobil Kean, Kai memperlambat video itu.


"Mobil Papa mulai kehilangan kendali dititik ini. tapi, tidak ada yang mencurigakan di sekitar sini," jelas Kai sambil fokus pada laptopnya.


"Iya benar, jika penembak itu menembak dari jarak dekat kita pasti akan mendengar suara tembakan itu sebelumnya, coba kamu cari lagi kamera pengawas dari arah lain," kata Kean.


Kai mengikuti perkataan Kean hingga dia menemukan orang yang mencurigakan di rekaman itu, di rekaman itu ada seseorang yang sedang berdiri di pinggir jalan dengan jarak yang lumayan jauh dan dia langsung pergi saat mobil Kean kehilangan kendali.


"Ini orangnya," kata Kai.


"Perbesar, biar kita bisa melihat orangnya," kata Kean.


"Meskipun di perbesar, wajahnya tidak terlihat terlalu jelas karena dia menutupi kepala dengan jaket yang dipakainya," kata Kai.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2