Istriku Penipu

Istriku Penipu
Bantuan Dari Arya


__ADS_3

Gita menyantap makan siangnya sendiri di kantin kantor, merasa tidak bersemangat karena Arki berminggu-minggu mengacuhkannya. Bahkan dihari libur pun dia pergi ke luar. Beralasan mendapat undangan dari atasannya untuk bermain golf. Harusnya Gita senang Arki tidak ada di rumah dan melepaskan belenggunya. Namun herannya dia merasa sangat kosong dan seperti tidak diinginkan.


“Aku mau ngomong sama kamu,” kata Luna duduk di kursi di depan Gita.


“Kenapa?” Gita menatap Luna dan menegakkan tubuhnya.


“Aku tahu ini bukan urusanku lagi dan gak bermaksud buruk sama kamu. Tapi aku mau kamu lihat ini,” kata Luna menyerahkan ponselnya.


Terlihat foto Arki yang sedang makan dengan seorang perempuan tidak dikenal oleh Gita. Foto lain menunjukkan mereka sedang berjalan-jalan dan melihat-lihat koleksi tas. Gita tertegun melihat semua foto yang diperlihatkan oleh Luna.


“Aku lihat Arki jalan sama cewek ini hari Minggu kemarin waktu aku ke Grand Indonesia. Selama ini Arki yang aku kenal bukan cowok yang akan selingkuh ketika masih punya hubungan dengan seseorang. Dia mungkin playboy dan dekat dengan banyak perempuan, tapi kalau selingkuh. Aku sama sekali gak yakin dia akan melakukannya. Tapi bisa jadi aku salah, mungkin Arki udah berubah sekarang. Kamu mau lepas dari Arki kan, Git? Ini kesempatan kamu.”


Gita hanya diam mematung hingga Luna pergi. Hatinya seakan dihantam hingga hancur tidak bersisa. Arki diam-diam memiliki hubungan dengan perempuan lain. Kini Gita mengerti kenapa Arki tiba-tiba berubah dan mengacuhkannya. Akhirnya Gita paham kenapa Arki sering tidak berada di rumah dan juga tidak pernah lagi menyentuhnya. Ada orang lain dihatinya.


Bukankah seharusnya Gita tidak kaget dengan hal seperti ini? Arki sejak awal memang bukan laki-laki baik seperti dugaannya. Dia adalah laki-laki mesum dan kurang ajar yang mengencani perempuan bayaran di karaoke. Meskipun Arki beralasan semua itu adalah skenario dari Rio, tapi Arki tetap menikmatinya, kan?


Gita bangkit dari kursi kemudian berjalan ke arah toilet. Mengurung diri disalah satu bilik dengan tangis yang membanjiri pipi. Kenapa dia bisa seterluka ini? Harusnya Gita tidak seterluka ini!


Berulang kali Gita mencoba menguatkan hati. Tapi dadanya tetap sesak, perasaannya hancur. Hingga suara terisak lepas dari bibirnya. Untung saja toilet itu sepi dan jarang dikunjungi. Gita bisa meluapkan emosi yang menggerogoti hatinya hingga tidak tahu lagi bagaimana bentuknya.


Hampir setengah jam Gita berada disana. Istirahat siangnya sudah hampir habis. Segera dia merapikan diri, mencuci wajahnya dan merias diri kembali. Tidak boleh ada yang tahu dia baru saja patah hati. Dilihatnya ponsel yang sejak tadi berada di saku celana kerjanya. Beberapa pesan dikirim oleh nomor tidak dikenal terlihat di layar.


[+62821314xxxx : Selamat Siang, Mbak Gita. Saya Basuki, sekretaris Pak Arya Wibisana. Saya ingin memberitahukan bahwa Pak Arya mengundang Anda hari ini ke kediaman Beliau. Mohon balas pesan ini jika berkenan.]


