Istriku Penipu

Istriku Penipu
Mulai Dari Awal


__ADS_3

Gita paham apa yang dikatakan oleh Arki. Semua alasan yang disampaikan membuatnya tersadar, bahwa ada bagian besar dari kesalahan Gita dalam tindakan Arki. Laki-laki itu merasa tidak dicintai dan perasaannya tidak dihargai. Iya, Gita mengakui bahwa dirinya salah. Selama ini begitu asing pada Arki. Padahal dia sendirilah yang memaksa masuk ke kehidupan Arki dengan menipunya.


Meskipun pada akhirnya keputusan Arki untuk berselingkuh juga merupakan suatu kesalahan. Gita sadar, membebankan sepenuhnya tanggung jawab atas kerusakan hubungan mereka pada Arki seorang adalah kekeliruan.


Selama berbulan-bulan Gita terus memupuk perasaan benci dan cinta pada Arki secara bersamaan. Membenci perselingkuhannya. Namun disisi lain berandai-andai jika mereka masih bisa bersama. Terhubung kembali dengan garis takdir dan berharap berjodoh kembali. Meskipun keraguan juga ikut tumbuh subur dipikirannya, tentang siapa yang saat ini mendampingi Arki di sisinya.


Sekarang Gita tahu, Arki tidak bersama siapapun lagi setelah kepergiannya. Arki mencari, mengawasi, menolong, dan merawatnya seakan tidak pernah ada kebencian tumbuh dihatinya. Padahal dia layak untuk marah. Gita pergi begitu saja dan membohonginya lagi, berulangkali. Tapi Arki tetap memberikan kesempatan untuk Gita kembali.


Sedangkan dirinya sendiri selalu merasa begitu terluka. Tanpa pernah berusaha memberi ruang pada Arki untuk memperbaiki diri. Setitik niat saja dihati Arki untuk memilih perempuan lain adalah perselingkuhan. Banyak hubungan yang gagal karena hal tersebut. Tapi banyak pula pasangan yang terus tumbuh dan tetap bersama. Walaupun sakit hatinya jelas tidak akan mudah disembuhkan.


Haruskah Gita mencoba juga? Memberi kesempatan pada Arki dan dirinya sendiri untuk saling memperbaiki. Apalagi kini hidup mereka bukan hanya tentang dua individu yang akan berdampingan. Melainkan ada makhluk lain yang membutuhkan kehadiran mereka berdua di sisinya.


Gita mengendapkan semua pemikiran dan perasaannya. Mereka harus segera bicara kembali dengan hati-hati. Mengungkapkan semua hal yang mengganggu hubungan. Tidak boleh ada lagi kebohongan, dugaan, dan salah paham yang dibiarkan mengular panjang tidak terselesaikan.


Begitu niat Gita setelah memantapkan hati. Namun, hingga malam menjelang Arki tidak kembali. Gita menjadi gusar saat perawat yang berkunjung pun bertanya tentang keberadaan Arki. Gita menjadi teramat bersalah karena begitu keras kepala dan sulit mendengarkan orang lain dengan seksama. Entah sejak kapan sifat jeleknya ini muncul.


Susah payah Gita turun dari ranjangnya. Hampir saja terjatuh karena terlilit selang infusnya sendiri. Untung saja Gita sudah lebih kuat sekarang. Tubuhnya sudah membaik setelah makan malam dan minum obat sendirian. Dia berjalan menyeret tiang infus, membuka pintu dan mendapati dua penjaga yang diperintahkan oleh Arki masih duduk di sana. Terheran melihat Gita keluar ruangan.


“Bu Gita kok bangun? Mau kemana?” tanya tukang rujak palsu yang dikenal Gita.


“Arki di mana? Kok dia gak balik lagi ke sini?”


Kedua laki-laki itu tampak bingung. “Itu. Saya juga gak tahu, Bu. Tadi pas pergi bilangnya ada urusan dan suruh jagain aja Bu Gita. Kirain Bu Gita tahu Pak Arkian kemana,” jawab si plontos.


Hati Gita mencelus. Apakah Arki meninggalkannya karena marah? Mungkinkah Arki sekarang sudah tidak peduli lagi pada Gita? Ketakutan menyergapnya tiba-tiba.


“Bisa hubungi Arki gak sekarang? Saya gak bawa HP, ketinggalan di rumah.”


Si plontos lantas mengeluarkan ponselnya. Menghubungi nomor Arki berkali-kali tanpa satupun yang tersambung dengan atasannya. Percobaan ketujuh dia menyerah.

__ADS_1


“Nomornya gak aktif, Bu.” Si Plontos memberitahu dengan nada menyesal. “Bu Gita gak usah khawatir. Nanti saya tanyakan ke teman-teman yang lain, siapa tahu lagi sama Pak Arkian. Kalau ada informasi terbaru, saya kasih tahu segera. Mungkin ada urusan mendesak. Pak Arkian pasti balik lagi ke sini,” lanjut Si Plontos menenangkan Gita.


