Janji Manis Presiden Mahasiswa

Janji Manis Presiden Mahasiswa
Waktu Bersama Dion


__ADS_3

Abi sedang berbaring santai di sofa rumahnya. Dia sangat bosan hari ini.


“Ajak Ara main kali ya,” ucapnya sambil mengambil ponselnya untuk menghubungi Ara berharap gadis itu akan sangat senang.


“Ra,” panggil Abi saat panggilang sudah tersambung.


“Iya Bi, ada apa?” tanya Ara seperti sedang melakukan sesuatu.


“Main yuk. Aku jemput sekarang ke rumah kamu ya,” ucap Abi.


“Maaf Bi. Kayanya hari ini aku gak bisa,” jawab Ara.


“Kenapa?” Abi bertanya kecewa dengan keputusan gadis itu.


“Aku ... aku lagi di rumah Dion,” jawab Ara agak ragu. Dia tahu reaksi seperti apa yang akan diberikan oleh Abi jika dia mengatakan hal ini. Tapi dia juga tak bisa berbohong pada pria itu.


"Ini hari libur loh, Ra. Kenapa kamu masih aja urusin dia?" tanya Abi mulai tersulut. 


Ya perjanjian mereka berubah menjadi Ara akan merawat Dion hanya hari Senin sampai Jumat saja. Tapi kenapa hari Sabtu ini Ara masih saja pergi ke rumah Dion? 


Itulah alasan kenapa Abi marah saat ini. 


"Tadinya aku juga gak mau pergi. Tapi dia tadi telpon katanya orang rumah lagi pada pergi kerja dan ART di sana juga lagi ambil cuti," jelas Ara. 


"Ra, kamu udah deh jangan kaya gini lagi. Gak apa-apa aku masuk penjara aja. Palingan gak akan lama," ucap Abi. 


"Bi!!" sentak Ara tak setuju dengan apa yang dikatakan Abi. 


"Aku udah sejauh ini biar kamu gak dihukum. Bakal sia-sia kalau aku udahan sekarang," sambung Ara. 


"Dari awal aku juga udah bilang kalau aku yang akan nanggung ini, tapi kamu maksa buat rawat dia." Kali ini Abi justru seolah menyalahkan Ara atas semua yang terjadi. 


"Aku lakuin ini demi kamu. Aku gak mau nama baik kamu rusak cuma gara-gara dia. Aku gak mau kamu turun jabatan dengan alasan yang buruk, dan aku gak mau orang tua kamu malu atas apa yang kamu perbuat. Kamu ngerti gak sih?" 


Abi terdiam sambil memijat pelipisnya. Dia sangat bingung sekarang. 


"Terserah kamu!" Abi memutus sambungan telpon begitu saja. 


"Aarggghhh!!" Pria itu berteriak frustasi. 


"Kenapa Bi?" Ibunya datang saat mendengar teriakan Abi. 


"Enggak Bu. Abi main dulu ya." Tanpa menunggu jawaban dari Ibunya, Abi segera beranjak dari sana. 


Dia mengganti pakaiannya dan membawa barang-barang yang memang dia perlukan seperti ponsel, uang dan juga kartunya. 


"Main ke mana?" Saat melewati Ibunya, Ibunya kembali bertanya. 


"Main sama pacar," jawabnya singkat dan kemudian dia pergi dari sana. 


"Dasar anak muda."

__ADS_1


**** 


Abi pergi ke sebuah rumah yang beberapa kali dia datangi. 


Ini hari libur dan seharusnya gadis itu ada di rumah. 


"Permisi," sapa Abi sambil mengetuk pintu rumah yang tertutup rapat itu. 


"Iya." Ada jawaban dari dalam dan Abi mengenal suara itu. 


"Ehh kok datang gak bilang-bilang sih?" tanya gadis itu. 


Kalian pasti tahu siapa dia. Kekasih Abi. Nabila.


"Emang harus izin dulu ya kalau mau ke sini?" tanya Abi berpura-pura marah. 


"Gak gitu. Tumben aja gak ngabarin dulu. Biasanya juga harus aku yang nyuruh kamu ke sini baru kamu mau datang," jawab gadis itu. 


"Aku lagi gak sibuk sekarang. Jadi sempatin datang ke sini," ucap Abi. 


"Ya udah yuk masuk," ajak Nabila.


Abi mengangguk dan mengikuti gadis itu. 


"Pada ke mana orang rumah?" tanya Abi. 


