Janji Manis Presiden Mahasiswa

Janji Manis Presiden Mahasiswa
Biang Masalah


__ADS_3

“Lo gak ingat siapa yang udah bikin hubungan pertemanan kita jadi renggang kaya gini? Amnesia lo?” tanya Dion emosi.


“Cewek itu yang udah bikin kita kaya gini. Dan sekarang lo masih lebih percaya sama dia setelah apa yang dia perbuat sama kita?!” sambung Dion.


Dia tak habis pikir dengan Abi. Apakah Abi se-bodoh itu masih bisa ditipu oleh Alda? Itulah pertanyaa yang terlintas di benaknya.


“Halah udah lah, lagian itu masa lalu. Dan asal lo tau, yang bikin hubungan pertemanan kita renggang kaya sekarang itu bukan Alda, tapi lo! Kalau aja dari awal lo bilang sama gue kalau lo juga suka dia, mungkin gue gak akan pacarin dia. Tapi lo malah milih main belakang sama dia?” tanya Abi.


Dion berdecih mendengar penuturan Abi. “Dia yang bilang kaya gitu sama lo?” tanya Dion sambil menunjuk Alda.


“Bod*h lo kalau sampai percaya sama dia.” Dion memaki Abi. “Eh lo cewek brengsek! Dion hendak mendekati Alda sebelum kemudian dia ditahan oleh Abi. 


“Dari awal dia yang deketin gue!!” bentak Dion.


“Tolak dari awal karena lo kan  kalau kita pacaran,” jawab Abi tak kalah emosi.


“Kalau dia bilang dia masih sama lo, pasti bakal gue tolak. Tapi dia yng bilang sendiri kalau kalian udah putus!!!”


Semu kepingan masa lalu yang ada dalam memori Dion kembali berdatangan. “Halah, sekarang gue gak peduli tentang masa lalu itu. Pergi lo dari sini, jangan ganggu kita,” ucap Abi sambil mendekati Alda.


“Asal lo tahu, suatu saat lo bakal nyesel karena udah lakuin ini sama Ara.” Dion menunjuk wajah Abi sebagai tanda jika dia memperingatkan pria itu.


Dion pergi dari sana. Yang harus dia lakukan saat ini adalah mencari kebenaran tentang rekaman itu dan membuktikan jika Ara mengatakan yang sebenarnya.


Bukan hanya dia ingin menyelamatkan Ara, Dion juga ingin menyelamatkan Abi sebagai temannya. Dia tak ingin pria itu menyesal karena telah mensia-siakan Ara.

__ADS_1


“Pertama yang harus gue temuin adalah Karin.” Kenapa Dion berpikir seperti itu? Karena dia tahu jika Karin adalah biang gosip di sana. Itu berarti gadis itu mengetahui banyak hal tentang apa yang sedang terjadi. Yang selanjutnya, dia pernah melihat Karin yang tengah berbicara dengan Alda, Dion yakin jika Karin mengetahui sesuatu.


Pria itu berjalan dengan cepat untuk mencari karin. Tak peduli seberapa jauh dia harus mencari, dia pasti akan menemukannya.


Cukup lama dia mencari hingga akhirnya Dion menemukan Karin yang baru saja keluar dari toilet.


“Ikut gue!” Dengan tiba-tiba Dion menarik tangan gadis itu dan membawanya ke tempat yang lebih sunyi. Dia akan berbicara baik-baik pada Karin.


“Lo apa-apaan sih?” tanya Karin tak terima karena Dion menariknya dengan paksa.


“Ada yang mau gue tanyain ke lo. Jawab jujur selama gue masih ngomong baik-baik sama lo,” ucapnya dengan tajam.


Karin tak menjawab, dia menunggu Dion melanjutkan ucapannya. “Lo ada hubungannya sama kasus rekaman Ara?” tanya Dion.


“Jadi, lo yang manipulasi rekaman itu?” Dion masih sabar selama Karin menjawabnya dengan jujur.


