Janji Manis Presiden Mahasiswa

Janji Manis Presiden Mahasiswa
Dating


__ADS_3

Abi memandang Ara dengan sangat dalam saat Ara berkata seperti itu.


"Apa?" tanya Ara menghentikan langkahnya saat dirasa Abi terus saja memperhatikannya.


"Mau bolos?" tawar Abi dengan kurang ajarnya.


"Gak ada kerjaan! Kamu itu udah sering bolos, kalau nilai kamu jelek gimana?" tanya Ara kesal.


"Sekali-kali bolos sama pacar. Nilai aku gak bakal jelek, kan aku Presiden Mahasiswa," jawabnya sombong.


Spontan, Ara memukul lengan Abi. "Mentang-mentang punya koneksi!" ucapnya.


Abi meringis saat dia mendapatkan pukulan itu walaupun tidak terasa begitu sakit.


"Jadi, mau gak?" tanya Abi. "Penawaran ini cuma berlaku hari ini loh," lanjutnya berusaha membujuk Ara.


Karena seperti yang kalian ketahui jika Abi sangat pandai bermain kata, akhirnya Ara menganggukkan kepalanya.


"Ya udah ayo, sebelum ada yang lihat," jawab Ara.


Akhirnya, baru saja mereka setengah jalan menuju kelas, mereka kembali ke parkiran.


"Main ke mana ya?" tanya Abi mengharapkan sebuah saran dari Ara.


"Ke mana aja, aku bingung. Jadi, terserah kamu," jawab Ara seperti kebanyakan wanita pada umumnya.


Karena dari awal mereka memang tidak mempunyai tujuan, pada akhirnya Abi hanya membawa Ara berkeliling ke tempat-tempat yang menyenangkan menggunakan motornya.


"Kita gak akan berhenti?" tanya Ara sedikit mengeraskan suaranya. Karena dia tahu jika dia berbicara dengan pelan Abi tidak mungkin mendengarnya.


"Bentar di depan ada tempat yang enak buat berhenti," jawab Abi.


Sebenarnya habis sempat melupakan tempat ini. Namun karena arah yang dia ambil menuju ke tempat ini maka dia kembali ingat.


Akhirnya Ara hanya diam menunggu Abi menghentikan motornya.


Tepat di sebuah dataran tinggi yang langsung mengarah ke bukit-bukit yang indah di depan mata Abi menghentikan motornya.


Tak hanya pemandangan yang dapat memanjakan mata, tapi di sana juga ada warung-warung kecil yang menjual berbagai macam minuman dan makanan.


"Nggak papa kan kalau makan di tempat begini?" tanya Abi takutnya Ara keberatan.


"Nggak apa-apa. Tempat ini indah banget, aku suka." Ara turun dari motor Abi sebelum Abi memintanya.


Sepertinya gadis itu sangat terpesona dengan keindahan yang ada di hadapannya. Tanpa sadar kakinya berjalan maju mengarah lebih dekat ke pinggiran sana.

__ADS_1


"Ra, jangan terlalu ke sana nanti jatuh." Abi memperingati kekasihnya.


Tidak hanya berbicara, tapi Abi juga menarik tangan arah agar tidak terlalu jauh darinya. Setelah itu, Abi juga membukakan helm yang digunakan Ara. Sepertinya gadis itu sampai lupa melepaskan helmnya.


"Sini kita pesan minuman dulu. Kamu mau apa?" tanya Abi sambil menarik tangan Ara.


"Di sini ada es kelapa muda juga?" arah bertanya dengan antusias. Pasalnya dia sudah sangat lama tidak meminum minuman itu.


"Ada, mau?" tawar Abi yang langsung diangguki oleh Ara.


Setelah memesan, mereka kembali ke tempat tadi dan duduk di bangku yang memang sudah disediakan di sana.


"Kenapa aku baru tahu tempat ini sekarang?" Lagi-lagi gadis itu terhipnotis dengan pemandangan di depannya.


"Indah kan?" tanya Abi yang langsung diangguki oleh Ara.


"Kamu tahu tempat ini dari mana?" tanya Ara. Sebenarnya gadis itu tidak memiliki alasan khusus untuk bertanya, dia hanya penasaran dengan jawaban Abi.


Namun cukup lama Abi tidak menjawab pertanyaan Ara. Pria itu sepertinya malah melamun.


"Bi!" sentak Ara saat dia tak kunjung mendapatkan jawaban dari Abi.


