
Pengawal pribadi yang berjaga menahan Adrian masuk untuk menemui ayahnya yang berada ruang kerja. Kedua orang berjas hitam dengan wajah garang menunduk memberi hormat pada Adrian, memintanya menunggu sampai tamu di dalam selesai.
“Siapa yang datang ketemu ayah?” Adrian penasaran dengan tamu yang berkunjung ke kediaman Arya Wibisana. Biasanya dia jarang menjamu tamu di tempat pribadinya.
Belum sempat salah satu pengawal di sana menjawab, tamu yang berada di dalam sudah keluar ruangan. Seorang perempuan cantik dengan ramah tersenyum pada Adrian. Tapi dia tidak membalasnya.
Setelah perempuan itu berlalu, Adrian menghela napas pasrah. Berpikir perempuan mana lagi yang akan dinikahi ayahnya. Apakah perempuan itu? Meskipun terlihat seperti gadis baik-baik dari keluarga berada, tapi sepertinya dia tergoda dengan pesona ayahnya. Selalu begitu.
Arya sedang menikmati kopinya saat Adrian masuk ke ruangan. Di sebelahnya Basuki setia mendampingi sambil menunjukan sebuah dokumen yang sepertinya penting untuk segera diselesaikan. Pandangan Arya teralih pada anak laki-lakinya yang datang mendekat.
“Adrian, tumben dateng ketemu ayah. Ada apa, hm?” kata Arya sumringah melihat putranya.
“Cewek mana lagi itu? Calon ibu tiri baru?” tanya Adrian tidak senang, membahas perempuan cantik yang baru saja keluar ruangan.
“Oh yang tadi? Itu bukan buat ayah, tapi calon untuk kakakmu, Arkian. Gimana kabarmu dengan Nabila? Kapan kira-kira kalian mau menikah?”
Mata Adrian berkedut saat mendengar nama Arki disebut. Ekspresinya langsung menggelap tidak senang.
“Calon buat Arkian? Bukannya dia sudah menikah?”
“Ayah gak suka istrinya yang sekarang. Asal usulnya gak jelas, bukan dari kalangan seperti kita.”
“Ayah memang selalu gak setuju kan dengan pilihan Arkian?”
“Loh, tujuan ayah kan baik. Biar anak-anak ayah bisa mendapatkan pasangan yang setara dan dari keluarga baik. Kayak kamu dan Nabila. Arkian kan akan jadi penerus bisnis keluarga. Masa pasangannya dari kalangan orang biasa?”
“Penerus? Maksudnya Arkian akan mewarisi semua bisnis yang ayah punya? Terus gimana sama aku?” tanya Adrian tidak senang.
“Kamu bisa bantu kakakmu dan menjadi wakilnya. Kamu juga akan diberikan bagian kekuasaan dan kekayaan yang ayah miliki.”
__ADS_1
“Kebetulan aku datang mau bahas ini. Aku dengar banyak kabar soal penerus keluarga Wibisana. Kenapa harus Arkian?” Adrian menatap Arya dengan pandangan tidak senang.
“Kenapa harus selalu Arkian? Karena dia lebih tua? Anak yang resmi diakui cuma aku! Aku yang menjalankan bisnis ayah selama ini. Sedangkan dia kemana? Dia sama sekali gak pernah ada buat membangun bisnis besar ayah hingga kayak sekarang!” bentak Adrian geram.
Perasaannya merasa tersakiti karena tidak pernah dianggap kompeten oleh ayahnya. Padahal banyak hal yang sudah dilakukannya membantu ayahnya mengelola bisnis.
Sementara Arki tidak pernah sekalipun menyentuh bisnis keluarga. Dia sibuk dengan dunia dan kehidupannya sendiri di luar sana semenjak ibunya memilih bercerai dengan Arya.
“Apa yang dia punya dan aku gak punya, sampai ayah tetap mempertahankannya sebagai penerus? Diantara semua istri ayah, cuma ibunya Arkian yang meninta cerai dan gak pernah berharap anaknya mendapatkan warisan! Ada aku yang lebih kompeten dan berpengalaman mengurus bisnis ayah! Kenapa ayah gak pernah melihat dan menghargai usahaku?” Lanjut Adrian dengan amarah yang bergolak.
“Adrian!” seru Arya dengan suara dalam memperingatkan. “Ini yang ayah gak suka dari kamu. Tidak bisa mengendalikan diri, apalagi untuk urusan profesional. Kamu belum matang dan belum punya banyak pengalaman di luar. Kalau kamu terus membantah seperti sekarang, lebih baik ayah coret langsung kamu dari daftar pewaris!”
Kekecewaan yang dia dapatkan ketika membicarakan mengenai kabar penerus keluarga Wibisana. Adrian tidak habis pikir, kenapa ayahnya begitu memandang tinggi pada Arki.
Padahal dia tidak ada bersamanya saat tumbuh. Adrian lah yang mendapatkan semua fasilitas dan pendidikan terbaik hingga bisa menjadi sangat sukses dan kompeten menggantikan ayahnya.
