Istriku Penipu

Istriku Penipu
Melangkah Pergi


__ADS_3

“Mobil yang membawa Bu Gita adalah salah satu mobil sewaan dengan supir bernama Arman. Dia sudah disewa oleh Bu Gita sehari sebelumnya untuk mengantarkan ke Bandara. Arman datang atas permintaan Bu Gita yang akan kembali ke Jakarta lebih dulu dari rombongan reuninya,” kata Patra melaporkan penemuannya terkait identitas mobil dan pengemudi yang dicari Arki.


Arki merasa tidak percaya jika Gita yang menyewa mobil dan terbang lebih dulu ke Jakarta. Jika insiden dengan Juan tidak terjadi, seharusnya Gita pulang bersama rombongannya jam 10 nanti. Akan lebih efisien bepergian bersama yang lainnya seperti yang dijadwalkan.


Kenapa harus repot-repot pulang beberapa jam lebih dulu? Memangnya apa yang membuat Gita terburu-buru pulang ke Jakarta?


Nalarnya belum menerima kepergian Gita sebagai sesuatu yang normal dilakukannya. Sesuatu yang mungkin direncanakan oleh Gita. Apa tujuannya kembali ke Jakarta begitu cepat? Jangan-jangan dia berniat menemui seseorang atau mungkin sedang ditunggu kedatangannya.


“Kita kembali ke Jakarta sekarang. Cari tahu Gita terbang dengan pesawat apa dan kapan dia landing. Selidiki transaksi tersebut menggunakan akun Gita atau pemesan lain,” perintah Arki.


Arki segera kembali ke Jakarta saat itu juga. Membawa semua pertanyaan dan kekhawatirannya yang semakin bertambah besar seiring perjalanan pulang. Dia tidak mengerti kenapa Gita harus pergi seperti itu. Padahal tadi malam mereka baru saja memadu kasih kembali setelah sekian lama.


Pikiran buruk dan imajinasi liarnya juga terus saling berkejaran di kepala. Sekarang apa lagi yang dia perbuat? Situasi apa lagi yang Gita hadapi? Semoga bukan sesuatu yang membahayakan seperti kemarin. Arki tidak bisa berpikir jernih karena begitu khawatir.


...****************...


Gita tiba di bandara sekitar pukul 08.10, sudah ada orang yang menunggunya di sana. Arya benar-benar mempersiapkan kepulangan Gita ke Jakarta demi bersembunyi dari Arki. Dia mengikuti saja apa yang dilakukan oleh Arya.


Mungkin sekarang Arki sedang kebingungan mencarinya. Tapi sebentar lagi dia akan segera melupakannya, kemudian memulai kembali hidupnya dengan perempuan lain. Orang yang dipersiapkan oleh Arya untuknya.


Walaupun hubungan Arki dan Arya tidak begitu baik, rupanya Arki tidak bisa menolak gadis cantik yang ditawarkan untuknya. Hingga dia berani secara terang-terangan kencan berdua di mall dengan gadis itu dan mereka melakukan hubungan layaknya suami istri di belakang Gita. Arki akan tunduk dan patuh juga pada perintah ayahnya, untuk menikah dengan perempuan yang keluarganya selevel dengan mereka.


Harusnya Gita tahu dan sadar diri bahwa dia hanya mainan dan sekedar pelampiasan.


Jalan yang ditawarkan oleh Arya adalah satu-satunya yang terbaik. Gita akan dianggap mati, sehingga Arki tidak akan mencari atau melaporkannya ke polisi. Setelah itu Gita akan hidup tenang, menata hidupnya kembali. Tinggal bersama ibu dan adik tirinya setelah mendapatkan kompensasi. Itu lebih baik, dibanding harus terus merasa terluka, dilecehkan dan tidak diinginkan seperti saat hidup dengan Arki.


Mobil memasuki halaman kediaman Wibisana. Seorang laki-laki menuntun Gita masuk ke ruang kerja Arya. Mertuanya itu sudah menanti dengan Basuki yang setia mendampingi.


“Gimana perjalanan kamu kesini, Git? Menyenangkan, kan?” kata Arya menyambut Gita. “Saya dengar Arkian menyusul kamu ke Bali, karena ada orang yang ingin mencelakakan kamu. Tapi untungnya kamu bisa pergi tanpa ketahuan oleh Arkian. Jadi rencana kita aman, bukan?” lanjutnya terlihat sumringah.