Gita masih memandangi layar ponselnya tidak percaya. Arya Wibisana mengundangnya? Sebenernya bukan hal yang tidak mungkin laki-laki itu mengundang Gita. Secara status, Gita adalah menantunya. Tapi dia tidak pernah tahu apapun tentang sosok ayah Arki.


Hal yang pernah di dengarnya berasal dari Nathan dan Luna. Ela bercerai dengan Arya dan berjuang hingga keluarganya jatuh demi mendapatkan hak asuh anak. Arki membenci ayahnya dan tidak pernah akur dengannya. Salah satu penyebab renggangnya hubungan Arki dengan Luna, karena Luna terlalu dekat dengan Arya.


Gita tidak tahu apa yang harus diperbuatnya dengan hubungan yang sudah rusak bersama Arki. Sekarang Gita tahu dan yakin bahwa Arki hanya memanfaatkan tubuhnya saja. Tapi dengan bodohnya Gita malah memiliki perasaan pada laki-laki menjijikkan itu.


Harusnya Gita bisa melepaskan diri dari Arki. Tapi semua kejahatan dan kartu yang bisa menjebloskannya ke penjara ada di tangan Arki. Pun Gita tidak bisa mengajukan cerai lebih dulu sebelum Arki memutuskan hubungan.


Mungkin jika dengan bertemu Arya, semua belenggu Arki bisa lepas darinya. Gita tidak boleh membiarkan perasaannya semakin bertumbuh pada orang yang tidak tepat, pada Arki yang sama sekali tidak mencintainya. Gita hanya akan terluka sendiri karenanya.


[Gita: Saya bersedia menemui Pak Arya sepulang kerja hari ini.]


Ruangan kerja Arya tampak sangat mewah. Berbagai pajangan karya seni disusun mempercantik dekorasi. Gita juga tergakum sendiri melihat rumah ini sejak tiba tadi. Indah, megah, mewah, mahal. Sangat cocok menyandang mesan rumah konglomerat yang adidaya.

__ADS_1


“Jadi kamu namanya Gita?” kata Arya masuk ruangan dengan gagah. Dia duduk di meja kerjanya, menatap lekat ke arah Gita.


Gita hanya mengangguk pelan, mengkerut dikursinya karena takut. Melihat sosok Arya yang terlihat gagah dan berwibawa, membuat Gita nyaris seperti sebuah benda yang salah ditempatkan disana.


Arya menghela napas dan menyandarkan punggungnya ke kursi. Masih menatap pada menantunya tanpa henti. Matanya yang sehitam jelaga mengingatkan Gita pada tatapan Arki. Malah keseluruhan diri Arya memang sangat mirip dengan Arki.


“Saya sudah lihat semua informasi tentang kamu. Berasal dari keluarga tidak jelas, dengan utang yang menumpuk. Ibu dan adik tiri kamu dipenjara karena kasus penipuan. Saya tidak mengerti kenapa Arkian memilih kamu menjadi istrinya,” serang Arya tanpa basa-basi, memperlihatkan ketidaksukaannya pada Gita.


Gita terbelalak mendengar ucapan Arya. “Maksudnya? Ibu dan adik saya dipenjara? Gimana bisa? Mereka tinggal di rumah Arki yang lain dan menerima bantuan darinya sekarang,” ucap Gita tidak percaya. Hal yang dia tahu Arki memberikan tempat tinggal untuk mereka dan memberi mereka uang.


Arya terkekeh. “Satu keluarga parasit semua. Jadi kamu pikir Arkian dengan senang hati membiayai ibu dan adik tiri kamu? Salah. Dia menjebloskan mereka ke penjara untuk kasus penipuan. Kenapa kamu sampai tidak tahu? Heh?”


Gita tidak pernah menyangka Arki akan berbohong padanya. Meskipun Gita tidak ingin berhubungan dengan ibu dan adik tirinya, tapi terlalu berlebihan jika Arki memasukannya ke penjara. Gita tidak sejahat itu ingin menyingkirkan mereka. Bagaimanapun mereka keluarganya yang tersisa. Terutama adiknya Risa.


