Jodoh Dari GC

Jodoh Dari GC
Sambel


__ADS_3

Sudah sebulan lebih berlalu sejak permintaan maaf Lisa pada Freya, sejauh ini tak ada yang berubah wanita itu masih memperlakukan Freya dengan baik, bahkan sangat baik. Katanya sih Freya sudah dianggap seperti adiknya sendiri. Lisa pun sudah tak terlalu mengejar Arka, wanita itu memilih berlaku seperlunya dengan Arka karena ia sadar memaksakan sesuatu tak akan berhasil sempurna.


Sabtu pagi ini seperti biasa Freya memasak untuk sarapan mereka. Tak udah ditanya lagi rasa masakan dia sudah cukup enak. Freya menggunakan sendok makan untuk mencicipi sup ayam yang sedang ia masak.


“Hm… kurang asin dikit nih.” Ia mengambil toples berisi garam dan memasukannya sedikit kemudian mengaduk lagi sup ayamnya.


“Astaga naga dragon ball!” teriak Freya saat mendapati tangan Arka sudah melingkar di perutnya. Suaminya akhir-akhir ini berubah menjadi sangat manja, suka nemplok sana –sini nggak tau tempat.


“Kalo datang tuh bersuara kek Bang, jangan tiba-tiba maen peluk aja. Kaget tau!” gerutu Freya sambil terus mengaduk supnya.


Arka tak menghiraukan ucapan Freya, ia menyandarkan kepalanya di bahu Freya, manja. “Masak apa yang?”


“Sup ayam. Belajar dari Bunda kemaren. Cobain deh Bang!” Freya kembali menyendok sedikit kuah supnya kemudian memberikannya pada Arka.


“Enak nggak? Tadi kurang asin tapi udah aku tambahin garam dikit.”


“Udah enak kok sayang. Sekarang udah pinter masak yah.” Puji Arka seperti biasa sambil mengelus pucuk kepala istrinya. “Tambahin bikin sambel terasi yang dikasih jeruk limau yah sayang.” Pinta Arka.


“Heh?” Freya terkejut dengan permintaan suaminya, baru kali ini Arka request makanan, biasanya ia selalu menerima apapun yang Freya masak. “Tapi ini masih pagi Bang, masa kita makan pake sambel? Ntar mules loh. Lagian Abang bukannya mau ke Jogja ntar siang sama Ayah?” tanya Freya.


“Nggak tau pengen makan pake sambel terasi plus jeruk limau aja, sepertinya seger. Perut Abang enek banget ini, tadi juga abis muntah.” Keluh Arka.


Freya mematikan kompor dan berbalik menghaadap ARka. Ia meletakan punggung tangannya ke kening Arka. “Nggak panas. Apa Abang masuk angin yah? Kita ke dokter aja yuk Bang.”


“Nggak apa-apa kok, nggak usah ke dokter. Kalo deket kamu eneknya ilang. Apalagi kalo kaya gini nih.” Arka kembali memeluk Freya.


“Modus Abang tuh. Aku udah pinter sekarang Bang nggak bisa di modusin.” Kesal-kesal Freya tetap membalas pelukan Arka, menepuk pelan punggung suaminya.


“Beneran Yang!”

__ADS_1


“Mandi dulu gih Bang!” ucap Freya setelah melepas pelukannya.


“Iya sayang.” Jawab Arka sambil menyubit gemas kedua pipi Freya. “jangan lupa sambelnya yang! Cabenya satu aja yah biar nggak pedes, jeruknya kasih yang rada banyak. Dua buah boleh lah.” Imbuh Arka sebelum pergi dari dapur.


Sesuai pemintaan Arka, Freya mengambil cobek dan ulekan kemudian memasukan cabe rawit satu buah, bawah merah satu buah, tomat, gula dan garam kemudian ia ulek kasar tak lupa menambahkan terasi yang sudah ia bakal terlebih dahulu.


“Terakhir nih tinggal masukan jeruknya.” Ucapnya sambil memeras dua buah jeruk limau diatas sambel, sesuai permintaan Arka.


“Anjim…asem banget dah.” Ucap Freya setelah mencicipi sambel buatannya, ia segera mengambil segelas air dan meminumnya.


