Istriku Penipu

Istriku Penipu
Cara Untuk Lepas


__ADS_3

Gita mulai resah dengan perasaanya. Semakin hari perilaku Arki kian sulit dikendalikan. Dia sekarang benar-benar merasa seperti layaknya barang yang bisa dipakai seenaknya tanpa peduli bagaimana perasaannya.


Semua hal yang dia nikmati bersamaan dengan statusnya sebagai istri Arki memanglah menyenangkan. Siapa yang bisa menolak mendapatkan banyak fasilitas eksklusif nan premium dihidupnya. Tapi dilain hal hatinya semakin kelabu dan sakit. Gita merasa kotor dan menjijikan ketika nalarnya mengabur saat dibutakan oleh kenikmatan sentuhan. Nuraninya lagi-lagi merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri.


Apalagi yang lebih memuakkan, Arki akan menahannya lama. Tidak terbayang betapa legam jiwanya harus menerima perlakuan seperti itu bertahun lamanya. Gita ingin berhenti, menyelamatkan diri, menjauhi Arki. Dia tahu jalan perceraian tidak akan bisa ditempuhnya. Melarikan diri dan membuat Arki membenci hingga melepasnya adalah jalan paling rasional yang bisa ditempuh saat ini.


Gita terus berpikir bagaimana cara yang tepat untuk itu. Hingga kini dia masih sulit mempertimbangkan sebesar apa pengaruh Arki. Apakah kekuasaannya sebesar ayahnya yang merupakan salah satu konglomerat pemegang Indoarma Group, yang membawahi beberapa sektor bisnis besar? Bisa jadi angannya untuk melarikan diri hanya sebuah permainan kejar-kejaran dihalaman belakang rumah bagi Arki.


Mempertimbangkan bagaiman koneksi Arki dengan orang-orang dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang luas, Gita sudah pasti akan cepat tertangkap. Mungkin saja tetangganya, bos barunya, pegawai minimarket, petugas kebersihan, ataupun satpam yang akan ditemuinya dimasa mendatang ketika dalam pelarian adalah bawahan Arki.


Gita mencoret sejumlah skenario-skenario yang dia gambar sendiri di buku dengan gusar. Sekarang dia hanyalah seekor tikus yang terjebak di kandang singa. Dijadikan mainan dan pasrah menunggu dimangsa.


Semua pilihan untuk menghindar sama buruknya. Terlebih, ada beban moral yang sedang ditanggung Gita yaitu keselamatan keluarga Mia. Hanya dengan sekali panggilan telepon, Arki bisa mengarang bukti keterlibatan semua keluarga Mia dan menyeretnya ke penjara.


Jam di dinding ruangan sudah menunjukan pukul 12.00. Gita segera berdiri dari kursinya dan bersiap untuk keluar ruangan. Dia tidak memperdulikan rekan kerjanya yang berseru aneh melihatnya sangat sigap untuk makan siang.


Gita mengayunkan langkahnya menuju lift, turun ke lantai 10. Hari ini dia bukan pergi untuk makan siang ke kantin tapi untuk menemui seseorang.


Dia memasuki ruangan luas yang dipenuhi oleh sampel produk, tumpukan poster iklan, dan berbagai macam dokumen bertebaran di sebuah meja meeting besar. Di meja kerja para staff-nya juga tak jauh berbeda dengan itu. Lekas saja Gita menghampiri seseorang yang masih sibuk menghadapi monitornya meskipun jam istirahat sudah lewat beberapa menit.


“Luna, aku mau ngomong sama kamu,” kata Gita tanpa berbasa-basi.

__ADS_1


Luna langsung mendongak, cukup kaget dengan kehadiaran Gita yang tanpa di duga. Kemudian menautkan alis bingung, mendelik, dan tersenyum meremehkan.


“Mau ngomongin apa? Kayaknya kita gak ada hal yang perlu diomongin satu sama lain deh,” balasnya sinis.


“Aku mau minta maaf sama kamu,” ucap Gita. Kali ini Luna benar-benar terperanjat kaget mendengarnya. “Aku gak bohong. Aku beneran minta maaf, soal sikap aku yang menyebalkan ke kamu pas pertama kali ketemu,” lanjutnya.


Luna memicingkan mata merasa tidak percaya. “Tujuan kamu apa ngomong kayak gini sama aku? Mau buktikan kalau kamu hebat bisa jadi istrinya Arki?”


“Aku cuma mau bilang kalau yang kamu ucapkan dulu soal Arki itu memang benar. Dia benar-benar cowok yang sangat mengerikan buat dinikahi,” ucap Gita merasa putus asa.


Luna terdiam sejenak, kemudian mengedarkan pandangan ke sekelilingnya. Sudah tidak ada orang di ruangannya. Hanya saja dia perlu waspada pada banyak orang di kantor ini. Apalagi Gita datang menemuinya langsung seperti ini, bisa-bisa dia juga ikut terseret ke dalam masalah. Dia tidak ingin berhubungan apapun dengan Arki lagi. Walaupun sebagian hatinya terkadang masih tertaut pada laki-laki itu.


“Ikut aku ke toilet!”


“Arki punya banyak koneksi disini. Aku gak tahu siapa aja, yang aku tahu cuma atasan kamu doang. Pak Usman,” kata Luna menjawab kebingungan Gita dalam tatapannya. “Jadi, apa yang terjadi sama kamu sampai harus ngomong tentang Arki sama aku?” lanjut Luna langsung ke topik pembicaraan.


