
Mentari semakin turun di ufuk barat, Freya semakin malas melepaskan Arka kembali ke posko KKN. Sakitnya benar-benar sudah sembuh bahkan tanpa meminum obat yang diberikan dokter. Yang Freya inginkan saat ini hanyalah bersama-sama dengan obat mujarabnya. Tapi sayang si obat harus segera kembali ke tempat KKN.
"Bang Ar beneran nggak bisa yah KKN nya berangkat pagi dan pulang sore aja." Rengeknya pada Arka yang sedang memakai pakaian dan merapikan rambutnya di depan cermin.
Arka menghampiri Freya yang duduk di sisi ranjang, mengikuti gadis itu duduk di sampingnya. "Nggak bisa lah Dek. Tinggal bentar lagi kok, seminggu doang. Abis itu kita bisa ke kampus bareng."
"Lama lah Abang." Keluhnya cemberut.
"Nanti Abang sering-sering telpon kamu." Arka membelai rambut istrinya. "Yuk anterin sampe depan." Imbuhnya.
Arka menggandeng Freya keluar dari kamar, menghampiri Mira untuk berpamitan. "Aku berangkat lagi Bun. Titip Freya yah." Ucap Arka sembari menyalami bundanya.
"Iya hati-hati. Nggak usah khawatir soal Freya ada Bunda sama Ardi. Bawa juga ini." Mira memberikan paper bag berisi makanan. "Buat di posko." Imbuhnya.
Arka menerima paper bag pemberian bundanya. "Makasih Bun." Kini netranya beralih menatap Freya yang berdiri di sampingnya. "Abang berangkat yah." Pamitnya pada Freya.
"Aku ikut nganter sampe posko boleh yah Bang?" Tanya Freya dengan tatapan memohon
"Ya udah ayo, jangan memelas gitu Abang nggak tega."
"Aku ikut nganter Bang Ar ya Bun."
"Tapi kan kamu baru mulai sehat sayang. Bunda takut kamu kenapa-napa." Nampak jelas wajah khawatir bunda Mira.
"Nggak apa-apa Bun. Lagian aku udah sembuh kok."
"Iya sudah hati-hati. Biar nanti supir Ayah yang nganter kalian." Ujar Mira.
Setelah supir Ayah Bayu tiba, keduanya lantas bertolak menuju tempat KKN. Sepanjang perjalanan Freya menyandarkan kepalanya di bahu Arka dengan manja dan mengajukan berbagai pertanyaan tentang kegiatan KKN yang dijalani suaminya.
"Ribet yah Bang." Ujar Freya. " Ntar kalo aku kuliah bisa nggak yah KKN nya di skip aja." Imbuhnya.
"Nggak bisa lah. Mana ada main skip-skip. Emang kenapa pengen di skip segala?"
"Soalnya aku tuh nggak mau jauh-jauh dari suami aku ini." Ucap Freya sambil memeluk Arka.
"Heleh mulai pinter gombal kamu ya Dek." Arka mencubit gemas hidung Freya sambil tersenyum menatap gadis di dekapannya.
"Jangan senyum Bang!" Freya menutup bibir Arka dengan tangannya.
__ADS_1
Arka malah makin tersenyum dan menyingkirkan tangan Freya. "Kenapa emang Dek?"
"Karena tiap Abang senyum ke aku, jantung aku tuh langsung jedag jedug maratonnya nggak kekontrol Bang. Ntar kalo aku sakit jantung gimana coba?"
"Hadeh ada-ada aja kamu Dek."
Obrolan-obrolan dari yang mulai berfaedah hingga unfaedah membuat perjalanan panjang menyenangkan. Bahkan tak terasa kini mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti di depan rumah yang menjadi posko KKN. Nampak beberapa mahasiswa sedang bersantai di teras, karena saat menjelang magrib mungkin mereka baru saja menyelesaikan tugas mereka masing-masing.
Arka membuka pintu mobilnya dan turun dari sana sementara Freya masih di dalam, gadis itu hanya menurunkan kaca mobil saja tanpa keluar.
"Nggak ikut turun?" Tanya Arka yang kini berdiri di samping mobil sambil menatap Freya.
"Emang boleh aku ikut sampe ke dalem Bang?"
"Boleh. Pacar Rendi aja seminggu sekali kesini."
"Loh kok Abang nggak bilang dari dulu sih. Kalo Abang bilang kan aku bisa sering-sering kesini. Dua hari sekali gitu." Ujar Freya sambil keluar dari mobil.
