
Kabar tentang kepergian Gita dan kejujuran Arki membuat beban pikiran Ela semakin berat. Kesehatannya terganggu hingga dia masuk rumah sakit. Apalagi tidak ada kabar baik dari pencarian yang dilakukan oleh Arki selama dua minggu ini. Menantunya hilang ditelan bumi.
Arki sangat paham mengenai resiko yang dia ambil saat mengatakan hal sejujurnya pada Ela. Semua cerita itu bisa memperburuk penyakitnya. Terakhir kali Arki mengabarkan sesuatu yang buruk adalah saat dia mengatakan Luna berselingkuh dan akan mengakhiri pertunangan mereka. Ela sangat sedih dan shock hingga dia mengalami stroke ringan.
Tapi Arki sudah tidak bisa menutupi kebohongan apapun lagi di depan ibunya, hatinya juga butuh diselamatkan dan butuh seseorang agar bisa mendengarkan.
Sedikitnya Arki menyesal telah jujur. Kini melihat ibunya tampak lemah membuat kesedihannya semakin bertumpuk. Semua kesalahannya menjadi masalah bagi orang lain. Dia sudah menyakiti Gita dan juga ibunya sekaligus dengan menjadi laki-laki pecundang yang tidak tahu adab.
Arki mengupas buah mangga untuk ibunya. Setelah dua hari dirawat, tensi darahnya mulai menurun, Ela juga sudah bisa makan lebih banyak dari sebelumnya. Makanya Arki menyiapkan banyak buah-buahan agar Ela bisa memakannya untuk camilan.
Pintu kamar rawat diketuk beberapa kali sebelum di buka. Seorang laki-laki muncul dari balik pintu. Arki dan Ela langsung menatap orang yang datang tersebut. Dari ekspresi Arki langsung terlihat raut tidak senang di wajahnya, yang lekas dia palingkan kembali ke buah mangga yang sedang dia kupas. Sementara Ela tersenyum dan menyambut kedatangannya.
“Saya dengar Bu Ela sakit. Pak Arya mengirimkan ini dan berdoa agar Bu Ela cepat sembuh,” kata Basuki mengirimkan bunga dan juga sekeranjang buah.
“Bilang terima kasih sama Arya,” kata Ela menerima pemberian tersebut.
Ela memang sudah lama bercerai dengan Arya, dan perceraian mereka juga berlangsung panjang serta menyakitkan karena perebutan hak asuh anak. Tapi bertahun-tahun, Ela tidak memutus komunikasi dengan mantan suaminya, terutama terkait dengan kabar Arki.
Ela juga tahu bahwa Arya ingin menjadikan Arki penerusnya, dia tidak mencampuri urusan itu, karena keputusan ada ditangan Arki sepenuhnya. Arki berhak menolaknya, apalagi sekarang istri dan anak resmi yang tercatat hukum adalah Salma dan Adrian.
“Ngapain sok perhatian?! Gak butuh!” komentar Arki ketus. Dia selalu tidak senang jika ibunya masih terus berhubungan dengan Arya.
“Arki,” kata ibunya memperingatkan untuk berlaku sopan di depan Basuki.
__ADS_1
“Saya ikut berduka cita karena Mbak Gita hilang dan belum ditemukan hingga sekarang,” kata Basuki bersimpati.
“Ngapain berduka cita? Gita bukan mati. Tapi hilang,” sambar Arki kesal.
“Pak Arya menawarkan bantuannya untuk ikut mencari Mbak Gita, kalau Mas Arkian berkenan.” Basuki melanjutkan tanpa peduli komentar pedas dari Arki.
“Arya mau bantu nyari Gita?” kata Ela terdengar lega. Dia berpikir bahwa Arya punya banyak sumber daya dan orang-orang yang lebih hebat, serta koneksi dimana-mana yang bisa dengan cepat menemukan menantunya.
“Iya, Pak Arya siap membantu kalau dibutuhkan. Beliau bisa menghubungi rekannya di kepolisian ataupun detektif swasta untuk melakukan pencarian.”
“Bukannya dia malah senang Gita pergi dari rumah dan ninggalin aku? Terus dia bisa nyodorin cewek-cewek yang dia mau buat menggantikan Gita. Aku gak akan pernah mau sama cewek yang dia jodohkan. Malah aku mikir, Gita sebenarnya kalian culik dan sembunyikan, iya kan?”
“Mas Arkian terlalu cepat menuduh. Meskipun Pak Arya pernah menyuruh saya untuk membuat Mas Arkian mempertimbangkan pilihan lain selain Mbak Gita. Tapi sepertinya Pak Arya cukup menyukai Mbak Gita setelah bertemu dengannya dulu. Mereka sampai berencana makan malam bersama kalau saja Mas Arkian tidak datang dan membawa Mbak Gita. Selain itu, saya pikir Mas Arkian tidak punya cukup bukti untuk menuduh Pak Arya,” kata Basuki tenang. Tentu saja, dia jelas merasa menang karena semua bukti menghilangnya Gita secara rapi dia sembunyikan.