“Arki mengancamku, karena aku melakukan sesuatu. Kebohongan yang gak bisa aku ceritakan detailnya sama kamu. Setelah itu dia terus memaksa melakukan hal-hal yang gak aku inginkan, memerangkapku, dan aku terus dapat ancaman dari dia. Aku gak tahan, Lun. Aku pingin cerai dari dia.”


“Kamu gak akan semudah itu bercerai dari dia, Git. Kalau kesalahan kamu adalah hal yang masih bisa ditoleransi buatnya, dia gak akan lepasin kamu. Hanya saja dia bakal pakai kesalahan kamu itu buat bersikap seenaknya, semakin posesif dan semakin membatasi kamu.”


Gita mengangguk. Dia mengakui kebenaran itu. Arki memang awalnya sangat mengaturnya. Setelah kebohongannya terungkap, dia semakin menggila untuk mengatur setiap detail perilakunya. Belum lagi tambahan berupa ancaman-ancaman disetiap perintahnya.

__ADS_1


Dia semakin posesif dan sulit untuk di bantah. Bahkan bertemu dengan Mia, sahabatnya pun, Arki tidak mengizinkannya. Gita tidak punya kebebasan dan ruang gerak sebagai manusia sekarang.


“Arki melakukan itu sama aku juga. Sebelum akhirnya aku punya keberanian buat memutus rantai dari hubungan toxic dengannya, tapi menggantinya dengan kewarasanku yang nyaris hilang karena hal jahat yang dia sebarkan untuk balas dendam.”


Gita menatap Luna yang terlihat akan menangis mengingat kejadian di masa lampau. “Aku tahu soal kasus kamu. Aku benar-benar gak menyangka Arki melakukan hal setega itu sama kamu.”


“Arki memang akan melakukan apa aja, Git. Biar sakit hati dan dendamnya bisa terbalas. Mengorbankan orang yang dulu dia sayangi juga bakal dia lakukan. Asal dia merasa puas, melihat orang yang dia kira menyakitinya, ikut sakit juga.” Luna berderai air mata saat menceritakannya. Dia segera mengambil tisu toilet di dekat wastafel untuk menyekanya.


“Awalnya hal yang aku lakukan adalah hal yang kecil dan menurutku bukan sesuatu yang harus dipermasalahkan. Aku tahu dia gak akur sama ayahnya. Dulu aku pikir dengan dekat dengan ayahnya dan adik tirinya, bisa bikin dia aku diterima jadi calon istrinya. Pak Arya mengundangku ke rumahnya, dia tahu kalau aku salah satu anak C-Level di cabang perusahaannya. Aku ngasih kesan baik pada ayahnya, biarpun kayaknya dia gak terlalu merestui. Tapi aku sering berkunjung dan meluluhkan hati ayahnya. Salahnya, aku gak pernah bilang itu sama Arki. Aku berhubungan baik dengan ayahnya, juga adiknya, Adrian. Sampai pada akhirnya dia tahu dan menuduhku sebagai orang suruhan Pak Arya.” Luna menyeka air matanya dan menghela napas berat.


“Saat itu sikap dia mulai berubah, yang awalnya kita pacaran kayak biasa aja, saling support, saling sayang dan baik-baik aja. Tapi setelah aku ketahuan dekat dengan ayah dan adik tirinya, Arki mulai membatasi hidupku. Dia mulai posesif. Aku selalu diantar-jemput, di suruh chat atau telepon setiap kali aku pergi, gak memperbolehkan aku lembur, dan banyak lagi kekangan dia. Project-ku banyak yang gagal dan karirku nyaris hancur. Dia malah berharap aku dipecat dan tinggal di rumah jadi istrinya. Cuma Hadi, atasanku waktu itu yang mengerti dan menghiburku. I know It was wrong to falling for him, karena dia udah punya istri. Tapi aku gak tahan harus bersama Arki. Aku gak bisa putus dari dia. Jadi aku berselingkuh.”


Luna menatap lekat pada Gita. Mereka berdua bisa merasakan perasaan simpati yang sama karena terjebak dalam keegoisan Arki. Merasa tidak adil dengan perlakuan Arki yang membuat hidupnya nyaris seperti neraka. Padahal kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan tidaklah membahayakan. Tapi Arki menghukum mereka layaknya telah melakukan sesuatu yang tidak termaafkan.


“Kalau kamu mau lepas dari Arki, mungkin kamu harus coba untuk berselingkuh dengan laki-laki lain. Tapi sebagai gantinya, kamu juga akan membayarnya dengan harga yang mahal. Kewarasan dan masa depan kamu akan terancam,” ucap Luna memberikan saran.


Gita terenyak. Benar-benar ketakutan melandanya semakin jauh. Dia hanya bisa berdiam diri di toilet sangat lama, hingga Luna keluar dan meninggalkannya. Fakta dan cerita baru tentang Arki bermunculan. Dia juga baru tahu tentang hubungan buruk Arki dengan ayahnya.


Apakah Gita harus mencoba hal yang disarankan oleh Luna? Mendekati ayah Arki? Berselingkuh dengan laki-laki lain?


Untuk lepas dari Arki berapa banyak yang harus dia korbankan? Apakah sebanding dengan yang akan dia dapatkan nanti? Ataukah dia harus mempertahankan hubungan memuakkan dan menjijikan yang menyiksanya sekarang?

__ADS_1


Gita membasuh wajahnya dengan air dingin dari wastafel. Merendam kebingungan yang berputar tidak sabar di kepalanya dan semakin liar.


__ADS_2