Istriku Penipu

Istriku Penipu
Gugatan


__ADS_3

“Buuu! Masa aku gak bisa lagi apply pinjaman pake identitas Mbak Gita sih?” ucap Risa kesal, mengentak-entakan kaki. Marah.


Ani yang sedang menonton TV dengan asyik terganggu akibat teriakan dari anak kesayangannya itu. Lekas saja dia menatap heran putrinya yang cemberut. Terheran dengan tingkahnya.


“Lah? Kok bisa? Bukannya minggu kemarin masih bisa ya pake itu di pinjol lain?” tanyanya bingung.


“Gak tahu. Ada tulisan identitas tidak valid pas aku masukin foto KTP sama NIK-nya Mbak Gita. Jangan-jangan dia diblokir karena kebanyakan utang ke pinjol. Jadi identitasnya gak bisa dipake. Dia gak bayar tagihan kali ya, Bu?”


“Masa sih? Kan sekarang dia orang kaya. Masa tagihan segitu aja gak mampu?”


“Udah aku bilang gak usah pinjam lagi ke pinjol. Mending kita datengin aja Mbak Gitanya. Minta duit. Sekalian aku mau kenalan sama suaminya yang ganteng,” seru Risa sambil terkikik.


“Bener juga ya. Minta langsung aja sama si anak durhaka itu,” ucap Ani mempertimbangkan saran Risa. “Tapi kok kamu tahu suaminya, Dek? Emang kayak gimana sih?"


“Aku cari di Instagram, Bu. Kata Mbak Nadia namanya Arkian Wibisana. Nih yang ini!” Risa menyerahkan ponsel pada ibunya, memperlihatkan laman sosial media Arki yang dipenuhi potret dirinya.


Beberapa post juga menampilkan acara pernikahannya. Meskipun sama sekali tidak ada foto bersama dengan Gita berdua, selain foto pernikahan tersebut. Terlihat dari gambar-gambar yang dia bagikan, bahwa Arki punya kelas yang berbeda dengan mereka. Bisa-bisanya Gita mendapatkan laki-laki yang mapan dan tampan seperti ini.


Hati Ani bergejolak riuh karena iri. Padahal anak tirinya itu menurutnya jauh dari kata cantik. Kumal, udik, dan tidak menggairahkan. Tubuhnya kerempeng dan raut wajahnya selalu menekuk terlihat suram. Apa yang laki-laki kaya itu lihat dari Gita? Memilih Gita adalah kebodohan.


Selain iri dengki terhadap nasib mujur anak tirinya, Ani merasa sangat marah karena Gita tidak mengundang atau sekadar memberitahu mengenai pernikahannya. Dia tahu mengenai kabar itu setelah mendesak Nadia, salah satu teman akrabnya dulu, hingga Ani bisa mengetahui kabar tentang Gita dan alamat tempat tinggalnya yang baru.


Meskipun sampai sekarang, dia selalu urung untuk datang, karena masih memiliki pegangan uang dari mencaplok identitas Gita untuk meminjam uang. Kini berlainan hal, ternyata identitas Gita sudah tidak bisa dipakai.


Sepertinya terpaksa dia harus menemui Gita dan memintainya uang. Gita masih punya kewajiban untuk membiayai adik tirinya. Mereka saudara satu ayah, mau tidak mau Gita harus membantunya.

__ADS_1


“Mau deh aku punya suami kayak gini.”


“Ya udah kemasi barang kamu, Dek. Kita nginep di rumah si Gita. Siapa tahu kamu bisa deket sama suaminya.”


“Ih Ibu apaan sih? Mana mau cowok kayak dia sama bocil belum lulus SMA.”


Ani menggeplak kepala Risa. “Nih, yang namanya cowok sama aja semua. Doyan cewek seksi dan cakep. Apalagi kamu masih ranum baru tumbuh. Lebih bohay dan cakep dari kakakmu itu. Kamu produk unggul. Pasti bisa godain cowok yang seleranya turun kelas ke si Gita.”


“Tapi kita belum tentu bakal diizinin buat nginep. Pasti dia gak mau kalau kita ganggu hidupnya yang udah makmur itu."


“Tenang aja. Ibu tahu kartu rahasia yang dia sembunyikan.”


...****************...


Gita menelusuri internet dan mencari mengenai persyaratan pengajuan gugatan perceraian. Memilah dan menimbang langkah yang akan dia lakukan selanjutnya.


Meskipun usia pernikahannya belum sampai dua bulan. Gita tetap menginginkan persentase yang adil untuk dia dapatkan.


Karirnya pun akan berada diujung tanduk jika Gita bercerai dengan Arki. Bisa saja laki-laki itu menyabotase atasannya untuk memecatnya. Itu artinya Gita akan menjadi pengangguran kembali.