“Kalian hanya mengotori dan membuat malu nama keluarga Wibisana. Orang seperti kamu itu tidak pantas menjadi anggota kelu—“


“Saya juga tidak mau jadi bagian dari keluarga Wibisana!” potong Gita, merasa marah dan sedih dipermalukan. Dia juga merasa bodoh sudah ditipu dan dipermainkan oleh Arki. Hingga tidak tahu apa yang dia perbuat dengan keluarganya yang tersisa.


Arya mengerjap kaget. Tidak menyangka Gita rupanya tidak menginginkan pernikahan dengan anaknya. Apakah Arki sejatuh cinta itu dengan perempuan ini? Bisa gawat jika hal itu dibiarkan terus. Dia harus segera memisahkannya.


“Saya gak bisa mengajukan cerai pada Arki. Dia—“ Gita ragu melanjutkan perkataannya, mengatakan bahwa Arki akan memenjarakannya jika Gita berani mengajukan cerai. “Arki yang terlebih dahulu harus mengajukan cerai atau saya gak akan bisa mendapatkan hak saya,” lanjut Gita berbohong.


Arya tertawa. “ Jadi, Arkian yang gak mau melepaskan kamu? Saya bisa bantu kamu berpisah darinya.”


“Pak Arya akan membantu proses perceraian saya dengan Arki?”


“Saya gak akan bantu kamu bercerai. Tapi kamu harus menjauh dan hilang dari hidup Arkian. Dia akan sangat marah pada saya jika menjadi pendukung kamu dalam proses perceraian. Saya ingin dia menganggap kamu sudah mati dan melanjutkan hidupnya. Akan sulit meminta Arkian untuk menceraikan kamu jika hingga saat ini dia tidak melakukannya sendiri, pengacara saya memang kompeten. Tapi Arkian juga tahu banyak kelemahan orang-orang saya jika melawannya. Kamu ataupun saya tidak akan bisa menang di persidangan.”


“Maksudnya saya harus pura-pura mati?”


Arya mengedikan bahu. “Menerbitkan sertifikat kematian lebih mudah dibandingkan melawan Arkian. Saya juga tidak ingin hubungan kami semakin memburuk karena mendukung perpisahan kalian. Kita akan lakukan ini diam-diam.”


“Kalau saya menghilang begitu saja dari Arki, saya tidak akan mendapatkan kompensasi perceraian darinya. Status saya juga akan menggantung begitu saja dan tidak akan mendapatkan keuntungan apapun.”


“Siapa bilang? Saya akan mengabulkan apapun asal kamu pergi dari hidup Arkian? Uang? Tempat Persembunyian? Bahkan melepaskan ibu dan adik tirimu," kata Arya menawarkan.


“Saya setuju. Tolong atur semuanya, bebaskan keluarga saya dan berikan kompensasi yang saya ajukan. Tidak lama lagi saya akan ke Bali, jemput saya disana dan lakukan skenario yang Pak Arya inginkan untuk kematian saya. Buat saya jauh dari Arki,” kata Gita tanpa pikir panjang.

__ADS_1


Gita lelah dengan hubungan yang dia jalani dengan Arki. Laki-laki itu terus menahan dan mengabaikannya. Padahal dia sudah memiliki perempuan lain yang bisa dia permainan. Kenapa terus membelenggunya selama ini?


“Oke. Kesepakatan kita akan segera dilakukan setelah kamu pulang dari Bali. Saya gak mengira akan semudah ini kita bekerja sama. Kamu menikahi Arkian karena menginginkan uangnya, kan? Saya bisa memberikan kamu lebih.”


“Ya. Saya menikah dengan Arki hanya untuk uang. Saya tidak peduli dengan apapun selain itu. Dia bebas menikahi perempuan lain yang menurutnya menarik.”