Di dunia ini tidak ada musuh dan saingan selain Arki. Semua orang bisa dia tundukkan dan jatuhkan. Tapi jika berhubungan dengan Arki, di depan ayahnya, Adrian selalu kalah dan paling belakang. Rasanya Adrian ingin melenyapkan keberadaan Arki dari dunia ini.
Amanda mengendarai mobilnya dengan perasaan yang bahagia. Sepertinya secepatnya Arki akan memilih dirinya untuk menggantikan posisi istrinya. Dengan bantuan Arya, perempuan antah berantah yang mengaku sebagai pasangan Arki akan segera tersingkir.
Arki memang memintanya untuk menjauhi Arya dan tidak boleh meminta bantuan apapun darinya. Tapi Amanda butuh kejelasan segera mengenai status Arki.
Jika berlama-lama menjalani hubungan tanpa status dengan pria beristri itu, nama baiknya akan tercoreng. Apalagi jika ada yang tahu bahwa mereka sering jalan berdua. Bisa-bisa panggilan perebut suami orang akan disematkan untuknya.
Arki harus segera menceraikan istrinya, agar dia bisa fokus menjalin hubungan dengan Amanda. Untuk itu bantuan Arya amat sangat dibutuhkan untuk menyingkirkan perempuan itu.
Amanda sudah sampai di parkiran mall.
Mengecek make up yang terlihat cantik diwajahnya. Kali ini dia tidak ingin berdandan berlebihan. Harus tampil sesederhana mungkin dan terlihat polos menggemaskan. Dia tidak boleh terlalu menunjukkan penampilan terlalu berani dan murahan di depan pujaan hati.
__ADS_1
Arki sudah duduk di salah satu kursi Social House Grand Indonesia, saat Amanda masuk ke sana. Tak lama mereka duduk berhadapan dan memesan makanan.
“Habis ini temenin aku belanja tas ya, Pak Arki. Ada model keluaran terbaru yang aku incar dari kemarin.”
Arki tidak membalasnya. Hanya menatap lurus pada Amanda di depannya. Selama beberapa waktu ini Arki terus berpikir hal apa yang membuat gadis di depannya menarik. Dia memang cantik, sangat cantik. Sudah tersebar gosip banyak karyawan yang mengincar dan mendekatinya sejak awal bekerja. Tapi Arki sama sekali tidak tergugah untuk menaklukkannya.
Dia awalnya terlihat pendiam dan pemalu, nyaris seperti Gita yang dulu. Tapi kini Arki tidak melihat hal itu tergambar darinya. Amanda terlihat palsu seiring berjalannya waktu.
Meskipun demikian, Arki tetap penasaran. Apakah dia bisa menyentuhnya seperti saat dia bersama Gita? Sudah dua kali dia membuktikannya dengan ciuman pada Amanda. Semuanya berjalan normal, tidak ada lagi bayangan Luna yang tiba-tiba muncul begitu saja. Entah kenapa Arki masih ragu untuk melakukannya lebih jauh.
“Aku seneng Pak Arki mau datang dan setuju ajakanku buat jalan-jalan hari ini. Ini kayak kencan,” Amanda tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya hingga terus berceloteh di depan Arki.
“Kita gak lagi kencan ataupun pacaran. Tolong tetap jaga sikap kamu,” tegas Arki.
“Kalau gitu kenapa setuju dengan ajakanku? Aku tahu Pak Arki cuma butuh waktu buat jatuh cinta sama aku juga. Makanya aku mau Pak Arki lebuh banyak menghabiskan waktu denganku.”
“Kamu terlalu kepedean.”
“Lebih baik Pak Arki cepat-cepat menceraikan istri yang sekarang. Biar Pak Arki lebih leluasa merasakan perasaan sama yang lain.”
“Jangan mengaturku kapan harus cerai dengan istriku. Aku tetap belum berminat sama kamu.”
Amanda tertawa. “Tindakan dan omongan Pak Arki gak cocok. Kalau Pak Arki gak berminat sama aku mana mungkin selama ini terus setuju dengan ajakanku jalan kayak gini.”
Tidak. Arki memang berkata jujur. Alasan dia menerima semua permintaan Amanda untuk pergi bersama dan mengantarnya setiap hari adalah untuk meyakinkan dirinya sendiri, bahwa dia bisa lepas dari bayangan Gita yang kian menghantui. Semakin dia melarikan diri, kenapa semakin sulit mengenyahkan sosok Gita dalam benaknya.
Apakah Arki harus menerima saja pikirannya dikuasai oleh Gita?
Menyerah dan mengikuti kemauan tubuh dan hatinya untuk menetap dengan perempuan merepotkan yang bahkan tidak mau dijadikan istri. Arki tidak suka perempuan tidak patuh dan tidak tahu diri seperti Gita. Perempuan yang kerap kali membuat amarahnya tersulut saat berbicara.
__ADS_1
Sekarang Arki pun tahu bahwa Gita diam-diam sering bertemu dengan teman istimewanya, Juan, di warung makan milik Mia. Gita sepertinya memang benar-benar ingin melepaskan diri darinya dan mulai mencari pengganti.
Sialan!