"Ah hah?" Abi terkejut karena Ara membentaknya.


"Kamu ini ditanya kok malah ngelamun sih." Ara mengerucutkan bibirnya kesal karena pertanyaannya tidak digubris oleh Abi.


Pada kenyataannya Abi mengingat sesuatu. Kenangan indah yang juga pernah dia lewati di sana bersama dengan gadis yang dia sayangi.


"Tadi kamu nanya apa?" Abi kembali bertanya pada Ara berharap gadis itu akan menjawabnya.


"Kamu tahu tempat ini dari mana?" Ara kembali mengulang pertanyaannya.


"Emmm waktu itu Shaka yang ngajak aku. Aku juga nggak tahu dia tahu tempat ini dari mana."


Ara mengangguk mempercayai apa yang dikatakan Abi.


"Ini minumannya, Mas." Seorang wanita paruh baya mengantarkan pesanan mereka.


"Terima kasih, Bu." Ibu itu langsung mengangguk dan pergi. Tanpa menunggu lama Ara langsung melahap makanannya dan juga meminum es kelapa yang sudah sangat dia inginkan dari lama.


"Pelan-pelan makannya nggak akan ada yang bawa kok," ucap Abi saat melihat Ara makan dengan lahap.


Gadis itu hanya tersenyum dan mengurangi kecepatan makannya.


Tak banyak yang mereka lakukan di sana, hanya  menikmati pemandangan dan beberapa percakapan kecil di antara mereka.

__ADS_1


"Aduh, kayanya aku udah kenyang," ucap Ara sambil memegang perutnya.


Abi terkekeh melihat tingkah Ara. "Udah berhenti dulu makannya." Ara mengangguk dan menghentikan makannya.


Cukup lama mereka berada di sana hingga hari sudah mulai sore.


"Pulang yuk udah sore," ajak Ara.


"Ya udah yuk."


Akhirnya mereka pulang setelah perut mereka terisi penuh dan juga mata mereka termanjakan oleh pemandangan di sana.


Abi langsung mengantar Ara menuju ke rumahnya. Awalnya habis sempat mengajak Ara untuk mampir ke rumah dia terlebih dahulu.


Tapi Ara menolaknya dengan alasan hari sudah mulai sore.


"Yakin nggak mau mampir dulu? Nggak mau ketemu sama calon Ibu mertua?" Abi menggoda Ara sehingga berhasil membuat gadis itu tersipu malu.


"Apaan sih!" ucapnya sambil memukul bahu Abu dari belakang.


Mereka memang belum sampai dan masih dalam perjalanan. Sudah puas menggoda Ara, akhirnya Abi benar-benar memulangkan arah ke rumahnya.


Mereka akhirnya tiba di rumah Ara sekitar pukul setengah enam sore. 


"Mau mampir dulu nggak?" tanya Ara setelah dia membuka helmnya.


"Lain kali deh. Kayaknya Ibu aku marah kalau aku pulang malam," tolaknya dengan halus.


"Ya udah hati-hati di jalan ya. Jangan ngebut-ngebut. Kalau udah sampai kabarin," ucap Ara beruntun.


"Iya cantik Siap laksanakan," jawab Abi sambil memberikan hormat pada Ara.


Setelah berpamitan pada gadis itu, akhirnya Abi meninggalkan rumah Ara. Dia melajukan motornya membelah keramaian ibukota.


Sementara itu Ara memasuki rumahnya dengan senyum yang mengembang. 


"Kayaknya ada yang bahagia nih, sampai senyum-senyum sendiri kayak orang gila," sindir Abangnya yang ternyata juga baru pulang dari kantor.


"Apaan sih Bang. Orang biasanya juga gini kok," Jawab Ara mencoba menghindari godaan Abangnya.


"Tumben sore banget, Ra?" Bundanya keluar dari kamar dan langsung bertanya.


"Emm itu, Bun, tadi ada rapat organisasi dulu. Iya rapat," dustanya.


Semoga Tuhan mengampuni dosanya kali ini saja. 

__ADS_1


"Ohhh. Ya udah sana istirahat. Jangan lupa mandi dulu. Kalau mau makan makanannya ada di dapur tinggal kamu angetin aja," ucap Bundanya.


" iya Bunda siap. Makasih ya." Sebelum pergi dari sana, Ara mengecup singkat pipi Bundanya.


__ADS_2