“Jangan khawatir! Arkian sekarang memang sedang dekat dengan anak rekan kerja saya. Tapi saya masih tidak mengerti kenapa hingga saat ini dia belum menceraikan kamu, dan menggantung hubungannya dengan Amanda. Saya lakukan ini karena jengkel dengan sifatnya yang tidak tegas.”


Arya menawarkan Gita untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang. Gita hanya mengikutinya saja dengan hati yang hancur berantakan. Semua kebohongan yang dia ucapkan di depan Arya tentang perasaannya membuat dirinya terluka.


Tapi Gita tidak ingin terluka lagi lebih lama. Arki yang sudah memiliki perempuan lain dihatinya, tapi terus memanfaatkan tubuh Gita demi kepuasan. Menjijikkan dan memuakkan. Setiap hari seperti dibuai harapan palsu.


Belum lagi ayah mertuanya yang jelas sangat tidak merestuinya, membuat kehidupan rumah tangga seperti ini tidak bisa dipertahankan lagi. Untuk apa Gita berjuang dan menyakiti diri sendiri? Lebih baik lepas sekarang juga dari Arki, mengubur sekelebatan perasaan yang datang agar semua tidak lepas tak terkendali.


Arki datang ke ruang makan dengan penampilan berantakan. Matanya menatap Gita. Pandangan yang sama saat menemuinya di IGD saat Gita kecelakaan. Khawatir dan panik tergambar diwajahnya. Kenapa dia seperti itu? Berpura-pura khawatir lagi, kah? Padahal dia berulang-ulang membohongi Gita dengan banyak rahasia yang dia sembunyikan di dalam genggamannya.


Arki tidak bisa dipercaya.


Arki seharusnya tidak pura-pura perhatian lagi padanya.


...****************...


“Bu Gita, ya? Saya Arman, sopir yang disuruh menjemput. Sini biar saya saja yang simpan kopernya di bagasi,” sapa Arman saat Gita keluar dari hotel.


Gita masuk ke mobil sedan hitam tanpa banyak bicara. Hatinya begitu kalut. Dia meninggalkan Arki yang masih tertidur di kamar hotel. Padahal rasanya tadi malam mereka sangat dekat. Gita merasa punya harapan dengannya. Dia datang ke Bali karena mengkhawatirkan Gita, kan? Bolehkah dia berpikir begitu?


“Ini ada dari Pak Basuki. Katanya tolong di lihat.” Arman menyerahkan iPad pada Gita.


Dilihatnya satu-satunya video yang tersimpan di perangkat tersebut. Seorang laki-laki dan perempuan sedang duduk di atas ranjang. Tiba-tiba perempuan itu memeluk dan mendaratkan kecupannya pada si laki-laki yang terlihat kaget. Namun lama-kelamaan dia menikmati. Tangan laki-laki tersebut mulai menjelajah ke dada terbuka si perempuan yang nampak pasrah. Video tersebut berakhir begitu saja tanpa lanjutan.


Tapi Gita tidak butuh tahu kelanjutannya. Dia tidak ingin tahu. Hanya tangis saja yang kemudian lepas dari bibirnya serta air mata yang turun tidak terkendali.


Padahal baru beberapa jam yang lalu Arki melakukan hal itu padanya. Ternyata diluar sana, dia memang banyak bermain dengan perempuan. Seperti dugaannya. Menjijikkan! Harusnya Gita tidak pernah berharap apapun pada laki-laki itu. Harusnya Gita menutup pintu hatinya sekuat tenaga agar tidak luluh dengan semua perhatiannya yang hanya pura-pura.


Hatinya yang sempat gamang dan ragu mengenai keputusannya meninggalkan Arki, karena laki-laki itu datang dan menyelamatkannya tadi, kini sudah menghilang kembali. Gita sudah menetapkan hati, akan mengubur semua masa lalunya bersama Arki dan menerima tawaran Arya untuk bersembunyi.


berpura-pura sudah mati. Lagipula dia menikah dengan Arki untuk menipunya. Apa yang sulit dari pergi dan menjauhinya?

__ADS_1


__ADS_2