Istriku Penipu

Istriku Penipu
Menyakiti dan Melindungi


__ADS_3

Awalnya Arki tidak mempermasalahkan akan bersanding dengan siapa dia kelak. Dia menyerah. Setelah perpisahannya dengan Luna, dia tidak punya lagi kepercayaan diri untuk bisa bertaut lagi. terlebih karena penyakit anehnya yang muncul ketika dia menyentuh perempuan manapun. Perasaan mual dan jijik menjalar di sekujur tubuhnya.


Gita muncul seperti penawar diantara kebingungannya. Arki tidak keberatan jika harus menikahinya. Bayangan tentang karakter Gita yang penurut, pendiam, dan lembut membuatnya semakin yakin bahwa perempuan sepertinya memang cocok untuk Arki. Dia tidak akan menimbulkan banyak masalah.


Arki kaget dan takut saat Gita pertama kali datang menemuinya membawa kabar tentang kehamilannya. Seketika dia bisa membayangkan bagaimana ibunya akan terluka mendengar hal tersebut. Belum lagi cemoohan yang akan dituduhkan padanya dari banyak kenalannya.


Arki memang sejak dulu sering bermain ranjang bersama mantan-mantannya. Tapi dia selalu memastikan bermain aman agar tidak kecolongan. Kabar jelek tentang kehamilan seperti itu jelas menodai reputasinya.


Saat Arki tidak sengaja tahu dan mulai menelusuri lebih dalam tentang kehamilan Gita, dia menemukan fakta bahwa semua itu hanya rekayasa. Gita berencana menipunya. Arki jelas marah pada awalnya, tapi pikiran lain mulai berkelana. Bagaimana jika dia juga memanfaatkan Gita untuk keuntungannya?


Tidak ada salahnya menikmati tubuh Gita sambil menyembuhkan traumanya. Pelan-pelan mungkin dia akan jatuh cinta dengan Gita. Masalah muncul ketika Arki tahu bahwa Gita sulit dikendalikan. Tidak seperti yang dia duga. Dia menolak menyerahkan dirinya pada Arki, membuatnya kecewa dan meradang di dera amarah.


Arki perlahan-lahan memanen banyak kekecewaan lain dari sosok Gita, selain penipu, dia juga tidak pernah mematuhinya. Belakangan juga tahu bahwa ibu tiri dan adik tirinya juga sama bejadnya. Benar-benar keluarga penipu yang tidak tahu malu.


Diantara semua hal itu yang membuat Arki semakin marah adalah dengan beraninya Gita mengajukan perceraian, berusaha melepaskan diri dengan tuduhan melakukan tindak kekerasan padanya.


Tidak tahu diuntung. Rendahan. Seperti yang dia duga dari orang-orang miskin yang diberi kesempatan untuk menjadi Cinderella. Dia lupa bagaimana cara bersikap.


Semakin hari Arki semakin ingin menghukumnya, menjadikannya pelampiasan hasrat. Tempat bermuaranya semua fantasi ranjang yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya pada perempuan mana pun.


Namun selain amarah, kebencian, dan rasa dendam yang berkobar. Tanpa Arki tahu ada perasaan lain bersembunyi seiring waktu pada Gita. Khawatir, nyaman, dan candu pada sosok perempuan tersebut. Membuat Arki ingin menyakiti sekaligus melindunginya. Merepotkan dan membingungkan.

__ADS_1


Sekarang Arki berada diantara persimpangan, setelah tahu penyakitnya sudah bukan lagi sebuah masalah. Dia bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik. Bukan seorang penipu, akan mematuhinya, dan berasal dari keluarga terpandang.


Tapi Arki kian gamang untuk melepaskan. Dia masih belum bisa menyingkirkan perempuan itu dari pikirannya. Apalagi Arki sangat membutuhkan tubuh Gita untuk melepaskan hasratnya yang sulit dikontrolnya.


Dia berlama-lama mengambil keputusan berpisah Gita. Berharap tahu bagaimana cara lepas dahulu dari pengaruhnya.


...****************...


Arki pulang dengan amarah yang bergolak, dia tidak suka ketika seseorang membahas tentang ayahnya. sekonyong-konyong mengatakan bahwa dialah yang akan menjadi penerus Arya Wibisana. Arki tidak menyukainya. Laki-laki tua bejad itu tidak akan bisa mengatur hidupnya. Arki tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.