“Saya akan sangat berterimakasih jika Arya mau membantu pencarian Gita. Walaupun masalahnya dengan Arki nanti tidak terselesaikan dengan baik, yang penting kita ketemu dulu dan berbicara. Baru mereka diskusikan bagaimana hubungannya akan berlanjut,” ucap Ela menerima tawaran Arya tanpa curiga.
“Memang lebih bijaksana seperti itu. Nanti akan saya sampaikan kepada Pak Arya soal ini. Kami juga akan memberitahu perkembangan pencariannya ke Bu Ela dan Mas Arkian secepat mungkin,” ucap Basuki senang karena Ela menerima tawaran bosnya.
Arki tidak punya pilihan lain saat ini selain mengikuti keinginan ibunya. Mungkin bukan hal buruk juga melibatkan Arya dipencarian Gita. Meskipun hati dan firasatnya mengatakan ada sesuatu yang salah dari semua ini.
Namun diposisi menyulitkan seperti sekarang, Arki tidak ingin banyak mendebat Arya dengan bukti yang tidak kuat. Arki hanya butuh kesalahan. Satu kesalahan saja dari semua rencana Arya untuk mengungkapkan keterlibatannya pada menghilangnya Gita.
...****************...
__ADS_1
Ela di rawah seminggu di rumah sakit, hingga kondisinya benar-benar pulih. Setiap hari Basuki mengirimkan pesan terkait pencarian Gita padanya. Melambungkan harap agar menantunya segera ditemukan. Tapi hingga kini Arki masih terlihat enggan menerima bantuan tersebut.
Setelah ibunya keluar dari rumah sakit, Arki lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah ibunya. Memikirkan harus tinggal di rumah yang dipenuhi oleh kenangan tentang Gita, membuat Arki kian terluka.
Dia takut berada sendirian disana, tenggelam dalam pikiran buruk dan kepanikan setiap terbangun dari tidur di tengah malam. Arki semakin merindukan Gita setiap melihat sudut rumahnya.
Setidaknya ketika dia berada di rumah ibunya, pikirannya sedikit teralih dan dia juga lebih terawat. Tantenya dengan cerewet menyuruhnya makan, sepupunya selalu mengajaknya berbincang, dan ibunya selalu ada di sisinya untuk menguatkan.
“Kalau Gita gak ketemu. Kamu nikah lagi aja, Ki. Dia memang pergi karena udah gak sayang sama kamu lagi kali,” komentar Irma saat mereka sedang duduk di teras rumah, memperhatikan Indah dan Anaya bermain.
“Aku gak bisa. Aku gak akan nikah lagi sampai Gita ketemu dan kita selesaikan masalahnya,” balas Arki. Gita baru menghilang selama tiga minggu. Arki tidak mungkin secepat itu menyerah.
“Ck… makanya Tante tuh dari dulu selalu bilang sama kamu, cepetan periksain Gita ke dokter kandungan biar dia cepat hamil. Kalau dia hamil, dia pasti pikir seribu kali buat ninggalin kamu kayak gini. Seberat apapun masalahnya, dia pasti mikirin anaknya. Gak akan bisa hidup sendiri tanpa suami.”
Arki juga baru memikirkan itu sekarang. Kalau saja Gita hamil, mungkin saja perasaannya akan berubah padanya. Sedikit saja ada cinta, sedikit waktu saja agar Gita bertahan disisinya. Arki akan meyakinkan Gita untuk tetap tinggal, sama seperti saat dia berpura-pura pada kehamilan palsu Gita.
Mereka, dua orang yang mencoba hidup bersama. Bedanya kali ini mereka tidak lagi berpura-pura.
Semua itu memang salahnya, menyuruh Gita meminum pil kontrasepsi, bahkan dulu mengeceknya setiap hari. Mungkin Gita masih mengkonsumsinya hingga saat mereka sudah berpisah ranjang.
Seandainya saja Arki menyadari perasaannya lebih awal, dia akan lebih berjuang sedikit untuk mendapatkan hati Gita, mendapatkan kesempatan memiliki keturunan. Tapi Arki begitu terhasut dengan kata-kata Arya dengan melahirkan anak dari perempuan yang sepadan dengannya.
Arki tersenyum melihat tingkah lucu Anaya mengejar bola, tertawa dan bermain dengan Indah. Dia juga ingin melihat pemandangan yang sama. Gita dan anaknya, bermain dan tertawa bahagia. Harapannya terasa sangat jauh sekarang. Bahkan nyaris seperti hal mustahil terjadi.
__ADS_1