Dengan uang yang dia dapatkan dari Arki setelah berpisah, setidaknya hidupnya bisa bertahan sejenak. Apalagi Gita menyimpan beberapa pundi rupiah dari tabungan belanjanya di rekening pribadinya.


Disaat genting dan mencekam seperti ini. Gita harus tetap berpikir logis dan mempersiapkan amunisi. Dia harus keluar dari rumah ini membawa pelampung untuk bertahan hidup. Tidak mungkin dia berenang kembali jatuh dalam kemiskinan setelah bercerai. Untuk itu kuasa hukum yang cerdas harus berada dipihaknya.


Gita tidak akan menjadi perempuan bodoh, yang dengan serta merta mendaftarkan gugatannya langsung tanpa mengetahui keuntungan hukum untuknya setelah berpisah dengan Arki. Dia akan mendaftarkan perceraiannya ke pengadilan lewat seorang pengacara.

__ADS_1


Meskipun kakinya luar biasa sakit dan nyaris sulit berjalan, Gita menguatkan diri untuk pergi ke salah satu kantor advokat yang sudah Gita pilih. Seorang pengacara muda yang cukup sering menangani kasus perceraian dengan testimoni yang bagus di sebuah forum hukum di internet.


Setelah dipersilakan masuk oleh sekretarisnya, Gita kini duduk pada sofa kulit di ruangan. Nathan Juniarto, M.H menjadi pilihan Gita untuk berkonsultasi hukum mengenai gugatan perceraiannya nanti.


Laki-laki berumur 30-an akhir itu masih terlihat sangat muda dan tampan. Benar-benar seperti seorang aktor dan penggambaran pengacara-pengacara muda, tampan serta kaya di novel-novel romansa.


Gita tak ayal sedikit terpesona saat melihatnya tersenyum, berjabat tangan, dan duduk di sofa di hadapannya. Gayanya sangat keren dan berkelas. Gita menaruh harapan tinggi padanya, karena dari penampilan saja Gita bisa merasakan kecerdasannya.


“Jadi, apa maksud Bu Gita datang sama saya? Ada yang bisa saya bantu perihal urusan hukum?” tanya Nathan ramah.


“Saya mau meminta bantuan dan konsultasi hukum terkait gugatan perceraian yang akan saya lakukan pada suami saya. Kehidupan rumah tangga saya kurang harmonis, kami seringkali bertengkar karena suami saya sering memaksakan kehendaknya, terutama masalah ranjang. Dia melakukan pemaksaan berhubungan tanpa consent. Baru-baru ini saya mendapatkan perlakuan kasar, dia tega memukul saya hingga tidak sadarkan diri.” Gita merangkum semua alasannya bercerai dengan Arki.


Nathan mengangguk dan mendengarkan. “Di negara kita memang tidak banyak yang tahu tentang kausal marital r a p e, atau pemerkosaan dalam rumah tangga. Suami memaksakan kehendaknya untuk berhubungan badan dengan istrinya, secara hukum merupakan tindakan kekerasan. Sehingga bisa dilaporkan dan dipidanakan, serta menjadi salah satu alat bukti kuat dipersidangan perceraian nanti. Saya senang Bu Gita sudah melek hukum tentang hal seperti ini. Saya akan mencoba membantu perceraian Bu Gita sampai mendapatkan hak-haknya.”


Gita tersenyum senang. Dia tidak salah memilih kuasa hukum. Nathan paham apa yang Gita inginkan.


“Boleh saya lihat persyaratannya? Nanti kita rumuskan bersama tuntutan apa yang Bu Gita kehendaki untuk mendaftar ke persidangan.”


Gita menyerahkan berkas-berkas untuk pendaftaran perceraian nanti ke pengadilan. Dia akan menyerahkan semua proses hukum pada pengacaranya, sehingga akan berjalan lebih cepat dan sistematis dibandingkan jika Gita mendaftarkannya sendiri.


Nathan membolak-balik beberapa dokumen penting yang Gita bawa, salah satunya copy surat nikah antara Gita dan Arki. Alisnya bertaut bingung. Tanpa Gita sadari ekspresi Nathan tiba-tiba berubah. Kemudian menatap lekat ke arah Gita, yang sangat tenang dan terus tersenyum. Merasa dunianya akan berubah menjadi lega mulai sekarang, karena dia akan segera bercerai.


“Suami Bu Gita adalah Pak Arkian Wibisana?”


“Ya,” jawab Gita lugas.

__ADS_1


“Bu Gita yakin akan mengajukan cerai pada beliau?”


 


__ADS_2