"Keseringan dong Dek."
"Kenapa? Abang nggak suka ya kalo aku sering ke sini." Gadis itu kini cemberut menatap Arka.
"Bukan gitu. Di sini juga Abang sibuk Dek. Udah nggak usah cemberut gitu. Minggu depan kamu boleh kesini sekalian jemput Abang pulang." Ucap Arka. "Ayo!" Imbuhnya.
"Eh ada Dedek Freya." Sapa Rendi yang sedang lesehan di teras bersama beberapa mahasiswa lain.
Arka menatap tajam Rendi, tak suka dengan panggilan 'Dedek' yang baru saja terlontar dari bibir sahabatnya.
"Iya-iya Freya maksud gue Ar." Ujar Rendi. "Lu bawa apa Fre?" Lanjutnya.
Freya mengangkat paper bag yang ia bawa, menunjukannya pada Rendi, "ini makanan dari Bun...Eh dari Tante Mira." Hampir saja ia kelepasan menyebut 'Bunda' meskipun Rendi sudah tau dia istri Arka, tapi tetap saja teman-teman Arka yang lain kan tak mengetahuinya.
"Eh ada kakak cogan juga." Ucap Freya saat melihat Irfan baru saja keluar dari dalam rumah. "Sore kak." Sapanya sambil tersenyum manis.
"Sore Fre. Lu ikut kesini? Katanya sakit." Tanya Irfan yang kini ikut duduk lesehan bersama mereka.
"Udah sembuh dia." Jawab Arka. "Duduk sini Dek." Arka menepuk lantai di sebelahnya, membuat gadis itu segera duduk di sampingnya.
"Cepet amat. Gimana si baby?" Tanya Irfan dengan keras.
__ADS_1
"Baby siapa Fan?" Tanya seseorang yang juga sedang duduk tak jauh dari mereka.
"Oh baby. Itu baby nya si Arka." Rendi segera membungkam mulut Irfan yang keceplosan.
"Emang Arka udah punya anak? Bukannya lu masih pacaran Ar?" Tanyanya lagi.
"Pacaran?" Kali ini Freya yang menimpali pertanyaan teman sekelompok KKN Arka.
"Lu sepupunya Arka kan? Kayaknya lu deket sama Arka. Masa lu nggak tau pacar Arka?"
"Bang Ar?" Ucap Freya dengan tatapan penuh tanya.
Irfan segera mengajak teman sekelompoknya yang baru saja membahas masalah pacar Arka ke dalam. Sementara Rendi masih duduk di sana bersama Arka dan Freya.
"Abang punya pacar?"
"Nggak. Abang kan punyanya istri." jawab Arka dengan santai.
"Itu yang barusan kata temen Abang. Abang pacaran disini? Pantesan Bang nggak mau aku sering-sering kesini." Mata Freya sudah mulai berkaca-kaca.
Arka mengelus kepala Freya, tapi gadis itu segera menjauh dari Arka. "Mana ada Abang pacaran Dek. Tanya aja tuh sama Rendi."
"Beneran Bang Ar nggak pacaran di sini kak?" Tanya Freya pada Rendi.
"Nggak Fre. Aman laki lu ada gue di sini." Jawab Rendi dengan yakin.
"Tau ah. Bisa aja kan kalian sekongkol kaya yang di drama korea yang udah punya pacar aja suka ikut kencan buta." Freya beranjak dari duduknya. "Aku pulang Bang." Lanjutnya.
"Gara-gara lu nih bini gue ngambek kan." Gerutu Arka pada Rendi yang kemudian mengikuti Freya ke mobil. Bersamaan dengan itu, Lisa yang baru mendengar Arka sudah kembali langsung keluar rumah, dilihatnya Arka yang sedang berjalan buru-buru menyusul seorang gadis ke mobil. Lisa pun dengan buru-buru ikut menyusul Arka tapi beruntung Ada Rendi yang menghentikannya. "Apaan sih Ren?" Lisa berusaha melepas tangan Rendi.
"Ikut gue bentar, ada yang mau gue omongin sama lu."
"Ntar aja sih. Gue mau ke Arka dulu. Dia ngejar siapa sih?" Lisa masih menatap Arka yang sudah masuk ke mobil.
"Sepupunya. Udah ayo ikut gue." Rendi menarik Lisa kembali ke dalam rumah. Ia tak mau Lisa sampai menemui Arka dan akan mengaku sebagai pacar Arka di depan Freya.
.
.
__ADS_1
.
Tinggalkan jejaknya jangan lupa.