Arka baru saja duduk di meja makan. Lelaki dua puluh satu tahun itu terlihat tampan dengan rambut yang masih setengah kering. Freya mengambilkan nasi, sup ayam dan tempe goreng kemudian memberikannya pada Arka.


“Ini Bang. Jangan makan sambelnya deh Bang! Tadi aku cobain asem banget.”


“Tapi Abang pengen banget makan sambelnya loh.” Arka malah mengambil sambel itu banyak-banyak.


“Enak tau Yang!” Arka begitu menikmati sarapannya, sementara Freya malah bengong dan tak percaya sambel yang begitu asem malah dibilang enak.


“kamu nggak makan?” tanya Arka yang melihat Freya masih bengong saja.


“i… iya ini aku makan Bang.” Jawab Freya kemudian mulai memakan sarapannya.


Hari ini suaminya benar-benar berbeda, sudah biasa kalo main peluk dimana pun tapi untuk hari ini Arka benar-benar lengket padanya bahkan untuk sekedar menyiapkan baju yang akan dibawa Arka untuk pergi ke Jogja pun lelaki itu tetap menempel padanya, memeluknya dari belakang, membuat Freya kesulitan untuk bergerak.


“Bang Ar kenapa sih hari ini manja banget. Ngalahin si kopoy deh manjanya.” Ucap Freya yang tiba-tiba teringat pada si kopoy kucing tetangga rumah Ardi yang ia kira sudah mati, ternyata masih hidup. Dan semenjak ia bisa masak si kopoy jadi rajin main ke rumah Ardi lagi. Langsung mengikutinya kemanapun ia berjalan seolah tau bahwa ia tak akan lagi jadi korban masakan amburadul Freya.


“Nggak tau sayang, Abang pengennya gini terus. Kan besok kita nggak ketemu dua hari.”


“Iya iya. Udah selesei nih. Kita ke rumah Bunda sekarang yuk Bang.”

__ADS_1


Keduanya pergi ke rumah Mira, selama Arka di luar kota Freya akan tinggal bersama Bunda Mira dan Ardi. Arka tak mau Freya tinggal sendiri di apartemen, takut istrinya kesepian.


Mereka semua sedang makan siang sebelum Arka dan Bayu berangkat ke Jogja untuk urusan perusahaan. Lagi-lagi Arka meminta sambel yang sama dan membuat heran semua anggota keluarga tak terkecuali Ardi yang sejak tadi terlihat ngeri melihat Arka makan dengan sambal yang super asam.


“Jangan lupa lu anterin Freya ntar malem ke acara inagurasi Di. Tungguin disana jangan ditinggal-tinggal!” ucap Arka setelah memasukan kopernya ke bagasi.


“Iya. Bawel amat sih Kak. Sana berangkat deh! Udah biasa gue jadi satpam bini lu.” ketus Ardi.


“Abang berangkat dulu yah.” Pamit Arka sambil memeluk Freya.


“Iya. Hati-hati. Kalo udah sampe kabarin yah Bang.”


Freya sudah siap dengan gaun berwarna kuning sesuai dengan drees code untuk acara inagurasi. Gaun simple selutut dengan perpaduan renda di membuat dia terlihat canti dan menggemaskan. Acara yang sebenarnya enggan Freya ikuti karena percuma ramah-tamah dengan senior-senior yang satu jurusan dengannya tapi tak ada Arka di sana. Tapi sayang katanya acara itu wajib diikuti oleh semua mahasiswa tingkat satu membuat Freya mau tak mau tetap harus menghadirinya.


Sesuai permintaan sang kakak, malam ini Ardi mengantar Freya. Keduanya masuk ke dalam ballroom hotel. “Gila Fre jurusan lu demen banget sama warna kuning.” Ucap Ardi begitu masuk ke dalam, semuanya bernuansa kuning.


Dari kejauhan Lisa sedang berbicara dengan seorang lelaki, keduanya terlihat begitu serius. Lisa melambaikan tangannya pada Freya saat melihat gadis itu melambaikan tangan padanya.


“Lu udah tau kan apa yang harus lu lakuin? Kita harus berhasil!” Ucap Lisa sebelum menjauh dari Tito untuk menemui Freya.


.


.


.


Jangan lupa like komen dan favoritkan.


itu resep sambelnya kalo ada yang mau bikin boleh lah wkwkwwk

__ADS_1


__ADS_2