Dengan amarah dan kekesalan yang masih menyala, Arki pulang. Masuk ke rumah dan membanting pintu berdebum menutup. Dia hendak melangkahkan kakinya ke ruangan kerjanya, tapi pandangannya teralihkan saat melihat Gita sedang duduk sendirian di meja makan. Terlihat sedang menikmati mie instan dengan damai.


“Kok udah pulang? Katanya mau sampai malam,” tanya Gita heran ketika Arki memasuki dapur. Ekspresi Arki terlihat gelap dan membahayakan. Pasti sesuatu memicu amarahnya kini hingga terlihat muram.


Arki menarik lengan Gita, hingga dia berdiri dari kursi. Kecupan dia daratkan dengan cepat, penuh kemarahan. Gita tidak sempat bereaksi apa-apa saat Arki mendorongnya hingga merebah di atas meja makan. Dia terus memagut bibirnya dengan kasar.


“Arkian!” seru Gita panik saat Arki melepaskan ciumannya.


Kemudian bibirnya mulai menelusuri ceruk leher Gita hingga ke dada. Mencerup, menyesap dan mempermainkannya. Gita memang merindukan sentuhan Arki, tapi bukan yang seperti ini. Saat Arki sedang diliputi kemarahan hingga memperlakukannya kasar.


Protes dan berontak sudah Gita lakukan, diselingi tangis dan sedu sedan saat Arki berhasil melucuti pakaian. Membiarkan tubuhnya terbaring tanpa sehelai benang diatas meja makan.

__ADS_1


Semangkuk mie tumpah dan jatuh ke lantai, saat Gita mulai menggerapai menghentikan belenggu Arki di kedua tangan.


Perih dan sakit Gita rasakan saat Arki mulai memasukkan serangannya ke tempat rahasia, diantar kedua paha Gita. Ringisan dan rintih terdengar memenuhi dapur.


Gita tidak menyukainya. Tidak suka Arki yang kasar dan memaksakan keinginan. Meskipun akhirnya dia jatuh dan luruh merindukan laki-laki itu. Gita tahu sekarang dia sangat menjijikkan dan menyedihkan, karena sangat menginginkan sentuhan Arki. Selama dua minggu ini terus bertanya apakah Arki masih membutuhkan dirinya atau tidak.


Hentakan dan gerakan yang menghujam tubuh Gita tidak bisa dia hentikan. Saat semua kemarahan dan kesal berkumpul dikepalanya, yang dia butuhkan adalah mengalihkan pikiran. Gita adalah perempuan yang Arki butuhkan untuk itu. Setiap kelembutan yang dia genggam ditangan memberikan Arki ketenangan.


Hal seperti ini yang membuat Arki enggan melepaskan. Meskipun dendam dan keinginan menyudahi hubungan sudah tidak bisa lagi dia tahan.


Arki membenci Gita. Si penipu tidak tahu diuntung, perempuan kelas bawah yang memanfaatkannya, perempuan merepotkan selalu membuatnya kehilangan akal, dan perempuan tidak tahu diri yang mencoba menggugat cerai.


Sementara sudut hatinya yang lain begitu menginginkan perempuan ini berada dalam genggaman. Berada di dekatnya agar dia bisa melampiaskan segala hasratnya yang terpendam. Arki ingin mengikat Gita terus, meskipun dia akan memilih perempuan lain untuk melahirkan penerus.


“Bersihkan lantainya!” kata Arki dingin setelah melepas kenikmatan.


Dia tidak mempedulikan Gita yang masih terbaring kelelahan, meninggalkannya sendirian di dapur. Seharusnya dia melakukan hal seperti ini dari dulu. Tidak membiarkan perasaannya bercampur aduk menjadi perhatian. Arki hanya butuh Gita sebagai pelampiasan dan tempat pengobatan dari sakit mental.


Gita mengumpulkan pakaiannya yang tercecer di lantai. Berusaha menahan diri dari tangis yang ingin lepas tak terkendali. Sekarang dia merasa terhina dan terluka. Diperlakukan seperti seonggok daging untuk dipermainkan. Seperti yang selama ini Gita takutkan.


Tapi kenapa hatinya tetap menginginkan Arki dekat. Meskipun perilakunya kini kian tak tahu batas dan semakin menjijikkan. Gita benci dirinya sendiri yang rela melacurkan logika, hati dan tubuhnya agar bisa mendapatkan perhatian dari Arki lagi.

__ADS_1


Gita pasti sudah tidak waras, karena perasaannya dengan cepat menguasai akal. Buntu dan beku saat diperlakukan tidak pantas.


__ADS_2