“Lo apa-apaan sih?! Datang-datang main tarik tangan orang dan sekarang nuduh yang enggak-enggak!” sangkal Karin. Dia merasa tak terima karena dituduh seperti itu.


“Jangan bohong dan jangan main-main sama gue. Bilang yang sebenarnya atau gue bakal bawa kasus ini ke jalur hukum dan lo bakal dipenjara. Lo tahu sendiri kan kalau bokap gue polisi,” ucap  Dion. Sengaja dia mengancam seperti itu agar Karin mengatakannya.


“Punya bukti apa lo kalau gue emang pelakunya?” tanya Karin. Secara tak langsung gadis itu telah mendeklarasikan kalau memang dia lah pelakunya.


“Gue punya bukti yang hanya akan gue serahin sebagai bukti di pengadilan nanti. Kalau gue kasih tahu lo sekarang, lo bisa aja hancurin bukti itu,” jawab Dion. “Tapi, kalau lo ngaku lo yang udah manipulasi itu dan ada orang yang nyuruh lo, mungkin orang itu yang akan dapat hukuman,” sambungnya. Tentu saja Karin juga akan mendapatkannya, tapi sengaja Dion berkata seperti itu agar Karin mau mengaku.


Gadis itu mulai ketakutan ketika Dion membicarakan soal pengadilan. Sepertinya pria itu memang akan melaporkannya jika dia tidak mengaku sekarang.

__ADS_1


“Kalau gue bilang yang sebenarnya, lo masih mau laporin gue?” tanya Karin.


“Gue datangin lo dan bilang kaya gini atas nama Ara.” Dion akan meminta maaf pada Ara nanti karena dia telah menggunakan nama gadis itu.


“Tapi mungkin kalau lo ngaku dan minta maaf langsung sama dia di depan semua orang, mungkin dia bakal bebasin lo. Jadi yang perlu lo lakuin sekarang ada ngaku dan dapatin hati Ara biar dia maafin kesalahan lo,” ujar Abi.


Klara terlihat berpikir dan gelisah di saat yang bersamaan. Dia masih muda, mana mungkin dia akan berakhir di penjara.


“Tapi lo yakin kalau Ara bakal maafin lo?” tanya Karin khawatir.


“Selama ini lo pasti tahu sebaik apa dia sama orang, bahkan sama orang yang udah jahatin dia sekalipun. Jadi tunggu apa lagi?” tanya Dion.


“Oke, gue ngaku gue yang ambil rekaman itu lewat teman gue yang ada di kelas Ara. Awalnya gue cuma mau kasih tau itu sama Alda.” Ketika nama Alda disebut oleh Karin, Dion tersenyum puas. Seperti dugaannya jika dalang di balik semua ini adalah gadis itu. “Tapi habis itu gue gak tahu kalau dia sebarin rekaman itu. Bahkan soal manipulasi, gue sama sekali gak tahu tentang itu. Sumpah!” ucapnya pada Dion.


Dion yang pintar tentu saja sedari tadi sudah mempersiapkan rekaman. Dia berhasil merekam semua ucapan Karin.


“Kaya yang gue bilang tadi, lo harus minta maaf sama Ara di depan semua orang buat balikin nama baik dia. Urusan lo yang ngambil rekaman itu biar gue yang urus agar lo gak terlibat hukum, gimana?” tawar Dion.


Dengan cepat Karin mengangguk. Dia tentu saja setuju karena dia tak bisa mensia-siakan masa mudanya di balik jeruji besi.


“Tapi kayanya gak bisa hari ini karena anak-anak juga udah pada pulang,” ucap Karin.


“It’s okay, lo bisa lakuin besok. Ingat, jangan sekali-kali lo berani kabur. Bokap gue polisi dan kalau lo berani kabur, gue bakal temuin lo bahkan sampai ke ujung dunia sekalipun,” ancamnya.


Klara mengangguk takut. Dia hanya punya satu pilihan untuk sekarang. Meminta maaf pada Ara dan dia akan aman.

__ADS_1


__ADS_2