Meskipun dijanjikan seperti itu, Gita tetap saja merasa tidak tenang. Dia ingin tahu segera keberadaan Arki. Selain perasaan bersalah yang kini carut marut dihatinya. Rasa khawatir juga kini muncul menjamur. Bagaimana kalau Arya sampai mencelakai Arki karena dia menemui Gita?


Dengan kekecewaan dan keengganan, Gita kembali membaringkan diri di ranjangnya. Menyalakan televisi mengusir sepi, sambil sesekali melihat jam dinding yang terus berjalan. Kini sampai diangka 11 malam. Arki tidak juga muncul dihadapan.


Riuh suara kekhawatiran dan pikiran buruk yang terus berperang. Membuat Gita kini terisak sendirian. Takut Arki sedang berada dalam marabahaya. Padahal baru saja mereka bertemu tak begitu lama. Karena sikap bodoh Gita, suaminya itu harus kembali menghilang dari pandangan. Gita menyesal. Dia ingin Arki segera kembali dan memeluknya.


Kepalanya yang terluka berdenyut-denyut membuat Gita kesakitan dan tidak nyaman. Ternyata tangisannya memperparah keadaan. Selain matanya yang kini semakin bengkak, perutnya pun kembali kram. Gita mencoba menghentikan diri dan meregulasi emosinya. Mencoba mengosongkan pikiran. Meyakini Arki akan baik-baik saja di luar sana. Setelah meminta diberikan obat tidur pada perawat, Gita akhirnya bisa terlelap.


...****************...


Hingga jam sarapan pagi menjelang, Arki belum juga datang. Si Plontos juga meminta maaf karena tidak tahu keberadaan Arki. Rekan lainnya sudah dihubungi tapi tidak ada yang mengetahuinya.


Gita kecewa dan semakin khawatir. Tapi mencoba tetap tenang agar perutnya tidak kembali mengalami kram seperti semalam. Sambil memakan sarapannya dengan tidak berselera, Gita menyalakan televisi. Mengusir hening di ruangan.


Berita pagi yang mengejutkan menghentikan Gita dari suapannya. Seketika terpaku mendengarkan siaran tersebut hingga selesai. Potongan video dari kamera amatir merekam sebuah mobil yang mengalami kecelakaan tunggal di Tol Cipularang subuh tadi. Seorang laki-laki meninggal dalam kejadian tersebut.


Apakah kecelakaan ini hal yang alami terjadi? Ataukah ada hubungan antara menghilangnya Arki seharian kemarin? Gita takut Arki melakukan hal-hal berbahaya dan melanggar hukum karena semua perbuatan Arya dan Basuki padanya. Pada hubungan mereka.


Gita tidak ingin Arki ikut menjadi penjahat.


Gita menjadi sulit makan, sulit meminum obat dan sulit beristirahat karena tidak ingin Arki terlibat pada kecelakaan yang menimpa Basuki. Gita tahu Arki mampu melakukan hal yang sama seperti Arya. Memanipulasi kecelakaan sama halnya dengan skenario Arya untuk Gita.


Hingga siang Gita hanya berbaring dengan pikiran yang berlarian. Ingin rasanya menangis, tapi kepalanya akan sakit kembali. Dia hanya mengelus perutnya berulang-ulang, meredakan rasa tidak nyaman dan tegang.


Pintu ruangan terbuka. Gita tidak langsung menoleh melihatnya, mengira yang datang hanyalah perawat yang akan memberikan makan siang. Tapi ternyata yang berdiri di sana adalah Arki. Gita hampir saja melompat dari ranjangnya dan berlari memeluk Arki, jika tidak dihentikan segera. Dia hampir oleng terjatuh bangun dari tempat tidurnya.


“Kamu kemana aja sih? Kenapa semalam gak pulang? Telepon kamu juga gak aktif! Kamu gak ketemu Basuki, kan? Bukan kamu yang menyebabkan kecelakaan mobil Basuki, kan?” Gita membombardir Arki dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


Tangisnya kini pecah dan tidak peduli lagi kalau kepalanya berdenyut sakit. Dia hanya ingin memeluk Arki dan memastikannya baik-baik saja. Kekhawatirannya sebagian meluruh saat mendekap tubuh Arki. Rasanya begitu nyaman berada di dekat laki-laki itu. Hangat dan menenangkan.


“Gita, tenang dulu. Ngomongnya satu-satu,” balas Arki heran. Apakah kepergiannya kemarin membuat Gita menjadi menyesal dan bersikap lebih manis padanya? Arki hanya mengulas senyum sekilas.


Arki duduk di kursi dekat ranjang Gita, menyeka air mata yang berjatuhan ke pipi istrinya. Disaat seperti ini Gita tampak lebih manis. Dia suka saat Gita mengkhawatirkannya.


“Aku habis cari sesuatu, buat membuktikan kalau aku gak melakukan hal macam-macam hari itu, seperti yang kamu tuduhkan. Aku memang salah, sempat terbuai dan berniat melakukannya. Kamu boleh menghukumku karena itu. Tapi aku mohon sama kamu, kasih aku kesempatan kedua. Kita masih bisa memperbaiki hubungan kita, Git.”