__ADS_1


“Saya penasaran, apakah Pak Arya yang menyuruh Juan melakukan perbuatannya seperti kemarin? Mencelakakan saya?” tanya Gita.


Terpikir olehnya bahwa Juan bekerja sama dengan Arya untuk melenyapkannya. Benar-benar membuat sertifikat kematian untuknya.


“Kamu menuduh saya melakukan hal rendah seperti itu?” kata Arya terlihat tersinggung. Meskipun dia memang mempertimbangkan untuk menyakiti Gita demi mendapatkan Arki kembali. “Saya ini orang terpandang, tidak sembarangan melakukan kejahatan apalagi menghilangkan nyawa orang lain. Juan adalah adik Hadi, selingkuhan Luna yang merekam diam-diam perbuatan mesumnya. Arkian memanfaatkan rekaman itu untuk balas dendam pada Luna. Hadi bunuh diri, dan adiknya ternyata menjadi dendam pada perbuatan Arkian. Saya tidak terlibat apapun dengan kejadian di Bali.”


Sesaat sebelum tidak sadarkan diri, Gita memang mendengar Juan mengatakan sesuatu tentang kakaknya. Bisa jadi yang dikatakan Arya memang benar. Juan melakukan hal padanya untuk membalas dendam pada Arki lewat dirinya. Arya tidak terlibat apa-apa. Gita juga sekarang paham kenapa Arki datang ke Bali. Dia pasti kesana hanya untuk meringkus perbuatan Juan, bukan untuk menyelamatkan Gita.


“Jadi, kita bisa langsung saja ke kesepakatan kita?” tanya Arya yang tidak mau menunggu lama.


Gita mengangguk. Dia ingin mengakhiri pertemuan kurang menyenangkan dengan Arya ini. Ingin segera terlepas dari keluarga Wibisana dan hidup dengan damai selamanya.


“Saya harus memberitahu dulu hal buruk sama kamu. Ibu tiri kamu kabur saat dikeluarkan dari penjara dan coba kita pindahkan ke rumah kamu nanti di Bogor. Kita sedang mencarinya, jangan khawatir. Adik tiri kamu sudah menunggu dan dia sudah dijelaskan soal kesepakatan kita. Basuki akan mengirimkan kompensasi ke rekening melalui adik tirimu. Semua hal yang berhubungan dengan identitas dan akun digital kamu akan terhapus. Ini untuk menghindari pelacakan oleh Arkian. Jadi semua hal akan saya kirim lewat adik tiri kamu. Ada pertanyaan soal kesepakatan ini?”


“Kapan saya dinyatakan meninggal?”


“Beberapa minggu dari sekarang atau bisa jadi lebih cepat. Basuki sedang mempersiapkan orang-orang yang akan mengurus skenario kita serapi mungkin.”


“Itu yang saya inginkan juga,” kata Arya terlihat senang. “Oke. Kamu bisa pergi menemui adik kamu dan mulai hidup baru yang kamu inginkan sekarang,” lanjut Arya mempersilakan Gita pergi, diantar oleh salah satu suruhannya untuk memulai hidup di persembunyian tanpa Arki.


Arya menyandarkan punggungnya ke kursi. Menggeliat malas dan meregangkan tubuh. Di tidak menyangka akan cepat menyingkirkan menantunya itu. Bahkan lebih cepat dari menyingkirkan Luna dulu. Gita memang orang rendahan yang menikah dengan Arki hanya untuk uang, dengan mudah disingkirkan oleh sebuah penawaran yang menggiurkan.


“Persiapkan kedatangan Arki! Dia pasti akan kesini buat marah-marah. Anak itu pasti cepat tahu siapa yang membawa Gita,” kata Arya santai pada Basuki.


Benar dugaan Arya, dua jam setelah kepergian Gita sari kediamannya. Sekarang Arki muncul dihadapan, dengan penampilan berantakan. Dia menghajar pengawal yang berjaga di rumah ayahnya.


Kemudian meminta paksa rekaman CCTV hari ini demi membuktikan kecurigaannya Gita dibawa kesini. Ternyata hasilnya nihil. Jelas saja, Arya sudah memerintahkan Basuki untuk memanipulasi CCTV sehingga kedatangan Gita tadi pagi tidak terekam disana. Semua rencananya harus rapi dan bersih. Dia tahu bagaimana cerdiknya Arki mencari celah kesalahan.