"Keluar semua. Cuma ada bibi di dapur," jawabnya. 


"Mau ke mana?" tanya Nabila. 


"Ke mana aja. Kamu maunya ke mana?"


"Eemm, ke pantai siang-siang gini panas gak sih?" tanya Nabila. 


Sudah lama dia tak pergi ke tempat itu dan rasanya akan menyenangkan jika pergi sekarang. 


"Gak apa-apa kalau kamu mau. Kita bisa neduh dulu nanti di sana, kalau matahari udah mulai turun, baru main air. Mau?" tanya Abi yang langsung diangguki dengan semangat oleh Nabila. 


"Tunggu bentar ya. Aku ganti baju dulu," ujar Nabila.


Abi mengangguk dan menunggu Nabila selesai dengan urusannya di sana. 


"Yuk!!" Mereka akhirnya pergi ke pantai seperti yang diinginkan Nabila. 


Perjalanan mereka cukup panjang untuk sampai di tempat yang mereka tuju. 


"Tidur aja dulu kalau ngantuk," ucap Abi sambil mengelus rambut Nabila saat dia melihat gadis itu memejamkan matanya beberapa kali. 


"Kamu gak ada temen ngobrol kalau aku tidur," jawabnya. 


"Gak apa-apa. Nanti kalau udah sampai aku bangunin kamu."

__ADS_1


Nabila mengangguk karena dia juga tak tahan dengan rasa kantuknya. 


Sebuah pemandangan yang nampak di depan mereka adalah pantai dengan banyak pengunjung di sana.


Kalian ingat, pantai yang dikunjungi Ara, Abi dan teman lainnya waktu itu, ya ini adalah tempat yang sama. 


"Engghh." Nabila melenguh saat mereka tiba di sana. 


"Kamu udah bangun? Baru aja aku mau bangunin kamu," ujar Abi. 


"Udah sampai?" tanya Nabila yang diangguki oleh Abi. 


"Kita neduh dulu di warung itu ya, sambil nunggu matahari agak turun," saran Abi. Dia tak ingin kulit Nabila terbakar. 


Mereka memutuskan untuk pergi ke sana sambil memesan minuman. Abi terdiam dengan kenangan yang melintas di dalam ingatannya. 


Kenangan di mana dirinya dan Ara berada di sana dan juga bagaimana dia berusaha mendekati gadis itu. Sangat manis. 


Tanpa sadar, senyumnya mengembang saat memikirkan itu. 


"Bi, kamu kenapa?" Beberapa kali Nabila menyentak pria itu tapi Abi tak kunjung menggubrisnya. 


"Hah? Iya kenapa?" Akhirnya Abi keluar dari lamunannya itu. 


"Kamu itu lagi mikirin apa sih?" tanya Nabila agak kesal karena sedari tadi Abi tak menjawabnya. 


"Enggak mikirin apa-apa kok," dustanya. 


**** 


Ara segera menyelesaikan acara memasaknya. Dion memanggilnya ke rumahnya dengan alasan mau minum obat tapi tak ada makanan yang bisa dia makan. Akhirnya Ara memutuskan untuk datang ke sana dan memasak. 


"Abi ya yang nelpon?" tanya Dion yang baru saja datang ke dapur. 


"Udah kan. Nih makanannya. Gue pulang dulu, masih ada urusan lain." Ara melepas apron yang dia kenakan dan pergi tanpa menjawab pertanyaan Dion. 


"Dasar keras kepala. Udah dibilangin masih aja ngeyel," ucap Dion setelah Ara benar-benar pergi dari sana. 


Tujuan Ara saat ini adalah rumah Abi. Dia tahu jika Abi marah. 


Bisa terdengar bagaimana tadi pria itu menjawab dan memutus panggilan begitu saja. 


Sesampainya di rumah Abi, dia sama sekali tak melihat mobil yang biasa digunakan pria itu. 


"Ra, kok kamu di sini?" tanya Ibunya Abi yang sedang melihat-lihat bunga di halamannya. 


"Ibu. Iya Bu. Mau ketemu Abi, ada?" tanya Ara setelah dia menyalami Ibunya. 


"Loh kamu ini gimana? Bukannya tadi dia pergi sama kamu?" ucap Ibunya. 


Ara bingung dengan apa yang dikatakan Ibu Abi. Pasalnya sedari tadi dia berada di rumah Dion.

__ADS_1


__ADS_2