Arki berusaha menjelaskan kembali hal ini berulang. Meskipun perasaannya kesal luar biasa pada Gita. Tapi Arki paham, dia memang melakukan kesalahan. Pantas mendapatkan semua penolakan Gita. Arki pernah terpikir untuk mengganti Gita dan menganggap perempuan lain lebih baik darinya. Menjadikannya hanya alat untuk menyembuhkan masalah psikologisnya.


Sebuah tab Arki serahkan pada Gita. Perempuan itu sekilas ragu untuk meraihnya. Dia tahu apa yang akan Arki tunjukkan. Video yang sama seperti yang pernah dilihatnya. Tapi Gita mencoba menguatkan hati. Bukankah sejak kemarin dia berjanji akan mendengarkan terlebih dahulu semua pembelaan Arki? Gita juga sedang berusaha meyakinkan dirinya untuk memperbaiki hubungan mereka.


Sebuah video menampilkan seorang perempuan sedang mempersiapkan kamera, kemudian cepat-cepat berbaring di kasur. Arki masuk membawakan obat untuknya. Setelah berbincang sesaat, Arki berniat pergi. Tapi perempuan itu menghentikannya, dengan cepat mencium Arki, mengarahkan tangan agar menyentuh tubuhnya.


Arki awalnya menolak kemudian melanjutkan permainan hingga saling memagut. Tak berapa lama Arki mendorong tubuh perempuan itu, bangun dan berlari dari kamar. Kini Gita hanya melihat sosok perempuan yang lekas berlari menggapai kamera dan menghentikannya sambil tersenyum senang.


Gita masih menatap video yang sudah selesai diputar di perangkat dalam genggamannya. Arki tidak berbohong. Dia tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan perempuan tersebut.


“Aku minta maaf karena pernah berpikir buat menggantikan posisi kamu. Hubungan kita berawal dari sesuatu yang gak baik. Penipuan dan kebohongan. Aku selalu berpikir bakal bisa lepasin kamu ketika bosan. Tapi aku gak tahu kapan bosan datang, karena setiap hari malah lebih menginginkan kamu. Sementara kamu terus menolakku, benci sama aku. Rasanya kayak gak punya pilihan lain selain memikirkan gimana caranya menggantikan kamu. Supaya perasanku gak lebih sakit. Aku tahu itu pikiran kekanakan.”


Mereka terdiam sejenak. Saling merenungkan tindakan mereka di masa lalu.


“Aku juga minta maaf karena selalu mengacuhkan dan menolak kamu. Tujuanku nikah sama kamu hanya untuk membayar utangku. Tanpa berniat sedikit pun punya perasaan sama kamu. Aku kecewa pas lihat CCTV saat kamu manggil cewek sembarangan ke karaoke. Terus mikir kalau kamu memang cowok jahat dan menjijikkan. Apalagi kamu terus melakukan pelecehan berulangkali dengan memakai alasan kebohonganku, agar aku tunduk memenuhi hasrat kamu. Rasanya kayak cewek murahan. Nilaiku dimata kamu cuma sebagai pelampiasan.”


Arki menggeleng dan mengecup pipi Gita. “Kamu bukan pelampiasan. Kamu istriku. Banyak hal lain yang kamu kasih sama aku selain kepuasan. Kamu merawatku dan ngasih harapan. Meskipun kita gak berkomunikasi dengan baik selama ini. Tapi kita saling memperhatikan. Kamu selalu memenuhi kebutuhanku, memperhatikanku, menungguku kalau pulang overtime. Bahkan hal-hal kecil dihidupku aja kamu urus. Harusnya aku sadar dari awal, kalau kita sebenarnya udah saling menyayangi. Dengan cara-cara yang nyaris gak kita sadari.”


“Aku suka semua perhatian kamu. Meskipun kadang berlebihan dan terlalu posesif. Setiap aku menghadapi masalah dan kesulitan, kayaknya orang pertama yang terpikir diotakku cuma kamu. Berharap bisa datang dan membantu. Makasih karena kamu selalu datang tepat waktu. Kayak pahlawan super.”


Arki terkekeh mendengarnya. Dia mendekatkan wajah dan mencium bibir Gita. “Kamu mau kan ngasih aku kesempatan lagi? Kita perbaiki hubungan ini sama-sama. Saling jujur dan gak menipu perasaan kita.”

__ADS_1


Gita mengangguk. Tersenyum menatap lekat wajah suaminya. Padahal seharusnya mereka jujur dan lebih awal saling berkomunikasi seperti ini. Ego mereka terlalu tinggi. Dugaan mereka nyaris mengawang. Keduanya ditenggelamkan kesalahpahaman, menumpuk hingga sulit diselesaikan. Kini mereka berjanji akan memperbaiki sikap, satu per satu agar hubungan mereka bisa dimulai dari awal.


__ADS_2