“Kamu tuh bisa gak sih kalau kesini gak usah hajar pengawal Ayah? Udah berapa kali dibilangin juga, masih aja gak denger!” komentar Arya saat melihat anaknya.

__ADS_1


“Gita dimana?” tanya Arki dengan amarah yang berkobar.


“Loh? Kok nanya sama ayah? Harusnya kamu suaminya yang tahu istrimu dimana?”


“Jangan kebanyakan akting! Aku tahu ayah menyembunyikan Gita, kan? Pake trik murahan seakan Gita pergi ninggalin aku. Cepetan bilang Gita ada dimana?!” tuduh Arki tajam.


Dia tidak mungkin salah menduga. Hal seperti ini adalah keahlian Arya. Merekayasa seakan Gita pergi darinya, dengan keinginannya sendiri. Padahal pasti semua sudah direncanakan oleh Arya.


Harusnya Arki tahu, Gita menipunya dengan bungkam setelah pertemuannya dengan Arya beberapa waktu lalu. Salahnya Arki tidak mengira akan sejauh ini perbuatan ayahnya. Tidak. Harusnya Arki memang tahu ayahnya bisa berbuat apa saja. Dia juga melakukan hal licik padanya dan Luna, dengan menyebarkan video panas Luna dan mengkambing hitamkan Arki sebagai pelakunya. Arki meremehkan ayahnya sendiri. Mengira Gita akan aman berada dalam genggamannya.


“Ya udah cari aja kalau kamu pikir ayah menyembunyikan Gita. Obrak-abrik semua yang ada disini,” balas Arya santai.


“Aku tahu Gita udah gak ada disini. Cepetan kasih tahu dimana tempat persembunyiannya! Kalau nggak, aku akan—“


“Apa? Kamu akan apa? Bunuh ayah kamu sendiri? Ayo silakan kalau bisa!” Arya menantang Arki.


Arki mengambil tongkat golf yang dipajang di ruangan. Memukul laptop hingga hancur, dan melukai tangan Arya. Basuki terperanjat kaget dan mencoba menghentikan perbuatan Arki. Menahan anak bosnya itu agar tidak melakukan hal yang lebih jauh lagi.


“Mas Arkian, tolong berhenti!” kata Basuki menahan tubuh Arki, menjauh dari Arya.


“Anak kurang ajar kamu! Ela gak didik kamu dengan benar, hah?! Sampai tega menuduh dan melukai ayahnya sendiri! Kalau istri kamu pergi, harusnya kamu salahkan diri kamu sendiri! Kamu menyakiti Gita dan melemparkan kesalahan kamu dengan menuduh orang lain! Cari dan buktikan kalau ayah terlibat dengan kepergian istri kamu! Baru kamu bisa semarah dan sekasar ini!” tantang Arya. Dia tahu Arki hanya mengandalkan asumsi. Tidak ada bukti apapun Gita dimanipulasi. Dia masih menang kali ini.


“Aku bakal buktikan kalau semua ini ulah ayah! Kalau sampai Gita kenapa-kenapa, aku juga bakal bunuh ayah dengan tanganku sendiri!” ucap Arki menghentak semua belenggu Basuki dari tubuhnya.


Dia pergi dari ruangan ayahnya. Tahu bahwa saat ini tidak punya bukti apapun untuk menuduh Arya. Bisa jadi memang Gita pergi atas keinginannya sendiri. Dia sudah berulang kali mengisyaratkan ingin lepas dari ikatan Arki.


Pikirannya semakin kacau saat ini. Seharusnya Arki mengatakan agar Gita tetap tinggal lebih awal. Seharusnya dia tidak sebodoh ini dengan meragukan perasaannya sendiri. Hanya kata seharusnya yang berputar tiada henti dibenaknya.


Kesedihan dan kehilangan kini menjeratnya semakin dalam. Padahal Gita hanya baru menghilang beberapa jam saja dari pandangan. Arki tidak yakin bisa hidup jika benar-benar tidak menemukan lagi keberadaan Gita.

__ADS_1


Dalam perjalanan keluar rumah Wibisana, Arki yang tidak karuan menabrak Adrian yang baru saja tiba disana. Tapi saat ini Arki tidak ingin berbasa-basi. Dia hanya ingin pergi. Pulang ke rumah, berharap Gita sedang menunggunya di sana.


__ADS_2